Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Blackcard


__ADS_3

“HA.......HA......HA...,” tawa canda Mama Danish dan Papa Bayu pecah memenuhi ruang makan, pagi ini walau ada kesedihan di balik senyum tawa.


Sungguh pemandangan yang haru membiru di mata para pelayan, yang turut berada di ruang makan untuk melayani Tuan dan Nyonya. Sudah lama mansion utama terasa sepi, akan tetapi dengan kehadiran Alya membawa warna tersendiri.


Kedua orang tua Erick saat ini terasa memiliki anak kembali setelah sekian lama mereka hidup berdua di mansion, karena Erick dan kedua istrinya jarang berkunjung ke mansion utama.


Mama Danish baru kali ini merasakan punya menantu, karena selama ini kedua menantunya berhenti  berusaha mengambil hati mama mertuanya. Setelah berhasil di nikahi oleh putranya, selesailah bersikap lemah lembut dengan mama Danish, berhenti mencari perhatian dari mama Danish demi mendapatkan restu dari mama nya Erick.


🌹🌹


Mansion Erick


Aura tegang terasa sekali di kediaman Erick. Rio sudah berada di mansion Erick, setelah semalam di hubungi oleh Erick, agar datang ke mansionnya pagi hari.


Delila tampak wajahnya tertunduk dalam duduknya, sedangkan Agnes terlihat heran dengan sikap Delila, juga wajah Erick yang terlihat murka. Mereka berempat duduk bersama di meja makan, dengan jaga jarak.


“Mulai hari ini kalian berdua fasilitas blackcard di blokir!!” ujar tegas Erick.


“Mas Erick, kok di blokir...... gak bisa begitu dong mas!!” seru Agnes menolak.


Aduh bagaimana ini, aku belum membayar uang perjanjian ke Alya, sedangkan uangnya sudah aku ambil dan sebagian sudah terpakai. Kalau blackcard di blokir, bagaimana cara bayar Alya, atau harus aku suruh Fatur, untuk mengeluarkan dana perusahaan satu milyar!!......batin Agnes mulai kelimpungan.


“Kenapa kamu tidak setuju, menolak!! Kamu memangnya tidak bisa hidup tanpa fasilitas black card. Bukannya masih ada kartu debit yang tiap bulan saya transfer!!”


“T-tapi Mas.....,”


“Tidak ada kata tapi!!” jawab Erick dengan suara meninggi.


Sebelum Erick duduk bersama dengan Agnes dan Delila di ruang makan, pria itu sudah mendapatkan laporan dari Rio, jika artikel yang ada di website tentang hujatan Alya, bisa ada karena atas perintah Agnes. Salah satu karyawan IT dan staf operasional  yang di perintahkan oleh Agnes sudah mengakui, dan memberikan bukti chattingan Agnes. Serta bukti transfer sebesar lima puluh juta sebagai jasa membuat berita tersebut dan mempublikasikannya. Hati Erick geram dan kecewa berat dengan wanita yang di cintainya!!


“Saya sungguh kecewa dengan kalian berdua. Dan kamu.......Delila sudah di luar batas!! Kalau tidak ingat dan menghargai papa kamu sebagai teman baik papa saya, hari ini juga saya pulangkan kamu ke rumah orang tua kamu!!” geram Erick. Pria itu sungguh melacknat perbuatan Delila semalam, bukan jadi tersulut akan gairah, tapi tersulut emosi yang membara.

__ADS_1


“Mas Erick, jangan Mas.......maafkan Deli.......hiks....hiks, jangan pulang Deli ke rumah orang tua mas. Deli janji tidak akan mengulangi lagi........hiks...hiks, tolong maafkan Deli, Mas Erick,” Delila mohon ampun berurai air mata.


Ya Allah, jangan sampai Mas Erick memulangkan gue ke rumah orang tua, gue udah nyaman tinggal di sini, gue juga cinta sama Mas Erick. Ya Allah jangan sampai terjadi!.......batin Delila mulai mencemaskan dirinya sendiri.


Pria itu hanya bisa menatap datar dan dingin melihat Delila yang menangis.


“Dan kamu Agnes......apa yang telah kamu lakukan di kantor??” tanya Erick dengan sorot mata yang tajam menatap Agnes.


“Tidak ada yang aku lakukan kok Mas, hanya bekerja seperti biasa saja,” jawab santai Agnes.


“Benarkah!! Kamu tidak merasakan melakukan apapun?” tatapan Erick begitu menyelidik, menunggu istri pertamanya berkata jujur.


“Yang aku lakukan ya bekerja, Mas. Lalu kejadian terakhir yang di kantor, ketika aku menampar Alya di lobby. Memangnya salah aku menampar Alya, yang telah mencium suamiku sendiri!” membalas tatapan suaminya, dengan tatapan sendu.


Sampai berapa lama kamu menutupi kelakuanmu, Agnes!!....batin Erick masih bersabar.


“Jika kamu sampai menyembunyikan rahasia dari saya, maka kamu harus menerima resikonya!!” ancam Erick, kemudian pria itu beranjak dari duduknya, meninggalkan ruang makan dan di ikuti oleh Rio.


Pria itu sedang mencoba bersabar menunggu Agnes untuk mengakui perbuatan. Sebenarnya bisa saja membongkarnya, tapi sepertinya Erick menanti apa yang akan di lakukan oleh istri yang di pujanya.


Rahasia !! Apakah mungkin Mas Erick tahu berita yang beredar di kantor. Aah gak mungkin tahu, Mas Erick tidak suka dengan gosip-gosip yang beredar di kantor. Mas Erick selalu sibuk dengan pekerjaannya. Lagi pula orang yang kusuruh sudah kubayar untuk menutup mulutnya, jadi pastilah aman. Tamatlah riwayat kamu Alya, saat kamu kembali menginjakkan kaki ke perusahaan, maka akan banyak orang yang akan menghinamu. Sudah dari awal aku bilang, aku tidak suka ada wanita yang menggoda suamiku, kamu hanyalah ibu pengganti!!.......batin Agnes.


“Apa yang kamu lakukan semalam Deli, sampai Mas Erick terlihat marah?” tanya Agnes, setelah kepergian Erick dan Rio dari ruang makan.


“S-saya semalam masuk ke dalam kamar pribadi Mas Erick,” ujar Delila, sedikit takut melihat tatapan tajam Agnes.


“Ooh bagus ya kelakuan kamu, gara-gara kamu blackcard aku sampai ikutan di blokir!!” ujar Agnes sambil berdiri, mulai menunjukkan amarahnya.


“M-maaf mbak Agnes,” wajah Delila langsung menunduk.


“Kamu sudah tahu peraturan di mansion ini, jika kita berdua di larang masuk ke kamar pribadi Mas Erick. Tapi kamu melanggarnya, sungguh hebat kamu! Kamu sepertinya lupa, nyonya mansion itu adalah aku, istri pertama Mas Erick. Kamu hanya yang kedua, dan gara-gara kamu.....aku ikutan di cabut fasilitasnya!!” suara Agnes benar-benar meninggi.

__ADS_1


“Aku harap Mas Erick segera menceraikan kamu, aku akan membujuk Mas Erick!!” ancam Agnes dengan tatapan tajamnya.


“Gak bisa begitu dong mbak Agnes, mentang-mentang mbak Agnes istri pertama, lalu dengan seenaknya membujuk mas Erick untuk menceraikan saya.....ck!!! Seharusnya mbak Agnes-lah yang di ceraikan! mbak Agnes-kan tidak bisa punya anak. Sedangkan saya masih bisa memberikan keturunan buat mas Erick.”


Agnes menggeser kursi makannya, lalu wanita itu memutar meja makan untuk menghampiri Delila.


PLAK


Tangan Agnes melayang ke pipi Delila, “ingat Delila, karena dengan izin aku, kamu bisa menjadi istri sah kedua Mas Erick. Dan aku rasa sudah cukup kamu berada di sini. Jika Mas Erick tidak mau menceraikan kamu. Maka akulah yang akan mengusir kamu dari mansion ini!!” gertak Agnes, sambil mencengkram rambut Delila.


“Di sangka saya tidak takut dengan gertakan Mbak Agnes, sebelum Mbak Agnes mengusir saya, maka Mbak Agneslah yang akan pergi duluan dari mansion ini. Dan sayalah yang akan menjadi nyonya satu-satunya di mansion ini,” ujar sinis Delila, kemudian......


BRAK


Delila mendorong tubuh Agnes, hingga Agnes terjatuh di lantai.


“SIALAN, KAMU DELILA!!” jerit Agnes.


“Emang enak jatuh,” ucap Delila dengan senyum devilnya.


Tidak bisa di pungkiri, hati yang sebenarnya selama ini di tutupi dengan sikap keakraban antara istri pertama dengan istri kedua, mulai muncul ke permukaan bumi, akibat pemblokiran kartu sakti.


Jika mereka berdua tulus mencintai suaminya, seharusnya dengan pemblokiran kartu tidak membuat mereka berdua meradang dan emosi, karena masih ada nafkah bulannya yang selalu mereka terima.


Jiwa istri yang ingin menguasai suami seorang diri mulai terlihat, sepertinya setelah kejadian pagi ini, hubungan antara istri pertama dengan istri kedua mulai renggang.


 



 

__ADS_1


 


 


__ADS_2