
"Begitu ya? Setidaknya...kau masih punya kesempatan kalau begitu. Ya sudah sekarang kau pergi beristirahatlah dulu."Ucap Nyonya Rosetta.
"Baik ibu. Oh ya, ngomong-ngomong apa ibu mengenal Tuan Luke Damien?"Tanya Lydora.
"Luke Damien? Oh, dia itu putranya Tuan Philip. Tapi putranya segera menggantikannya karena Tuan Philip sudah meninggal setahun yang lalu. Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang dia?"Tanya Nyonya Rosetta heran.
"Jadi begitu. Tidak apa-apa, hanya penasaran saja. Tadi aku bertemu dengannya sewaktu di perjalanan pulang."Jawab Lydora.
"Hm, ibu pernah lihat dia beberapa kali dan kami juga pernah mengobrol sebentar. Wajahnya lumayan tampan dan punya kharisma. Dia juga populer di kalangan para wanita bangsawan. Bahkan dulu ada seorang putri kerajaan yang juga tertarik padanya, tapi dia menolaknya. Jika kamu tertarik, kamu boleh mendekatinya."Ucap Nyonya Rosetta terlihat santai.
Lydora tentu saja merasa terkejut. Kebanyakan orang tua pasti berharap putrinya menikah dengan seorang putra raja.
"Eh, kenapa ibu berpikir begitu? Kami baru saja bertemu tadi."Tanya Lydora menjadi malu.
"Ibu hanya merasa kasihan denganmu. Kamu sudah memendam perasaanmu selama dua tahun untuk pangeran Yohannes tapi perasaanmu malah tidak terbalaskan. Ibu tidak masalah kau menikah dengan siapa saja asalkan dia pria yang baik, bertanggung jawab, setia dan mampu membiayai seluruh kehidupanmu. Dan yang paling penting kau bahagia bersamanya. Ayahmu juga tidak masalah dengan pilihanmu."Ucap Nyonya Rosetta.
Lydora terdiam merasa begitu terharu. Dia benar-benar sangat beruntung memiliki orang tua yang tidak memaksakan kehidupannya. Mata Lydora mulai berkaca-kaca. Dia juga berpikir bahwa sepertinya Luke cukup membuatnya tertarik. Keramahan dan ketegasannya membuat Lydora menjadi suka.
Belum lagi, Luke memang pria tampan. Pria bertubuh tinggi dan kekar dibalik kemeja yang dikenakannya dan memiliki wajah yang manis. Matanya berwarna hitam jernih dan rambutnya yang berwarna silver. Terlihat sangat macho dan berkharisma.
"Terima kasih ibu. Aku akan memikirkannya."Ucap Lydora tersenyum.
Tapi anehnya Luna yang di dekatnya tiba-tiba menjadi murung.
Nyonya Rosetta hanya tersenyum.
"Eh, tapi kenapa tiba-tiba kau mengganti pakaianmu? Dimana gaun pemberian ibu? Apa kau tidak suka memakainya?"Tanya Nyonya Rosetta baru sadar jika putrinya baru saja berganti gaun.
Lydora tersentak. "Eh, aku suka sekali dengan gaunnya kok ibu. Gaunnya sangat cantik! Tadi aku terpeleset di kolam bebek jadi gaunnya menjadi basah, hehe..."Ucap Lydora sambil nyengir dengan malu-malu.
"Apa?! Bagaimana bisa?"Tanya Nyonya Rosetta langsung heboh.
Lydora mulai menjelaskan situasi yang terjadi padanya dan Nyonya Rosetta hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.
__ADS_1
"Aduh, kasihan sekali putriku. Gara-gara kau memikirkan Pangeran Yohannes yang menolakmu, kau jadi tidak fokus dan malah terpeleset di kolam bebek. Untung saja Tuan Luke dengan sigap membantumu ya. Kau harus membalas kebaikannya kalau begitu."Ucap Nyonya Rosetta.
"Haha, iya aku pasti akan membalas kebaikannya. Ayo Luna, kita pergi ke kamarku." Ajak Lydora menarik tangan Luna.
"Oke..."Jawab Luna sedikit lesu.
Setelah Lydora dan Luna berada di kamar....
"Jadi...sekarang kamu menyukai Tuan Luke? Mengapa tiba-tiba sekali? Apa karena tadi kau langsung ditolak oleh Pangeran Yohannes?"Tanya Luna dengan cepat.
"Entahlah. Aku juga belum bisa mengetahui perasaanku dengan benar. Pangeran Yohannes memang tampan, tapi menurutku dia sedikit sombong dan dingin. Dia bahkan tidak memberikan aku kesempatan berbicara sekalipun."Jawab Lydora menjadi sedih.
"Dan sebenarnya tadi aku pulang sedikit terlambat karena aku ingin mengelilingi kota sebentar untuk menghindari pertanyaan ibu. Tolong jangan katakan pada ibuku ya."Ucap Lydora lagi sambil mengedipkan mata.
"Mengapa begitu?"Tanya Luna heran.
"Aku tidak mau membuat orang tuaku menjadi sedih. Tapi aku tidak sangka jika ibu tadi tidak begitu dan justru dia mengkhawatirkan perasaanku."
Luna hanya diam saja dan Lydora menyadari perubahan raut wajah Luna yang berbeda.
"Uhm...ada apa Luna? Hari ini kau terlihat tidak begitu bersemangat."Tanya Lydora yang mengkhawatirkan Luna.
"Eh? Bukan apa-apa kok!"Jawab Luna langsung panik.
"Sepertinya tidak tuh. Tolong katakan padaku yang sejujurnya. Aku tidak mau sampai ada kesalahpahaman diantara kita."Ucap Lydora yang cukup peka.
Luna hanya menatap heran ke arahnya. Dia merasa jika Lydora memang benar-benar sudah berubah. Tak lama kedua pipinya menjadi merona dan dia memegang roknya dengan erat.
"S-sebenarnya...aku menyukai Tuan Luke."Ucap Luna pelan merasa begitu malu.
Lydora tersentak dan dia hampir tidak percaya dengan yang dikatakan Luna.
"Aku...sudah menyukainya sejak lama. Lebih lama darimu yang menyukai pangeran Yohannes. Dia pria yang selalu kukagumi karena dulu dia pernah menyelamatkanku dari kebakaran sewaktu aku kecil. Maaf selama ini aku tidak memberitahumu karena aku terlalu malu dan takut jika kau membocorkannya kepada orang lain."Ucap Luna.
__ADS_1
Ah, ternyata dia menyukai Tuan Luke lebih dahulu dariku. Kalau begitu aku tidak akan mendekati Tuan Luke demi sahabatku ini...
"Kenapa kau berpikir aku akan membocorkannya?"Tanya Lydora.
"Ya karena kau yang menyukai pangeran Yohannes sendiri saja membocorkannya dengan orang lain! Tidak hanya itu, aib orang lain juga sering kau bocorkan tahu! Apa kau tidak ingat?"Tanya Luna mulai kesal.
Jleb. Kini Lydora hanya bisa menahan malu dengan perbuatan Lydora di masa lalu.
Ya Tuhan, aku paling benci dengan yang namanya orang suka membocorkan rahasia orang lain, tapi aku malah memasuki tubuh orang yang suka seperti itu...T_T
"Oke, mulai sekarang aku tidak akan melakukannya lagi seumur hidupku dan aku bersumpah! Aku tidak akan membocorkan kalau kau menyukai Tuan Luke. Dan aku minta maaf karena mengatakan sempat tertarik dengan Tuan Luke. Aku tidak akan mendekatinya lagi, justru aku akan membantumu agar kau bisa dekat dengan Tuan Luke!"Ucap Lydora tegas.
"Apa? Kau serius?!"Tanya Luna tidak percaya.
Lydora mengangguk. "Aku akan berusaha berubah menjadi lebih baik. Aku tidak akan menjadi diriku yang dulu lagi. Aku memegang janjiku."
"W-wah...itu sangat hebat. Sahabatku ternyata sudah tumbuh besar ya, haha!"Ucap Luna merasa lucu.
"Jangan tertawa. Aku benar-benar serius."
"Pfft, aku tidak pernah menduga jika kata-kata keren seperti itu akan keluar dari mulutmu. Hahaha!"Ucap Luna tertawa lepas.
Lydora pun menjadi malu sendiri dengan tingkahnya yang menjadi sok bijak tadi.
Astaga, sebenarnya aku sedang ngapain sih..T_T
"Jadi kau serius ingin membantuku agar bisa dekat dengan Tuan Luke?"Tanya Luna dengan mata berbinar-binar.
"Eh, iya benar! Kau akan kubuat untuk bisa dekat dengan Tuan Luke. Kupikir-pikir kalian berdua terlihat serasi kalau menjadi pasangan."Ucap Lydora.
"Sungguh? Kalau begitu terima kasih banyak Lydora! Kau sungguh teman terbaikku!"Ucap Luna sangat senang.
Beberapa hari kemudian Lydora menjalani hidupnya dengan normal sekalian mempelajari kehidupan sebagai nona bangsawan, namun suatu hari terdapat pengumuman bahwa Ratu Ellenavier melahirkan seorang putra dan hal itu membuat Lydora sangat terkejut.
__ADS_1
Apa?! Ratu Ellenavier me-melahirkan seorang anak dari Raja Aldrich yang kejam itu?! Bagaimana bisa?!
Next....