Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Baru tahu Agnes anaknya Cokro


__ADS_3

Ruang rawat inap yang di tempati Alya menjadi ramai, beberapa petugas membawakan ranjang pasien tambahan buat Erick, pria itu minta  sekamar dengan istrinya


“Pak Erick mengalami gegar otak ringan, dan salah satu tangannya patah,” penjelasan Dokter yang turut masuk mengantarkan Erick ke ruang rawat.


Wajah Alya terlihat cemas. “Tenang, Bu....Pak Erick untuk gegar otak ringannya akan segera sembuh, sedangkan untuk patah tulang tangannya bisa sekitar enam bulan masa pemulihannya,” ujar Dokter yang bisa membaca rasa khawatir Alya.


“Syukurlah kalau begitu Pak Dokter, saya sempat khawatir jika gegar otaknya bisa berakibat buruk untuk suami saya,” imbuh Alya.


Suami saya.......batin Erick mengembang.


“Jadi untuk saat ini Pak  Erick harus dirawat beberapa hari,” ujar sang Dokter.


“Terima kasih Pak Dokter, tapi maaf bagaimana dengan keadaan pasien satu lagi?” tanya Alya.


“Oh untuk Mas yang satu lagi mengalami cedera di kepala, dan luka  lecet. Tidak ada yang patah, sekarang kami sudah pindahkan ke ruang rawat inap sesuai permintaan Pak Erick,” jawab sang Dokter.


“Alhamdulillah, Pak Rio tidak terluka parah,” lega perasaan Alya.


“Mom, sudah jangan banyak tanya sama Pak Dokter, nanti kita ke kamar sebelah kalau mau tahu tentang kondisi Rio,” larang Erick, agar Alya tidak kembali bertanya. Bukannya kenapa-napa pria itu jengah lihat tatapan Dokter ke istrinya, apalagi Pak Dokternya ganteng, hati pria itu gak rela istrinya di pandangi oleh pria lain.


“Makasih ya Pak Dokter,” ucap Alya.


“Sama-sama Bu, kalau begitu saya pamit,” sang Dokter berpamitan, Alya hanya menganggukkan kepalanya.


“Awas mata mommy jangan genit-genit sama cowok ganteng, memangnya daddy masih kurang ganteng apa!” tukas Erick kesal.


“Cie....cie.....daddy cemburu nih ye,” balas Alya, sambil mencolek pipi Erick.


“Iya daddy cemburu, apalagi tadi Pak Dokter tatap mommy gak kedip-kedip,” gerutu Erick.


“Maklum ajalah daddy, mommy ini cantik jelita membahana,” ujar Alya sambil menyibakkan rambut panjangnya. “Jadi kalau daddy nanti berani selingkuhi mommy, bakal banyak pria yang mengantre,” ancam Alya dengan tersenyum lebar.


“Gak......insya allah hanya mommy  istri daddy sampai akhir hayat."


“Good,” jawab singkat Alya.


Papa Bayu yang berada di ruang rawat bersama Mama Danish dan Mama Yanti, menghampiri ranjang Erick.


“Bagaimana Pah hasil pantauannya?” tanya Erick.


“Erick, sebaiknya kita mengeluarkan Agnes dari tempat persembunyiannya, untuk menarik umpan agar si Cokro keluar dari persembunyiannya.  Handphone milik si pembawa motor masih dalam perbaikan, dan tidak bisa cepat beres. Sedangkan yang menabrak masih belum siuman,” tutur Papa Bayu.

__ADS_1


“Tadi Erick sudah kasih tahu ke Rocky untuk bergabung dengan team Papa, karena Rocky yang tahu tempat tinggal Agnes.”


Alis mata Alya sedikit naik ketika Papa Bayu menyebut nama Cokro. Apakah Cokro orang yang sama, yang telah merampas perusahaan papanya.


“Maaf Pah, Alya dengar nama Cokro. Siapa ya?” Tanya Alya, sembari melirik suaminya.


“Cokro papanya Agnes, kamu kenal nak?” tanya Papa Bayu.


“Rada-rada familiar dengan nama Cokro, Papa punya fotonya. Siapa tahu itu orang yang sama, yang sedang Alya cari,” pinta Alya.


“Sebentar Papa punya fotonya di handphone,” Papa Bayu mengeluarkan handphonenya dan segera mencari foto si Cokro.


“Nah ini orang yang namanya Cokro,” ujar Papa Bayu, sambil menunjukkan layar handphonenya.


Kedua netra Alya terbelalak. “Ya Allah ini Pak Cokro, orang ya Alya cari Pah. Orang yang pernah mengambil alih perusahaan papa. Dan orang ini yang Alya curigai, papaku tiba-tiba meninggal karena kecelakaaan, Pah,” tukas Alya.


“Mah.....coba lihat foto ini,” pinta Alya.


“A-apa sayang, jadi perusahaan Papa kamu di ambil sama Cokro ini?” Tanya Erick.


Mama Yanti yang mendengar pembicaraan mereka bertiga serta namanya dipanggil, beranjak dari duduknya kemudian menghampirinya, dan turut melihat foto yang ada di layar handphone.


“Ya itu Cokro teman suami saya, dulu turut ikut bisnis dengan suami saya. Tapi tiba-tiba suami saya mengalami kecelakaan, kemudian perusahaan, mansion serta harta kami di rampas oleh Cokro dan teman-temannya,” Mama Yanti membenarkan ucapan Alya.


“Daddy, jadi Cokro ini papanya Agnes?” tanya Alya untuk menyakini lagi.


“Iya...papanya Agnes, dan kejadian kecelakaan kita hari ini, pasti ulahnya Cokro, karena mama pernah mendengar pembicaraan Cokro dan Agnes yang ingin melenyapkan kamu, sayang,” ujar Erick, sambil menggenggam tangan istrinya.


“A-Apa...ja-jadi mereka berdua berniat melenyapkan mommy, jangan-jangan kecelakaan papa ini ulah si Cokro. Ini tidak bisa di biarkan,” emosi Alya.


“Tenang sayang, daddy sama papa sudah mengerahkan team untuk mencari keberadaan Cokro, sedangkan Agnes masih dalam pengawasan team ajudan, demi melindungi mommy,” ucap Erick.


“Makasih daddy,” sedikit lega perasaan wanita itu.


“Untuk kecelakaan papa kamu, Papa akan minta pihak kepolisian untuk membuka kasusnya dan diselidiki kembali, hal itu jangan di biarkan. Dan jika ternyata benar itu ulah Cokro, maka hukuman seumur hidup harus siap di terimanya,” geram Papa Bayu dengan mantan besannya.


“Makasih Pah, selama ini Alya juga sudah mencari teman papa ini, tapi belum berhasil menemukannya. Ternyata dia papanya Agnes,” imbuh Alya. Sungguh dunia ini sempit, ternyata orang yang selama di cari, keberadaannya ada dekat dengannya yaitu anaknya si Cokro.


🌹🌹


Malam hari

__ADS_1


Masih di rumah sakit.....


Kondisi sang asisten Rio, sedang di jenguk oleh Alya dan Erick, berhubung Rio masih mengeluh sakit kepala, jadi mereka  tidak bisa lama-lama menemaninya, akan tetapi Erick sudah menugaskan ajudan Boby untuk menemaninya, sedangkan Alya merayu Suster Via untuk membantu mengurusi Rio, dengan upah yang lumayan buat tambahan Suster Via.


Si Rio yang lagi di urusi oleh Suster Via, terlihat kikuk.....maklum baru kali ini melihat wajah Suster Via dengan jarak yang dekat, ternyata parasnya ayu juga pikir Rio.


“Suster Via, saya titip Pak Rio ya, kalau nakal.......potong aja senjatanya, biar gak nakal lagi,” ujar Alya dengan santainya.


“ASTAGA.....NYONYA!!” Jerit Rio, kedua tangannya langsung menutupi senjata torpedonya.


“Hi...hi...hi....santai aja Pak Rio, potongnya sedikit aja gak sampai abis kok,” nyengir lebar Alya, sengaja menggoda asisten suaminya yang terkenal bujang lapuk di kantor.


“ASTAGA......PAK BOS cepetan pindah kamar, istrinya biang rusuh di sini dari tadi,” usir Rio.....gak tahan sedari tadi dirinya di godaain dengan Suster Via oleh Si Bumil. Sedangkan Suster Via hanya tersenyum tipis menatap pria yang lumayan tampan.


“Ayo sayang, kita tinggalin mereka berdua,” pinta Erick sambil merangkul si bumil.


“SUSTER VIA JANGAN LUPA PESAN SAYA YA!!” teriak Alya dari kejauhan.


“YA MBAK ALYA....,” balas sahut Suster Via.


“Ya Allah, ada rencana apa ini si Alya!!” gumam Rio, pengen tepok jidat, tapi kepalanya lagi sakit.


 


*bersambung.......


Sabar ya Pak Rio, sebenarnya Alya itu suka usil 😁, semoga kamu tabah menghadapinya*



 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2