
Pria ganteng itu mendekap istrinya yang berbadan dua itu ketika dia sudah sampai di butik milik istrinya.
Di usapnya dengan lembut punggung istrinya agar tidak sesegukkan lagi.”Sudah sayang, jangan berpikir yang buruk dulu. Rocky pasti akan melindungi Lili,” pria itu berusaha menenanginya.
“Hiks...hiks...tetap aja dad, mommy khawatir sama Lili, dia asistenku paling lama, dia sudah aku anggap sebagai adik sendiri. Aku takut kalau Lili terjadi sesuatu dad,” jawab Alya dalam pelukan suaminya.
Erick semakin mengeratkan dekapannya, walau tubuh mereka berdua terhalang dengan perut bulat istrinya.
“Daddy akan cari kabar terbarunya, sudah jangan menangis lagi ya. Daddy ada di sini,” Erick mengurai dekapannya, lalu menghapus air mata di pipi Alya dengan jemarinya.
Alya mengangguk pelan, dan mendongakkan wajahnya agar bisa menatap wajah suaminya, ada perasaan tenang ketika suaminya berusaha menenangi hatinya yang sedang kalut memikirkan nasib Lili, entah selamat atau tidak selamat. Ada rasa tidak rela dihati Alya ketika Lili berkorban untuk menggantikan posisinya, begitu hormat dan sayangnya Lili untuk Bu Bosnya.
Lili berani mengorbankan dirinya, bukan karena hanya sekedar balas budi semata kepada Alya, tapi buat Lili, Alya orang yang sangat berjasa bagi keluarga Lili. Di awali pertemuan yang tidak sengaja sang ibu Lili yang hidupnya terlunta-lunta karena ditinggalkan suami bejatnya, Alya mengajak Ibu Lili untuk belajar menjahit di butiknya setelah mahir menjahit, Alya memperkerjakan Ibu Lili.
Alya sering melihat Lili ikut ibunya setiap belajar menjahit di butiknya, padahal seharusnya Lili masih sekolah di bangku menengah keatas, namun keterbatasan ekonomi...Lili jadi putus sekolah.
Namun dibalik keadaan ekonomi Alya yang seadanya, wanita itu mengantarkan Lili kembali ke bangku sekolahnya untuk melanjutkan pendidikan, dan hal itu membuat gadis itu terharu dan senang menerima kesempatan dari Alya. Dengan kesempatan tersebut Lili penuh tekad untuk belajar kembali, dan berjanji akan selalu membantu Alya. Hingga akhirnya Alya memutuskan Lili menjadi asisten pribadinya.
Jika di sekitarmu ada seseorang yang membutuhkan bantuanmu, bantulah semampumu. Jangan tunggu kamu memiliki harta yang banyak, baru membantu orang lain. Dan jangan pernah mengharapkan balasan atas kebaikanmu, tapi cukup berharap pahala dalam setiap kebaikan yang kamu lakukan. Pesan almarhum Papa Rafli yang selalu di ingat oleh Alya.
Kini hidup Lili bersama Ibunya sudah bisa dibilang layak di Jakarta dengan penghasilan yang diterima selama bekerja di Butik Sadekh, tidak seperti pertama kali bertemu dengan Alya, tinggal di pemukiman yang tidak layak di tempati.
🌹🌹
Di tempat kejadian......
Rocky bergerak cepat ketika mobilnya kena tembakan, langsung mengerem mendadak dan menghentikan laju mobilnya.
Ketika bunyi tembakan terjadi, Joni langsung menarik tubuh Lili agar merunduk ke bawah jok mobil. Dan dengan tubuh Joni pun melindungi tubuh Lili agar tidak kena tembakan.
Sebagian polisi berhenti di tempat kejadian. Rocky dengan keningnya yang terluka karena sempat terbentur stir mobil sendiri ketika mengerem mendadak, langsung melihat keadaan di bangku penumpang. Kemudian pria itu keluar dari pintunya, lalu membuka pintu penumpang. Dibantu dengan beberapa aparat polisi, Rocky mengangkat Lili yang sudah tidak sadarkan diri. Sedangkan Joni kondisinya masih sadarkan diri tapi lengannya seperti kena tembakan yang menembus kaca mobil.
Tak lama mobil ambulance tiba, para medis langsung memberi pertolongan pertama kepada Joni, lalau segera di larikan ke rumah sakit terdekat.
Sedangkan Lili, dengan tubuh gagahnya Rocky mengangkat Lili seorang diri tidak terima bantuan orang lain, dan membawa masuk ke dalam mobil patroli, dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat juga.
Hati Rocky agak tenang setelah memindai tubuh Lili dari ujung kaki sampai ujung rambut, tidak ada yang terluka. Tapi wanita itu masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
🌹🌹
Rumah Sakit
Rocky sudah memberikan kabar terbaru kepada Tuannya, setelah Lili dan Joni sudah ditangani oleh dokter.
Erick yang masih menggenggam erat tangan istrinya setelah keluar dari mobil, terlihat was was dengan langkah kaki si bumil yang begitu tergesa-gesa memasuki lobby rumah sakit.
“Sayang, jalannya jangan cepat-cepat, ingat perut mommy ada anak-anak,” imbuh Erick, andaikan perut istrinya bisa di pindahi ke perut pria itu, mungkin akan membiarkan istrinya untuk berlari.
Sedangkan ini, pria itu terasa ngilu melihat istrinya sambil memegang perut bagian bawahnya, lalu irama langkah kakinya begitu cepat, setengah berlarian.
“Mommy mau cepat lihat keadaan Lili,” tukas Alya.
Susah sudah pria itu tidak bisa menghentikan kemauan istrinya, dari pada menangis. Dari kejauhan mereka melihat Rocky duduk dengan salah satu polisi di depan ruang IGD.
“Pak Rocky,” panggil Alya ketika sudah dekat.
“Tuan, Nyonya,” Rocky langsung berdiri.
“Bagaimana keadaan Lili, kalau Lili sampai terluka, saya tidak akan mengampuni kamu, Pak Rocky, nanti saya akan suruh dokter menyunat benda pusakamu sampai habis!" ancam Alya.
“Awas.....kalau Lili terluka, tak potong sampai habis, tadi Pak Rocky udah janji akan melindungi Lili,” kembali mengancam si bumil.
Bagaimana Rocky mau kasih tahu keadaan Lili, kalau Nyonya nya belum selesai cerocosnya
“Mommy, sudah jangan mengancam Rocky. Mommy gak lihat Rocky terluka, di keningnya ada perban,” imbuh Erick.
“Pokoknya mommy gak mau tahu!!”
“Tenang Bu, kondisi korban yang wanita hanya shock saja tidak ada yang terluka, sekarang sedang di tangani oleh dokter di ruang IGD, sedangkan untuk korban yang pria terkena goresan peluru di lengannya, untuk tidak menembus ke lengannya,” polisi yang menemani Rocky membantu memberitahukannya.
“Syukurlah, kalau Lili selamat,” ucap Alya, sudah mulai bisa bernapas lega, walau belum melihat secara langsung.
“Sekarang pelakunya bagaimana Pak?” tanya Erick.
“Para pelaku sudah langsung di tangkap, sekarang sudah di kantor polisi. Saya harap Rocky beserta kedua korban bisa menjadi saksi kejadian ini,” ujar Pak Polisi.
__ADS_1
“Siap, saya bersedia menjadi saksi,” balas Rocky.
“Pak, kami bisa bertemukah dengan pelakunya?” tanya Alya.
“Boleh Bu, bisa langsung datang ke kantor polisi.”
“Mommy, mau bertemu dengan mereka?” tanya Erick dengan nada ragu-ragu.
“Ya dad, mommy ingin bertemu,” jawab yakin Alya ingin bertemu.
Wanita itu menatap Rocky.” Saat ini posisi Pak Rocky aman tidak jadi di sunat lagi, tapi tugas Pak Rocky sekarang harus bertanggung jawab jagaiin Lili dulu sampai kondisinya stabil. Awas jangan sampai di apa-apain!!” titah Alya.
Rocky menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya.
“Kalau saya bertanggung jawab sampai punya anak dan menua sama Lili, boleh gak Nyonya,” tanya Rocky.
PUG!!
Si bumil dengan tas jinjingnya menepuk bahu Rocky.
“Enak aja bertanggung jawab sampai punya anak, nikah aja belum. Tiba-tiba mau punya anak. Daddy nih ajudannya harus di tatar ulang nih!!” ketus Alya.
“A-anu Nyonya maksudnya nikah sama Lili dulu baru punya anak,” langsung ralat omongannya.
“Gak bisa...gak boleh....Pak Rocky harus ikutan ujian dulu kalau mau nikah sama Lili!!” sahut Alya sambil menarik tangan suaminya. Rocky hanya bisa melongo mendengarnya.
“Tapi kok Pak Rio gak pakai ujian sama Suster Via, kalau saya kok harus ikutan ujian, Nyonya?”
“Kalau Lili beda, ayo Daddy....kita ke kantor polisi,” pinta Alya.
“Nyonya Alya, ujiannya kapan di mulai?” teriak Rocky, melihat Alya dan Erick sudah melangkah menjauhi ruang IGD.
“Kapan-kapan, Pak Rocky,” sahut Alya dari kejauhan.
“Alamat susah nih buat dekatin Lili,” gumam Rocky, sambil menatap pintu ruang IGD.
__ADS_1
*bersambung......
Sedikit info Kakak Readers untuk yang mengikuti kisah Salma dan Kavin, bab barunya sedari kemarin masih di tahan NT. Mohon bersabar ya 🙏*