Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Gigit


__ADS_3

Drama  pagi telah usai, tapi wajah pria itu masih saja tersenyum sendiri. Sekarang seluruh anggota keluarga sudah rapi, dan siap mengantar Alya kontrol ke dokter kandungan.


“Jangan senyum-senyum sendiri Pak Erick nanti di sangka orang gak waras loh!” celetuk Alya.


“Mommy yang buat daddy tersenyum terus,” balas Erick dengan tatapan menggoda.


Alya menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Alamak sejak kapan dia bisa tidak waras begitu.....serem,” gumamnya, sembari masuk ke dalam mobil milik Erick.


“Mommy yang membuat daddy tidak waras, tergila-gila padamu,” balas Erick, turut masuk ke dalam mobil.


“Pak Erick, nanti kalau sudah sampai di rumah sakit. Bapak daftar ke dokter psikiater ya, takut bapak tambah gak waras. Kalau perlu nanti minta di suntik rabies, ya,” ujar Alya dengan wajah tampak polosnya.


Erick menepuk keningnya sendiri,”astaga mommy, daddy masih waras. Masa harus di suntik rabies.”


“Mending Bapak tanya deh sama asistennya.”


Rio yang sudah duduk di samping kemudi, menoleh ke belakang.


“Pak Rio dari tadi lihat gak kalau Pak Erick suka senyum sendiri, terus ketawa sendiri. Terus tiba-tiba nyengir.”


“Iya Pak Bos, sepertinya betul kata Nyonya Alya. Pak Bos butuh ke dokter jiwa,” jawab Rio, sambil menyeringai.


“Rio, mau kamu saya pecat jadi asisten ya!!” tegur Erick, dengan mata menyalak.


“Sorry Pak Bos, tapi memang pagi ini Pak Bos sering tersenyum sendiri.”


“Mommy, daddy itu sehat, masih waras kok.......,” ujar Erick terdengar manja.


Alya mengedikkan kedua bahunya ketika Erick bernada manja. “Pak, takut iiih.....dengar suara manjanya.” Wajar sih biasa dengar suara tegas tiba-tiba bernada manja.


Dan betul pria itu juga heran kenapa tiba-tiba bisa bernada manja pada istrinya, kemanakah wibawanya.. ah sudahlah pria itu sudah nyaman seperti itu. Sedangkan Alya masih merinding melihat perubahan itu.


Mobil Erick sudah meluncur menuju rumah sakit, di dalam mobil...Erick sudah menyiapkan perbekalan untuk si bumil. Dan ternyata dugaan Erick betul, si bumil sibuk mengemil.


“Pak Erick, jangan lihatin terus dong, mending lihat ke jalanan aja,” salah tingkah sebenarnya Alya karena selalu ditatap oleh pria ganteng itu.


“Sayang...bisa gak panggil saya jangan Pak Erick lagi. Ganti panggil mas atau daddy. Saya suami kamu, bukan atasan kamu lagi,” pinta Erick, sembari jarinya melap bibir Alya  yang belepotan coklat, kemudian menjilati jarinya yang terkena coklat. Oots panas Alya melihatnya.


Alya kembali memasuki potongan coklatnya ke mulutnya kemudian menawarkan potongan coklat ke Erick, pria itu membuka mulut. Lalu Alya dengan jarinya menyuapi potongan coklat ke mulut Erick, akan tetapi tangan pria itu menahan tangan Alya, kemudian menjilati jari wanita itu dengan lembut. Perut Alya terasa tergelitik ketika pria itu menghisap dan menjilat jarinya.


“Iish.. ....,” desis Alya.


Erick menyeringai tipis, melihat wanita itu menggigit bibir bagian bawahnya. Pria itu sengaja menggoda bumil.

__ADS_1


“Pak........udah,” ujar pelan Alya, lalu menarik tangannya dari pria itu, tapi tidak semudah itu melepaskannya. Pria itu mengambil tisu basah, lalu membersihkan tangan wanita itu dengan lembut.


Pria itu meletakkan tangan istrinya ke atas pahanya, kemudian mencondongkan tubuhnya ke samping.


“Makanan dari tangan mommy rasanya sangat enak, apalagi jari mommy, sungguh menggoda,” bisik mesra Erick.


“AAAUW........,” pekik Erick, pahanya sudah di cubit-cubitin lagi oleh tangan Alya.


“Aduh sakit mommy, paha daddy sakit mommy.....,” ringis Erick mulai kesakitan, kedua pahanya mulai cenat cenut, terasa perih.


“Siapa yang suruh di dalam mobil masih godaiin mommy, daddy itu kalau di biarin gak bisa lihat tempat ya!!” geram Alya, tangannya masih mencubit paha Erick.


“Ampun mommy, paha daddy sakit.....mommy,” ujar Erick, sambil menyelamatkan kedua pahanya dengan menutupinya pakai kedua tangannya. Akan tetapi kedua netra pria itu berbinar-binar, senang hatinya untuk pertama kalinya dia di panggil daddy oleh Alya.


“Awas gak tangannya  mana paha daddy ya!!” Masih geram si bumil.


“Ampun sayang......” rengek Erick.


“AAAUUWW....” teriak Erick.


Alya tersenyum lebar setelah berhasil menggigit lengan Erick dengan buasnya.


“RIO.....TOLONG....ADA VAMPIR!!” teriak Erick.


“Pasrah aja deh Pak Bos, yang gigit juga istri sendiri. Maaf ya Pak Bos gak bisa tolongin,” ujar Rio sambil terkekeh.


“Hikks.....hiks......mommy.....ampun jangan  gigit daddy lagi,” pinta Erick, sambil menahan kening Alya dengan salah satu tangannya agar tidak menggigit lengannya  lagi.


“GAK mau....gak bisa...daddy udah nakal!!” seru Alya, terlihat masih gemas dengan pria itu.


Rio kembali menggelengkan kepalanya ketika kembali menoleh ke belakang. “Dulu belum menikah mereka berdua main jambak jambakan di dalam mobil, sekarang sudah jadi suami istri main cubit-cubitan sama gigit-gigitan di dalam mobil. Ya Allah adakah wanita model Alya lagi, kalau ada maulah, biar hidup tambah berwarna, gak datar kayak begini,” gumam Rio.


“Aamiin.....Pak Rio semoga terkabul,” sambung Pak Sopir.  Mobil Erick bagian penumpang kembali bergoyang gara-gara Tuan dan Nyonya nya.


 Alya tampak puas sudah menyiksa Erick. Sedangkan pria itu hanya bisa meringis kesakitan, setelah mendapat beberapa gigitan ganas dari istrinya.


“Mommy.......kejam.” wajah Erick terlihat mengambek.


“Ulu....ulu....daddy ambek nih ye, gak malu sama anaknya nih. Nak, daddy ambekkan tuh,” ledek Alya sambil mengusap perut bulatnya.


“Nak.....hati-hati sama mommy ya, mommy udah kaya vampir,” ujar Erick dengan mendekatkan wajah ke perut Alya.


“Daddy mau ya di gigit lagi, masih gak jera ya!!” geram kembali si bumil.

__ADS_1


“Gak sayang......kapok gak mau di gigit lagi,” menyerah Erick, dengan mengangkat kedua tangannya.


Alya meraih lengan Erick, kemudian mengusapnya, membuat pria itu terkesiap.


“Daddy, maafin mommy ya. Daddy jangan nakal lagi sama mommy ya, kalau gak mau kena gigitan mommy,” kata Alya melembut sembari mengusap bekas gigitannya di lengan Erick.


Perasaan Erick langsung luluh lantah dibuatnya oleh sikap Alya. Dibalik sikap bar babar wanita itu terselip kelembutan namun tak terlihat.


“Masih sakit kah?” Tanya Alya masih mengusap lengan Erick dengan lembutnya.


Pria itu mengangguk pelan, Alya kembali meneruskan mengusap lengan pria itu. Pria mana yang tidak makin jatuh cinta, bukan karena telah diberikan kepuasan di atas ranjang. Tapi karena telah memberikan warna buat hati seorang pria.


“Maafin mommy, ya daddy,” Alya menatap pria itu.


“Daddy, sudah maafin mommy. Maafin daddy juga ya, sayang,” jawab Erick, dengan mengelus pipi istrinya.


Mereka berdua saling bersitatap dan tersenyum hangat.


Oh......so sweet.......batin Rio  meronta-ronta.


 Bersambung....



Info sedikit ya Kakak Rearders mau memperkenalkan.....


Kavin Ardana Adiputra & Salma Hadeeqa


Dikisah yang terbaru, mohon dukungan dari Kakak Readers yang cantik dan ganteng 🙏🙏....


Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹



 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2