
Tuan Jason dan sekretarisnya itu berlari masuk ke hutan liar. Ivan pernah dengar jika hutan ini bisa menembus wilayah lain. Tapi dia belum tahu wilayah bagian mana yang akan mereka tuju nantinya. Saat ini Ivan dan Jason hanya mengandalkan sebuah kompas dan beberapa tas yang mereka bawa. Tapi resikonya adalah banyak hewan buas di dalamnya. Wilayah Utara memang masih banyak daerah hutannya karena fasilitas disana tidak terlalu banyak dan hanya ada rumah-rumah penduduk desa saja di sebagian pusat yang hampir tidak ada ditingali seorang keluarga bangsawan.
Ivan tidak percaya jika dia akan mengikuti rencana terakhir tuannya ini. Dia yang membuat Tuan Jason mengikutinya sampai ke hutan juga adalah resiko yang sangat besar untuk dia dihukum mati. Jika pihak Raja sekalipun sudah berhasil menemukan mereka berdua, dia sudah siap untuk berserah diri. Entah kenapa dia lebih ingin mati dibunuh oleh Raja daripada Tuannya sendiri.
Sementara itu pasukan kerajaan sudah memasuki kediaman Tuan Jason. Yohannes sangat murka karena Tuan Jason benar-benar melarikan diri darinya.
"Wah...ternyata dia benar-benar kabur ya. Lydora, apa yang sebaiknya aku lakukan lebih dulu? Memenggal lehernya? Memotong kaki dan tangannya? Atau dibakar hidup-hidup lalu dibuang ke hutan?"Tanya Yohannes dengan ekspresi yang sangat mengerikan.
"Ah...tenang dulu suamiku. Pertama-tama kita cari dulu dimana keberadaan Tuan Jason. Aku yakin dia belum jauh dari sini karena menurutku saat kamu tiba kesini dia langsung kabur. Kemungkinan dia tidak memakai kereta kuda agar lebih bisa mudah tidak ditemukan. Kamu bisa lihat ruangannya yang berantakan seperti ini. Terlihat dia sangat panik dan buru-buru untuk kabur."Lydora mencoba menganalisa situasi yang terjadi.
"Sudah kuduga kau ini pintar Lydora."Ucap Yohannes merasa bangga pada istrinya.
Kau baru tahu ya?! Sebelum hidup di dunia ini aku juga memang sudah pintar kok! Aku ini di kampusku termasuk mahasiswi berprestasi tahu!
"Oke, kita tidak punya waktu banyak. Carl! Ayo kita cari Tuan Jason. Kita cari dia di dua tempat, antara Perbatasan wilayah Utara ke Selatan dan Arah hutan liar. Aku pernah dengar jika hutan liar itu bisa menuju ke wilayah lain, tapi aku belum tahu wilayah mana itu."Ucap Yohannes.
"Setahu saya yang mulia, hutan liar itu bisa menembus sampai ke sebuah pulau kecil jadi untuk kesana harus menyebrangi lautan."Jawab Carl.
"Apa? jadi begitu? Ayo kita sebaiknya bergegas! Bisa saja mereka memiliki kapal sebagai persiapan mereka kan?"Yohannes semakin panik.
"Baik yang mulia. Saya akan segera memanggil para pengawal."
Kembali di hutan, Tuan Jason terlihat tidak sanggup lagi berlari.
"Berhenti dulu! Hosh...hosh...aduh capeknya aku. Kakiku rasanya seperti mau patah!"Keluh Tuan Jason sambil ngos-ngosan.
"Kita tidak bisa berlama-lama Tuan. Disini juga banyak hewan buas seperti serigala, ular, rubah dan banyak lagi! Kita harus secepatnya pergi keluar dari sini!"Ucap Ivan sangat ketakutan.
"Kau tidak lihat kakiku yang bengkak ini?! Apa kau mau merasakan seperti yang kurasakan ini hah?! Aku bahkan tidak sempat bernapas!"Jason memarahi sekretarisnya itu.
__ADS_1
Makanya siapa suruh makan, tidur dan duduk saja. Apa dia tidak sadar badannya sudah seperti babi ternak?!
Ivan pun memilih diam daripada harus beradu mulut dengan Jason. Sebenarnya di situasi sekarang dia sama sekali tidak takut dengan Tuannya itu. Bagi dia menendang Tuan Jason bahkan sangat mudah karena dia sendiri juga adalah mantan prajurit. Tapi karena memandang status Tuannya itu, dia memilih untuk menurutinya saja daripada dia terkena masalah yang lebih besar sampai ke keluarganya.
"Apa kau sama sekali tidak tahu arah hutan ini akan tembus kemana? Lalu kenapa kita tadi tidak melewati perbatasan wilayah Selatan saja?"Tanya Jason.
"Maaf saya tidak tahu Tuan karena tidak banyak orang yang lewat sini alasan karena banyak hewan buasnya. Lalu hutan ini juga sangat luas dan kita akan sangat mudah tersesat jika kita tidak menggunakan kompas. Jika kita melewati perbatasan wilayah Selatan, kita akan lebih cepat ditemukan dan mati di pengadilan."Jawab Ivan akhirnya membuat Jason terdiam.
"Haah, kenapa mereka tidak membiarkanku hidup seperti biasanya sih? Padahal sebelumnya mereka juga tidak peduli kan apa yang selama ini aku lakukan disini."Gumam Jason.
Itu karena mereka baru tahu kejadian sebenarnya Tuanku. Justru itu mereka ingin segera melenyapkan anda yang manusia beban bumi ini.
Sementara itu Yohannes sudah sampai memasuki hutan liar. Kalau Lydora berjalan ke arah perbatasan Selatan. Mereka sengaja berjalan di arah berbeda untuk mencari Jason.
"T-tuan...!"Panggil Ivan bergetar.
"Apa?"
"Kau kenapa? Bilang yang jelas!"Bentak Jason yang juga mulai takut saat melihat ekspresi Ivan.
"Lihat ke belakang Tuan! Ada Serigala!"Teriak Ivan.
"Apa?! Serigala?!"Jason pun segera membalikkan badannya dan benar yang dikatakan Ivan bahwa memang ada serigala di belakangnya yang tidak jauh jaraknya dari mereka berdua.
"A-apa yang harus kita lakukan?!"Tanya Jason panik.
"Ya apa lagi? Lari!"Jawab Ivan dan mereka pun lari terbirit-birit. Mendengar kepanikan dua manusia itu, serigala itu pun mengejar mengikuti mereka.
"Sial! Dia mengikuti kita!!"Teriak Tuan Jason. Dia lari jauh dibelakang Ivan yang larinya sangat cepat.
__ADS_1
"Ivan! Tunggu aku! Kau mau meninggalkanku bersama serigala itu hah?! Apa kau mau keluargamu kubuat menderita?!"Ancam Jason.
"Makanya Tuan harus bisa lari secepat saya!"Balas Ivan.
"Apa katamu?!"
DOR! Terdengar suara tembakan yang begitu besar. Ternyata suara tembakan itu mengarah ke serigala dan serigala itu pun langsung tergeletak tidak bernyawa.
Hah? Siapa yang...
"Anda yang disana berhenti!"Ucap seseorang yang merupakan sekretaris Yohannes.
"Kau...?!"Jason mengenal sekretaris itu yang jelas milik Yohannes.
Tak lama kereta kuda dan para pengawal mulai muncul. Dan Yohannes keluar dari pintu kereta kuda. Tuan Jason langsung pucat pasi.
"Halo Tuan Jason. Anda hebat sekali ya nekat melarikan diri dariku. Apa karena anda sudah ketahuan jadi anda ketakutan, begitu?"Ucap Yohannes dengan senyum sadisnya.
"Y-yang mulia...tolong ampuni saya! Saya tahu saya bersalah! Tolong berikan saya kesempatan kedua! Saya mohon yang mulia!"Jason bersujud dan memohon-mohon sambil menangis.
"Kita akan mengurusnya di pengadilan Tuan Jason. Sayang sekali, padahal dulu ayahku sangat memercayai anda tapi anda malah merusaknya. Anda menyia-nyiakan orang berhati emas seperti ayah dan bibiku itu."Ucap Yohannes dengan sindiran.
"Maafkan aku yang mulia...hiks...aku memang orang yang hina.."Ucap Jason lagi. Sementara Ivan sudah diseret para pengawal dan memasukkan Ivan ke dalam kereta kuda secara dia sudah bekerja sama dengan Jason.
"Ayo Tuan Jason. Kita sebaiknya kembali ke ibukota. Para warga juga semuanya kecewa dengan perbuatan anda. Kita tidak punya banyak waktu."Ucap Yohannes.
Jason masih terduduk di atas tanah dengan lemas. Yohannes membuang napasnya dengan kesal dan dia pun menyuruh para pengawal untuk menarik Tuan Jason segera.
"Oh ya, sebelum itu Tuan Jason. Anda harus berhadapan dulu dengan para warga untuk meminta maaf."Ucap Yohannes tersenyum.
__ADS_1
Jason yang mendengar hanya melongo dan tertunduk.
Next....