
Dokter Dewi tersenyum ke Erick dan mama Danish, “Pak Erick, mbak Alya....sudah ada tanda-tanda hamil......”
Erick yang masih berdiri tegak di dekat brankar, tiba-tiba tubuhnya gemetar lalu berpegangan tangan di sisi brankar, kemudian tubuh pria itu melorot ke bawah.
“Hamil.........,” ujar Erick dengan suara bergetarnya.
Sedangkan mama Danish membekap mulutnya sendiri agar tidak berteriak setelah mendengar ucapan Dokter Dewi, lalu kedua netranya mulai berbinar-binar. Selama sepuluh tahun akhirnya mendengar kata-kata hamil dari salah satu istri putranya. Yaitu dari istri ketiga Erick.
Pria ganteng itu mulai terasa sesak dadanya, tak percaya......kata keramat itu akhirnya terdengar di telinganya, setelah sepuluh tahun tidak pernah dengar, hari ini pria itu mendapat kabar tersebut.
Ujung ekor mata pria itu mulai meneteskan air mata, mama Danish yang melihat anaknya sedang bersimpuh, segera menghampiri Erick, kemudian menepuk lembut bahu putranya.
Kepala Erick menengadah ke atas, kemudian bangkit dari bersimpuhnya. “Alya.......hamil Mah.” Di peluk erat tubuh mama Danish, dengan air mata yang mengalir deras. Air mata kebahagiaan dari seorang pria yang mendambakan kehadiran seorang anak.
“Akhirnya Erick, akan punya anak mah,” lanjutnya dengan suara paraunya.
“Doa mama terkabul nak,” kedua netra mama Danish juga berderai air mata.
Dokter Dewi yang melihat interaksi Erick dengan Mama Danish, ikut terharu. Setiap ada kabar hamil, pastinya akan membawa kebahagiaan buat keluarga yang sudah menunggu lama.
Mama Danish mengurai pelukan anaknya,” Maaf ya Bu Dokter, kami berdua jadi sampai menangis,” ujar Mama Danish, sambil melap pipinya yang sudah basah dengan jarinya.
“Gak pa-pa Bu, saya juga turut berbahagia,” jawab Dokter Dewi.
“Bu Dokter, benarkah istri saya hamil,” tanya Erick, untuk lebih memastikan kebenaran tersebut.
“Ini sebuah keajaiban Pak Erick, saya akan jelaskan,” Dokter Dewi menunjukkan ke layar monitor hasil pemeriksaan USG perut Alya kepada Erick dan Mama Danish.
“Di sini sudah terlihat dalam rahim mbak Alya, sudah ada kantong rahim walau kondisi masih kecil. Dan bapak sama ibu bisa di lihat di sini, kantongnya ada dua. Insya Allah ada calon baby kembar.”
“Apa.......kembar. Anak saya kembar,” Erick kembali terkejut, tak percaya, sembari melihat Alya yang masih terpejam matanya.
“Iya Pak Erick, insya Allah calon baby ada dua di rahim mbak Alyanya,” ujar Dokter Dewi.
Mama Danish matanya kembali berembun, dua berita bahagia sekaligus. Hamil dan calon baby kembar. “Alhamdulillah, ya Allah,” puji syukur Mama Danish.
__ADS_1
Sedangkan Erick langsung sujud syukur, tak terhingga atas berita bahagia ini. Setelah bangun dari sujud syukurnya, kemudian pria itu menghampiri brankar Alya, dengan lembutnya pria itu menggenggam tangan wanita itu.
“Tapi kenapa istri saya belum sadar Bu Dokter?” tanya Erick, seraya tangan besarnya mengelus tangan istrinya.
“Kondisi fisiknya agak lemah tapi nanti akan siuman, saya sarankan mbak Alya untuk di rawat inap dulu. Biar saya bisa pantau perkembangannya.”
“Tolong berikan perawatan yang terbaik buat anak saya, dan calon cucu saya ya Bu Dokter,” pinta Mama Danish.
“Saya akan memberikan yang terbaik,” jawab Dokter Dewi.
“Bu Dokter, saya minta ruang rawat yang terbaik buat istri saya,” pinta Erick.
“Baik Pak Erick, nanti saya akan koordinasi dengan pihak administrasinya.”
Tak lama kemudian beberapa perawat masuk ke ruang praktek membawa alat kesehatan, membuat Erick menyingkir dari sisi Alya.
Bersama suster Via, Alya mulai di pasang infus di tangan kanan Alya. Sepertinya Alya masih betah memejamkan matanya.
Dokter Dewi koordinasi dengan perawat untuk menyiapkan kamar, serta proses perpindahan tempat.
“Kamarnya sedang di siapkan Pak Erick, untuk sementara menunggu di ruang saya ini,” ucap Dokter Dewi.
Mama Danish keluar sebentar, untuk menemui suaminya Papa Bayu.
“Bagaimana kondisi Alya, Mah. Tadi papa lihat kok ada beberapa perawat masuk ke dalam?” Papa Bayu juga curiga, ditambah melihat mama Danish matanya sembab, seperti habis menangis.
“Ada apa mah? Ada hal yang seriuskah?”
Mama Danish langsung memeluk suaminya,”sebentar lagi papa akan jadi opa, mama akan jadi oma.”
Papa Bayu langsung melepaskan pelukan istrinya,”jangan bilang Alya lagi hamil, Mah??” kedua netra Papa Bayu sudah berbinar-binar.
Mama Danish menganggukkan kepalanya,”iya.....menantu kita positif hamil, dan calon cucu kita kembar, Pah.”
“Masya Allah, alhamdulillah.....” Papa Bayu kembali memeluk tubuh istrinya, dengan eratnya. Sama dengan perasaan Mama Danish, sungguh bahagia yang tak terkira. Melalui wanita berkacamata, mereka berdua mendapatkan kabar bahagia yang sudah di nanti setelah cukup lama.
“Jadi calon cucu papa kembar, mah?”
__ADS_1
“Iya Pah, calon cucu kita kembar......pasti cantik dan ganteng kayak mama sama papanya,” ujar Mama Danish, mulai membayangi wajah kedua cucunya nanti, apalagi menantunya sangat cantik dan putranya ganteng. Pastilah wajah anaknya seperti mama dan papanya.
Tak lama......
Brankar Alya dari ruang praktek Dokter Dewi sudah mulai di keluarkan oleh beberapa perawat laki-laki, mendorong membawanya ke lift menuju ruang rawat inap. Sedangkan Dokter Dewi dan Erick turut ikut, Mama Danish dan Papa Bayu turut mendampinginya.
🌹🌹
Alya sudah berada di kamar rawat inap, Mama Danish menarik kursi dan duduk di samping ranjang Alya. Sedangkan Erick duduk di tepi ranjang menunggu Alya membuka matanya.
“Erick, sebaiknya kamu tidak ada di sini?” ujar Mama Danish.
“Kenapa, Mah?”
“Memangnya kamu tidak ingat penyebab Alya pingsan di lobby. Itu karena kamu dan istri kamu Agnes!!” Mama Danish mulai mengingat kejadian tadi.
Erick terdiam, “mama heran sama kamu, kamu bilang tidak suka dengan Alya....kenapa kamu mencium Alya di depan umum!! Dan akhirnya Agnes menuduh Alya istri kamu sendiri pela-kor....ck!” lidah mama Danish berdecak kesal.
“Mama tidak mau tahu alasan kamu mencium Alya, tapi dengan hal seperti itu. Agnes telah berbuat kasar dengan Alya, sebaiknya mulai sekarang menjauhlah dari Alya, mama sudah tidak mau lagi berurusan dengan kedua istri kamu. Kamu lebih baik urus Agnes dan Delila, dan biar mama yang urus Alya. Apalagi dengan kondisi hamil muda, butuh pikiran yang tenang!!”
“Tapi mah, Alya..... istri Erick lagi hamil!!” Erick tidak terima jika dirinya di suruh menjauh dari Alya, apalagi sekarang sedang mengandung anaknya.
“Ck.......kamu anggap Alya istri, tapi kamu membiarkan kedua istri kamu menghina Alya. Tadi saja kamu tidak membela Alya di depan Agnes, hanya diam saja. Kemana pikiran kamu! Bukalah mata kamu, percuma kamu berumah tangga sepuluh tahun tapi tidak bisa melihat Agnes yang sesungguhnya. Sedangkan Delila, mama menyesal memilihnya, buat apa kamu pertahankan!! Kedua istri kamu udah kayak toko berjalan......untung saja perusahaan kamu banyak, kalau tidak sudah bangkrut kamu !!”
“Tapi semuanya terserah kamu, mama dan papa tidak akan ikut campur untuk urusan rumah tangga kamu dengan kedua istri kamu. Namun khusus Alya, mama ikut campur, karena dia wanita yang berbeda dari kedua istri kamu. Apalagi sekarang dalam kondisi hamil, butuh extra kenyamanan dan perhatian. Bukan hinaan dan makian dari kalian bertiga,” tukas Mama Danish.
Erick menatap nanar ke wajah Alya, pria itu tidak bisa mengelak lagi apa yang di ucapkan Mama Danish, semua hampir benar.
bersambung
Hai Kakak Readers yang ganteng dan cantik terima kasih atas dukungannya dari awal sampai bab ini, tak terhingga rasanya kisah Alya dan Erick, bisa duduk di karya baru peringkat 10.
Berhubung kisah Alya dan Erick ikut lomba menulis Cinta Tak Merestui, mohon doa dan dukungannya dari Kakak Reader semuanya.
Dan seperti novel sebelumnya Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap, sewaktu-waktu akan ada Give Away buat Kakak Reader, jadi jangan sampai ketinggalan ya. Terima Kasih
Love You sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1