
"Ampuni saya yang mulia...! Saya tahu saya telah melakukan kesalahan besar...saya memang tidak pantas dimaafkan. Saya terpaksa karena gara-gara teman saya menipu saya Yang mulia baginda..."Ucap Carol memohon sambil menangis.
"Diam! Aku tidak mau mendengar ocehanmu lagi. Kau benar-benar luar biasa Carol. Sejak kau ditolak oleh Tuan Erick, kau jadi berubah menjadi seseorang yang buruk seperti ini. Aku sepertinya tidak bisa memaafkanmu."
Carol hanya bisa menangis sambil terduduk di atas lantai tidak berdaya.
"Bawa semua barang-barangmu dari sini karena aku tidak mau melihatmu. Jika Raja Peter sampai tahu kelakuan keponakannya seperti ini, dia pasti akan syok dan bisa berakibat fatal pada kesehatannya. Pergi sekarang atau aku terpaksa membawamu ke penjara bawah tanah!"Bentak Ratu Edna terlihat begitu murka dan kecewa.
Carol segera berdiri namun keseimbangannya membuatnya sedikit oleng karena mau bagaimanapun juga dia tidak rela untuk meninggalkan istana yang sudah dia anggap seperti rumahnya sendiri itu.
Carol hanya diam dan berjalan tertunduk merasa malu, sedih dan penyesalan. Di saat dirinya melewati Lydora, dia mengangkat kepalanya lagi.
"Selamat Nona Lydora. Semoga kau bisa menjadi Ratu yang baik."Ucap Carol tersenyum tipis.
Lydora terdiam sejenak merasa bingung dan sedikit takut dengan gadis itu. "Baik, terima kasih...Nona Carol."Lydora memilih untuk membalas perkataannya balik.
Setelah Carol meninggalkan ruangan itu, hanya ada keheningan. Lydora ikut tertunduk merasa sedih dengan yang terjadi barusan.
Ternyata keluarga mereka cukup kacau juga. Kasihan Ratu Edna dan Pangeran Yohannes. Mereka selalu dikelilingi orang-orang yang selalu memanfaatkan mereka saja.
"Yohan."Panggil Ratu Edna tiba-tiba memanggil Yohannes yang masih berdiri di tempat itu.
"Ya, ada apa ibu?"
"Minta maaflah kepada Lydora. Aku yakin sekali sejak Carol menuduhnya yang tidak-tidak kepadamu, kau pasti langsung berpikir yang macam-macam padanya."Ucap Ratu Edna yang membuat Yohan tersentak.
Yohan terlihat membuang napasnya merasa berat kemudian memandang Lydora yang juga ikut menatapnya. Pria itu membuang wajahnya lagi seolah dia merasa keberatan untuk berbicara dengan gadis yang ada di depannya itu.
Lydora hanya bisa tertunduk memahami apa yang dirasakan Yohannes saat ini.
Tak lama Lydora kaget saat bayangan di depannya mendekat ke arahnya dan dia pun mendongak ke atas yang ternyata Yohannes menghampirinya.
__ADS_1
Lydora langsung membulatkan matanya tidak percaya.
"Lydora, maafkan aku."Ucap Yohan kali ini terdengar oleh Lydora.
"Ah, ya...tidak apa-apa Yang mulia. Saya mengerti perasaan anda karena saya sendiri orang baru disini. Jadi wajar anda..."
"Tidak. Ini memang kesalahanku karena cepat membuat keputusan tanpa berpikir dulu. Kebiasaanku yang buruk adalah mudah mempercayai apa yang orang katakan apalagi jika mereka menghasut yang tidak-tidak kepadaku. Rasanya juga aku merasa tidak pantas untuk menjadi seorang Raja karena sifatku yang menyebalkan ini."Ucap Yohan melihat ke sembarang arah dan tidak menatap langsung ke orang yang saat ini dia ajak bicara.
Lydora tidak percaya dengan kata-kata Yohannes yang akan memperlihatkan sisinya yang seperti itu kepadanya.
"Kenapa anda berbicara seperti itu Yang mulia? Malah bagus jika anda merasakan perasaan khawatir seperti itu tapi memang tidak bagus juga terlalu berlebihan. Setidaknya untuk mencari jalan keluarnya adalah mencari tahu sendiri dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak."Ucap Lydora.
Yohan hanya diam saja masih melihat ke sembarang arah.
"Yang mulia, saya penasaran kenapa anda setiap kali berbicara kepada saya anda selalu membuang muka? Apa segitu tidak sukanya anda pada saya?"Tanya Lydora membuat Yohannes membulatkan matanya. Dengan reflek dia pun menatap wajah Lydora yang sedang menatapnya dengan bingung.
"Tidak. Aku tidak punya alasan untuk membencimu."Jawab Yohannes.
Yohannes terdiam. Dia sendiri bingung harus menjelaskannya kepada tunangannya saat ini.
"Aku...aku sendiri juga tidak tahu. Sudahlah, aku harus pergi lagi ke suatu tempat untuk mengurus sesuatu."Ucap Yohannes berusaha menghindari pertanyaan Lydora.
Lydora merasa kecewa. "Baiklah Yang mulia..."
Saat Yohannes pergi mendahuluinya, Ratu Edna pun bergantian mendatangi Lydora yang berwajah sedih.
"Nak, aku paham akan perasaanmu saat ini. Tapi percayalah bahwa dia sebenarnya sangat menyesali dirinya saat ini. Malam nanti ibu akan membuat acara makan malam khusus untuk kalian berdua."Ucap Ratu Edna membuat Lydora terkejut.
"Apa? Ta-tapi bukankah biasanya kita selalu makan malam bersama?"
"Iya, tapi tidak untuk hari ini. Lagipula hanya akan ada kita bertiga di meja makan itu nanti. Rasanya sangat sepi dan tidak menyenangkan karena orang-orang yang kupercaya sudah pergi. Lebih bagus jika kalian berdua yang makan malam agar kalian bisa menjadi lebih dekat. Nanti aku akan membuat acara makan malam kalian dengan romantis, jadi kau bisa mempercayakannya kepada ibu mertuamu ini."Ucap Ratu Edna tersenyum cerah.
__ADS_1
"Eh, apa yang mulia yakin??"Lydora terlihat resah dan khawatir karena dia berpikir tampaknya Yohannes tidak mungkin menyukai acara makan malam yang seperti itu.
"Kau tidak percaya pada ibu mertuamu ini?"Tanya Ratu Edna mengkerucutkan bibirnya.
"Eh, tentu saja saya percaya kepada yang mulia! Saya hanya takut jika Yang mulia pangeran tidak menyukainya...."Ucap Lydora gelisah.
"Kau serahkan saja semuanya kepadaku. Aku akan mengaturnya dengan baik. Yang perlu kau lakukan saat ini adalah berdandan sebaik mungkin. Dan aku akan memberikanmu beberapa tips agar Yohan menjadi tertarik padamu."Ucap Ratu Edna seketika mendekatkan wajahnya ke telinga Lydora.
"Eh?"
Lydora hanya mengangguk dengan perasaan campur aduk. Belum lagi Ratu Edna memberikan tips segala kepadanya supaya Yohannes bisa tertarik padanya. Rasanya dia begitu malu dan tidak ingin menghadiri acara makan malam yang sudah di atur ibu mertuanya itu. Tapi Lydora tidak bisa menolaknya saat melihat Ratu Edna yang suasana hatinya sudah membaik dan dia tidak mau merusaknya.
Malam harinya, sesuai rencana Ratu Edna. Lydora menghadiri acara makan malam dengan begitu malu-malu.
Ibu mertuanya sudah mempersiapkan semuanya sampai seperti ini kepadanya dari mulai berendam air mawar, luluran, sampai memilihkan gaun tercantik untuknya. Rambutnya yang sebahu itu pun diberikan hiasan penjepit berhiaskan beberapa mutiara putih yang bersinar.
Argh, Yang mulia Baginda Ratu Edna berlebihan! Aku malu sekali tahu! Aku takut Pangeran Yohannes akan semakin mengejekku karena dia pasti akan berpikir aku masih cinta mati kepadanya! Menyebalkan!
Lydora melihat sekitar dan merasa terpesona dengan dekorasi acara makan malam yang sengaja di persiapkan di luar. Lentera cahaya yang terbuat dari lilin mengelilingi tempat itu dan ada setangkai bunga mawar merah yang di letakkan di dalam vas di atas meja.
Sekitarnya ada beberapa bunga yang terhias dan suasananya begitu romantis. Hanya ada satu yang belum lengkap, yakni Yohannes yang belum menunjukkan batang hidungnya.
"Mari silahkan duduk Nona. Yang mulia pangeran akan datang sebentar lagi."Ucap seorang pelayan dengan sopan menarik kursi agar Lydora bisa duduk.
"Baik, terima kasih."
Beberapa menit sudah terlewati dan Lydora hanya melamun disana. Angin malam juga membuatnya dingin karena Lydora memakai gaun yang sedikit terbuka pada bagian bahunya.
Tiba-tiba Lydora mendengar ada suara langkah kaki yang mendatanginya dan melihat kedatangan seorang pria yang selama ini ditunggu-tunggunya.
Next...
__ADS_1