Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Pagi hari menjelang acara


__ADS_3

Perusahaan Genta Prakasa


Masih di hari yang sama setelah Mama Danish fiting baju, agenda selanjutnya adalah ke perusahaan papa Bayu dengan Alya untuk pertama kalinya, terpending karena kejadian di perusahaan pratama.


Semua mata karyawan  memandang ketika Mama Danish dan Alya tiba di lobby........terpesona dengan wanita yang beriringan jalan dengan istri pemilik perusahaan apalagi jalannya sambil bergandengan tangan bagaikan ibu dan anak, Alya hanya bisa mengulas senyum tipisnya. Sesuai perencanaan Papa Bayu, Mama Danish langsung mengajak Alya ke ruang pertemuan.


Setibanya di ruang pertemuan Papa Bayu langsung menyambut kedatangan istrinya dan tentunya Alya, sedangkan semua orang yang sudah ada di ruang pertemuan, matanya langsung teralihkan melihat siapa yang baru datang, dan langsung terpukau.


“Bapak, Ibu sekalian sengaja siang hari ini saya kumpulkan di sini, karena  saya akan memperkenalkan putri sekaligus menantu saya dari putra saya Erick Triyudha Pratama. Yang sekarang berdiri di samping saya, yaitu Alya Zafrina Sadekh,” ujar Papa Bayu.


Alya sedikit membungkukkan dirinya sebagai tanda hormat, serta kemudian mengatup kedua tangannya sebagai tanda salam.


“Mulai hari ini juga Alya Zafrina Sadekh resmi menjabat wakil saya di perusahaan Genta Prakasa,” pengumuman dari Papa Bayu, selaku CEO.


Tepuk tangan sebagai sambutan untuk Alya menggema di ruang pertemuan. Dan acara selanjutnya Papa Bayu mulai memperkenalkan satu persatu direktur serta manajer perusahaan ke Alya. Sungguh para karyawan lelaki matanya langsung jelalatan melihat menantu Papa Bayu. Mata inilah yang tidak di sukai oleh Alya, jika menunjukkan wajah aslinya........sangat jengah.


🌹🌹


Perusahaan Pratama


Ruang Divisi Finance


Setelah dapat perintah dari sepupunya sekaligus istri pemilik perusahaan, Fatur sebagai manager keuangan langsung mengeluarkan cek bank senilai dua milyar. Kemudian memanggil Fitri ke ruangannya.


“Ya Pak Fatur, ada keperluan apa panggil saya?” tanya Fitri yang sudah berada di ruangan Fatur.


“Ini tolong kamu ke bank, cairkan cek ini, siang ini juga. Jangan pergi sendiri, kamu ajak beberapa teman ke banknya!” perintah Fatur.


Kedua netra Fitri langsung terbelalak melihat nominal ceknya.”Maaf Pak Fatur, bukannya saya lancang, seingat saya kalau melihat budget yang telah di buat mbak Alya, harusnya dalam minggu ini tidak ada pengeluaran sebesar dua milyar, lagi pula petty cash masih ada. Kalau boleh saya tahu ini untuk pembayaran apa ya Pak?” semenjak Fitri di ajari oleh Alya, sedikit banyaknya Fitri paham dalam membaca budget.

__ADS_1


“Alya...Alya saja yang sering kamu sebut. Di sini kamu hanya staf finance saja, kerja sesuai dengan perintah atasan. Gak usah banyak tanya lagi. Sekarang berangkat ke Bank, dan segera kembali dengan membawa  uangnya!!” titah Fatur dengan nada kesalnya.


“B-baik Pak Fatur,” Fitri hanya bisa mematuhi perintah Fatur, kemudian dia keluar dari ruangan.


“Kayaknya aneh deh, biasanya pengambilan uang cash tidak pernah sebanyak ini. Ada sesuatu sepertinya!!” gumam Fitri sendiri, agak curiga. Fitri berinisiatif untuk mencopy cek tersebut sebelum ke bank, untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu.


🌹🌹


Ruang CEO


“Pak Bos, besok agenda Pak Bos ada undangan gala fashion week di JHCC siang hari, kira-kira bisa hadir atau cukup di wakilkan oleh oara direktur?” tanya Rio kepada Pak Bosnya yang sudah beberapa hari terlihat lesu, seperti tidak ada semangat hidup.


“Pentingkah saya hadir di acara tersebut?” tanya Erick dengan nada malasnya.


“Di sana kita akan bisa bertemu dengan perancang busana baru, siapa tahu ada yang cocok untuk kita rekrut bergabung di perusahaan Pak Bos, kebetulan perusahaan Genta Prakasa sudah konfirmasi kehadirannya,” lapor Rio.


Mendengar perusahaan Papa Bayu sudah mengkonfirmasi kehadirannya, secara tidak langsung Erick harus turut hadir jika tidka hadir akan menjadi pertanyaan.


“Semua direktur, Pak Bos,” jawab Rio.


Erick hanya menaikkan salah satu alisnya saja, tanpa menjawab.


“Pak Bos, maaf bukan maksud ikut campur. Masalah berita Alya, mau kita pertemukan si pembuat berita dengan Nyonya Agnes?” Rio jujur udah gemas dengan Pak Bosnya masih belum melabrak Agnes istrinya.


“Tunggu waktu yang tepat,” jawab Erick.


“Tunggu waktu yang tepat bagaimana Pak Bos? Alya sudah jadi korban tindasan para karyawan beberapa hari yang lalu. Apa harus kehilangan nyawa dulu baru melabrak Nyonya Agnes?” tiba-tiba Rio emosi, maklumlah Rio ada hati dengan Alya.


“Kok jadi malah kamu yang sewot!!” tegur Erick.

__ADS_1


“M-Maaf Pak Bos, ke bawa emosi. Kalau begitu saya kembali ke ruangan. Permisi Pak Bos,” pamit Rio, dari pada nanti jadi adu jontos.


Erick menyugarkan rambutnya ke belakang, pikirannya masih buntu. Ingin melabrak dan menegur Agnes tapi ada perasaan berat. Semenjak kejadian pembullyan Alya, Erick tidak pulang ke mansionnya.


Justru menginap di hotel, pria itu tidak ingin bertemu dengan kedua istrinya untuk sementara, walau Agnes dan Delila sering meneleponnya, akan tetapi tidak pernah di jawabnya.


🌹🌹


Esok hari


Mansion Erick


“Ini Mas Erick kemana sih, di telepon gak bisa juga. Udah tahu nanti siang harus menghadiri undangan gala fashion week, masa iya aku harus datang sendirian!!” kesal Agnes sambil menatap layar handphonenya.


“Ck....mbak Agnes bilang datang sendiri!! Saya juga datang ke gala fashion. Emang mbak Agnes doang yang jadi istri mbak Agnes, saya juga istrinya, jadi patut menghadirinya juga!!” celetuk Delila.


“Ooh sok percaya diri sekali kamu, memangnya kamu bakal  di akui sebagai istri Mas Erick di depan umum!!”


“Eh Mbak Agnes, Alya yang buruk rupa aja diakui sebagai istri di depan orang, apalagi saya yang masih muda dan cantik. Pastilah akan di akui!!” balas Delila tak mau kalah, kemudian berlalu begitu saja.


Di antara Agnes dan Delila sudah tidak ada ketenteraman lagi, yang ada rasa iri hati dan persaingan.


🌹🌹


Jakarta Hall Convention Center


Suasana pagi hari di hall, terlihat mulai banyak pergerakan orang, baik dari tim penyelenggara serta para peserta yang akan menampilkan koleksi rancangannya, termasuk Alya yang di undang untuk menjadi peserta yang akan menampilkan rancangan busananya.


Karyawan Butik Sadekh termasuk Bram, Lili dan para model sudah berdatangan, dan mereka semua sudah berada di ruangan yang sudah di siapkan. Sebelum acara di mulai Bram mengarahkan para model untuk simulasi sebentar di panggung, sama seperti dengan peserta yang lain.

__ADS_1


Untuk pagi ini Alya menyerahkan ke Bram dan Lili, mengingat dirinya tidak boleh kecapean. Papa Bayu, Mama Danish dan Alya sengaja dari semalam sudah menginap di hotel Mulya, karena jaraknya dekat. Dan tidak membuat terburu-buru untuk datang ke JHCC, Papa Bayu juga sudah meminta beberapa karyawan profesional untuk mendampingi karyawan butik milik Alya, agar berjalan lancar.


bersambung.......Alya yang sebenarnya...


__ADS_2