Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Delila berulah


__ADS_3

"Jika Pak Erick, hanya menganggap Alya sebagai wanita yang meminjamkan rahimnya. Maka sebaiknya bersikap biasa saja, karena wanita hamil butuh kenyamanan, sungguh berat sebenarnya ketika menjalankan masa mengandung, apalagi tidak ada suami di sisinya selama 24 jam. Coba Pak Erick bayangkan, bagaimana seorang Alya mau berkorban untuk Pak Erick, dan menerima semua ucapan yang kurang menyenangkan?” sejujurnya sebagai pria, Ridwan juga kesal mendengar kata yang tak pantas.


“Ya.......saya juga sangat menyesal telah berkata kasar dengan Alya,” Erick mengurut dadanya, penyesalan selalu datang belakangan.


“Jangan menilai seseorang dari penampilan luar saja, kadang terlihat penampilannya buruk, akan tetapi ternyata dia memiliki hal yang istimewa. Ketimbang  orang yang terlihat sempurna, ternyata sedang menutupi kebusukannya,” sentil Ridwan.


Pelajaran penting buat pria itu, agar lebih cermat kembali dalam menilai seseorang.


“Semoga masalah Pak Erick dengan Alya cepat selesai, kasihan wanita itu sedang mengandung,” ujar Ridwan.


“Iya Pak Ridwan, terima kasih sudah mau mendengarkan cerita saya.”


“Sama-sama, semoga saran saya membantu.”


Setelah sharing masalah rumah tangga, mereka melanjutkan membicarakan bisnis mereka.


🌹🌹


Ballroom


Melihat keakraban Alya dengan kedua orang tua Erick, apalagi Papa Bayu memperkenalkan kepada relasi perusahaan. Membuat hati Agnes dan Delila meradang, tergerak hati Agnes untuk mendekati kedua orang tua Erick berada.


“Mah, Pah.....” sapa Agnes dengan nada ramahnya. Saat itu juga mama Danish menoleh ke arah Agnes.


“O-oh Agnes, ada apa?” tanya Mama Danish, dengan tatapan datarnya.


“Hanya ingin ikut mengobrol,” jawab Agnes, sambil melirik relasi-relasi mertuanya.


Mama Danish dan Papa Bayu kembali berbincang dengan lawan bicaranya, menghiraukan keberadaan Agnes.


“Sungguh luar biasa Pak Bayu, menantunya ternyata desainer juga, dan sangat cantik,” puji Pak Rudi.


“Alhamdulillah Pak Rudi, sebentar lagi saya juga mau punya cucu kembar, menyusul jadi opa kayak Pak Rudi,” penuh rasa bahagia mengenalkan Alya kepada teman-temannya.


Iri hati, dongkol, benci mendengar pujian dan rasa bangga terhadap Alya, itulah yang di rasakan oleh  Istri pertama Erick, dengan sorot mata yang tajam melirik Alya yang berada di samping Papa Bayu.

__ADS_1


“Maaf Bapak dan Ibu, saya Agnes menantu yang sesungguhnya dari Pak Bayu dan Bu Danish, bukan Alya...ha---," dengan lancangnya Agnes menyela perbincangan Papa Bayu dengan beberapa temannya, membuat sesaat mereka terdiam.


“Sepertinya jika kamu ingin menarik perhatian dengan teman Papa, sebaiknya jangan di sini. Mereka juga tahu kamu istri dari Erick, tidak perlu memperkenalkan diri!!” sahut sela Papa Bayu, sangat tidak suka dengan sikap lancang Agnes, dan tahu sambungan dari kalimat Agnes, ingin menyudutkan Alya.


Agnes jadi diam, telah dipojokkan oleh Papa Bayu di depan orang.


“Pah, Alya pamit dulu mau menghampiri teman yang lain. Saya permisi dulu Bapak, Ibu, senang bisa berbincang-bincang,” ujar sopan Alya, undur diri dari rekan Papa Bayu.


Papa Bayu hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa relasi Papa Bayu sebenarnya sudah tahu Agnes istri Erick, karena di undang saat acara pernikahan Erick dengan Agnes. Jadi tidak perlu Papa Bayu memperkenalkan Agnes kembali.  Apa salahnya jika Papa Bayu dan Mama Danish, memperkenalkan Alya sebagai menantunya saat acara gala fashion, karena saat pernikahan antara Alya dengan Erick, tidak ada satupun teman atau relasi yang di undang.


🌹🌹


Alya melepas dirinya dari kedua orang tua Erick dengan alasan untuk menghampiri teman lain, akan tetapi sesungguhnya dia menghindar dari Agnes, rasanya mual ketika terlalu dekat dengan Agnes.


Kini wanita cantik itu berada di salah satu prasmanan yang menyajikan aneka cake potong, sedari tadi wanita itu sudah ingin mencicipinya, akan tetapi belum kesampaian karena sibuk menyapa banyak orang.


“Anak-anak mommy mau makan cake ya,” gumam Alya sendiri sambil memegang perutnya. Sepertinya memang calon baby twin yang menginginkannya. Alya mulai sibuk memilik dan mengambil cake yang ingin di cobanya.


 Bersamaan itu juga, Erick dan Ridwan masuk kembali ke Ballroom, setelah menghabiskan waktu untuk menikmati secangkir kopi sambil berbincang di coffe shop.


Pria itu tak sengaja melihat Alya dekat meja prasmanan, dan tidak jauh dari posisi Alya, terlihat Delila menuju ke arah Alya. Hati pria itu merasakan hal yang tidak enak ketika melihaynya. Dan memutuskan berjalan ke arah Alya berada, dengan langkah kaki terburu-buru.


Delila tersenyum sinis melihat Alya yang belum sadar akan kedatangan dirinya.


“Semoga bayi yang kamu kandung, lenyap hari ini juga, Alya!!” ujar sinis Delila yang sudah dekat Alya. Alya langsung terkejut mendengarnya, masih dalam keadaan tangan memegang piring, badan wanita itu mulai terhuyung kehilangan keseimbangan, ketika badan Delila mendorong tubuh Alya dengan sekuat tenaga.


“Akh........” pekik Alya, hingga piringnya terlepas dari tangannya.


BUG


Tubuh Alya terjatuh, menimpa seseorang di bawahnya.


“DELILA, apa yang telah kamu lakukan dengan istri saya!!” pekik Erick penuh emosi, melihat jelas kelakuan Delila terhadap Alya.

__ADS_1


“Ma-mas Erick,” Delila terkejut, melihat Erick sudah berada di bawah tubuh Alya. Untung kedatangan pria itu waktunya tepat untuk menyelamatkan Alya, hingga tidak membuat Alya jatuh ke lantai.


“Alya.......Alya,” panggil Erick, merasa tubuh Alya tidak ada reaksi, membuat pria itu cemas.


“Tunggu apa yang akan saya perbuat ke kamu, Delila. Kamu akan dapat ganjarannya!!” amarah Erick memuncak.


Beberapa orang mulai membantu Erick dan Alya, “Alya......” Erick kembali memanggil sambil mengelus pipi Alya, wanita itu sudah tidak sadarkan diri.


“Pak, sebaiknya istrinya di bawa ke rumah sakit saja. Ini di kakinya ada daarah,” tunjuk salah satu ibu-ibu ke arah betis Alya.


"A-apa.....daarah.....," pandangan Erick langsung ke bagian kaki Alya, membuat tubuh Erick bergetar ketika melihatnya.


Tak lama Mama Danish dan papa Bayu menghampiri kerumunan tersebut, karena rasa ingin tahunya.


“Alya......” jerit mama Danish, melihat menantunya tidak sadarkan diri.


Erick dengan wajah penuh emosi, mengangkat tubuh Alya, “Pah, tolong tahan Delila. Dia yang telah membuat Alya seperti ini!!” ujar dingin Erick sambil menatap tajam ke Delila yang terlihat ketakutan dan gemetaran. Kemudian pria itu melangkah cepat.


PLAK!!   


PLAK!!


“DASAR WANITA IBLIS KAMU, DELILA!!” maki Mama Danish, kedua pipi Delila sudah terasa sakit setelah menerima tamparan dari mama mertuanya.


Sedangkan Papa Bayu meminta ajudannya membawa Delila dan menahannya, agar tidak kabur.


Iri hati, cemburu, takut tersaingi terkadang bisa membuat orang gelap mata melakukan sesuatu di luar nalar tanpa memperhitungkan segala resikonya, yang ada hanyalah menuruti bisikan setan di saat itu juga.


Sangat fatal apa yang telah di lakukan oleh Delila, tapi di satu sisi ada senyum kepuasan yang tersirat dari bibir Agnes. Tak perlu repot menyingkirkan orang lain dengan tangannya sendiri, karena sudah ada yang berulah duluan. Ya mereka berdua terobsesi ingin menjadi nyonya Erick satu-satunya dengan alasan karena mencintai suaminya.


bersambung.......bagaimana nasib Delila selanjutnya?


"Bertahanlah istriku, Alya."


__ADS_1


__ADS_2