Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Rio dan Mama Danish tahu?!


__ADS_3

Dua jam lebih acara pernikahan Erick dan Alya, walau hanya akad nikah saja tanpa resepsi. Akan tetapi lumayan menguras tenaga bagi Alya, namun wanita itu melakukan dengan ikhlas demi menjamu tamu yang mereka undang, para tetangga rumahnya.


Tidak ada rangkulan hangat di pinggang sang pengantin wanita, tidak ada juga gandengan tangan yang mesra antara pengantin pria dan pengantin wanita. Karena jarak Erick dan Alya berjauhan.


Erick sudah berusaha untuk keluar dari lingkaran jeratan Agnes dan Delila, yang benar-benar membuat pria itu tidak bisa mendekati Alya istri ketiganya.


Seharusnya sebagai suami Alya, pria itu turut mendampingi istri barunya menyapa tamu mereka.


Rio dari kejauhan memperhatikan Alya yang masih beramah tamah dengan tamunya, tanpa membuka maskernya sedikit pun. Lalu memperhatikan Pak Bosnya yang terjerat oleh kedua istrinya, Agnes dan Delila.


Rio akhirnya berinisiatif memberikan gelas yang berisi minuman dingin, “Alya, dari tadi saya perhatikan belum minum. Ini saya bawakan minum,” Rio menyodorkan gelas yang di ambil dari meja prasmanan.


“Makasih banyak Pak Rio,” jawab Alya, sambil menerima gelas pemberian Rio. Dirinya juga baru sadar tenggorokannya sudah mulai kering dan belum meneguk air sedikit pun. Tapi tidak memungkinkan wanita itu membuka maskernya di depan orang banyak.


“Pak Rio, saya permisi dulu,” pamit Alya, mencari tempat yang aman untuk membuka maskernya, dan menegak minum untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.


“I-iya.....” Rio ada rasa curiga melihat gelagat Alya.....kenapa air yang dia bawa tidak langsung diminum, apalagi melihat mata Alya yang begitu cantik. Secara naluri asisten pribadi Erick memutuskan  mengikuti Alya. Sedangkan mama Danish melihat Rio mengikuti Alya dari kejauhan, Mama Danish turut mengikuti mereka berdua.


Masih di dalam ruangan ballroom, ada semacam bilik pemisah untuk menaruh tempat makan katering. Kebetulan tidak ada orang di situ, tapi Alya tidak memperhatikan jika  bilik itu tertempel cermin walau tidak besar. Wanita itu membuka maskernya, kemudian menegak air yang diberikan oleh Rio tadi.


DEG


DEG


GLEK


Rio susah sekali menelan salivanya seakan tenggorokannya tercekat.

__ADS_1


Mulut Rio seketika mengangga lebar.....dengkulnya mulai terasa lemas, sedangkan kedua netra mama Danish terbelalak seketika, mereka berdua melihat pantulan wajah cantik Alya dari cermin itu.


Jantung Rio berdebar cepat setelah melihat wajah Alya, kemudian langsung berbalik badan agar tidak diketahui Alya jika dirinya diam-diam telah mengikuti istri baru bosnya. Tapi dirinya sudah kepergok mama Danish yang masih dalam keterkejutannya.


“N-nyonya.....” kaget Rio, mendapatkan mama Danish sudah ada di belakang pria itu. Refleks Rio mengajak mama Danish untuk menjauh dari bilik tempat Alya berada.


“K-kamu......lihatkan wajah menantu saya....dia berbeda?” agak tergagap, masih tak percaya, wajah Alya sungguh cantik melebihi Agnes dan Delila. Walau mama Danish sudah menduga jika menantu barunya cantik, akan tetapi tidak menyangka cantiknya luar biasa. Sebagai seorang wanita, mama Danish terpesona dengan kecantikan menantu barunya.


“Iya Nyonya........Alya sangat cantik,” Rio masih terpana, tidak menyangka wanita yang sempat dia bilang jelek, ternyata luar biasa cantik,  semua pria pasti dan akan terpesona jika melihat kecantikan Alya.


Tak sangka ternyata wajah asli Alya sangat cantik.......andaikan tahu dari dulu. Sudah saya jadikan istri........batin Rio menyesal.


“Cukup ini jadi rahasia kita berdua, Rio,” pinta Mama Danish.


“Baik, Nyonya,” jawab Rio, sambil memberi tanda di bibirnya.


Alya keluar dari bilik setelah menghabiskan minumnya, dan telah kembali menutup wajahnya dengan masker.


Mama Danish segera menghampiri menantu barunya,”nak, kalau kamu capek lebih baik istirahat di kamar,” ujar mama Danish, tidak ingin melihat Alya kecapean, apalagi besok jadwal inseminasinya.


“Masih ada tamu mam, lagi pula sebentar lagi juga sudah selesai,” jawab Alya. Rio sengaja jalan di samping Alya, dirinya masih terpana dengan kecantikan Alya yang sempat di lihatnya sebentar.


Erick sudah tak kuasa lagi, dirinya di atur oleh Agnes dari pagi sampai detik ini. Pria itu melepaskan genggaman tangan Agnes, dan bergegas menghampiri Alya, Rio dan Mama Danish. Apalagi pria itu sudah geram melihat keberadaan Rio yang dekat dengan Alya.


“Tumben kamu melepaskan tangan kamu dari Agnes, istri yang sangat kamu cintai itu?” tanya ketus Mama Danish, sudah sebal dengan perangai menantu pertamanya.


Ternyata benar baru dilepas, Agnes langsung menyusul Erick. “Mas Erick, kok kamu malah tinggalin aku!” Agnes sengaja memperlihatkan kemanjaannya.

__ADS_1


“Agnes, hari ini kamu benar-benar keterlaluan dan membuat banyak tingkah yang tidak saya sukai. Saya sudah menuruti apa yang kamu minta, tapi kamu semakin menjadi-jadi!” sarkas Erick menegur Agnes, di depan Alya, Mama Danish dan Rio.


“Tapi Mas Erick......” tidak terima wanita cantik itu dengan teguran Erick di depan orang lain.


“Agnes, tolong hargai Alya sebagai istri saya juga. Ini acara saya dan Alya, tidak sepatutnya kamu mengekang saya agar tidak dekat dengan Alya. Beri saya tempat dengan istri saya Alya!”


“Tapi mas Erick, Alya hanya ibu pengganti saja. Ini hanya pernikahan formalitas aja mas, mas Erick harus ingat itu!” seru Agnes tak terima atas ucapan Erick mengakui pria itu suami Alya juga.


Alya menghiraukan perdebatan antara Erick dan Agnes, wanita itu mengalihkan pandangannya mencari keberadaan mama Yanti dan Sultan.


“Mama Danish, saya permisi dulu. Mau menghampiri mama dan adik saya,” pamit Alya dengan sedikit berbisik ke mama Danish.


“Ya....nak,” mama Danish mengizinkannya. Mama Danish kembali memandang Erick dan Agnes yang masih berdebat.


“Agnes,mungkin kamu bisa beranggapan kalau Alya hanya sebagai ibu pengganti, tapi di mata Allah......Alya sudah menjadi tanggung jawab Erick sebagai suami, walau Erick tidak menyukai Alya. Di sini mungkin Erick hanya ingin menjalankan tanggung jawabnya sebagai suami terhadap Alya. Dan seharusnya kamu tidak perlu khawatir jika Erick sangat mencintaimu, maka suamimu tidak akan berpaling ke Alya. Jadi tidak perlu mengawal suamimu ke mana pun!!” tegur keras mama Danish.


Wanita yang di tegur hanya bisa meremas ujung kebaya yang dipakainya. Pilu rasanya dengar teguran dari mama mertuanya. Salahkah Agnes yang menjaga suaminya dari wanita lain, suami yang telah menikahinya selama sepuluh tahun. Wanita cantik itu hanya ingin suaminya tidak berpaling dari dirinya, dan tetaplah istri yang paling di prioritaskan dari istri yang lain.


Sementara tak jauh dari keberadaan Erick, Alya sudah bersama mama Yanti dan Sultan.


“Mah, saya mau balik ke kamar. Mama sama Sultan mau ikut ke kamar gak? Lagi pula tetangga kita juga sudah pulang semua,” ajak Alya.


“Mama ikut nak, sekalian mau istirahat.”


“Saya juga ikut kak, lagian ngapain juga lama-lama di sini....membosankan,” sambung Sultan.


bersambung....

__ADS_1



__ADS_2