
Acara syukuran masih berlangsung, semua tamu sedang menikmati jamuan yang tersedia sembari saling beramah tamah. Alunan musik yang dinyanyikan oleh sang penyanyi menambah suasana acara menjadi meriah dan terasa hangat.
Alya masih menyapa rekan bisnis Papa Bayu di temanin oleh Mama Danish, Erick tiba-tiba saja menghilang tidak berada di sisi bumil. Sedangkan Mama Yanti sedang beramah tamah dengan tetangga rumah mereka yang di undang ke acara syukuran. Adik Alya si Sultan tidak bisa datang ke Jakarta karena sedang ujian akhir, jadi hanya bisa menyapa kakaknya dari sambungan telepon saja.
Alunan musik yang tadinya sang biduan menyanyikan lagu pop Indonesia, tiba-tiba berubah.....
Alunan musik memainkan salah satu lagu Daniel Bedingfield – If you’re not the one.
“Dulu wanita ini bukanlah satu satunya yang saya miliki, tapi berjalannya waktu. Hanya wanita ini yang ingin saya miliki satu-satunya tidak ada yang lain, sampai akhir hayat saya, istriku Alya Zafrina Sadekh, this song for you,” kata Erick yang tiba-tiba muncul dengan Rio yang membawa buket mawar merah, maklum tangan Erick hanya bisa memegang mic karena keterbatasannya.
Dari kejauhan pria ganteng itu mulai bernyanyi....
If you're not for me then why does this distance maim my life?Jika kau bukan untukku lalu mengapa jarak ini melukai hidupku?
If you're not for me then why do I dream of you as my wife?. Jika kamu bukan untukku lalu mengapa aku memimpikanmu sebagai istriku?
Wajah si bumil masih melongo, terbelalak melihat dan mendengar suara merdu suaminya untuk pertama kalinya. Begitu pula para tamu undangan terkesima melihat Erick menyanyikan sebuah lagu untuk istrinya.
I don't know why you're so far away. Aku tidak tahu mengapa kau begitu jauh
But I know that this much is true. Tetapi aku tahu bahwa ini benar
We'll make it through. Kami akan berhasil melewatinya.
And I hope you are the one I share my life with. Dan aku harap kamu adalah orang yang aku bagikan hidup aku.
And I wish that you could be the one I die with. Dan aku berharap kamu bisa menjadi orang yang menemani sampai aku mati.
And I'm prayin' you're the one I build my home with. Dan aku berdoa denganmu aku membangun rumahku.
I hope I love you all my life. Aku harap aku mencintaimu seumur hidupku.
I don't want to run away but I can't take it, I don't understand. Aku tidak ingin melarikan diri tetapi aku tidak tahan, aku tidak mengerti
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am? Jika aku tidak dibuat untuk kamu, lalu mengapa hati saya mengatakan bahwa aku adalah aku?
Is there any way that I can stay in your arms? Apakah ada cara agar aku bisa tetap berada di pelukanmu?
__ADS_1
'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away. Karena aku merindukanmu, tubuh dan jiwa begitu kuat hingga membuatku terengah-engah
And I breathe you into my heart and. Dan aku menghirupmu ke dalam hatiku dan
Pray for the strength to stand today. Berdoalah untuk kekuatan untuk berdiri hari ini.
'Cause I love you, whether it's wrong or right. Karena aku mencintaimu, entah itu salah atau benar.
And though I can't be with you tonight. Dan meskipun aku tidak bisa bersamamu malam ini
Langkah kaki pria itu semakin mendekati tempat bumil berdiri yang masih penuh rasa keterkejutannya dan rasa terharu, bercampur menjadi satu.
You know my heart is by your side. Kamu tahu hati aku ada di sisi kamu.
I don't want to run away but I can't take it, I don't understand. Aku tidak ingin melarikan diri tetapi aku tidak tahan, aku tidak mengerti.
Wanita cantik itu hanya bisa terdiam, terpaku....ketika menerima buket mawar.
Kemudian pria itu menekukkan salah satu kakinya, lalu berlutut di hadapan dirinya. “Alya Zafrina Sadekh, aku bukan pria yang sempurna, mungkin juga bukan pria yang dulu kamu impikan sebagai pasangan hidupmu.” Erick diam sejenak sambil menatap hangat istrinya yang kedua netranya mulai berbinar-binar.
“Izinkan pada kesempatan hari ini, aku...Erick Triyudha Pratama melamar, meminang wanita berkacamata yang bernama Alya Zafrina Sadekh...wanita yang sering membuatku marah, wanita yang sering membuatku kesal, wanita yang bisa membuatku merasakan arti sakit di tinggalkan dan menangis.”
Kembali lagi sang asisten membantu Pak Bosnya, mengambil mic dari tangan bosnya, kemudian memberikan kotak kecil berwarna merah.
Jantung Alya semakin berdebar-debar kencang. Sedangkan semua mata para tamu masih tertuju pada tuan rumahnya.
“Alya Zafrina Sadekh maukah engkau menikah denganku, menjadi istriku, ibu dari anak-anakku, menjadi partner, teman sampai akhir hayatku dan menua bersama. Dan tidak ada kata perpisahan?” tanya Erick, sambil menunjukkan sebuah cincin emas putih bertatahkan batu berlian.
Alya menundukkan kepalanya agar bisa menatap wajah pria yang sedang melamarnya di depan para tamu. Semburat merah jambu mulai merona di pipi wanita itu.
“Will you merry me, Alya,” tanya ulang kembali Erick.
__ADS_1
Ujung ekor wanita itu mulai menjatuhkan buliran bening, terharu dengan acara lamaran yang tak terduga.
“I will....,” jawab Alya.
“Alhamdulillah.......,” jawab serempak para tamu begitu juga kedua orang tua Erick, dan mama Yanti.
Bibir Erick tersenyum bahagia, pria itu kemudian memasangkan cincin berlian ke jari manis sebelah kanan. Lalu beranjak dari berlututnya.
“I love you, mommy,” ucap Erick.
“I love you to, daddy,” balas Alya, dengan wajah malu-malunya.
Erick mengecup singkat bibir ranum istrinya, andaikan tidak ada tamu, mungkin sudah melummat bibir ranum istrinya. Setelahnya pria itu menggandeng erat tangan istrinya.
Tepuk tangan riuh dari para tamu, turut berbahagia dengan acara lamaran dadakan.
“Mungkin rekan-rekan sekalian yang hadir pasti kaget dengan acara lamaran ini. Tenang saja, kami sudah menikah secara sah, tapi saya belum pernah melamar istri saya dengan suasana yang indah. Hari ini saya ingin mengukir kenangan manis bersama istri saya ini, wanita yang sedang mengandung anak kami, buah hati kami berdua. Terima kasih, selamat kembali menikmati hidangannya,” ucap Erick, langsung memperjelas keadaan, karena semua tamu yang hadir tidak di undang saat mereka berdua menikah.
Mama Danish dan Mama Yanti meneteskan air mata kebahagiaan, melihat Erick melamar Alya, dan wanita itu terlihat menerimanya dengan segenap hati. Semoga tidak ada kata perpisahan ketika Alya melahirkan.
“Maukah kamu membatalkan rencana minta berpisah, ingin bercerai denganku ketuka sudah melahirkan, sayang...?” Tanya Erick sambil mengusap pipi Alya.
“Ya aku batalkan, tadi kan aku sudah menerima lamaran dari Pak Erick,” imbuh Alya.
Pria itu langsung merengkuh istrinya.”Terima kasih sayang, I love you more,” bisik Erick. Ah rasanya wanita itu hatinya semakin meleleh bak batu es yang di leburkan dengan air panas, bertubi-tubi mendapat kejutan dari daddy anak anaknya.
bersambung......
__ADS_1