
Jantung Ellen kian berdebar semakin kuat. Dia benar-benar tenggelam dalam ucapan lembut sang Raja dan dia mulai merasa memiliki perasaan pada pria itu. Tapi dia juga takut jika semua yang dirasakannya ini hanyalah perasaannya sendiri jadi dia tetap memilih menahannya sampai Aldrich sendirilah yang mengungkapkan perasaannya.
"Sayang...apa kau sudah tidur?"Tanya Ellen menatap suaminya yang sudah terpejam.
Aldrich tidak menyahut dan Ellen mengira jika Aldrich memang sudah tidur.
"Aku ingin berterima kasih kepadamu atas segalanya. Kau sudah melakukan banyak hal diluar ekspetasiku. Aku tahu sesungguhnya kau memang memiliki hati yang baik. Dan...aku...menyayangimu."Gumam Ellen berbicara kepada Aldrich.
Aldrich sedikit tersentak dengan semua perkataan Ellen. Dia mendengar semuanya karena dari awal dia memang belum tidur. Namun matanya masih terpejam.
Ellen kemudian memajukan wajahnya dan Aldrich dapat merasakan tubuh Ellen yang bergerak mendekat ke arahnya.
Apa lagi yang mau anak ini lakukan? Apa dia sekarang gantian berinisiatif huh?
Aldrich berusaha menahan nalurinya dan begitu penasaran apa yang mau istrinya itu lakukan padanya.
CUP! Ellen tiba-tiba mengecup kening Aldrich dan masuk ke dalam pelukan sang Raja. "Selamat malam yang mulia."Bisiknya sambil tersenyum.
Maaf aku sebenarnya bukan Ellen yang asli. Aku sesungguhnya adalah Jane. Seseorang yang terlahir dimasa depan. Kuharap dengan diriku yang sekarang kau nyaman dengan diriku ini. Sepertinya aku sudah terlanjur jatuh cinta kepadamu...
Aldrich yang merasakan dan mendengar semuanya benar-benar sudah kalah dibuat Ellen. Kini jantungnya yang bergantian terasa kesetrum hingga dia ingin seperti melompat keluar.
Seluruh wajahnya bahkan sudah merah total hanya karena hal sederhana yang dilakukan Ellen.
Anak ini benar-benar membuatku gila!
"Bisakah kau mengatakannya sekali lagi?"Tanya Aldrich yang sudah tidak tahan dengan godaan istrinya.
Deg.
Sudah kuduga dia pasti tidak benar-benar tidur. Memang aku yang bodoh. -_-
Ellen mematung dan wajahnya ikutan memerah.
"Ka-kau dengar semuanya...?"Tanya Ellen gelagapan.
"Iya. Aku dengar semuanya karena suaramu cukup keras."Ucap Aldrich tersenyum.
Huaaa!!!!
"Sudahlah, tadi aku aku memang hanya mau berterima kasih padamu atas banyak hal yang selama ini kau lakukan untukku..."Ucap Ellen salah tingkah.
__ADS_1
"Dan...?"Tanya Aldrich.
"Dan...dan...dan....!"Ellen tahu apa yang dimaksud Aldrich. Dia tidak sanggup mengatakannya karena itu benar-benar memalukan pikirnya.
"Dan kau bilang jika kau menyayangiku."Akhirnya Aldrich yang menjawab.
"Ah...haha, sudahlah sayang. Kau kan sudah bekerja seharian, pasti sangat lelah. Ayo tidur ya."Ucap Ellen dan dia mengelus kepala Aldrich bermaksud agar Aldrich bisa diam.
Tapi kelakuan Ellen justru membuat Aldrich semakin ingin menggoda istrinya. Dia memegang tangan Ellen dan memajukan wajahnya.
Sial, ini semua karena perbuatan bodohku. Jika tadi aku diam saja dan ikut tidur pasti aku tidak akan repot-repot menghabiskan energiku lagi disini T-T
Akhirnya pasutri itu terpaksa melakukannya lagi di tengah malam.
Keesokan paginya mereka tidur saling berpelukan. Mereka terbangun bersamaan.
"Kau sudah bangun?"Tanya Aldrich yang melihat Ellen sudah membuka matanya melihat ke arahnya.
"Iya sudah."Jawab Ellen.
"Kalau begitu kita harus bersiap-siap. Setelah ini kau musti sarapan."Ucap Aldrich.
"Haa...orang-orang di negara ini memang sensitive sekali. Apa-apa semuanya dipertimbangkan. Hanya karena hal sepele dan pemikiran yang masih primitif jadi permasalahannya tidak akan pernah bisa selesai."Ucap Aldrich jadi kesal kembali mengingat para masyarakatnya yang memang rata-rata masih mengikuti budaya dengan setia.
"Jadi, aku boleh kan memberi klarifikasinya?"Tanya Ellen lagi.
"Jika itu menurutmu benar, silahkan saja."Ucap Aldrich.
"Oke, baiklah. Terima kasih sayang!"Ucap Ellen lega.
Siangnya sesuai permintaan Ellen, wanita itu benar-benar memberikan klarifikasinya ke semua masyarakat dan para bangsawan.
"Saya Permaisuri Ellenavier ingin memberikan klarifikasi tentang kejadian pesta kemarin. Maaf saya waktu itu sedang saat kondisi tidak baik dan saya mengacaukan pesta yang berharga itu. Saya mohon maaf sebesar-besarnya dan sebagai gantinya saya akan mengadakan pesta itu kembali 3 hari setelahnya."Ucap Ellen dan itu benar-benar membuat semua orang kaget termasuk Aldrich.
Sebenarnya apa yang anak itu pikirkan?
Tapi apa yang dikatakan Ellen benar-benar membuat semua orang menjadi senang kembali. Mereka jadi percaya jika Ellen benar-benar Permaisuri yang dapat mengerti mereka.
"Ellen, apa maksudmu ingin membuat pestanya lagi?"Tanya Ratu Irene ikut kaget.
"Tidak apa-apa kan ibu? Semua orang berhak bahagia. Lagipula memang sudah seharusnya saya menepati janji saya. Kita rayakan pestanya lagi agar orang-orang tidak berpikiran jelek terus kepada kita."Ucap Ellen.
__ADS_1
Ratu Irene pun berpikir apa yang dikatakan menantunya itu benar juga.
"Baiklah, terserah menurutmu mana yang baik saja."Ucap Ratu Irene.
"Terima kasih ibu."
Keesokan harinya keluarga Ellen datang untuk melihat keadaan putri mereka.
"Ellen, bagaimana kondisimu sekarang?"Tanya Nyonya Ziane.
"Aku sudah baik-baik saja ibu. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku lagi. Maaf untuk kejadian kemarin gara-gara aku membuat kalian semua kerepotan."Ucap Ellen.
"Sudah tidak apa nak. Kami selalu ada untukmu."Ucap Tuan Marcus.
"Ellen, kenapa kau mengadakan pestanya lagi?"Kali ini Erick yang bertanya.
"Bukankah pesta kemarin belum selesai? Semua orang sudah berharap tentang pestanya tapi gara-gara aku pestanya terpaksa dibatalkan, jadi aku meminta untuk diadakan kembali pestanya."Ucap Ellen.
"Yang mulia sungguh memiliki hati yang bertanggung jawab."Puji Maya.
"Sudah seharusnya bukan?"Balas Ellen.
"Dan kenapa waktu itu kau bisa pingsan Ellen? Apa kau masih ingat kalau dulu waktu kecil kau sering pingsan? Apa penyakitmu itu kembali lagi?"Tanya Nyonya Ziane sangat khawatir.
Ellen terdiam. Mengingat kejadian bawah alam sadarnya membuatnya harus mengenang kejadian paling pahit kembali. Dia masih belum bisa menerima tubuh aslinya yang sudah ditanam. Pada akhirnya perjuangannya untuk hidup sia-sia.
"Waktu itu aku hanya kelelahan ibu. Mungkin karena aku juga sedang hamil dan tubuhku tidak sekuat ketika aku belum menikah. Seperti yang ibu katakan, aku punya tubuh yang lemah. "Jawab Ellen.
"Kalau begitu istirahat yang cukup Yang mulia. Anda tidak boleh terlalu memaksakan diri untuk melakukan banyak aktivitas."Ucap Maya ikut khawatir.
"Iya, terima kasih Maya."
"Tapi ibu tidak sangka ketika kamu pingsan kemarin, Pangeran Yohannes yang bisa-bisanya menggendongmu."Ucap Nyonya Ziane yang ikut melihat Ellen digendong Yohannes pada hari itu.
"Dia mungkin hanya bermaksud menolongku saja ibu. Coba ibu pikir dia tidak mungkin diam saja kan saat aku pingsan?"Ucap Ellen.
"Haa, itu memang benar. Tapi ibu hanya tidak sangka jika dia diundang ke istana. Soalnya ibu tahu jika Yang mulia Raja tidak suka padanya."Ucap Nyonya Ziane.
"Adat tetaplah adat bu. Apalagi Pangeran Yohannes berasal dari Kerajaan barat dan memiliki hubungan kerja sama yang bagus dengan pihak Kerajaan Valkyrie."Kali ini Erick yang membalas.
Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)
__ADS_1