
Wanita berkacamata bulat, wajah penuh dengan bintik bintik hitam serta warna kulit wajah yang sedikit gelap, ternyata mampu membuat seorang CEO kalang kabut. Pria itu tak menyangka akan jatuh cinta kepada wanita berkacamata dengan wajah buruk rupanya, debaran yang sudah lama menghilang, sekarang hadir kembali memenuhi relung hati pria itu yang selama ini hampa.
Kini wanita itu sudah bermetamorfosis kembali ke wajah sebenarnya. Iris mata abu-abu yang memesona, hidup mancung, bibir ranum yang lembut, kulit putih tanpa cela, wangi tubuh yang menguar dari wanita itu membuat pria itu semakin tergila-gila.
Dapat istri baru dari tangan istrinya sendiri, jodoh dari istri mungkin itu ungkapan yang pas buat Erick. Tidak ada niatan untuk menambah istri, tapi takdir membuat pria itu kembali menikah. Dan dengan pernikahan ketiganya pula pria itu jadi tahu sifat wanita yang selama ini sudah bersamanya selama sepuluh tahun dan dua tahun. Mungkin itulah penyebab pria itu terasa hampa selama berumah tangga, tapi sering di hiraukannya, dengan dalih tanggung jawab seorang suami.
Angin malam masuk ke jendela kamar utama yang telah dibuka, pendingin ruangan juga sudah di matikan. Semuanya atas permintaan Alya, dan pria itu menurutinya.
Istri ketiganya yang sekarang jadi istri satu-satunya sudah terlelap setelah pria itu meminta izin mencecap bibir istrinya. Pria itu sepertinya tidak bosan-bosannya menatap wanita itu, tangan besar itu merapikan anak rambut wanita itu yang menutupi kening wanita itu.
“Kamu, wanita yang terindah. Takkan ada perceraian antara kita, selamanya aku akan mengikatmu dalam pernikahan kita, aku akan meluluhkan hatimu. Sampai kamu yakin padaku,” gumam Erick berbicara pada Alya yang nampak pulas. Tapi pria itu masih belum bisa memejamkan kedua matanya, karena sangking bahagianya bisa tidur seranjang dengan Alya.
Tangan besar pria itu turun ke leher jenjang wanita itu, dan menyibakkan rambut panjang wanita itu agar tidak menutupi lehernya, kemudian pria itu memajukan wajahnya dan menyelusup ke ceruk wanita itu.
Berawal menghirup wangi leher istrinya, berubah menjadi kecupan hangat yang berlabuh di leher wanita itu. Begitu menggoda buat pria itu, ditekannya bibir miliknya sendiri ke leher Alya, kemudian menyesapnya dengan lembut hingga meninggalkan bekas berwarna merah. Tak sampai di situ saja, pria itu kembali menjelajahi leher bagian lainnya, lalu melummatnya kembali.
Alya yang sudah terpejam kedua matanya, mengeluarkan suara desaahan lembut ketika Erick bermain dengan bagian lehernya. Sepertinya wanita itu sedang merasakan mimpi panas dengan suaminya, padahal itu nyata.
“Kamu menggodaku, sayang,” gumam Erick ketika mendengar suara desaahan istrinya. Bukannya berhenti, pria itu kembali meninggalkan salivanya di leher serta bahu istrinya.
🌹🌹
Esok hari.....
Pagi hari.
Semburat cahaya yang mulai berwarna kuning masuk ke dalam bingkai jendela, angin pagi yang masih terasa dingin ikut masuk dan menyentuh ke pori-pori kulit pasangan suami istri yang masih terlelap dengan posisi mesranya.
Erick terlihat sangat posesif dalam tidurnya, tangannya masih betah merangkul perut bulat Alya, seraya tidak ingin wanita itu lepas dari dekapannya.
Alya yang merasa perutnya terasa berat, mulai mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya, kemudian sedikit memicingkan kedua netranya, beradaptasi dengan cahaya yang masuk ke dalam kamar.
Lalu seketika itu juga kedua netra wanita itu membulat melihat wajah Erick yang begitu dekat dengan posisi wajahnya.
“Ganteng....,” gumam puji Alya, melihat Erick masih tidur.
Untuk pertama kali wanita itu bangun tidur, dalam posisi di rangkul oleh seorang pria, siapa lagi kalau bukan suaminya. Sungguh jodoh yang aneh menurut wanita itu.
__ADS_1
Wanita itu menatap teduh pria yang masih terlelap dalam tidurnya.
“Mampukah aku membuka hati untukmu, Pak Erick,” gumam Alya dengan suara paraunya.
“Wanita mana yang tidak akan jatuh cinta dengan pria yang berwajah ganteng, seorang CEO. Mereka rela untuk mendapatkan perhatian Bapak, mereka rela di jadikan simpanan,” gumam Alya kembali mengingat karyawati perusahaan Pratama yang tergila-gila dengan Erick.
Tangan mungil wanita itu menyentuh rahang pria itu, dan mengusapnya. “Benarkah Pak Erick mencintaiku, bukan karena aku sedang hamil anaknya, atau aku yang cantik?” tanya Alya bermonolog.
Aku mencintaimu bukan karena ada anakku, sayang......batin Erick menjawab pertanyaan Alya.
“Yakinkan aku, jika Pak Erick mencintaiku bukan karena anak atau wajah cantikku,” lanjut Alya bermonolog.
Aku janji akan menunjukkan rasa cinta dan sayang padamu, sayangku....Alya istriku......batin Erick kembali menjawab.
“Aah.....kenapa jadi ngomong sendiri, udah kayak orang gak waras aja...ck,” berdecak lidah Alya.
Kruyuk...kruyukk....
“Ya Allah nak, kalian lapar ya nak. Maafin mommy bangunnya ke siangan. Sabar ya Nak, mommy bangun dulu, abis itu mommy makan biar perut kalian berdua tidak berbunyi nyaring,” gumam Alya, wanita itu kemudian menepuk bahu pria itu.
“Pak...... Pak Erick.....bangun dong,” ujar Alya sambil menggoyangkan bahu Erick, agar bangun dari tidurnya.
“Eeugh.......,”leguhan terdengar dari mulut pria itu, kemudian pria itu pura-pura membuka salah satu matanya.
“Mommy, sudah bangun....,” ujar Erick dengan suara seraknya.
“Sudah bangun dari tadi...,” jawab Alya, kemudian wanita itu bangun dari pembaringannya.
Melihat istrinya bangun dan masih dalam posisi duduk di atas ranjang, pria itu ikut bangun dari pembaringannya kemudian memeluk Alya dari belakang. ”Pagi istriku, mommynya baby twin,” sapa Erick, kemudian mengecup lembut tengkuk Alya, membuat bulu kuduk Alya merinding.
“Gak usah pakai cium segala, geli....ah.”
“Biasakan kalau di cium sama suami.”
Alya mengedikkan bahunya, geli dengar kalimat Erick.
“Pak Erick, anak-anaknya lapar,”
“Anak-anak daddy mau sarapan apa mom?”
__ADS_1
“Mereka berdua mau makan nasi goreng buatan Pak Erick, pakai telur mata sapi dua biji, bisa?” pinta Alya sembari menyeringai.
Sesekali ah kerjaiin Pak Erick
Pria itu menggaruk-ngaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. ”Alya, saya tidak bisa masak. Biar cheff aja yang masak ya,” jujur Erick, sepertinya permintaan Alya jadi petaka buat pria itu
Bibir Alya mengerucut,” ya sudah berarti nanti malam, saya tidur di kamar tamu,” ancam Alya., kemudian wanita itu beringsut dari atas ranjang.
“Gak....gak boleh...sayang....gak boleh tidur di kamar tamu,” Erick gelagapan, ikutan beranjak dari ranjang.
“Ya udah kalau mau saya tetap tidur sama Pak Erick, masakkin saya nasi goreng pakai telur mata sapinya dua, kuning telurnya harus bulat gak boleh pecah!!” pinta Alya.
Dari pada istrinya nanti malam pindah kamar lebih baik dituruti permintaan ibu hamil, walau pria itu tidak yakin bisa masak nasi goreng. Karena seumur hidup tidak pernah masak, walau cuma masak telor ceplok.
“Buat istriku, saya masak nasi goreng yaa...jangan mengancam pindah kamar lagi ya,” bujuk Erick.
“Tergantung, kalau Pak Erick ketahuan masaknya di bantu sama cheff, jadi siap-siap Pak Erick nanti malam tidur sendiri,” balas Alya.
“Ampun sayang, saya gak mau tidur sendiri........iya ini saya cuci muka dulu, baru ke dapur masak nasi goreng ya,” ujar Erick, lalu bergegas ke kamar mandi.
Alya menahan rasa gelinya setelah berhasil melihat wajah melas Erick, di ancam dirinya akan pindah kamar.
bersambung........
"Kalau sayang sama istri, buatin nasi goreng dong Pak Erick."
__ADS_1