
Mama Danish meminta Dokter Dewi, mencetak dua lembar foto usg calon cucunya, untuk menujukkannya ke suaminya Papa Bayu.
Mengetahui Alya positif hamil saja, Mama Danish sudah berbahagia, apalagi sekarang setelah tahu kondisi dan jenis kelamin calon cucunya ternyata kembar cowok, rasa bahagianya jadi berlipat ganda.
Sedangkan Mama Yanti turut bahagia, dengan kondisi kandungan Alya, apa pun jenis kelamin cucunya, sudah membawa kebahagian buat semua orang terutama keluarga Erick.
Alya si Bumil mulai pasang jutek sama Erick, setelah kedua kalinya pria itu mengangkat tubuh Alya dari atas brankar. Erick hanya bisa meringis lihat wajah istrinya.
“Mah, Pak Erick, bisa tinggalkan aku berdua dengan Dokter Dewi, soalnya ada yang mau dibicarakan dulu,” pinta Alya.
“Baiklah, kita tunggu kamu di luar ya nak,” balas Mama Yanti. Kemudian Mama Yanti dan Mama Danish keluar dari ruangan. Sedangkan Erick belum keluar, masih duduk di samping Alya.
“Bu Dokter, saya ada pertanyaan penting,” ujar Erick.
“Pak Erick ingin menanyakan apa?” tanya Dokter Dewi.
“Begini Bu Dokter, untuk usia kandungan lima bulan ini. Amankah untuk.....berhubungan intim,” tanya Erick.
Kedua netra Alya kembali melototi Erick, karena pertanyaan pria itu.
Dokter Dewi tersenyum tipis. ”Untuk usia kandungan yang sudah menginjak lima bulan, aman untuk berhubungan intim. Dengan catatan harus di buat nyaman ibu hamilnya, baik dalam posisi berhubungan atau moodnya, bermain lembut jangan kasar, dan tentu juga perhatikan durasi bermainnya, jangan terlalu lama, karena energi ibu yang sedang hamil berbeda dengan kondisi ibu sedang tidak hamil. Dan yang jelas berhubungan intim pun bisa bikin mood ibu hamil menjadi lebih baik,” penjelasan Dokter Dewi.
Erick bernapas lega mendengar penjelasan Dokter Dewi, tapi pria itu langsung ketakutan melihat wajah istrinya seperti kayak mau makan orang.
“Sayang.....,” ringis Erick.
“Ada lagi yang mau di tanyakan?” ketus Alya.
“Udah mommy, udah cukup mommy. Ya udah daddy keluar sekarang, terima kasih Bu Dokter atas penjelasannya.”
“ Daddy tunggu di luar ya, sayang,” jawab Erick, sambil mengusap bahu Alya, lalu bergegas keluar.
Alya menghela napas panjangnya.
“Bu Dokter, mohon maaf kemarin semuanya mendadak, hingga aku tak bisa balik ke villa,” ujar Alya.
“Memangnya apa yang terjadi hingga bisa mendadak seperti itu?” Tanya Dokter Dewi.
Si bumil menceritakan kejadian kemarin, hingga dirinya tidak bisa kembali ke vila dan belum memberitahukan ke Dokter Dewi tentang keberadaannya, sedangkan Dokter Dewi sempat khawatir karena Alya belum kembali ke villa. Tapi setelah semalam dapat pesan dari Erick untuk jadwal kontrol kandungan, wanita paruh baya langsung tenang dan berpikir jika Alya ada bersama dengan pria itu.
__ADS_1
“Keputusan bercerai itu sebenarnya tidaklah mudah Alya, Pak Erick tidak terlalu banyak melakukan kesalahan, dan masih bisa ditoleransi, bukan kesalahan yang fatal. Yang sampai membanting istri saja suaminya masih di maafkan oleh istrinya, padahal sudah dilaporkan ke pihak berwajib,” tutur Dokter Dewi.
“Pesan ibu jangan gegabah mengucapkan kata cerai, belajarlah buka hati untuk ayah anak-anak kamu. Ibu saja takjud melihat wajah Pak Erick yang berseri-seri, dan melihat wajah takutnya ketika kamu omelin tadi. Pria jika tulus mencintai wanita bisa dilihat dari matanya, begitu juga jika pria itu berdusta. Bukalah hatimu, lihatlah pria yang begitu tampan itu. Bohong jika kamu tidak ada rasa suka atau tertarik dengan Pak Erick.”
Alya hanya bisa tersenyum, betul kata Dokter Dewi tidak mungkin dia tidak tertarik dengan pesona rupawannya Erick.
“Jawabannya hanya hati kamu yang tahu,” goda Dokter Dewi.
“Terima kasih Bu Dokter atas nasehat, dan segala kebaikannya. Senang bisa di pertemukan dengan orang baik seperti Bu Dokter.”
“Sama-sama Alya, Ibu juga senang bisa bertemu dengan desainer muda. Terima kasih banyak bajunya sudah Ibu terima, dan lihatlah sudah ibu pakai baju hasil desainmu,” tunjuk Dokter Dewi.
“Alhamdulillah, jika Bu Dokter suka.”
“Sangat suka, dan semoga kamu jadi desainer terkenal.”
“Amin, semoga dikabulkan.”
“Oh ya Bu Dokter nanti ada yang antar undangan acara syukuran jangan lupa sempatkan hadir ya Bu Dokter. Dan untuk barang-barang aku yang masih di vila, titip dulu. Jika ada waktu aku akan ambil ke sana,” ujar Alya.
“Insya Allah, Ibu akan mengusahakan hadir. Dan untuk barang kamu, kapan pun kamu bisa datang ke villa.”
“Terima kasih Bu,” wanita itu beranjak dari duduknya, begitu pula dengan Dokter Dewi, dan mereka berpelukan sebentar.
“Iya Bu Dokter.”
Rezeki bukan hanya berupa harta, tapi bertemu dan mengenal orang baik, merupakan rezeki yang tak ternilai harganya.
🌹🌹
Keluar dari ruang Dokter Dewi, Erick bergegas menghampiri Alya. ”Sayang sudah diskusinya dengan Dokter Dewinya?” kepo Erick.
“Sudah....sudah selesai,” jawab ketus Alya.
“Vitaminnya sudah daddy tebus, sekarang mommy mau kemana?” tanya Erick.
Waktu masih pagi belum terlalu siang, apakah harus ke butik atau jalan-jalan pikir Alya.
“Memangnya Pak E---."
__ADS_1
“Daddy, bukan Pak,” sela Erick mulai tak suka di panggil Pak oleh istrinya.
“Mmm.....memangnya daddy gak ke kantor?”
“Daddy ambil cuti seminggu, buat temenin mommy.”
“EEts dah..... sejak kapan aku minta di temenin.”
“Barusan, mommy minta ditemanin sama daddy,” bisa-bisanya Erick berkata dusta.
“Ayo coba bilang bohong lagi, daddy,” jari lentik Alya mulai mencubit pinggang Erick sangking gregetannya.
“Geli mommy......ampun mommy.,” tubuh pria itu mulai jingkrang-jingkragkan.
“Ayo sekarang daddy udah pintar bohong ya...,” jari Alya masih menggelitik dan mencubit pinggang suaminya.
Di sela kegaduhan mereka berdua, masih di depan ruang poli kandungan.....
“WOW.......LUAR BIASA ERICK,” suara pria agak meninggi di antara mereka berdua.
Erick dan Alya langsung menoleh ke belakang.
“Pak Zainal, Bu Fira...,” gumam Erick. Melihat mantan mertuanya berdiri tidak jauh dari keberadaan mereka berdua.
Pak Zainal dan Bu Fira tersenyum smirk melihat wanita hamil yang ada di samping Erick. Erick melihat mantan mertuanya, orang tua Delila, langsung mengandeng tangan Alya dengan eratnya.
Bersambung........kira kira Pak Zainal sama Bu Fira mau ngapain??
Kakak Reader yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalin jejaknya, like, komen, gift, vote dan rate ⭐⭐⭐⭐⭐. Karena berharga buat saya, biar tambah semangat. Terima kasih sebelumnya.
Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹
Buat Kakak readers yang mau kenal lebih dekat dengan saya, cuss meluncur di FB Lina Andriani...ya
__ADS_1