Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Istri satu-satunya


__ADS_3

“Kayaknya saya udah kelamaan duduk di sini, harus balik ke kamar........udah kangen sama istri,” ujar Edward kembali, sambil tersenyum.


“Bro, mumpung saya di sini, sekalian jenguk anak kamu deh, bolehkan?” pinta Erick.


“Bolehlah, masa gak boleh,” balas Edward. Ternyata kamar rawat istri Edward tidak jauh dengan kamar rawat Alya.


Edward memperkenalkan Ghina kepada Erick, pria itu terkesima ternyata istri Edward lebih cantik ketimbang Kiren. Dan tentunya sama cantiknya dengan Alya.


Kemudian Edward menunjukkan dua box bayi yang berisi baby boy dan baby girl kepada temannya Erick.


Kedua netra Erick berbinar-binar melihat kedua bayi kembar, anak Edward, terenyuh melihatnya. Pikirannya mulai berkhayal, saat Alya nanti melahirkan si baby twin, mungkin rasanya seperti ini, atau bisa saja lebih bahagia.


“Edward, anak kamu kembar....yang satu ganteng, yang satu cantik,” puji Erick.


“Anugrah yang terindah, Bro. Penuh perjuangan......butuh waktu 4 tahun kembali dengan istri saya, hingga lahirlah si kembar. Inilah kebanggaan serta kebahagiaan saya yang tak ternilai, memiliki keturunan dari wanita yang sangat saya cintai,” jawab Edward penuh rasa bahagia, sambil menatap penuh cinta ke Ghina. Ucapan Edward sangat mendalam buat Erick sendiri. Apalah dirinya dalam waktu sepuluh tahun berumah tangga, baru kali ini pria itu akan memiliki keturunan bukan melalui istri pertamanya, akan tetapi dari istri ketiganya.


“Calon anak saya juga kembar,” balas Erick, sedikit berbangga hati.


Beginikah rasanya bahagia menjadi seorang daddy.......memiliki anak dari istri yang dicintai batin Erick semakin tersentuh ketika melihat dan menyentuh baby twin anak Edward dan Ghina.


“Semoga istri kamu cepat sehat kembali Bro, dan calon anak kamu tumbuh berkembang serta sehat saat waktunya lahir,” doa Edward.


“Amin, terima kasih atas doanya.”


Erick bisa menangkap raut wajah temannya begitu bahagia, dulunya temannya ini orangnya datar dan dingin, tapi pertemuan yang tak terduga hari ini Erick bisa melihat  banyak perubahan dalam diri Edward walau baru sebentar bertemunya.


“Kalau begitu saya pamit dulu, kado buat anak kamu nanti menyusul, akan dikirim,” ujar Erick.


“Santai aja Bro, kapan-kapan kita bertemu lagi ngopi barenglah,” balas Edward.


“Siap saya tunggu kabarnya.” Erick berpamitan dengan Edward dan Ghina.


🌹🌹


Esok Hari


Perusahaan Pratama


“Kamu tidak salah dengarkan, apa yang tadi kamu ceritakan?” tanya Agnes, coba kembali memastikan berita yang baru saja dia dengar.


“Benar Bu Agnes, saya tidak salah dengar. Waktu ibu menyuruh saya mengikuti dan mengamati Delila di kantor polisi, saya dengar jelas kalau Pak Erick menceraikan Delila di kantor polisi, langsung talak tiga!” lapor Yoga salah satu staf operasional.


“HA.......HA.......HA.......!!” Akhirnya aku kembali seorang diri yang akan menjadi Nyonya Erick Triyudha Pratama,” Agnes tertawa terbahak-bahak, penuh rasa kemenangan. Madu yang sudah dua tahun tinggal seatap dengannya telah di ceraikan oleh suaminya, tanpa harus campur tangan.


“Lalu bagaimana dengan keadaan Alya?” Agnes menghentikan tertawanya sejenak.


“Yang saya dengar dari salah satu perawat, bayi yang di kandung Alya selamat, tidak keguguran, hanya mengalami pendarahan," jawab Yoga.


“Suami aku masih ada di rumah sakit?”

__ADS_1


“Ada Bu Agnes, Pak Erick menunggu di luar kamar, dengan beberapa orang seperti kayak ajudan.”


“Ajudan....!” Agnes mengernyitkan dahinya.


Kenapa ada ajudan........tanya batin Agnes.


“Baiklah, kamu bisa kembali bertugas........dan laporkan jika ada perkembangan yang terbaru!” titah Agnes.


“Baik Bu Agnes, saya permisi kalau begitu,” pamit Yoga, meninggalkan ruangan Agnes.


“Sepertinya aku tidak boleh bertindak gegabah, yang ada nasib aku akan seperti Delila. Aku tidak mau! Aku hanya ingin mengembalikan rumah tanggaku seperti dulu hanya ada aku dan Mas Erick tidak ada wanita yang lain,” gumam Agnes bermonolog, sambil menatap foto pernikahannya dengan Erick yang terlihat sangat ganteng.


“Sekarang tinggal mengurus Alya, agar segera diceraikan oleh Mas Erick. Aku sudah tidak mau lagi berbagi suami!” gumam Agnes dengan nada sinisnya.


"Aku ingin kembali jadi istri satu-satunya Mas Erick!"


TOK.....TOK.....TOK


“Masuk.....” sahut Agnes dari dalam.


Fatur masuk ke dalam ruang kerja Agnes, “Ooh kamu, Fatur.......” ujar Agnes. Fatur langsung duduk di bangku yang berhadapan dengan meja kerja Agnes.


“Cek dua milyar tidak bisa di cairkan!!” ucap Fatur, sambil menaruh selembar cek yang di bawa Fatur.


“Apa.......kok gak bisa di cairkan!!”


“Kemarin sudah di bawa ke Bank tapi di tolak. Bank butuh memo yang ditanda tangani oleh CEO Perusahaan Pratama, karena ini jumlah pengambilannya nominalnya besar,” jawab Fatur santai.


Tanpa menunggu waktu lama......


“Ini memonya, kamu cairkan cek tersebut!!” perintah Agnes.


“Wow sungguh luar biasa, kamu bisa meniru tanda tangan Pak Erick. Sebenarnya uangnya buat apa, Agnes? Bukannya kamu bisa langsung minta sama suami kamu, tidak perlu ambil uang perusahaan secara diam-diam?” Fatur ingin tahu. 


“Gak usaha banyak tanya kamu, lagian nanti kamu juga dapat komisi. Sudah sana pergi ke bank sekarang juga!!” usir Agnes, tidak mau Fatur banyak tanya.


“Ya.....kalau bisa di tambahilah jangan seratus juta, tapi dua ratus juta komisinya.....itu pun kalau kamu tetap mau di cairkan ceknya,” pinta Fatur, sambil mengibaskan cek ke wajahnya sendiri.


“Jika hari ini cair uangnya, tidak ada kendala lagi, oke.......aku kasih dua ratus juta buat kamu.”


“Nah begitu, jadi enakkan ngurusin uangnya. Thanks ya saudaraku,” Fatur bergegas keluar ruangan.


“Dasar punya saudara mata duitan,” celetuk Agnes.


Loh bukannya wanita itu juga mata duitan, gila harta dan kemewahan!!


 🌹🌹


Rumah Sakit

__ADS_1


Erick semalam menginap di rumah sakit, tidak pulang ke mansion. Hanya Pak Arif kepala pelayan menyusul ke rumah sakit untuk mengantar baju ganti serta masakan yang di pesan oleh Erick khusus untuk Alya.  


Dengan sengaja Erick menyewa kamar untuk istirahat di sebelah kamar Alya, yang kebetulan kosong tidak ada pasiennya.


Dua orang ajudan yang di tugaskan oleh Erick sudah standby dari semalam untuk berjaga-jaga di luar kamar Alya.


TOK......TOK.....TOK....


Mama Yanti menginap dan menemani Alya di rumah sakit, membukakan pintu ruang rawat.


“O-oh Erick, ada apa?” tanya Mama Yanti ketika membukakan pintu.


“Ini Bu, saya mau berikan makanan untuk Alya, Bu.” Erick menunjukkan bungkusan di tangannya.


“Terima kasih, Erick,” Mama Yanti menerima bungkusan makanan tersebut.


“Bu Yanti, bolehkah saya menjenguk Alya sebentar saja,” tanya Erick penuh pengharapan.


Mama Yanti menatap manik mata Erick, yang terlihat memohon untuk bertemu dengan istrinya. Mama Yanti terasa iba.


“Alya masih tidur, masuklah sebentar jika ingin menjenguknya. Tapi jangan membuat Alya terbangun, yang ada nanti marah-marah lagi,” pesan Mama Yanti.


“Baik Bu, saya janji tidak akan mengganggunya,” Erick mengulas senyum tipisnya, harapan untuk bertemu istrinya terkabulkan. Lantas pria itu segera masuk ke dalam kamar.


bersambung.........tebak Erick mau ngapaiin???


Pengumuman pemenang GA 3 komentar terbaik di Bab Minta Bercerai, sebenarnya banyak yang bagus.....tapi berhubung baru ada 3 paket GA, jadi hanya bisa memilih 3 Kakak Readers, yang beruntung adalah:




Ian Machmud




Chauli Maulidiah




Yanti Auliamom



__ADS_1


Buat yang beruntung silahkan langsung chat saya ya, dan orang pertama chat bisa pilih paketnya. Dan buat kakak readers yang belum beruntung, jangan khawatir nanti akan ada GA lagi. Terima kasih semuanya 🙏😘😘


Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2