
Rupa pria yang begitu ganteng terlihat memelas, dengan kedua telinga di jepit pakai jepitan kain. Sedangkan tangan pria itu tengah sibuk merajang sayur kol dan sawi hijau.
Sedangkan sang bumil duduk di meja dapur, mengawasi pergerakan Erick.
“Pak Chef jangan coba-coba bantu Pak Erick masak, kalau berani bantuin, tak jepit telinganya seperti Bapak,” ancam Alya dari tempat duduknya.
“Sayang......,” kata Erick dengan melasnya.
“Gak ada sayang-sayangan, cepatan Pak Erick masak nasi gorengnya pakai sayur, telur mata sapinya dua, jangan keasinan, terus pedas, boleh di kasih baso, udang, sosis,” perintah Alya, judes.
“Iya sayang,” jawab Erick sambil melirik ke arah Deni, dengan tatapan minta tolongnya, tapi apa daya Deni juga gak bisa menolong tuannya.
Sebenarnya wanita itu kasihan lihat Erick yang masih berkutat di dapur, apalagi dengan telinga yang di jepit, pastinya terasa sakit. Tapi gara ulah Erick, wanita itu masih kesal.
“Ya udah Pak Chef boleh kasih tahu caranya tapi tetap jangan ikut bantuin,” agak dikendorin ancamannya.
Erick menyeringai tipis mendengarnya, lalu mengedipkan mata genitnya ke Alya. “Makasih sayang....mommy baby twin,” ujar Erick
“Issh......gak usah pakai mata genit-genit segala,” berdecih wanita itu, setelah mendapatkan kedipan genit dari pria ganteng itu.
Pria itu kembali bersemangat membuat sarapan nasi goreng buat istrinya. Dengan arahan Deni secara bertahap, pria itu mulai berada di depan kompor untuk pertama kalinya. Sesuai interupsi Deni, pria itu mulai menumis bumbu, memasuki sayur serta baso, udang, sosis kemudian nasi putih. Walau baru pertama pengang wajan, tapi terlihat lihai mengaduk isi wajannya agar semuanya merata.
Alya yang melihat Erick sedang masak, terlihat terpukau seketika seperti sedang melihat drama korea, pas adegan pemeran utama pria nya sedang masak untuk makan malam romantis bersama pemeran wanitanya.
“Omona...oppa....,” gumam Alya sambil berkhayal.
Sementara dilain ruangan para pelayan mansion Erick sedang bergosip.
“Sumpah baru kali ini lihat Tuan Besar di tepok sama istrinya, bikin ketawa. Jarang lihat Tuan Besar begitu,” ujar salah satu pelayan.
“Istri barunya Tuan Besar cantik banget beda sama Nyonya Agnes dan Nyonya Delila, apalagi alhamdulillah istri yang sekarang lagi hamil, dan semoga lagaknya tidak sombong dengan istri sebelumnya,” balas satu pelayan.
“Iya.....beruntung kali ini istrinya hamil. Tapi nyonya yang sekarang beda deh, suka menyapa kita-kita kan dari awal datang.” Semua pelayan yang sudah lama bekerja di mansion Erick, turut berbahagia, melihat Tuannya akan memiliki anak.
Kembali ke dapur......
“Pak Erick.....masih lama matangnya. Udah lapar nih,” keluh Alya.
__ADS_1
“Sebentar mommy, di taruh di piring dulu,” jawab Erick, buru-buru mengambil piring kemudian menatanya.
“Tara......ini masakan daddy pertama kali buat mommy,” ujar Erick menyeringai sembari meletakkan sepiring nasi goreng.
Suguhan yang sangat mengunggah selera melihat nasi goreng buatan Erick.
“Sayang.......hukumannya udah selesai belum, telinga daddy sakit nih?” tanya Erick.
“Ehm.....ya sekarang boleh dilepas, sini...,” ujar Alya sembari memberi tanda agar Erick mendekatinya kemudian wanita itu melepaskan jepitan yang ada di telinga pria itu.
Cup
Pria itu secepat kilat mengecup bibir ranum istrinya, setelah telinganya bebas dari jepitan.
“PAK ERICK...!” geram rasanya Alya, melihat pria itu mengecup bibirnya.
Erick menyeringai lebar, senang melihat tensi istrinya naik lagi.”Katanya sayang lapar, di cobaiin nasi gorengnya,” pria itu menyeret salah satu bangku dan duduk di samping istrinya.
“Auw....sakit sayang,” ringis Erick kembali, setelah menerima cubitan dari Alya di salah satu pahanya.
Tatapan Erick sangat menggemaskan kalau dilihat. “Gimana enak gak nasi goreng buatan daddy, sayang?” terdengar ada nada khawatir jika nasi goreng buatannya tidak enak.
“Aaa....,” pinta Alya sambil menyodorkan sendok makan ke mulut Erick. Pria itu dengan senang hati menerima suapan dari Alya, kemudian merasakan nasi goreng buatannya.
“Lumayan rasa nasi gorengnya Pak Erick, dari pada lo manyun,” Alya terkekeh, kemudian kembali menikmati nasi gorengnya.
“Ayo....aaa lagi,” Alya kembali menyodorkan sendoknya, hati Erick jadi berbunga-bunga, sarapan pagi di suapin sama Alya. Seumur-umur pria itu belum pernah di layani makan seperti ini sama Agnes dan Delila. Sepiring, sesendok berdua.
“Makasih ya Pak Erick mau buatin nasi goreng, besok buatin lagi ya. kalau bisa agak pedas lagi yang ini masih kurang pedas,” pinta Alya sambil menyuapi Erick kemudian dirinya. Kedua netra pria itu berbinar-binar, terharu atas permintaan istrinya, merasa di hargai.
“Buat mommy, pasti daddy buatin. Makasih sayang....,” jawab lembut Erick, salah satu tangannya menyingkirkan nasi yang menempel di sudut bibir Alya, dengan tatapan penuh cinta.
Terbiasa membahagiakan istri dengan kehidupan mewah dan blackcard saat dengan mantan istrinya, hingga kedua wajah istrinya selalu berseri-seri.
Sekarang berbanding terbalik, istrinya sekarang hanya minta di masakkin nasi goreng dari tangan suaminya sendiri, ternyata bisa membuat pipi wanita itu merona. Di tambah masakan pria itu dihargai tanpa cela, biarlah dia sering dihukum oleh istrinya Alya, tapi membuat hati pria itu menghangat, akan tetapi membuat pria itu semakin dekat dengan istrinya, sungguh satu langkah maju ke depan. Tiap suapan yang diterima pria itu, bagaikan suapan cinta dari istrinya.
“Daddy, semakin jatuh cinta sama mommy,” ungkap Erick, ketika mereka sudah selesai menghabiskan nas goreng sepiring mentul.
__ADS_1
“Masih pagi gak usah mengombal Pak Erick! Sekarang Pak Erick buatin susu, sama ambilin vitamin di kamar ya,” pinta Alya dengan menunjukkan pupy eyes.
“Siap di laksanakan perintah Nyonya,” jawab Erick sambil memberikan hormat.
Alya hanya mengulum senyum tipisnya.
Dari kejauhan mama Danish meneteskan air mata, air mata kebahagiaan. Setelah melihat interaksi Erick dan Alya.
Inilah cinta yang sebenarnya Erick, kamu telah menemukan cinta dan sayang sebenarnya. Tidak banyak menuntut, tapi saling mengisi. Selama sepuluh tahun, akhirnya kamu menemukan tambatan hatimu, Nak.......batin Mama Danish.
Pernah ada kata kiasan, bertemu jodoh dalam jodoh. Erick mengalaminya, melalui pernikahan dengan istri sebelumnya, menemukan jodoh sesungguhnya. Jodoh yang baru datang, serta doa ingin memiliki keturunan baru terkabulkan. Tak bisa di pungkiri manusia hanya bisa berusaha, berikhthiar tapi kembali lagi pada Yang Maha Esa, karena semua masih menjadi rahasia-Nya.
“Mansion Erick sekarang terasa hangat ya Pah, ketika Alya masuk ke mansion ini,” ujar Mama Danish.
“Ya....suasana semakin ramai dengan adanya Alya, dan banyak perubahan dalam diri Erick,” balas Papa Bayu.
“Ya.....sekarang anak kita tidak jauh seperti dulu. Anak kita kembali hangat sama kita, Pah,” ujar Mama Danish. Hubungan antara orang tua dan anak yang sempat renggang, sekarang semakin dekat berkat kehadiran Alya. Alya tipe wanita apa adanya, bisa membuat orang yang di sekelilingnya nyaman, menjadi diri sendiri, tanpa kepura-puraan.
bersambung
__ADS_1