
Rumah Sakit
Alya sudah di pindahkan ke ruang perawatan VVIP, kali ini Erick tidak ingin meninggalkan Alya. Tapi sepertinya pria itu harus menyelesaikan masalahnya dengan Delila, akan tetapi hati pria itu berat untuk meninggalkan istri ketiganya yang masih tidur.
Mama Danish dan Mama Yanti turut berada di ruang perawatan, sedang berbincang di sofa tak jauh dari ranjang tempat Alya berada.
“Mah, Papa bawa Delila kemana?” tanya Erick.
“Papa dan pihak gedung membawa Delila ke kantor polisi,” jawab Mama Danish.
“Mah, Erick mau menyusul Papa ke kantor polisi menyelesaikan persoalan Delila, Erick titip Alya sebentar, dan Erick mohon sama mama dan Bu Yanti jangan larang Erick mengurus Alya, untuk kali ini,” memohon Erick, agar di beri kelonggaran untuk mengurus dan dekat dengan Alya, selayaknya seorang suami.
“Uruslah masalah Delila terlebih dahulu, untuk masalah mengurus Alya, mama serahkan ke Alya. Sekarang aja Alya belum bangun, entah kalau sudah bangun nanti,” mama Danish tidak bisa mengambil keputusan sepihak, walau bagaimana pun semua ada di tangan Alya, mau atau tidaknya menerima kehadiran Erick nantinya.
“Baiklah, Erick pamit sebentar,” dengan perasaan gamangnya, pria itu meninggalkan Alya, kemudian keluar dari ruang perawatan.
Pria itu harus menyelesaikan yang harus segera di selesaikan, tanpa harus menunda-nunda lagi.
🌹🌹
Kantor Polisi
Delila duduk dan terdiam di salah satu sudut tak jauh dari meja polisi yang sedang menginterogasi para saksi yang melihat kejadian di ballroom.
Sedangkan Papa Bayu sedang menanti kedatangan kedua orang tua Delila yang sudah di hubunginya.
Tidak lama kemudian dari kejauhan datanglah kedua orang tua Delila, yang masih teman Papa Bayu yaitu Zainal beserta Fira istrinya.
“Ada apa ini Bayu, kenapa kamu minta saya ke kantor polisi?” tanya Zainal, dengan perasaan yang menggebu-gebu.
__ADS_1
“Tenang Zainal, kita duduk dulu,” ajak Bayu, sambil menunjuk bangku tunggu di depan ruang penyelidikan. Mereka bertiga lantas duduk bersama.
“Ini masalah anak kalian berdua, Delila......dia sengaja mencelakakan orang lain di depan umum,” ujar Papa Bayu tenang.
“Ngaco kamu, gak mungkin anak saya sengaja mencelakakan orang lain dengan sengaja. Saya pastikan itu tuduhan palsu!!” tidak terima Zainal, dengan pernyataan temannya.
“Terserah yang kamu bilang Zainal, Delila ada di ruang penyelidikan dengan beberapa orang sebagai saksi. Dan saksi intinya belum datang, karena sedang membawa korban ke rumah sakit,” balas Papa Bayu, suasana hati mulai tidak nyaman.
“Di bawa ke rumah sakit! memangnya apa yang di lakukan oleh Delila, sampai di bawa ke rumah sakit, sepertinya masalahnya kecil di buat besar saja!!” ujar ketus Fira, yang sok tahu kejadiannya.
“Mungkin masalahnya terlihat kecil akan tetapi berdampak besar, korban ulah Delila adalah istri ketiga Erick, dan dia sedang hamil.......gara-gara kelakuan Delila, menantu saya mengalami pendarahan!!” balas Papa Bayu dengan nada sedikit tinggi.
“APA!! Erick sudah punya istri baru, kenapa tidak di diskusikan dengan kami berdua. Seenaknya saja menikahkan anaknya lagi tanpa seizin kami. Ya pantas saja kalau Delila mencelakakan istri Erick yang lain, wanita mana yang mau di madu lagi!! Syukur-syukur deh tuh keguguran!!” sungguh tajam sekali Fira berucap. Papa Bayu menggeram agar tidak melampiaskan emosinya dengan sebuah pukulan ke bibir istri temannya.
“Tidak ada kewajiban saya untuk berdiskusi dengan kalian berdua saat anak saya menikah lagi, kalian hanya besan, karena anak kalian menikah dengan anak saya!!” jawab ketus Papa Bayu, dari wajah dan sikap Papa Bayu terkesan bukan seorang teman lagi buat Zainal.
“Bayu, seharusnya kamu tidak perlu membawa Delila ke kantor polisi jika masih menganggap Delila menantu kamu. Dan tidak perlu memperpanjang masalah ini, lagi pula mereka berdua sama-sama menantu kamu!!” balas Zainal.
“Jika orang sudah berbuat salah, tidak peduli anak atau saudara, keadilan harus di tegakkan!!” sahut Papa Bayu, kemudian pria tua itu menghampiri putranya.
“Erick, bagaimana keadaan Alya?” Tanya Papa Bayu, ketika Erick sudah mendekati mereka bertiga.
“Alhamdulillah kandungan Alya sudah terselamatkan, hampir saja keguguran,” ujar Erick, sambil melirik kedua orang tua Delila.
Zainal mulai beranjak dari duduknya, kemudian mendekati Erick dengan tatapan tajamnya. Zainal mulai melayangkan bogemannya ke wajah Erick, akan tetapi tertangkap oleh salah satu tangan Erick.
“Dasar menantu brengsek, berani sekali kamu menyakiti anak saya, dengan menikah lagi tanpa sepengetahuan kami. Dan sekarang kamu menyuruh papa kamu untuk melaporkan istri kamu ke kantor polisi, karena istri baru itu!!” Zainal naik pitam.
Erick menaikkan salah satu alisnya.“Bapak sekarang bilang saya menantu brengsek, dari kemarin kemana saja! Sudah berapa puluhan juta dan ratusan juta keluarga Bapak beserta Delila saya nafkahi tiap bulan. Dan sudah berapa milyar uang yang saya keluarkan untuk membeli rumah tetangga dan merenovasinya, dan berapa ratus juta saya membeli mobil untuk Bapak. Dan sekarang Bapak bilang saya brengsek....ck!!” akhirnya Erick jadi mengungkit semua uang yang sudah di keluarkan, tanpa hitung-hitungan dulunya.
__ADS_1
Gara-gara pria itu menikah lagi, lalu ulah anaknya sendiri hingga berada di kantor polisi, pria itu langsung di bilang menantu brengsek oleh teman papanya.
Papa Bayu dan Erick saling bersitatap, dari sirat mata Papa Bayu seakan menyerahkan apa pun yang akan menjadikan keputusan Erick.
“Rio, minta kepada aparat polisi, bawa Delila ke sini sebentar!!” perintah Erick.
Rio segera ke dalam ruangan penyelidikan. Tanpa menunggu waktu lama, Delila sudah keluar ruang penyelidikan dengan salah satu aparat polwan.
“Mah, Pah......!” sapa Delila kepada kedua orang tuanya.
“Anakku, kamu baik-baik sajakan?” ujar Fira sambil mengecek tubuh Delila, takut ada luka.
“Mas Erick jahat, saya tidak sengaja menyenggol, malah di laporkan ke kantor polisi segala, Mah,” rengek Delila mencari pembelaan dari mama Fira.
Erick menatap tajam ke wajah Delila, “kamu bilang tidak sengaja menyenggol Alya, jelas-jelas saya melihat kamu mendorong Alya hingga terjatuh. Dan gara-gara kamu, saya hampir kehilangan calon anak saya, DELILA!!” maki Erick.
“Mas Erick itu salah lihat, saya tidak mendorongnya!!” balas maki Delila.
“CUKUP DELILA JANGAN MENGELAK, REKAMAN CCTV SUDAH ADA DI PIHAK KEPOLISIAN!!” bentak Erick.
DEG
Nyali Delila untuk mengelak lagi langsung menciut saat itu juga.
“Berhubung semuanya ada di sini saya ingin menyampaikan sesuatu.” Jeda sesaat, Erick mengambil napas panjang. “Mulai hari ini saya Erick Triyudha Pratama menjatuhkan talak tiga kepada Delila Safrin. Mulai hari ini kamu bukan istri saya, dan lepas sudah tanggung jawab saya sebagai suami!!” Dengan sikap tegasnya Erick menjatuhkan talak tiga ke istri keduanya.
“MAS.....MAS ........SAYA TIDAK TERIMA DI CERAIKAN!!” jerit Delila, sembari meraih tangan Erick, akan tetapi langsung di tepis oleh pria itu.
bersambung........
__ADS_1