Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Amarah Alya dan Erick


__ADS_3

Pria ganteng dengan wajah tegasnya akan tetapi terlihat garang, karena rasa yang sangat membakar di hatinya mulai meletup-letup, seakan ingin meledak saat itu juga, menatap wajah wanita yang berbaring di ranjang, terlihat begitu pucat.


Sedangkan sang wanita yang di tatapnya hanya membalas dengan tatapan malasnya, kemudian menarik selimutnya dan menutup sebagian wajahnya, serta memejamkan kedua kelopak matanya. Wanita itu malas menghadapi pria yang masih berdiri di samping ranjangnya.


“Ehm..........,” deheman terdengar jelas di telinga Alya.


“Ehmmm......,” deheman panjang itu kembali keluar dari mulut Erick. Tapi sepertinya Alya tidak menggubrisnya.


SRET


Erick menarik selimut yang di kenakan oleh Alya sedikit ke bawah agar wajah Alya terlihat jelas, kemudian pria itu duduk di tepi ranjang.


“Tidak usah pura-pura tidur!” tegur Erick dengan suaranya terdengar berat.


Alya terdengar mendesah. “Bukankah tadi pagi istri Pak Erick sudah datang, kenapa suaminya sekarang datang juga,” ujar Alya sembari mengerjapkan kedua kelopak matanya.


DEG


Posisi duduk Erick begitu dekat dengan posisi Alya berbaring, mau tidak mau wanita itu menggeser tubuhnya agak menjauh.


SRET


Melihat Alya menggeser tubuhnya untuk menjauh, Erick langsung melingkarkan tangannya kebagian perut depan Alya, kemudian menggeser tubuh wanita itu agar kembali dekat dengannya.


“Begitu haramkah saya, hingga kamu menggeserkan badan agar tidak mendekat dan tersentuh dengan saya. Sedangkan tadi dengan seenaknya kamu di sentuh oleh pria lain yang bukan suamimu......huh,” kedua tangan Erick sudah mengungkung tubuh Alya, agar wanita itu tidak bisa menggeser.


GLEK


Alya menelan salivanya dengan kasar, melihat posisi wajah Erick yang sudah berada di atas wajah wanita itu. Dan pasangan suami istri itu saling  menghirup aroma tubuh yang menguar dari masing-masing pasangan. Buat Erick wangi yang menguar dari tubuh Alya, sungguh memabukkan buat Erick.


Sedangkan Alya entah kenapa mencium wangi tubuh Erick, seperti ada rasa yang menggelitik di perutnya.


Sebenarnya berdekatan dengan Erick secara fisik bukanlah hal yang pertama kali, tapi kali ini buat wanita itu sedikit risih dan tampak tak nyaman.

__ADS_1


“Pak Erick, bisakah pindah posisinya, rasanya tidak nyaman.....wajah bapak terlalu dekat, dan kedua tangannya membuat tubuh saya tidak bisa bergerak!” keluh Alya, lalu memalingkan wajahnya ke samping, karena pria itu menatapnya terus.


“Eehh.........,” dagu Alya langsung di pegang Erick, agar kembali menatap pria itu.


“Tatap wajah saya, Alya. Tidak perlu kamu membuang muka!!” suara Erick mulai naik 2 oktaf.


“Tidak perlu meninggikan suara bapak, saya mendengarnya dengan jelas!!” jawab Alya.


“Bukankah kemarin sudah jelas, saya tidak ingin bertemu dengan Pak Erick lagi. Dan tadi pagi Agnes juga sudah meminta saya untuk bercerai dengan suaminya, lalu kenapa bapak masih datang ke sini. Apa belum di jelaskan oleh Agnes, atau Bapak datang ke sini ingin mentalak saya!!” lanjut Alya dengan rasa geramnya.


Erick mulai terlihat menggebu-ngebu, dadanya terlihat naik turun. Dan hal itu terlihat jelas di kedua netra Alya.


“Cih.......bercerai! Sepertinya kamu ingin sekali cepat bercerai dengan saya.......hem. Apa kamu sudah tidak sabaran ingin menikah kembali lalu menikmati berhubungan intim dengan Andri atau mungkin dengan Bram!!” sindir Erick dengan sorot mata tajamnya, kemudian pria itu menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang, dengan menahan tubuhnya melalui ke dua siku tangannya , pria itu benar-benar mengungkung tubuh istrinya.


“Apa......apaiin ini Pak Erick,” merasa tubuhnya sudah dekat dan terhimpit oleh Erick.


“Kenapa kamu tidak suka saya dekat dengan kamu! Bukankah kamu minta bercerai, karena ingin mendapatkan sentuhan lebih dari priakan. Jelas-jelas tadi saya melihat kamu sangat menikmati berdekatan dengan Andri dan kamu juga menikmati ketika pipi ini di cium oleh Andri !!” sindir Erick kembali tapi menahan emosinya dan rasa cemburunya.


“Sepertinya ajudan Pak Erick, sudah melaporkan semuanya ya......sungguh hebat sekali suruhan bapak!” balas Alya.


“Tidak......saya tidak akan bangkit, sebelum saya mendapatkan sesuatu!!” balas Erick.


Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Alya, kemudian mencium pipi Alya dengan lembutnya.


“PAK ERICK.......!!” teriak Alya, tidak terima pipinya di cium.


PLAK


Tangan Alya melayang ke pipi Erick, setelah pria itu menarik wajahnya.


“AYO TAMPAR LAGI........SUAMIMU INI!! YANG BERHAK ATAS DIRI KAMU!! SEDANGKAN ANDRI YANG BUKAN SUAMI, TIDAK KAMU TAMPAR SETELAH MENCIUM KAMU!!” teriak Erick penuh emosi, wajah pria itu mulai memerah.


“Makanya dari itu, ceraikanlah saya. Saya bukan istri yang baik, yang mau saja di cium oleh pria lain. Bukankan sudah ada buktinyakan!!......Ayo talak saya sekarang juga!! Saya ini wanita mura-han, yang tidak tahu diri!! Saya hanya wanita yang di bayar untuk mengandung benih suami orang lain, bukan dari benih suami saya yang sesungguhnya. Suami orang yang selalu menghina saya. PAK ERICK, CEPAT TALAK SAYA SEKARANG JUGA!!” balik memaki Alya, dengan hati yang ingin menangis.

__ADS_1


 Bagaimana lagi harus menjelaskan, jika kecupan Andri adalah hal yang tak bisa di hindarkan. Dan wanita itu juga lelah tidak ingin membela dirinya sendiri. Ya semua salah dirinya sendiri.....


“Mmphtt......,” Erick membungkam bibir Alya, dengan bibirnya, mencecapnya dengan kasar dan brutal. Terlihat sangat emosi sekali pria itu.


Ke dua tangan Alya memukul-mukul dada Erick sekuat tenaga, agar pria itu melepaskan ciumannya. Akan tetapi Erick menghiraukannya, justru bibirnya sedang bergerilya dengan kasar menelusuri rongga mulut istrinya, yang dengan sengaja di gigitnya bibir Alya, agar terbuka.


Buliran bening mulai berjatuhan dari ujung ekor mata wanita itu, ketika mendapatkan serangan brutal dari pria  yang sedang cemburu berat kepada istri ketiga yang sekarang menjadi istri kedua. Pelan-pelan kedua tangan wanita itu mulai melemah, tak sanggup lagi untuk memukul dada pria itu........hati wanita itu terasa sakit.


Akhirnya kedua tangan wanita itu terjatuh begitu saja, kemudian kedua kelopak mata Alya sudah terpejamkan.


Sedangkan Erick yang masih mengulum bibir Alya, tiba-tiba melepaskan pagutannya karena merasa aneh, tidak ada pergerakan dari Alya.


“Alya.......,” lirih Erick, melihat kedua mata Alya sudah terpejam.


 Kemudian dii tepuknya wajah Alya dengan lembut, “panas.........badannya panas........astaga!” gumam Erick.


“Alya......bangun Alya.....maafkan saya.........eeergh!!” sesal datang belakangan kini Alya sudah tak sadarkan diri . Seharusnya Erick curiga ketika melihat wajah Alya sudah terlihat pucat, malah pria itu memarahi Alya, dan mencium paksa.


Pria itu langsung memencet tombol, untuk memanggil dokter, kemudian membuka kunci pintu, agar dokter bisa langsung masuk.


Erick kembali duduk di tepi ranjang, lalu menyentuh pipi Alya “maaf saya..........sayang, saya cemburu.......bangunlah sayang....” lirih Erick.


Tak lama kemudian Dokter Dewi masuk ke dalam ruang rawat Alya.


“Tolong periksa istri saya Bu Dokter, sepertinya istri saya pingsan,” pinta Erick.


Dokter Dewi segera memeriksa nadi Alya di pergelangan tangan, “nadinya lemah......,” ujar Dokter Dewi. Kemudian memasang stetoskopnya dan periksa bagian dada Alya. Sedangkan suster Via memeriksa suhu tubuh Alya.


*bersambung............udah tahu Alya lagi sakit 😔😔


Kakak Reader jangan lupa hari senin yang masih punya vote, mau dong buat Alya dan Erick. Makasih sebelumnya.


Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹*

__ADS_1



__ADS_2