
Waktu demi waktu terus berlalu, kisah Agnes dan Cokro sudah masuk babak pengadilan. Kisah Delila hanya mendapat masa hukuman selama dua tahun, tinggal di lapas Cipinang sedangkan Mama Fira sesuai ucapan dan permintaan Alya, wanita itu hanya ingin memberikan efek jera kepada wanita tua itu, jadi cukup satu bulan mendekam di balik jeruji, Erick mencabut gugatannya.
Perjalanan hidup Alya Zafrina Sadekh dan Erick Triyudha Pratama yang begitu pelik, awal yang tak di duga, namun terselip yang manis dan hangat di antara mereka berdua.
Tapi yang jelas buat Erick mengenal dan memiliki serta memperistri Alya adalah kado yang terindah dari Sang Maha Pencipta, hidup penuh warna, ada kesal, sebal, ketawa dan cinta setelah beberapa bulan hidup bersama wanita itu. Tidak ada lagi ceritanya pria itu memiliki kamar pribadi seperti hidupnya berumah tangga selama sepuluh tahun bersama Agnes. Yang ada sekarang kamar bersama dengan istrinya Alya, tidak ada ceritanya pisah ranjang, dan tidak memperbolehkan istrinya memiliki ke kamar pribadi, kecuali ruang kerja sendiri masih di perbolehkan oleh pria itu.
Sekarang mereka berdua sudah berada di mansion yang begitu mewah, sebuah kado yang dibuat oleh Erick untuk istrinya Alya dan calon kedua anaknya.
Pria itu memeluk istrinya dari belakang, lalu mengecup tengkuk istrinya.
“Hadiah untukmu sayang dan anak-anak kita, sekarang kita buka lembaran baru di mansion kita,” lirih Erick berbisik di telinganya.
“Ini sangat terlalu mewah daddy, bukankah mommy sudah bilang mommy tidak butuh mansion yang terlalu mewah, jangan selalu memanjakan mommy dengan kemewahan. Bisa-bisa mommy nanti jadi lupa diri dan serakah dengan harta daddy,” tukas Alya.
Sudah kesekian kali Alya selalu menolak pemberian Erick, baik itu tas, sepatu branded serta perhiasan. Padahal suaminya bermaksud ingin memanjakannya, justru yang diminta istrinya hanya hal-hal biasa seperti minta di masakin sarapan pagi, minta sering di peluk, kalau wanita itu lagi marah-marah harus di dengarin gak boleh di cuekin, lalu sesibuk bekerja tetap harus perhatiin istrinya, hanya itu yang di minta. Tidak butuh di hujani oleh harta dan kemewahan.
“Sayang, kali ini jangan menolak untuk tempat tinggal kita yang baru, daddy ingin membahagiakanmu dan anak-anak kita. Ini salah satu bukti cinta daddy sama mommy, daddy bekerja mencari uang untukmu dan anak anak kita,” jawab Erick sambil mengelus perut yang semakin besar, sekarang usia kandungan Alya sudah memasuki tujuh bulan. Buat Erick semakin mengemaskan lihat istrinya.
“Tapi lain kali tidak boleh ya dad, mommy tidak suka,” pinta Alya.
“Mmm.....daddy gak janji. Justru sekarang daddy lagi berusaha merebut perusahaan bekas papamu,” balas Erick.
Memang ada rasa sedih ketika perusahaan yang di rintis papanya di rebut oleh Cokro dan kawan-kawannya. Tapi sekarang wanita itu tidak menginginkan lagi.
“Daddy ingin mengambil ahli perusahaan papa Rafli, untuk adik mommy, Sultan, yang sudah sepantasnya memiliki perusahaan papa Rafli,” tutur Erick.
Alya membalikkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan suaminya, awalnya wanita itu ingin mencegah agar tidak merebut perusahaan yang dulu milik papanya, namun setelah mendengar kelanjutannya, Alya kembali berpikir ulang.
“Lakukanlah dad, jika memang untuk Sultan, mommy mendukung,” jawab Alya, sambil mendongakkan wajahnya, maklum Erick lebih tinggi dari pada Alyaa
“Makasih, sayang,” pria itu meraih dagu istrinya, lalu mengecup lembut bibir ranum istrinya.
“Astaga Pak Bos, kalau mau cium istri lihat lihat dong, gak lihat ada anak perawan dua nih!!” Tegur Rio sang asisten langsung menutup mata Suster Via dengan tangannya. Begitu juga Rocky langsung menutup mata Lili.
Erick melepas pagutannya, dan langsung mengambil bantal sofa kemudian melempar ke arah Rio dan Rocky dengan kesalnya.
__ADS_1
“Ini kenapa kalian berdua jadi ngikuti saya, salah sendiri jadi ngelihatkan. Gak bisa lihat Bosnya mesra dikit apa ya!” kesal Erick, yang sering di ikuti Rio sama Rocky.
Alya terkekeh kecil melihat suaminya kesal yang selalu di intilin sama anak buahnya. Sekarang di mansion baru ini sedang di adakan acara selamatan rumah, jadi seluruh keluarga, teman dekat semuanya di undang.
“Rocky, kamu belum lulus ujian, jangan pakai pegang-pegang tangan Lili. Ayo duduknya agak jauhan!!” tegur Alya, dengan mata melotot dan mengibas-ngibas tangannya.
“Ta-tapi Nyonya,” Rocky sebenar menolak, tapi takut lihat tanda seram dari Nyonya nya, nanti beneran pusakanya di sunat lagi.
“Lili, pindah yuk duduknya,” ajak Rocky.
“Eh...eh gak usah ajak-ajak Lili pindah duduk, yang saya pintakan Pak Rocky bukan Lili,” gemas Alya.
Rocky wajahnya mulai memelas menatap Lili kemudian ke arah Alya, pria itu hanya bisa menggarukkan kepalanya. Terpaksa pindah duduknya, gak bisa duduk di samping Lili.
“Sabar Rocky, ini ujian...,” goda Rio.
“Hufh....,” Rocky hanya bisa menghembuskan napas panjangnya.
Lili berusaha menahan tawa, setiap kali melihat Rocky kenal omelan bu bosnya, namun dari satu sisi Lili bisa melihat perjuangan dan keseriusan pria itu.
“Udah dari pada bete, kita mancing di danau belakang....ada ikan mas, ikan mujair sama ikan gurame,” ajak Erick kepada anak buahnya.
Sedangkan para wanita sibuk dengan cemilan serta obrolan santainya.
“Jadi kapan Pak Rio rencananya akan melamar, Via?” tanya Alya.
“Rencana nanti setelah mbak Alya melahirkan, jadi kami berdua tenang buat mengurus persiapan nikahnya,” jawab Suster Via.
“Syukurlah kalau begitu jika ada hal yang kurang, kasih tahu aku ya Via, nanti aku bantu,” ujar Alya.
“Makasih banyak Mbak Alya.”
Rio sudah mendiskusi ke Erick dan Alya jika pria itu akan melamar Via, dan mereka berdua sangat mendukung, serta sudah menyiapkan hadiah rumah untuk Rio.
__ADS_1
Sedangkan Lili, Alya masih memantau Rocky sebelum pria itu boleh mendekati 100% dengan asistennya.
🌹🌹
Perusahaan Pratama
Dalam keadaan perut besar bukan berarti menyurutkan aktivitas Alya, bersyukur semakin besar usia kandungannya, selalu diberikan kesehatan. Dan menurut Dokter Dewi masih boleh bekerja tapi jangan terlalu kecapekan.
Hari ini Erick minta ditemani untuk ke kantornya, seperti itulah kantor Alya ada di perusahaan Papa Bayu dan Butik Sadekh, tapi suaminya selalu minta di temani, sebagai istri yang baik, Alya menuruti suaminya, dan membawa pekerjaannya ke kantor suaminya.
“Dad, mommy mau ke ruangan finance dulu ya,” pamit Alya, namun sebelumnya mengecup bibir suaminya.
“Jangan lupa makan siang balik ke ruangan daddy ya, daddy sudah pesan makanan kesukaan mommy,” ujar Erick.
“Iya...suami ku,” balas Alya.
Alya meninggalkan ruangan suaminya menuju lantai tujuh. Sesaat wanita itu tersenyum saat melangkahkan kakinya, teringat bagaimana dia tak sengaja tertabrak oleh Erick, teringat ketika dia ngedumel dengan Bosnya yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Dasar Bos Bawa Sial
Umpatan yang pernah terlontarkan oleh Alya, yang kini membawa ke beruntungan bukan kesialan.
*bersambung.....
Tak terasa kisah Alya dan Erick beberapa bab lagi sudah di penghujung cerita....antara tega dan gak tega sebenarnya 😔.
Seperti janji di bab sebelumnya akan ada Give Away yang spesial yaitu GA Rice cooker Miyako untuk satu pemenang. Salah satu caranya selain aktif mendukung dari bab awal sampai terakhir yaitu Kakak Readers tuliskan kesan tentang kisah Alya dan Erick di bab ini.
Dan untuk pemenangnya akan di umumkan di bab terakhir. Oh ya jangan lupa mampir ya di kisah Kavin dan Salma, judulnya* Bukan Pelakor Tapi Istri Yang Di
benci. *Terima kasih
Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹*
__ADS_1