
Tidak terhingga rasa bahagia yang menyelusup di hati kedua pasangan suami istri.
Sang suami selalu berusaha meyakinkan hati istrinya dan menunjukkan keseriusannya, bahwa pria itu dari lubuk hati yang paling dalam sangat mencintai istrinya. Sedangkan sang wanita berusaha membuka hatinya untuk pria itu, mencoba menerima dan membalas cinta dari suaminya.
“Maafkan daddy, saat aku menikahimu hanya akad nikah saja, tidak ada pesta. Hari ini aku ingin menggantikannya, untuk wanitaku, kekasih hatiku, mommy anak-anakku, Alya Zafrina Sadekh.”
Wanita itu dengan tatapan teduhnya, membalas tatapan penuh damba suaminya.
“Sebenarnya akad nikah sudah cukup untukku, tidak perlu pesta yang mewah. Mimpiku tidak menginginkan pesta pernikahan yang mewah, tapi kebahagiaan dalam berumah tangga itu, saling menerima segala kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pasangan, saling mengisi, saling membahu, bukan hanya sekedar cinta semata. Tapi kejutan dari daddy hari ini adalah kado yang sangat berarti buat mommy dan juga untuk kedua anak kita ini,” ujar Alya sambil mengelus perut bulatnya.
“Dan mommy, adalah hadiah terindah buat Daddy, bidadari milik daddy seseorang,” balas pria itu, mengulas senyum hangatnya.
Pria itu kembali menundukkan kepalanya, lalu memajukan wajahnya agar dekat dengan wajah istrinya.
“Ehmm......Erick,” tegur Mama Danish, yang melihat pergerakan anaknya yang ingin mencium bibir Alya.
Erick langsung menarik wajahnya. “Eh.....ada mama,” ujar Erick, agak keki, ketahuan mau cium istrinya.
“Kalau mau bermesraan di kamar, kasihan tuh lihat asisten kamu dari tadi wajahnya manyun,” tegur Mama Danish, sambil terkekeh. Bisa-bisanya si asisten masih berdiri tidak jauh dari Pak Bosnya.
“Gak pa-pa mah, biar Rio kepanasan, jadi biar cepat nikahnya,” jawab Erick, sambil melirik Rio.
“Udah....ah, Mama cuma mau bilang, kalian berdua ganti baju, sebentar lagi acaranya sudah mau di mulai,” pinta Mama Danish.
“Iya Mah,” jawab serempak mereka berdua.
🌹🌹
Acara syukuran
Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan, baik dari rekan bisnis, tetangga, teman dari kedua orang tua Erick, begitu pula dengan rekan bisnis, teman Erick dan beberapa karyawan perusahaan Pratama. Begitu juga dari pihak Alya, ada temannya saat bekerja di perusahaan Pratama dan juga karyawan butiknya. Tak luput Dokter Dewi serta Suster Via turut hadir.
Pasangan suami istri sudah berganti pakaian, dengan tema dresscode putih, si bumil menggunakan gaun panjang berwarna putih dengan rambut di gulung ke atas....semakin cantik.
Sedangkan Erick menggunakan setelan warna broken white dan tetap terlihat ganteng walau tangan kanannya pakai kain penyanggah di bahunya.
__ADS_1
Bak pengantin, Erick menggenggam erat tangan istrinya menggunakan tangan kirinya. Beriringan jalan menuju halaman mansion utama yang sudah du sulap menjadi tempat yang sangat indah, sungguh dekorasi yang sangat menakjubkan.
Para tamu yang datang terpesona ketika Erick dan Alya hadir di antara tamu undangan yang sudah hadir, terlihat pasangan yang serasi, tampan dan cantik. MC mulai membuka acara syukuran siang hari itu.
Pembukaan acara syukuran di awali dengan pengajian bersama untuk memberikan doa terbaik untuk anak yang dikandung oleh Alya yang di pimpin oleh ustadz terkemuka, lalu dilanjut dengan ceramah siraman rohani. Setelahnya dilanjutkan Erick dan Alya di bantu oleh Mama Danish, Papa Bayu dan Mama Yanti membagikan santunan untuk anak-anak yatim yang diundang.
Rangkaian demi rangkaian inti dari acara syukuran telah terlaksanakan, kini para tamu undangan menikmati hidangan yang sudah terhidang di meja-meja buffet.
Alya dan Erick juga menyempatkan diri untuk menerima selamat atas pernikahan dan kandungan Alya dari beberapa rekan bisnis dan teman Erick.
“Selamat sekali lagi, Bro....akhirnya publis juga nih istrinya, dan semoga cepat sembuh tuh tangannya, bawa ke ahli tukang urut,” ujar Edward, sambil saling berjabat tangan. Dan terlihat senyum manis dari wanita yang mendampingi suaminya.
“Makasih, Bro....sudah sempat hadir ke acaraku,” balas Erick.
“Mom, kenalkan teman daddy, Edward,” Erick memperkenalkan kepada temannya, Alya menjabat tangannya, tapi tatapan ke wajah wanita yang ada di samping Edward.
“K-kamu......Alya kan?” tanya Ghina.
“K-kamu......Ghina ya?” balik tanya Alya.
“Ya Allah, kamu anak akuntansi II kan,” ujar Alya.
“Kamu.....juga anak akuntansi IV,” balas Ghina.
“Ya ampun, udah lama kita gak ketemu,” jerit kegirangan, lalu Alya dan Ghina saling berpelukan.
Erick dan Edward hanya bisa saling menatap dengan penuh tanda tanya, apa yang terjadi dengan kedua istri mereka.
“Mommy,” panggil serempak Erick dan Edward. Hingga kedua istrinya masih peluk kangen mengurai pelukannya.
“Kalian berdua saling kenal?” tanya Edward.
Ghina menganggukkan kepalanya. “Kami berdua satu sekolah tapi beda beda tingkat. Alya ini juniorku dan terkenal usil di sekolah, dan hampir semua siswa kenal Alya,” imbuh Ghina.
“Ya Allah, Erick......istri kita berdua ternyata teman,” tutur Edward.
Mereka berempat tertawa kecil, melihat pertemuan yang tidak di sangka, dan ternyata mempertemukan teman lama.
__ADS_1
Erick dan Edward teman akrab, Alya dan Ghina teman satu sekolah. Dan sepertinya para daddy akan membuat kesepakatan nih. Jangan-jangan mau jodohkan anak-anak mereka nih.
Sedangkan Alya dan Ghina bercerita kegiatan mereka berdua, sekaligus Ghina mengenalkan baby Sakha dan baby Syifa yang mereka ajak.
“Ghina, baby mu ganteng dan cantik....banget sih,” puji Alya, melihat si baby twin berada di stolernya.
“Alhamdulillah, kan daddy sama mommynya, cantik dan ganteng,” balas Ghina.
“Iya juga sih, tapi aku gak nyangka tipe suami kamu, OM OM ya...,” celetuk Alya.
“Eeets....bukannya kita sama berdua, tipe suami kamu juga OM OM,” balas Ghina, sambil terkekeh.
“EEEH....iya juga ya!!” malu sendiri Alya. Yang ada mereka berdua tertawa, mengingat suami mereka memang OM OM.
“Walau OM OM, tapi hot loh, Alya,” goda Ghina.
Sedikit banyaknya Edward menceritakan kisah Erick tentang istri ketiganya yang hamil karena inseminasi, namun tak menyangka wanita itu adalah temannya sendiri.
Dengar kata HOT, bulu halus wanita itu mulai merinding, bagaimana rasa HOT suaminya, yang belum pernah di cobanya, baru hanya pelukan, dan ciuman basah yang baru mereka lakukan.
“Kapan-kapan kita janjian ketemu yuk, kita ngedatelah. Aku masih kangen sama kamu,” pinta Alya, senang bisa bertemu dengan teman sekolahnya.
“Boleh, bagaimana kalau minggu depan. Aku minta nomor handphone kamu biar bisa komunikasi,” pinta Ghina.
Mereka berdua saling bertukar nomor handphone.”Nanti kabari ya mau janjian ketemu di mana, biar nanti aku izin sama suamiku,” ujar Alya.
“Izin apa sayang,” tanya Erick, mendekati istrinya yang masih asik ngobrol dengan temannya.
“Daddy, minggu depan mommy mau ngedate sama Ghina, bolehkan?” tanya Alya dengan tatapan pupy eyesnya.
“Pasti boleh dong sayang. Edward bagaimana kalau kita sekalian bahas proyek kita yang terbaru?” tanya Erick.
“Boleh deh sekalian temeni istri kita ketemuan, nanti kamu tentuin aja mau ketemu dimana,” jawab Edward.
Ghina dan Alya hanya bisa melongo dan menatap melas, maksud hati cuma pengen ngedate bareng teman dekat, malah suami mereka mau ikut juga, sungguh malangnya punya suami yang posesif sama istrinya.
“Begini nih kalau punya suami OM OM, kemana kita pergi, pasti di intilin. Kalau perlu ke kamar mandi juga di ikuti,” bisik Ghina.
“Ck...ck...ck,” Alya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
bersambung.....
__ADS_1