Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 4


__ADS_3

"Lydora, silahkan duduk bersama Yohannes disana. Ibu akan tinggalkan kalian agar kalian berdua bisa berbicara lebih leluasa."Ucap Ratu Edna tersenyum.


"Eh, baik yang mulia Ratu..."


Ratu Edna pun pergi meninggalkan mereka berdua di taman itu.


Lydora tampak sangat canggung dan sedikit takut untuk duduk di kursi itu bersama Pangeran Yohannes. Jangankan itu, dia bahkan tidak berani memberi salam.


Sementara Yohannes bahkan tidak sudi untuk melihat kearahnya sedikit pun.


"S-salam yang mulia pange--"


"Kita langsung saja. Kau pasti tahu kalau aku tidak berniat untuk melakukan perjodohan ini. Kau bisa pergi sekarang karena aku sudah menolakmu."Ucap Yohannes tanpa basa-basi.


Ya ampun, apa benar dia Pangeran Yohannes yang dikenal baik dan ramah di novel yang kubaca itu? Kurasa keramahannya itu hanya akan ditunjukkan pada Ratu Ellen saja.


"Eh, baiklah jika itu mau anda. Saya tidak apa-apa kok. Saya juga sudah menduga kalau anda pasti akan menolak saya. Saya kemari hanya untuk memenuhi permintaan kedua orang tua saya dan juga yang mulia Ratu dan Raja. Terima kasih atas waktu anda yang berharga, kalau begitu saya akan pergi. Sampai jumpa yang mulia...semoga hari anda menyenangkan."Ucap Lydora tersenyum dengan biasa.


Yohannes pun melirik dengan terkejut. Dia tidak menyangka dengan sikap yang ditunjukkan oleh gadis itu. Biasanya saat dia bertemu dengan wanita lain yang dijodohkannya, mereka akan memohon-mohon sambil menangis dan bersikap berlebihan.


"Oke...baguslah kalau kau mengerti."Ucap Yohannes segera berdiri dari kursinya. Dia pergi meninggalkan taman itu dan juga Lydora begitu saja sambil berjalan tegak.


Mau dipikirkan bagaimanapun, Lydora tetap sedih atas penolakan Yohannes yang terang-terangan. Belum lagi dia sempat menyapa, Yohannes sudah mengusirnya secara kasar.


Tidak apa-apa, Lydora. Dia tidak pantas untukmu. Seperti halnya di kehidupanku yang sebelumnya. Setidaknya hidupku sekarang jauh lebih baik karena masih ada yang menungguku di rumah.


Lydora pergi meninggalkan taman dengan lunglai. Dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan rasa sakit hati.


Lydora kaget jika Ratu Edna sedang melewati sebuah ruangan yang kini juga sedang dilewatinya. Rasanya Lydora ingin menghindarinya saja. Tapi dia terlambat saat mata mereka bertemu.

__ADS_1


"Ah, salam yang mulia baginda Ratu."Sapa Lydora berusaha ramah dan menyembunyikan kesedihannya.


"Oh, kalian sudah selesai? Mengapa cepat sekali? Apa jangan-jangan...anak itu mengusirmu lagi?! Aduh dasar anak itu...!"Ucap Ratu Edna langsung marah.


"Tidak apa-apa yang mulia baginda Ratu! Kami sempat berbincang sebentar kok, Pangeran Yohannes memperlakukan saya dengan baik di taman tadi, yah walaupun hanya sebentar. Beliau pasti sedang sibuk..haha."Ucap Lydora lebih ingin berbohong.


"Benarkah? Ibu tidak percaya! Ibu sudah kenal betul sifat anak itu seperti apa. Dia pasti sudah bersikap tidak sopan padamu. Tolong maafkan kami atas putra kami, Lydora..."Ucap Ratu Edna merasa bersalah.


"Eh, anda tidak perlu meminta maaf! Saya benaran tidak apa-apa kok...yang mulia! Mungkin kami berdua tidak cocok, itu saja...!"Ucap Lydora langsung panik.


"Tidak bisa begitu. Anak itu sudah menolak 13 kali perjodohan yang kami atur untuknya dan semuanya gagal. Kami harap ini yang terakhir dan kami akan mencoba menasehati putra kami lebih baik lagi. Jadi kau jangan langsung berputus asa. Kami sebenarnya sudah tahu kalau kau sangat menyukai Yohannes. Kamu hanya perlu menunggu kabar dari kami, oke?"


"Ta-tapi..."


"Kamu jangan khawatir. Kamu adalah seorang gadis yang sangat cantik dan sopan. Kalian berdua akan sangat serasi jika kalian bersama dan menikah. Kami harap kamu mau memberikan kami kesempatan kedua, Lydora. Jujur saja, baru pertama kali bertemu denganmu, ibu langsung suka padamu. Kamu ternyata tidak seperti yang diceritakan orang-orang."Ucap Ratu Edna terlihat sangat berharap.


"Eh, memangnya apa yang orang-orang katakan terhadap saya, yang mulia?"Tanya Lydora.


Lydora mau bagaimanapun harus tetap menyetujui permintaan seorang Ratu.


"Baiklah Yang mulia. Saya tidak akan mungkin menolak permintaan yang mulia Ratu. Saya bersedia menunggu dengan sabar."Ucap Lydora akhirnya setuju.


Di perjalanan pulang dengan kereta kuda, Lydora hanya bengong. Dia merasa sudah tidak mungkin lagi untuk mendapat kesempatan untuk bersama dengan pangeran Yohannes walau hatinya sempat terpincut. Tapi Ratu Edna memohon padanya untuk memberikannya kesempatan kedua dan kelihatannya Ratu Edna menyukai dirinya. Lydora juga sempat kepikiran dengan ucapan Ratu Edna tentang rumor orang-orang yang menilai tentang dirinya.


Entah kenapa firasatku mengatakan jika orang-orang menilaiku buruk. Kurasa Lydora bukanlah gadis yang memiliki sikap yang baik. Seperti halnya yang disampaikan oleh Luna. Setelah kucermati semuanya, sifat Lydora ini sepertinya memang kekanakan, mudah marah, manja, egois, dan kasar. Dia juga suka perhiasan yang memenuhi seluruh tubuhnya dan baju-baju mewah yang berat. Sifatnya sangat jauh berbeda dengan diriku. Walau begitu kenapa aku malah masuk ke dalam tubuh ini?


Lydora merasa begitu pusing. Disisi lain dia juga merasa malu karena hampir semua orang sudah tahu jika dia menyukai Pangeran Yohannes.


Aduh, aku jadi ingin mengintip bagaimana masa lalu Lydora ini. Apa dia bercerita ke semua orang kalau dia mencintai Pangeran Yohannes?! Hal itu sangat memalukan bagiku! Jika aku menyukai seseorang, aku lebih suka memendamnya sendiri!

__ADS_1


Pantas saja Pangeran Yohannes langsung menolak kehadiranku mentah-mentah. Dia pasti sudah tahu jika aku mengejar-ngejarnya seperti orang gila. Haah, kenapa nasibku begini...?


Lydora masih enggan untuk pulang ke rumah. Dia sangat malas jika keluarganya akan memberinya banyak pertanyaan nanti karena dia belum siap untuk menjawabnya. Dia lalu melihat ke arah jendela dan pemandangan kota cukup menarik perhatiannya.


"Tuan kusir, apa anda bisa mengajakku mengelilingi kota sebentar?"Pinta Lydora.


"Oh, baiklah Nona."Ucap Kusir itu menurut.


Si Tuan kusir mengajak Lydora mengelilingi taman sampai mereka tiba di dekat kolam bebek.


"Tuan kusir, berhenti disini sebentar!"Pinta Lydora.


Tuan kusir pun segera memberhentikan kereta kudanya. Lydora membuka pintu kereta kuda dan keluar untuk melihat kolam bebek di depannya. Dia berjalan mendekat dan bisa melihat ada beberapa bebek yang sedang berenang.


Tak lama itu si tuan kusir segera menghampiri. "Apa Nona ingin memberikan makanan pada bebek-bebek itu?"Tanya Tuan kusir.


"Eh, apa boleh?"


"Tentu saja, Nona. Tunggu sebentar, saya akan membeli makanannya di toko."Ucap Tuan kusir.


"Baiklah."


Setelah si Tuan kusir pergi, Lydora memilih untuk berjalan lebih dekat ke arah kolam bebek itu. Dia melamun karena kepikiran banyak hal sampai dirinya tidak sadar bahwa dia terpeleset jatuh tenggelam ke kolam itu.


Byur! Lydora baru saja tercebur dan beruntungnya kolamnya dangkal. Tapi dia menjadi basah kuyup dan berantakan.


"Ya ampun, apa nona baik-baik saja?"Tanya suara seorang pria yang muncul.


Lydora mendongak dan dia dapat melihat ada seorang pria yang lumayan tampan menghampirinya.

__ADS_1


"Ayo sini, saya bantu anda berdiri. Anda pasti sangat terkejut kan. Gaun anda jadi basah semua..."


Next....


__ADS_2