
Perasaan apa yang menyelusup di relung hati Erick, yang dia rasakan hanyalah rasa ingin marah, marah karena ada pria lain di samping Alya!! Dan entah kenapa mulut pria itu tidak bisa berhenti berkata buruk pada Alya, walau berakhir dengan rasa menyesal.di hati pria ganteng itu.
“Di-dia.......berani-beraninya selingkuh Rio, Alya selingkuh dari saya!!” mata Erick menyalak, seakan sedang melihat musuhnya.
Rio dengan santainya mengambil bangkai handphonenya yang sudah tergeletak di lantai, pria itu hanya bisa mengelus dada, kemudian meletakkan handphone rusaknya di atas meja kerja bosnya.
“Kamu dengar yang saya katakan, Rio!!” pria itu merasa dirinya di acuhkan oleh asistennya.
“Sangat dengar Pak Bos, sampai handphone saya menjadi korban pelemparan ke tembok, itu juga sangat dengar!!” jawab sebal Rio.
“Kamu tahukan wajah Alya seperti apa, dengan wajah seperti itu.....dia selingkuh. Udah kayak gak punya harga dirinya!!” masih saja pria itu emosi.
Andaikan Pak Bos tahu wajah asli Alya, Pak Bos akan menyesal telah menghina Alya!.....batin Rio.
“Pak Bos sebaiknya berhentilah menghina Alya, apakah Pak Bos tidak berpikir saat ini Alya sedang hamil dan hal tersebut pasti sangat berpengaruh pada kandungan Alya, jika pun saat ini Alya bersama pria lain itu pun hal yang wajar. Karena tidak ada ikatan yang lebih antara Pak Bos dengan Alya. Menikah hanya untuk status anak yang di kandung oleh Alya. That’s all!!” tutur Rio dalam nada kesal dengan Pak Bosnya.
“Tapi ini sudah luar dari batasnya, Rio.” Imbuh Erick.
“Hal itu tidak di luar batas Pak Bos, jika Pak Bos
menanggapinya biasa saja, hal itu biasa, kecuali Pak Bos ada perasaan lebih dengan Alya!” balas Rio dengan hati yang dongkol.
Erick diam......hanya diam sekarang, “perasaan” adakah perasaan untuk Alya?
“Sepertinya saya harus ke mall dulu Pak Bos untuk beli handphone baru, karena banyak klien perusahaan Pak Bos yang harus segera di hubungi,” celetuk Rio, memecahkan keheningan sesaat.
__ADS_1
“Maaf Rio, saya telah menghancurkan handphone milik kamu. Saya akan menggantikannya, sekarang kita berangkat ke mall, setelahnya kita ke mansion utama,” ajak Erick, sungguh hatinya lelah, mungkin dengan pergi ke mall kemudian mengunjungi mansion utama, hatinya sedikit cerah.
🌹🌹
Mansion Utama
Selepas makan siang bersama dengan karyawannya, Alya kembali melanjutkan meetingnya. Wanita cantik itu sudah melupakan kata-kata hinaan dari Erick, suaminya.
Bram yang duduk di hadapan Alya, sesekali melirik Alya, sebagai pria Bram kecewa berat dengan Erick atas penghinaan yang diucapkan untuk Alya. Akan tetapi Alya terlihat tabah menghadapinya, seakan mentalnya terbuat dari baja.
Andaikan mereka sedang tidak meeting, mungkin banyak rentetan pertanyaan yang akan di ajukan oleh Bram untuk Alya, namun untuk sekarang tidak bisa, mereka bisa ada di sini karena untuk membahas persiapan acara gala fashion yang tinggal menghitung hari.
Sementara mama Danish sedang berada di ruang tengah menemui suaminya Papa Bayu. Di saat itu juga mama Danish menceritakan perihal penghinaan Erick ke Alya.
“Papa itu sudah pernah menasihati Erick, sekarang di ulangnya kembali, sungguh keterlaluan!!” emosi Papa Bayu.
“Mah......tapi kalau di simak, mama sadar gak dengan perkataan Erick yang mama dengar?” Papa Bayu merasa ada yang aneh dengan perkataan Erick.
“Sadar apa Pah?” tanya balik Mama Danish.
“Erick belum pernah berkata kasar kepada Agnes dan Delila kalau ada pria yang dekat dengan mereka. Tapi Erick bisa berkata kasar dan terkesan marah, ketika Alya dekat dengan pria lain.Mama tahu itu tandanya Erick sedang cemburu,” Papa Bayu tersenyum tipis.
“Cemburu!! Erick cemburu sama Alya,” imbuh Mama Danish, meyakinkan pernyataan Papa Bayu.
“Iya cemburu, tapi belum di sadari jika Erick cemburu dan sudah jatuh cinta sama Alya. Coba mama perhatikan aja, pernah gak Erick seperti itu dengan Agnes dan Delila?”
__ADS_1
“Kalau secara langsung mama belum pernah lihat, tapi tetap saja itu tidak di benarkan walau atas nama cemburu. Menghina wanita itu bisa membuat hati terluka Pah, seperti sekarang secara fisik Alya terlihat baik-baik saja dan berkata tidak apa-apa, tapi kenyataannya dia sedang menumpukkan rasa sakitnya. Tinggal menunggu pemicunya kemudian bom meledak,” tutur Mama Danish.
“Iya Papa paham, nanti akan papa nasehati kembali putra kita. E-eh mah, gimana Alya.....tadi mama sempat nimbrung Alya meetingkan, papa pengen tahu cara kerjanya?” selidik papa Bayu.
“Masya Allah, Pah,” Mama Danish mengacungkan kedua jempolnya.
“Kalau tadi papa tengok Alya sedang meeting, pasti akan mengacungkan kedua jempol juga. Menurut mama, Alya memang punya jiwa kepemimpinan, wanita yang cerdas, dia juga jago desain baju loh pah, tadi mama sempat lihat beberapa gambarnya yang di bawa sama asistennya. Dan Alya memang ahli di bidang finance, tadi mama sempat mendengar penjabaran sangat detail. Mama sangat bersyukur punya mantu seperti Alya, walau tidak bisa selamanya,” awal kata Mama Danish terlihat bersemangat bercerita, tapi di akhiri dengan nada sedihnya.
“Berarti sesuai dengan prediksi papa, pas di jadikan wakil papa di perusahaan. Mama jangan bersedih hati, walau nanti tidak menjadi menantu kita, Alya tetap seorang ibu dari cucu Pratama. Dan tetap menjadi anak kita berdua,” ujar Papa Bayu menenangkan hati mama Danish.
“Iya Pah,” Mama Danish menghela napas panjangnya.
🌹🌹
Jam dua siang masih di mansion utama
“Permisi Tuan, Nyonya, saya dapat laporan dari pos depan di luar gerbang ada Tuan Erick,” ujar Pak Eko kepala pelayan.
“Apa ada Erick!! bilang ke pos.....suruh tahan dulu, jangan di kasih masuk dulu!” perintah Mama Danish.
“Baik Nyonya, akan segera saya sampaikan.”
“Pah, mama ke Alya dulu. Jangan sampai Erick tahu kalau Alya tinggal di sini,” Mama Danish segera mencari keberadaan Alya.
“Iya Nyonya,” jawab Papa Bayu santai.
__ADS_1
Semenjak Alya tinggal di mansion utama, Papa Bayu dan Mama Danish sudah memperkenalkan Alya sebagai nona muda sekaligus menantu kepada seluruh pelayan yang bekerja di mansion utama. Sekaligus berkoordinasi agar tidak membocorkan keberadaan Alya ke putranya Erick, serta kerja samanya jika kedatangan putranya. Dan tidak di sangka di hati sabtu, Erick datang berkunjung ke mansion utama.
bersambung