Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 54


__ADS_3

Sesampai di tempat peristirahatan, tempat itu berbentuk villa yang terlihat sederhana. Lydora bisa maklum karena dia sedang berada di wilayah yang perekonomian dan fasilitasnya rendah.


"Yang mulia, tidak apa-apakah kita menetap disini sementara? Tempatnya terlihat kurang bersih..."Tanya Felice yang sendirinya tidak begitu nyaman.


Lydora menggelengkan kepalanya. "Aku tidak masalah. Kita bisa membersihkannya."Ucap Lydora.


Karena aku dulu pernah tinggal di tempat yang lebih kecil dan kotor dari ini...


"B-baik, saya akan menyuruh para pengawal ikut membersihkan tempat ini agar yang mulia bisa beristirahat dengan nyaman."Ucap Felice.


"Terima kasih Felice."


"Anda tidak perlu berterima kasih Yang mulia. Ini sudah bagian dari kewajiban saya."Balas Felice.


Setelah mereka semua selesai membereskan barang-barang dan juga membersihkan villa itu, barulah Lydora bisa duduk di sofa dengan nyaman.


"Aku tidak menyangka jika Tuan Jason seberani itu kepadaku dan bahkan kepada Yohannes. Apa karena dia melihat diri kami yang masih seperti bocah di matanya? Dia sampai rela menghasut para masyarakat Utara mengganggap jika kita adalah orang yang sangat buruk! Padahal dirinya sendiri cuma sorang Count!"Gumam Lydora tidak terima.


"Saya rasa itu karena Tuan Jason sudah memiliki pendukung dibelakangnya jadi dia tidak merasa takut lagi Yang mulia. Bukankah Tuan Jason adik ipar mendiang yang mulia Raja Peter? Apakah dulu Yang mulia Raja Peter sempat ada memberikan surat bukti kepada Tuan Jason?"Ucap Felice yang mendengar gumaman majikannya.


"Ah...benar juga. Itu masuk akal. Kalau tidak begitu mana mungkin Tuan Jason dan kembarannya jadi seberani ini kepada kita."Ucap Lydora baru mengerti.


"Jadi apa yang sebaiknya akan kita lakukan yang mulia?"Tanya Felice.


"Pertama-tama kita harus bertemu dengan para masyarakat dulu. Meskipun kita sudah tahu bagaimana reaksi mereka nanti, tapi setidaknya kita harus memberikan kesan baik kepada mereka. Kita harus bisa mendapatkan kepercayaan mereka lebih dulu dan mengubah cara pandang mereka terhadap kita. Jika kita menemui Tuan Jason lebih dulu, aku yakin Tuan Jason pasti sudah menyiapkan rencana licik."Ucap Lydora.


Felice mengangguk. "Ide yang bagus yang Mulia. Mulai besok pagi kita akan pergi ke perkampungan. Semoga saja mereka tidak langsung menyerang kita..."Ucap Felice mulai takut.


"Kita akan melakukan penyamaran. Lagipula mereka belum tahu sosok si Ratu kan?"Ucap Lydora tersenyum.


"Eh?"

__ADS_1


Keesokan harinya, Lydora tidak bisa tidur dengan nyenyak tadi malam, sebaliknya Felice tidur dengan sangat nyenyak karena dirinya yang begitu kelelahan. Tapi mereka saat ini sudah bersiap dengan rapi. Lydora sengaja membawa gaun sederhana yang dipinjamnya kepada Sandy. Dia mengucir rambutnya yang sudah sedikit panjang itu.


Sementara Felice, dia juga mengenakan gaun sederhana yang dibawanya. Tak lupa kaca mata tebal yang terhias di wajahnya.


Mereka berjalan kaki sampai memasuki daerah pasar desa. Untung saja perkampungan itu tidak begitu jauh dari villa. Tak lupa para pengawal yang selalu siap berjaga sebagai mata-mata jadi orang-orang tidak akan bisa menyadari keberadaan mereka.


Saat mereka memasuki pasar, Lydora dan Felice sama-sama terkejut saat melihat ada begitu banyak orang yang lalu lalang. Mereka semua terlihat sibuk. Felice sempat berusaha melindungi majikannya agar Lydora tidak sampai bersenggolan dengan mereka. Tadinya Felice sedikit kurang yakin dengan rencana Lydora ini yang membuat diri mereka harus menyamar.


"Awas, yang mulia!"Teriak Felice melindungi Lydora dari seorang pria tegap sambil membawa beberapa batang kayu besar di tangannya.


"Felice, ayo sebaiknya kita minggir dari sini secepatnya."Ucap Lydora langsung menarik lengan baju Felice.


Dengan penuh desakan, semampu mereka berusaha untuk keluar dari pasar itu. Ada begitu banyak debu dan aroma busuk yang menyebar. Lydora yang tadinya orang biasa saja tidak tahan dengan bau-bau yang ada di pasar itu.


Akhirnya mereka berhasil keluar. "Haaah! Akhirnya kita bisa bernapas juga!"Ucap Felice lega.


"Iya, syukurlah."


"Nak, bolehkah saya meminta uang? Saya belum ada makan sejak kemarin...saya sangat lapar...1 koin perak saja tidak masalah..."Ucap Kakek tua itu merintih.


Lydora tentu saja tidak tahan melihat ada orang yang memohon minta bantuan seperti itu kepadanya. Dia menyuruh Felice untuk mengeluarkan sebuah kantong yang dibawa.


Lydora meraih tangan kakek itu dengan lembut dan memberikannya 5 koin emas. Kakek tua itu membelalakkan matanya tidak percaya karena yang dia lihat adalah emas bukan perak lagi.


"N-nak...ini terlalu banyak...saya tidak pantas mendapatkan sebanyak ini...apakah kamu tidak punya uang perak saja...?"Ucap Kakek itu.


"Tidak ada kakek. Hanya ini yang saya punya. Kakek terima saja tidak apa-apa. Kakek sangat pantas mendapatkannya."Ucap Lydora.


Kedua mata kakek itu pun berkaca-kaca karena merasa terharu. Baru kali ini dia menemukan sosok sebaik wanita itu. Biasanya dia selalu menerima ketidakadilan di tempat yang dia tinggali ini. Kakek itu tiba-tiba menjatuhkan tongkatnya dan dia hendak berlutut di hadapan wanita itu.


"Ehh, apa yang kakek lakukan?!"Tanya Lydora panik langsung memegangi bahu Kakek itu.

__ADS_1


"Saya ingin berterima kasih dengan cara yang pantas, nona. Saya yakin anda bukanlah orang biasa. Saya bersumpah tidak akan pernah melupakan jasa anda ini..."Ucap Kakek itu akhirnya meneteskan air matanya.


Lydora menggelengkan kepalanya. "Jangan lakukan itu kakek. Sudah tidak apa-apa. Oh ya kakek, bolehkah saya tanya sesuatu kepada kakek?"Tanya Lydora.


"Tanyakan saja Nona. Saya akan menjawab sebisa saya."Ucap Kakek itu.


"Saya dan teman saya baru saja sampai ke daerah ini karena kami memiliki kerabat disini. Saya dengar para penduduk sini sangat membenci kerajaan Lilwest. Apakah saya boleh tahu apa alasannya, kakek?"Tanya Lydora.


Kakek itu terlihat ragu-ragu untuk menjawab. Seseorang sudah mengancamnya untuk jangan memberitahu hal ini kepada seorang pendatang baru. Tapi wanita itu sudah rela memberikannya 5 koin emas.


"Nona, nona. Mari ikut saya sebentar. Kita bicara di tempat saya saja."Ucap Kakek itu tiba-tiba serius.


Kedua wanita itu pun saling memandang dan mereka kembali memandangi Sang kakek. Akhirnya mereka mengangguk sama-sama setuju untuk mengikuti kakek itu.


Felice sempat memberikan isyarat pada salah satu pengawal yang mengawasi mereka dari jarak dekat agar mereka semua tetap mengikuti kemanapun majikan mereka pergi.


Mereka semua sampai pada sebuah gubuk tua. Sepertinya kakek itu tinggal sendirian. Lydora melihat-lihat gubuk itu yang seperti sudah tidak layak ditinggali.


Bagaimana bisa kakek ini sanggup tinggal disini...


"Maaf tempatnya sedikit kumuh nona-nona."Ucap Kakek itu merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa kakek."


"Sebenarnya kami semua diperintahkan untuk tidak boleh memberitahukan hal ini kepada pendatang baru seperti kalian. Tapi Kakek tidak bisa menolak karena kalian sudah membantu kakek, jadi kakek akan memberitahukan kalian."Ucap kakek itu terlihat sedikit gemetaran.


Lydora bisa tahu bahwa kakek ini pasti diancam. Dia melirik Felice dan memberinya isyarat bahwa mereka harus melindungi kakek ini.


"Jadi penyebabnya adalah..."


Next...

__ADS_1


__ADS_2