Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Dua istri berkumpul


__ADS_3

Sekejab Alya terkesiap, melihat seorang CEO bikin susu buat dirinya. “M-makasih, padahal saya juga bisa bikin sendiri susunya.....lain kali tidak usah repot-repot Pak Erick,” kagok jadinya Alya.


“Ya udah sekarang di minum mumpung masih hangat.”


“Mmm.....” gumam Alya, mulai menyesap susu promil buatan calon daddy.


Aneh........tumben nih orang lagi baik........biasanya suka teriak......ah jadi serem kalau kayak begini lihatnya.


Alya berusaha tenang, ketika Erick masih memandang dirinya. Sepertinya Erick lagi salah minum obat.


“Ini minum vitaminnya yang sudah di resepkan Dokter Dewi,” Erick menyodorkan dua kapsul vitamin ke tangan Alya.


“Saya ambilkan air putihnya dulu,” ujar Erick melihat tidak ada air minum, pria itu kembali ke dapur.


Tak lama pria ganteng itu memberikan gelas ke tangan Alya, sedangkan Alya menatap Erick dengan tatapan curiga, “Kamu jangan sampai ke ge-eran atas perhatian saya, ini demi program inseminasi, dan itu tidak lebih!!”


“Uhuk.......uhukk.....uhukk.....” Alya langsung tersedak saat minum vitamin. Erick langsung mengelus punggung Alya, akan tetapi punggung Alya langsung menjauh agar tidak di sentuh oleh Erick.


“Tenang Pak Erick, saya tidak akan ge-er dengan perhatian Pak Erick!!” balas Alya, dengan senyum sinisnya.


“Ma, saya berangkat kerja dulu ya.” Pamit Alya, wanita itu langsung mengambil tasnya yang sudah di taruh di meja dan berlalu melalui Erick begitu saja.


“Ya nak.”


“Alya, tunggu kita bareng ke kantornya!” Erick berusaha menahan Alya yang sudah berlalu darinya, “maaf Bu......saya pamit ke kantor dulu,” ujar pamit Erick.


“Ya nak Erick.”


Pas Alya keluar rumah, pas pula ada ojek online lewat, di panggilnya ojek tersebut. Dan untungnya mau membawa Alya ke kantor tanpa aplikasi.


“Alya........” panggil Erick, melihat Alya sudah naik ojek.


Tanpa perhatianmu Erick, wanita berkacamata itu bisa berdirikari sendiri dan tak bergantung pada sosok laki-laki.


“Alya........” panggil kembali Erick sambil mengejar motor yang membawa Alya, akan tetapi kecepatan motor tidak bisa di uber oleh langkah kaki pria itu.


“Cih........emangnya gue butuh perhatian loe!!” gumam Alya bermonolog.

__ADS_1


Erick yang tak bisa mengejar Alya, akhirnya masuk ke dalam mobilnya, dan meminta ke sopir pribadinya untuk bergegas ke kantornya.


🌹🌹


Perusahaan Pratama


Ojek yang membawa Alya sampai juga di depan luar lobby perusahaan Pratama tempat wanita itu bekerja. Dan tanpa di duga, Alya bertemu dengan Agnes di lobby.


“Alya, nanti sekitar jam sepuluh kamu ke ruangan saya,” pinta wanita cantik itu.


“Baik Bu Agnes,” jawab sopan Alya.


Pertemuan singkat di lobby, Agnes berlalu duluan ke lift, sedangkan Alya sengaja melambatkan langkah kakinya, agar tidak satu lift dengan Agnes istri Erick, sekaligus bos di perusahaan pratama. Tidak ada tawaran dari Agnes untuk barengan masuk ke lift. Tetaplah namanya Bos, pasti punya sikap sombong dengan para karyawannya, ditambah wanita cantik itu istri CEO mereka, jadi hampir semua karyawan segan dengan Agnes.


“Hai......asisten....,” sapa Fitri sambil menepuk bahu Alya.


“E-eh.....di kiraiin siapa, ternyata si boneka barbie,” celetuk Alya setelah menoleh ke belakang.


“Masuk....masuk.....cepetan......pintu liftnya sudah ke buka!” seru Fitri, sambil menarik lengan Alya......agar mereka segera masuk lift.


“Gimana udah mendingan sakit loe?” tanya Fitri sambil mengecek tubuh teman kerjanya.


“Tahu gak Alya, gak ada loe, kerjaan finance berantakkan nih!” lapor Fitri.


“Lah kan ada manager, masa bisa berantakkan.”


“Manager cuma jabatannya saja, makan gaji buta, kerjaannya hanya bisa perintah doang, tapi tidak bisa mengarahkan. Ujung-ujungnya......kita yang bawahan jadi sasaran kalau ada yang salah. Sumpah dua hari gak ada asisten manager sepintar loe. Kita kewalahan. Kenapa bukan loe aja sih yang jadi atasan kita,” gerutu Fitri, mengeluarkan uneg-uneg.


“Hush......ngomongnya di saring neng, nanti kalau ada yang dengar gak enak. Loe kan tahu manager finance kita masih kerabat Bu Agnes. Ada yang gak suka dengan ucapan loe, nanti loe bisa di pental jauh ke anta berantah,” ujar Alya pelan.


“OOOO.......” bibir Fitri membulat.


Ting........pintu lift terbuka di lantai tujuh, Alya dan Fitri buru-buru keluar dari lift.


“Untung loe ingetin gue, kalau enggak bisa kebablasan ngomongin saudaranya Bu Agnes.” Fitri sambil jalan menuju ruangan finance, sambil laporan ke Alya beberapa masalah yang di hadapi selama Alya tidak masuk kerja.


Baru saja Alya masuk ke ruang kerjanya, dan mendaratkan bokongnya ke kursi. Beberapa staf finance langsung masuk ke ruangannya, untuk laporan dan minta arahan dari asisten manager ini. Dengan penuh kesabaran Alya menanggapi staffnya, membantu mengecek pekerjaan mereka lalu mengarahkan jika ada kesalahan. Ya begitulah Alya walau sesekali terlihat bar-bar, tapi wanita itu tipe pemimpin yang bijaksana dan bertanggung jawab dalam bekerjanya.

__ADS_1


Jam 10.00 wib.


Sesuai dengan permintaan Agnes, kini wanita berkacamata itu sudah berada di ruang kerja wanita cantik itu.


Dirinya sekarang sedang di tatap oleh pasangan suami istri, Erick dan Agnes.


Agnes meletakkan map di atas meja,”dua hari lagi kamu akan menikah dengan suami aku, dan segera melakukan inseminasi. Dengan ini aku buatkan kesepakatan kita di atas kertas, dan Mas Erick akan menjadi saksi, serta satu orang lagi, kebetulan belum datang. Silahkan kamu baca dulu, takut ada yang kurang,” pinta Agnes.


Di ambilnya map berwarna biru tersebut, lalu di baca surat kesepakatan itu dengan kejelian yang penuh, jangan sampai ada yang terlewatkan.


TOK......TOK......TOK......


“Assalamualaikum mbak Agnes, mas Erick,” sapa Delila yang baru tiba.


“Walaikumsalam,” jawab serempak mereka bertiga.


Delila melihat Alya di dalam ruangan Agnes langsung melotot, dan segera duduk di samping Erick.


“Mas Erick, ini wanita yang semalam aku ceritakan. Yang tiba-tiba menumpahkan minum ke bajuku dan menjambak rambutku di coffe shop. Dia sudah mempermalukan aku! Apa dia karyawan di sini?” tanya Delila.


Alya mengerutkan dahinya, dan menatap wanita yang berada di samping Erick.


“Maksud kamu, Alya....!” tunjuk Erick ke wanita berkacamata.


“Iya mas Erick, wanita jelek itu yang telah membuat aku malu di depan orang banyak. Pecat wanita itu, Mas Erick!!” pinta Delila mulai terisak-isak.


Sedangkan Alya dengan tatapan sinisnya, menyilangkan kakinya dan bersedekap. Melihat drama queen yang sedang dimulai.


Erick dan Alya saling bersitatap, seakan sedang menunggu reaksi dari mereka masing-masing.


“Ayo Mas Erick, wanita jelek itu telah melukai dan mempermalukan istrimu ini,” tangis Delila. Sedangkan Agnes sedang berusaha mencerna ucapan Delila madunya.


Apa wanita itu istri Pak Erick, wow luar biasa sudah punya istri lagi ya....selain Bu Agnes.......batin Alya kaget.


Sesaat wajah Erick terlihat ingin emosi dengan Alya atas perilakunya dengan istri keduanya, dan kedua tangannya mulai terkepal. Alya menarik sebelah bibirnya ke atas, tidak menyangka CEO nya memiliki dua istri. Wanita berkacamata itu bisa membaca raut wajah Erick yang sedang menahan emosinya.


bersambung.....

__ADS_1




__ADS_2