
"Ahhh! Anda sudah bangun yang mulia? Anda mengagetkan saya!"Teriak Lydora sangat terkejut.
Yohannes menyipitkan matanya masih setengah sadar tapi dia ingat jika dia sudah menikah dengan Lydora dan mereka tidur di satu ranjang.
"Kau kenapa berteriak sepagi ini? Mengganggu tidurku saja!"
"Yang mulia, bukan begitu...ta-tapi tangan dan kaki anda menimpa saya...saya tidak bisa bergerak..."Ucap Lydora menjadi malu.
"Apa?"Yohannes kemudian membuka matanya sedikit dan melihat tangan dan kakinya yang memang menimpa tubuh Lydora.
Seketika dia membulatkan matanya baru sadar dan segera mengangkat tangan dan kakinya dari tubuh Lydora.
"Maaf...aku tidak sadar."Ucap Yohannes merasa khilaf.
"Tidak apa-apa yang mulia..."Lydora kemudian beranjak dari tempat tidur.
"Kau mau pergi kemana? Ini masih jam setengah 5 subuh."Tanya Yohannes.
"Saya mau pergi ke kamar mandi yang mulia."Jawab Lydora.
"Oh..."Yohannes pun langsung membenarkan posisinya dan dia menghadap membelakangi Lydora seperti posisi tadi malam. Dia kembali memejamkan kedua matanya kembali karena masih mengantuk.
Sementara Lydora sudah berjalan memasuki kamar mandi.
Yohannes yang mendengar suara air di dalam kamar mandi menjadi terpikir dengan perbuatan yang dia lakukan barusan. Sesungguhnya dia malu jika mengingatnya kembali.
Apa yang kulakukan? Biasanya aku kan tidak pernah tidur dengan lasak seperti itu. Tahu-tahu saat bangun tangan dan kakiku sudah pindah tempat saja...haah, memalukan!
Karena terus kepikiran, Yohannes jadi tidak bisa tidur. Rasa mengantuknya seketika hilang dan dia pun memilih untuk bangun.
Sial, aku sudah tidak mengantuk lagi! Padahal baru kali ini aku bisa tidur dengan nyenyak...
Yohannes menjadi kesal sendiri. Tak lama Lydora keluar dari kamar mandi.
"Lho, anda tidak tidur lagi yang mulia? Kita masih punya waktu 2 jam lagi untuk tidur. Saya akan membangunkan anda nanti."Ucap Lydora.
"Aku sudah tidak mengantuk lagi. Aku mau mandi saja."Ucap Yohannes langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
"Oh baiklah..."Lydora hanya manggut-manggut dan dia duduk di sofa.
"Kau sendiri tidak tidur lagi?"Tanya Yohannes.
__ADS_1
"Ah, tidak yang mulia. Saya juga tidak merasa mengantuk lagi."Jawab Lydora. Sebenarnya dia masih merasa mengantuk karena gara-gara mimpi yang dialaminya barusan membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi dia berpikir hal itu pasti tidak pantas jika suaminya sudah bangun sementara dia masih tidur.
"Kalau kau masih mau tidur lagi tidak apa-apa. Nanti aku yang akan membangunkanmu."Ucap Yohannes.
Eh, ada apa dengannya? Tumben dia baik padaku?
"Tidak apa-apa yang mulia. Saya akan menunggu disini sampai anda selesai mandi."Ucap Lydora.
"Haah, terserah kau saja."Yohannes pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara Lydora, dia menunggu dengan setia di sofa. Terdengar suara air dari dalam kamar mandi di telinga Lydora. Tanpa sadar Lydora terus menguap dan matanya berair karena menahan ngantuk. Lama-kelamaan matanya menjadi sayu dan Lydora tidak sanggup menahan kantuknya yang berat. Pada akhirnya wanita itu tertidur di sofa itu dalam posisi duduk.
Beberapa menit kemudian, Yohannes sudah selesai mandi dan pria itu pun keluar dari kamar mandi. Dia menoleh kearah istrinya yang duduk di sofa dan melihat Lydora yang sedang tidur dalam posisi duduk.
"Haah, wanita ini memang tidak bisa berbohong. Lihat, baru aku tinggal mandi beberapa menit saja dia sudah tidur."Yohannes pun mendekati istrinya. Dia memandang Lydora yang sedang tidur dengan pulasnya. Yohannes sempat merasa kesal dan melipat kedua tangannya menatap serius ke arah Lydora.
Karena merasa tidak tega istrinya itu tidur di sofa, dia pun berinisiatif menggendong wanita itu dan memindahkannya ke ranjang.
Lydora yang digendong, mengernyitkan alisnya merasakan sesuatu yang menetes di wajahnya. Dia pun membuka matanya perlahan dan merasa terkejut saat melihat dirinya yang sedang digendong oleh Yohannes bak putri.
"Yang mulia?!"Teriak Lydora.
"Maafkan saya yang mulia! Saya tidak sadar saya ketiduran! T-turunkan saya yang mulia..."Ucap Lydora panik.
Yohannes pun menuruti permintaan Lydora dan segera menurunkan wanita itu.
"Hei, kalau kau masih mengantuk, sebaiknya kau tidur saja lagi. Mumpung masih ada waktu juga. Setelah ini kita punya banyak pekerjaan, ingat itu."Ucap Yohannes merasa kesal sambil melipat kedua tangannya.
"Maaf yang mulia, saya merasa jika saya tidur lagi itu tidak pantas, soalnya anda kan sudah bangun. Masa saya tidur lagi..? Bagaimana pendapat Ibu Ratu tentang saya nanti jika beliau tahu?"Ucap Lydora merasa tidak enak.
"Kau mencemaskan itu? Hey, ibu sekarang lebih menyayangimu. Dan dia tidak akan mempermasalahkannya sama sekali."Ucap Yohannes.
"Tetap saja...!"
"Sudah, daripada nanti kau mengantuk saat rapat lebih baik kau tidur sekarang! Cepat sana!"Ucap Yohannes.
"Ba-baik yang mulia...terima kasih."Ucap Lydora.
"Kau tidak perlu berterima kasih."Ucap Yohannes. Dia berjalan menuju lemari untuk berganti pakaian.
Lydora lalu naik ke atas ranjang dan tidur kembali. Dia memejamkan matanya dan sedikit menoleh ke arah Yohannes yang hendak berganti pakaian.
__ADS_1
Yohannes menyadari Lydora yang melirik ke arahnya.
"Apa yang kau lihat? Kau mau mengintip ya?"Tanya Yohannes.
"Tidak!"Teriak Lydora dengan cepat.
"Kalau tidak, jangan lihat kearah sini! Aku mau berganti pakaian! Kau tidur sana!"Teriak Yohannes.
"Iya, maaf yang mulia...!"Lydora pun berusaha memejamkan matanya dan dia langsung teringat momen saat Yohannes menggendongnya tadi. Dia memerhatikan sekilas rambut Yohannes yang basah. Gaun mandi yang dikenakan Yohannes terbuka sedikit menunjukkan bahunya yang lebar.
Argh! Berhenti memikirkan hal mesum! Ayo tidur!
Sementara Yohannes mengintip ke arah istrinya yang sudah memejamkan matanya. Dia memastikan takut jika wanita itu mengintipnya yang sedang berganti pakaian.
Apa dia sudah tidur?
Mumpung Lydora sedang memejamkan matanya, Yohannes dengan cepat mengganti pakaiannya dengan pakaian formal sehari-harinya.
Haa...kenapa aku harus seperti ini? Aku tahu dia sudah menjadi istriku. Kami bahkan sudah melakukannya. Tapi tetap saja aku masih belum siap...
Setelah Yohannes sudah berdandan rapi, dia berjalan mendekati Lydora. Dia melihat Lydora yang sudah tidur dengan nyenyak. Dia terus menatap wajah Lydora yang tidur dengan damai.
Sepertinya dia kelelahan sekali. Kantung matanya saja menghitam seperti itu. Aku sudah melakukan hal benar menyuruhnya tidur kembali. Lebih baik aku tetap disini saja mengerjakan sisa pekerjaanku. Nanti aku akan membangunkannya jika sudah waktunya.
Yohannes mulai melakukan aktivitasnya. Dia duduk di kursinya dan mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan di atas meja. Tak lupa Yohannes mengenakan kaca matanya yang dia simpan di dalam kotak. Dia memegang pena dan mulai menulis sesuatu di kertas-kertas itu.
Beberapa saat kemudian, Yohannes sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya dan dia melihat jam saku miliknya. Masih ada waktu setengah jam lagi dan Yohannes melirik Lydora yang masih tidur.
Namun anehnya wanita itu terlihat gelisah. alisnya bertekuk seperti sedang mengalami mimpi buruk. Yohannes pun memilih untuk menghentikan pekerjaannya dan mendekati istrinya itu.
"Astaga, dia kenapa? Keringatnya banyak sekali. Napasnya juga tidak beraturan..."
Yohannes kemudian menyentuh kening Lydora.
Badannya tidak panas...
"Lydora? Hei Lydora! Bangun!"Panggil Yohannes sambil menggoyangkan tubuh Lydora pelan.
Apa yang terjadi dengannya?
Next....
__ADS_1