Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Gala Fashion Week - 1


__ADS_3

Siang Hari......


“Cantik sekali kamu, nak?” puji Mama Danish melihat penampilan Alya menggunakan dress  di balut blazer, sederhana tapi terlihat anggun dan elegan. Rambut coklat wanita itu tergerai dan wajah cantiknya hanya di poles make up tipis, tetap terlihat flawless



“Mama juga sangat cantik,” puji Alya. Usia boleh tua, tapi wajah cantik Mama Daniah masih terlihat.


“Sudah siap semuanya?” tanya Papa Bayu, sambil menghampiri kedua wanita cantik dengan beda usia.


“Siap Pah,” jawab serempak mama Danish dan Alya.


Mereka bertiga berangkat ke tempat acara gala Fashion, meninggalkan hotel tempat mereka menginap.


Di tempat acara, mulai berdatangan tamu undangan termasuk Papa Bayu, Mama Danish dan Alya.


“Semoga berjalan lancar ya nak,” semangat mama Danish, kemudian mengecup kening Alya sebagai tanda semangat.


“Good luck, ya Nak,” ujar Papa Bayu sambil menepuk lembut bahu Alya.


“Makasih Mah, Pah,” Wanita cantik itu kemudian mengikuti arahan team panitia.


Khusus Alya, salah satu panitia mengarahkannya untuk ke balik panggung acara karena Alya perancang busana yang ikut dalam acara fashion week.


Sedangkan Papa Bayu dan Mama Danish di arahkan ke stage tempat para undangan.


Tak selang berapa lama, tibalah Erick, Rio serta beberapa direktur kecuali Agnes berbarengan. Kalau bukan karena kepentingan pekerjaannya, pria ganteng itu malas datang ke acara gala fashion week ini. Tapi sudah jadi tuntutan buat pria itu.


Erick di arahkan ke stage tempat duduk, dan secara kebetulan berdampingan dudukdengan Papa Bayu dan Mama Danish.


“Mah, Pah...” sapa Erick.


“Mmmmm.......,” gumam Mama Danish melirik sebentar, malas membalas sapaan anaknya. Tak dapat balasan, Erick hanya bisa diam. Maklum  Mama sama anak sedang perang dingin gara-gara Alya.

__ADS_1


Dari kejauhan Mama Daniah melihat kedatangan Agnes, lalu tak lama di susullah kedatangan Delila .....”Duh......pengawalnya masih juga ikut  ke sini!!” gumam kesal Mama Danish, dengan tatapan sebalnya.


Erick yang mendengar ucapan Mama Danish ikutan menoleh ke samping, dan pria ganteng itu hanya bisa menghela napas panjang.


Agnes dan Delila langsung menghampiri kedua orang tua Erick dengan sikap manisnya, sedangkan Mama Danish menatap jijik melihat kedua istri Erick, setelah melihat cara berpenampilan Agnes dan Delila lebih dekat, sudah kayak orang lagi jualan dada dan paha, belum lagi dengan gaya toko berjalannya, bikin pusing kepala Mama Danish.


Agnes yang ingin menyapa suaminya dan menegurnya, pria itu  langsung menutup hidungnya, dan mengibaskan tangannya agar menjauh dari dirinya. Gak lucu kalau Erick muntah di tempat acara. Mau tidak mau Agnes dan Delila duduk agak menjauh, tidak bisa duduk berdampingan dengan suami gantengnya. Wajah Agnes terlihat masam, sedangkan Delila terlihat santai, dan senang ketika melihat Agnes di hiraukan oleh Erick, padahal Delila juga sama di acuhkan oleh Erick.


“Besok-besok kamu buka resto ayam goreng, banyakkin jual paha sama dada ayamnya, biar laris!” celetuk sindir Mama Danish ke Erick.


Erick paham dengan sindiran Mama Danish, melihat penampilan Agnes dan Delila sangat terbuka.


Agnes merasa puas, setelah tanpa sengaja wanita itu melihat Erick menatap dirinya. Misi untuk menarik perhatian suaminya ternyata berhasil menurut wanita itu, dengan memakai pakaian seksinya. Kemudian wanita itu langsung beri tanda kiss jauh ke suaminya, membuat tatapan Erick buyar seketika itu juga.


🌹🌹


Alya di belakang panggung masih mengecek persiapan para modelnya yang sudah memakai baju rancangannya.


“Amin Bu Alya, semoga karya ibu sukses, di terima di pasaran. Banyak yang order,” balas Lili, yang ikutan deg deg degan.


“Dukung mommy, ya nak,” ujar Alya sambil mengelus perutnya.


Sorot lampu beberapa sudut ruangan mulai menyala, MC sudah mulai membuka acara. Acara fashon week di gelar, di awali oleh beberapa karya desainer terkenal di Indonesia.


Dari belakang panggung ada TV LED yang menayangkan acara di panggung, jadi para desainer bisa melihat pertunjukan tersebut dari belakang panggung.


Sudah sepuluh desainer menunjukkan hasil karyanya dan juga sudah tampil ke atas panggung pada saat berakhir penampilan, tepuk tangan yang riuh terdengar jelas, membuat jantung wanita cantik itu semakin berdebar.


“Alya di minum dulu, biar nanti tidak grogi pas naik panggungnya,” Bram menyodorkan botol minum.


Ya dengan minum bisa mengurangi rasa gugup dan grogi wanita itu,” makasih Mas Bram,” Alya langsung meraihnya dan minum sedikit demi sedikit.


Inilah yang di nantikan oleh team butik Sadekh dan Alya, para model yang memakai baju rancangan Alya mulai keluar, dan mulai melakukan catwalk.

__ADS_1



Mama Danish mencolek Papa Bayu, sebagai tanda kalau model yang keluar pakai baju rancangan Alya. Salah satu ajudan Papa Bayu sudah berdiri tegak, dengan membawa beberapa buket bunga yang sangat indah.


Erick hanya menatap seksama peragaan busana tersebut, sambil berdiskusi dengan salah satu direkturnya.


“Inilah dia perkenalkan perancang muda kita yang telah merancang baju dengan indahnya, ALYA ZAFRINA SADEKH, nona cantik ini memiliki butik bernama Sadekh,” ujar sang MC dengan suara yang menggema, memperkenalkan sang desainer.


Erick seketika itu juga langsung tersentak kaget ketika MC menyebut nama Alya, begitu pula dengan Agnes dan Delila.


Berbarengan dengan kekagetan mereka bertiga, beserta Rio dan para direktur. Keluarkah para model Alya, yang mendampingi sang perancang busana yaitu Alya Zafrina Sadekh.


Dengan langkah anggunnya, senyum cantiknya, Alya tanpa ragu-ragu melangkahkan kakinya di catwalk. Sambutan tepuk tangan dari para undangan begitu riuh.


“A-Alya.......!!” Erick langsung bangkit dari duduknya, kedua matanya terbelalak, mulutnya mengangga, seketika itu juga dengkul kakinya terasa lemas, tubuhnya juga mendadak lemas, Rio langsung memegang lengan Erick, takut tubuh Pak Bosnya tumbang.


Kamukah Alya......istriku?


Agnes dan Delila, turut terkejut juga melihat wanita yang bernama Alya Zafrina Sadekh,”be-benarkah ini Alya yang berwajah buruk, kenapa s-sangat berbeda,” gumam Agnes, tak terasa kepalanya jadi pusing, dan pingsan begitu saja. Sedangkan Delila juga turut pusing tapi masih bisa di tahan, beberapa panita langsung membopong Agnes ke ruang kesehatan, dan Delila turut ikut.


Sambil tersenyum ke seluruh tamu, tanpa di sadari Alya dan Erick bersitatap dengan kondisi mengulas senyum di wajah Alya, sangat cantik sekali melebihi Agnes dan Delila.


“A-Alya......,” ucap Erick lagi, dengan rasa kalut dan rasa tak percaya, ada rasa ingin mengapai wanita itu tapi tertahan di hati kecilnya.


Siapa bilang saya suka denganmu, justru saya sangat membencimu. Kedua istri saya tidak pernah selingkuh, sedangkan kamu sudah kurang menarik malah suka selingkuh!!


Sudah cukup Pak Erick berulang kali menghina saya!! Saya bersyukur bapak membenci saya, tapi ingat jangan pernah jatuh cinta dengan saya, karena saya tidak sebaik seperti kedua istri Pak Erick!


Erick langsung teringat dengan ucapan penghinaannya ketika bertemu di mall. Kini wanita yang di hinanya dan sangat di bencinya, berdiri dengan anggunnya dengan wajah yang berbeda. Pria itu seakan dadanya tidak bisa bernapas lagi, terasa sesak dan ngilu sendiri.


bersambung.........apakah Erick akan mengekati Alya di gala fashion??


__ADS_1


__ADS_2