
Mansion Utama.
“Aku ingin minta bantuan Papa,”
“Kamu minta bantuan apa?”
“Dulu papa bisa merekayasa kecelakaan teman papa tanpa ada yang curiga. Aku minta papa bantu aku melenyapkan nyawa istri baru Mas Erick, Alya.”
Terkepal sudah salah satu tangan Erick begitu eratnya, rahang pria itu mengeras......hingga tulang pipi pria itu terlihat jelas. Inikah sosok wanita yang di nikahi, sejahat inikah hati wanita yang telah dia nikahi selama sepuluh tahun. Wanita yang dulu dia puja puja di depan kedua orang tuanya, hingga menghiraukan masukkan dan penolakkan Mama Danish ketika pria itu mengejarnya, hingga sampai melamarnya.
Rasa geram, amarah dan kecewa mulai bergelut di hati pria itu. Tapi berusaha menahan agar tidak meledak di kediaman orang tuanya.
“Nyonya.......ini di minum dulu airnya,” Wiwin menyodorkan gelas yang berisi air putih.
Dengan tangan gemetarnya, Mama Danish mengambil gelas dari Wiwin, kemudian meneguknya dengan gigi yang gemertak akibat getaran tubuh yang belum hilang sedari tadi, semenjak mendengar langsung percakapan itu di rumah sakit.
Melihat Mama Danish gemetaran, Erick segera membantu memegang gelas yang di pegang Mama Danish, takut gelasnya terlepas begitu saja ke lantai.
“Mau Erick, panggilkan Dokter....mah.”
“Tidak usah nak, mama hanya masih shock saja.....nanti juga reda,” tolak Mama Danish, salah satu tangan tuanya mengurut dadanya.
“Inikah wanita yang kamu nikahi selama sepuluh tahun.....Erick, serigala berbulu domba. Malang sekali nasibmu nak,” keluh Mama Danish, pelan.
Pria yang memiliki rupa yang ganteng itu tertunduk menyesal di hadapan mama Danish. Dia saja juga tidak menyangka jika Agnes bisa sampai punya niat melenyapkan Alya yang sedang mengandung anaknya, jika tidak mendengar rekaman secara langsung dari handphone mama Danish.
“Erick akan bertindak mah, agar semuanya tidak sampai terjadi. Tapi bagaimana saya mau menjaga Alya, sedangkan tidak tahu keberadaannya sekarang. Mama saja tidak mau memberitahukan kepada saya di mana Alya berada.”
“Mama sendiri juga tidak tahu keberadaan Alya, Bu Yanti tidak memberitahukannya. Sekarang sebaiknya mengawasi tindak tanduk Agnes beserta papanya. Selagi kamu mencari Alya, dan-----,” ingin rasanya Mama Danish menyuruh anaknya pisah dengan wanita iblis itu, tapi apa daya wanita tua itu tidak ingin ikut campur. Biarlah anaknya sendiri yang memutuskan masalah rumah tangga.
“Erick akan memutuskan akan berpisah dengan Agnes,” sela Erick sebelum mama Danish melanjutkan ucapannya.
“Kamu yang menjalankan, kamulah yang memutuskannya. Wanita itu dari awal pilihan kamu, jadi hanya kamu yang bisa mengakhirnya. Mama hanya ingin membuka matamu, menunjukkan siapa wanita itu sebenarnya,” balas Mama Danish.
Pria itu menghembuskan napas kasarnya ke udara,”ya Mah, terima kasih masih sempat merekam pembicaraan mereka berdua. Paling tidak ini jadi salah satu bukti kejahatan. Sekarang Erick kembali ke kantor dulu,” ujar pamit Erick.
“Ya......” jawab Mama Danish, kali ini wanita tua itu terlihat lega.
__ADS_1
Erick meninggalkan mansion utama dengan wajah terlihat garang.
“Rocky, ajak teman kamu, segera ke kantor siang ini juga,” perintah Erick melalui sambungan handphonenya.
“Baik Tuan, kami segera ke sana,” jawab Rocky dari seberang.
🌹🌹
Perusahaan Pratama.
Kepergian istri yang sedang mengandung, belum sempat dicari sudah menjadi pukulan berat bagi sosok pimpinan perusahaan pratama. Sekarang istri yang ada di penglihatannya, sudah berniat untuk melenyapkan madunya. Aura dingin, datar kembali terpancar di sosok pria itu ketika datang ke perusahaannya, membuat para karyawan segan untuk menyapa atau berpapasan.
“Wah Pak Bos bahaya nih, Nyonya Agnes........udah ada niatan mau menghilangkan nyawa Alya,” ucap Rio ketika mendengar rekaman percakapan dari handphone Erick.
“Nanti Rocky beserta team akan ke sini jadi saya harap kamu bisa bantu saya untuk urusan perusahaan dulu. Karena saya ingin mencari keberadaan istri saya........Alya,” tegas Erick.
“Siap Pak Bos, siap di laksanakan,” balas Rio dengan posisi tubuh tegaknya.
Tak menunggu waktu lama di kantor, Rocky dan teamnya sudah datang menghadap tuannya.
Beberapa orang akan berpencar mencari keberadaan Alya sesuai perintah Erick. Sedangkan beberapa orang akan mengawasi dan mengikuti tindak tanduk Agnes, dan meletakkan seorang pelayan sebagai mata-mata di mansion Erick.
Demi memudahkan mengawasi gerak gerik Agnes, Erick harus menahan diri untuk berpisah dari Agnes, sementara. Karena jika langsung berpisah, maka pria itu tidak bisa memantaunya secara dekat.
🌹🌹
Rumah Sakit SM
Erick menatap datar ke arah Agnes yang sedang menikmati makannya.
“Mas Erick, kamu datang....,” ujar Agnes dengan senyum sumbringahnya, melihat kedatangan suaminya, bagaikan mendapatkan harta karun.
“Ya saya datang, untuk mengecek kondisi kamu,” balas Erick dengan posisi berdiri yang lumayan jauh dari ranjang Agnes berada.
“Mas Erick, maaf ya kalau aku semalam sempat kesal dengan mas karena Alya, aku salah,” ucap Agnes dengan lembutnya.
__ADS_1
“Ya........mulai sekarang kamu tidak perlu cemburu lagi dengan Alya, saya dengan Alya sudah memutuskan untuk berpisah. Dan sekarang kita berdua akan hidup berdua seperti dulu lagi,” ujar Erick mengulas senyum tipis.
Kedua netra Agnes terbelalak,”h-hah.....yang benarkah Mas Erick.......Mas Erick sudah berpisah dengan Alya.......,” tubuh Agnes terguncang atas rasa bahagia, mendapat kabar yang selalu dia inginkan. “Peluk aku mas, aku bahagia mendengarnya....terima kasih banyak Mas sudah mengabulkan permintaan aku,” wanita itu merentangkan kedua tangannya, agar Erick mau memeluknya.
“Perut saya masih mual jika dekat denganmu,” tolak Erick untuk memeluk Agnes.
Bibir wanita itu mengerucut kesal,” tapi aku rindu dengan pelukanmu Mas Erick,” ujar Agnes dengan nada kesal manjanya.
Pria itu hanya bisa menyunggingkan senyumannya, sambil memaki wanita itu di batinnya sendiri.
“Yuni kemasi semua barang Nyonya Agnes, karena sore ini sudah bisa keluar dari rumah sakit,” perintah Erick.
“Baik Tuan,” jawab Yuni, yang turut berada di ruangan.
Ericklah yang meminta pihak rumah sakit untuk mengizinkan Agnes di rawat jalan, tidak perlu berlama-lama di rumah sakit.
Wajah Agnes terlihat berseri-seri, mendengar kepulangannya kemudian akan kembali memiliki suami seorang diri tanpa di madu. Hatinya begitu bahagia.
Sedangkan hati Erick seperti sedang di iris-iris oleh sebilah benda tajam melihat kebahagiaan yang merona terpancar jelas di wajah Agnes.
“Oh ya Mas, tadi pagi papa datang menjenguk ke sini. Kapan-kapan kita ajak papa makan bareng ya di mansion, udah lama loh Mas,” pinta Agnes, suara manjanya masih terdengar membuat pria itu ingin mengeluarkan isi perutnya ketika itu juga.
“Ya.....boleh,” jawab datar pria itu.
“Makasih Mas Erick,” jawab Agnes dengan lembutnya.
“Oh ya Mas, nanti aku bantu untuk pengurusan surat cerai dengan Alya....ya,” tawar Agnes, tapi kedua netranya seperti memohon.
“Tidak perlu, biar Rio saja yang mengurusnya,” tolak Erick, dengan ucapan tidak sesuai dengan kenyataannya.
Mulai detik ini aku harus berubah, aku harus bisa membuat Mas Erick kembali jatuh cinta, dan tidak berpaling kepada siapa pun......batin Agnes.
Aku bertahan sementara di samping Agnes, demi kamu...Alya.......demi keselamatan kamu dan anak kita berdua.....sayangku..batin Erick menangis.
bersambung.......
Halo Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalin jejaknya ya, biar semangat buat lanjutinnya 😊😊.
__ADS_1
Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹