
Butik Sadekh
Sesuai permintaan bumil yang ingin mengecek keadaan butiknya, Erick mengantar terlebih dahulu istrinya sebelum pria itu balik ke kantornya.
“Ingat pesan daddy, jangan kecapean. Nanti setelah daddy selesai rapat, segera jemput mommy,” ujar Erick, sudah wanti-wanti sama bumil.
“Siap daddy, mommy akan ingat,” jawab Alya.
Pria itu kembali mendekap tubuh bumil, pelukan hangat untuk suami istri ini bagaikan energi buat mereka berdua. Lalu mengecup kening Alya, hati pria itu rasanya gak rela meninggalkan istrinya di butik, sedangkan dia juga punya kepentingan yang lain, jadi harus di paksa rela.
Kemudian pria itu memajukan wajahnya ke perut besar istrinya.”Anak-anak daddy, jangan bikin mommy lelah ya sayang. Daddy sayang kalian semua,” ucap Erick, lalu mengecup perut bulat wanita itu, berulang kali.
“Rocky dengan beberapa ajudan stand by di sini ya, mom,” ujar Erick memberitahukan.
“Iya dad, udah jangan lama-lama, nanti telat rapatnya,” pinta Alya.
Sungguh berat langkah kaki pria itu untuk masuk kembali ke dalam mobil, ingin rasanya menarik lengan istrinya, dan membawa ke kantornya agar selalu berada di sampingnya. Akan tetapi istrinya juga punya tanggung jawab dalam bisnisnya, yang harus tetap dia awasi.
Pria itu kembali mengecup bibir ranum istrinya.”I love you,” ucap Erick ketika sudah melepaskan kecupan.
“Love you too...,” balas Alya, sambil mengusap bibir suaminya, untuk menghilangkan sedikit bekas lipstiknya yang menempel.
“Rocky, jaga Nyonya....jangan sampai teledor!” titah Erick.
“Baik Tuan, siap di laksanakan,” jawab Rocky dengan suara yang meyakinnya.
Merasa hatinya sudah oke untuk meninggalkan istrinya, pria itu baru masuk kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke Perusahaan Pratama.
Rocky beserta beberapa temannya langsung berbagi tugas, dan posisi. Dan tak jauh dari tempat butik Sadekh, ada sepasang mata mengamati keadaan di sana.
Berhubung sudah lama tidak mengawasi butiknya, wanita itu mulai mengeceknya di awali dari display butiknya, kemudian laporan penjualan.
“Lili, nanti suruh anak-anak keluarin koleksi terbaru ya. Segera di display, menggantikan yang lama,” pinta Alya.
“Baik Bu Alya, “ sahut Lili.
“Mas Bram, bagaimana produksi kita, lancarkah?” tanya Alya.
“Semua berjalan lancar, ooh iya kita dapat beberapa permintaan strore baju anak-anak untuk menyuplai koleksi produksi kita ke store mereka,” Bram menunjukkan beberapa surat permintaan yang sudah di terimanya, tinggal menunggu keputusan Alya.
__ADS_1
“Kalau begitu kita terima aja Mas Bram, nanti aku buatkan desain terbaru untuk koleksi baju anak-anaknya.”
“Oke berarti nanti aku cek kebutuhan produksinya di gudang bahan,” balas Bram.
Di sela-sela Alya sedang koordinasi kerja dengan Bram, Lili dan beberapa karyawannya di ruang kerjanya di lantai dua.
Di lantai satu ada beberapa orang masuk yang ingin belanja baju di butik Sadekh, dan karyawan yang bertugas sebagai pelayan, melayani calon pembelinya dengan baik, akan tetapi para pelayan tidak menyadari jika mata calon pembeli tersebut sedang menyelidiki sesuatu. Rocky yang kebetulan sedang berada di lantai satu, menangkap hal yang aneh pada calon pembeli tersebut.
Cukup lama calon pembeli itu memilih-milih baju, tapi belum menentukan pilihannya.....hampir satu jam, sedangkan pelayan sudah cukup sabar menemaninya.
Sepertinya orang-orang ini sangat mencurigakan......batin Rocky mulai waspada.
Sang ajudan mulai mengirim pesan singkat kepada rekan-rekannya, untuk siap menjalannya strategi yang telah di atur oleh Rocky.
Salah satu rekan Rocky sudah datang untuk menggantikan posisi Rocky, sedangkan pria itu akan ke lantai dua.
“Maaf Nyonya, saya mengganggu sebentar,” Rocky yang sudah masuk ke ruang kerja Alya, langsung menyela pembicaraan, yang masih meeting.
“Ya ada apa Pak Rocky?” tanya Alya.
“Ada hal genting yang harus saya sampaikan,” ujar Rocky.
Rocky segera menceritakan keadaan yang mencurigakan di lantai satu, dan menurut praduga dia, salah satu pembeli itu adalah Agnes yang sedang menyamar bersama teman-temannya atau orang bayaran. Memang Agnes sudah di lepaskan oleh Erick untuk mengumpan Cokro, atau lebih pastinya memancing kelakuan mereka berdua.
Di lepasnya Agnes bukan berarti di biarkan begitu saja, Rocky tetap menugaskan anak buahnya untuk mengawasi gerak gerik wanita itu. Alhasil ternyata wanita itu cukup berani untuk mendekati area butik Sadekh.
“Lalu kita harus bagaimana, Pak Rocky?” tanya Alya.
“Kita butuh wanita yang bisa menyerupai Nyonya, untuk memancing mereka mengikuti kami,” ujar Rocky sambil melirik ke beberapa karyawan butik.
“Saya bersedia menggantikan posisi Bu Alya,” ujar Lili dan Karin bersamaan.
“T-tapi...ini berbahaya Lili, Karin,” cemas si bumil.
“Jangan khawatir Nyonya, kami akan menjaga keselamatan karyawan Nyonya,” Rocky berusaha untuk meyakinkan Alya, jika semuanya akan aman dalam rencana yang akan di lakukan.
“Kalian berdua benaran akan menyamar seperti saya?” tanya Alya penuh rasa khawatir takut terjadi sesuatu.
“Ibu Alya jangan khawatir, Ibu Alya selama ini sudah berjuang untuk kami. Sekarang sudah waktunya kami membantu Ibu,” jawab Karin. Sedangkan Lili menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Saya hanya membutuh wanita yang tingginya sama dengan Nyonya, nanti bagian perut hamilnya menggunakan bantalan tambahan, saya juga butuh dress hamil, serta wig yang menyerupai rambut nyonya, sedangkan wajah cukup pakai masker,” pinta Rocky.
“Berarti saya yang menyamar, Pak,” tunjuk tangan Lili, karena wanita itu tingginya sama dengan Alya.
Alya hanya bisa menghela napas panjang, ketika Lili menunjukkan dirinya.
“Untuk dress, nanti Lili pakai punya saya biar tidak di curigai. Sedangkan bantalan hamil ada di manekin begitu juga wig rambut. Nanti bisa Karin ambil di bawa diam-diam,” ujar Alya.
“Ok kalau begitu kita siap laksanakan strateginya,” ujar Rocky.
Meeting Alya akhirnya cepat selesai karena terjadi sesuatu, Karin mulai turun ke bawah bak karyawan biasa saja, mengambil yang di perlukan untuk penyamaran Lili. Dan ternyata benar memang menurut temannya ada pembeli yang agak aneh, dan masih ada di dalam butik. Karin melirik sebentar, lalu bergegas mengambil apa yang dibutuhkan.
Sejam kemudian......
Semoga semua berjalan dengan lancar.....batin Alya.
Alya kedua sudah turun dari lantai dua di temani oleh Bram, Rocky. Sedangkan Alya bersembunyi di ruang kerjanya, di temani oleh Lili dan dua anak buah Rocky.
Alya kedua jalan layaknya ibu hamil dan terlihat tenang. Pembeli yang masih di lantai satu, saling memberikan kode, untuk mengikuti wanita hamil itu.
Rocky layaknya ajudan membukakan pintu mobil untuk Alya kedua, dua ajudan turut masuk ke dalam mobil wah itu, sedangkan Rocky yang memegang kemudi mobil. Bram hanya mengantar sampai mobil saja, agar tidak ada kecurigaan.
bersambung.....
Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 👣👣 like, komen, point, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan klik favorit. Makasih sebelumnya 🙏😊
__ADS_1