
Rumah Sakit
Wanita cantik itu tertawa renyah ketika Andri menceritakan masa lalu mereka ketika masa kuliah.
“Aku gak sangka kalau ternyata kamu seorang desainer, untung aku hadir di acara gala fashion, padahal kamu kuliah ambil jurusan akutansi,” tutur Andri.
“Hobi Kak Andri, lihat mama dulu mengurus butik.......jadi ikutan belajar di butik. Aku juga gak sangka kalau Kak Andri CEO Perusahaan Sanbe. Kalau Kak Andri tidak cerita, dan tidak di kasih gahu Lili barusan."
“Sepertinya kita berjodoh ya, lewat jalinan kerja sama yang tak di sengaja,” ujar Andri dengan menatap lekat wajah cantik adik juniornya di masa kuliah.
“Iya Kak Andri, kita berjodoh sebagai partner bisnis,” jawab Alya mengulas senyum tipis.
“Berarti Kak Andri tahu tentang aku ada di rumah sakit, dari Lili ya?” tanya Alya.
“Iya aku coba hubungi Lily, menanyakan keberadaan kamu. Karena saat acara gala fashion, mau menghampiri kamu, ternyata pas kondisi kamu jatuh pingsan dan di sana aku melihat.......siapa tuh namanya Erick.......kalau tidak salah, ribet mengurus kamu. Jadi aku mundur untuk mendekatimu, walau sesungguhnya ketika itu ingin menolongmu,” ungkap Andri.
“Seharusnya Kak Andri, tolong aja,” ujar Alya.
“Bagaimana mau menolong kamu, lah Erick bilang kamu istrinya, saat kejadian itu. Apa betul kamu sudah menikah dengan Bos kamu itu?” selidik Andri, tapi memperlihatkan wajah kecewanya.
Wajah Alya kembali datar mendengar pertanyaan Andri, ”aku gak mungkin berbohong sama Kak Andri, yaa......aku sudah menikah dengan mantan atasanku Pak Erick, karena aku mengandung anaknya,” ujar Alya sangat pelan.
Andri meredam rasa keterkejutannya kepada wanita yang dari lubuk hatinya masih memendam cinta. Cinta bertepuk sebelah tangan, pernyataan cinta Andri yang selalu di tolak oleh Alya ketika masa kuliah.
“Jadi kamu dengan bos kamu sudah berhubungan intim, sebelum menikah....?” agar berat sebenarnya menanyakan tapi hati Andri ingin tahu walau pasti akan sakit rasanya.
Alya menatap teduh pria tampan yang duduk di hadapannya, “bukan seperti yang Kak Andri bayangkan,” jawab Alya dengan tatapan teduhnya.
“Lantas bagaimana kamu bisa hamil, kalau tidak melakukan hubungan intim?” Andri masih penasaran.
Akhirnya Alya menceritakan sekilas tentang pinjam rahim ke Andri, dan membuat Andri terasa sesak di dadanya.
“Sudah Alya jangan ceritakan lagi, sungguh hati aku miris mendengar ceritamu. Andaikan aku tahu dengan cepat, mungkin hal ini tidak akan menimpa kepadamu,” Andri tidak ingin mendengarnya lagi.
“Lalu kamu ke depan akan mengambil keputusan apa?” tanya Andri.
“Aku akan minta bercerai dengan Pak Erick, dan anak yang aku kandung tetap dengan aku. Karena mereka anak-anakku,” ujar Alya.
“Ya mungkin lebih baik seperti itu, dan aku harap setelah persoalan kamu dengan Erick selesai, izinkan aku mendampingi hidupmu,” pinta Andri
DEG
Alya dan Andri saling bersitatap, memandang lekat-lekat tanpa memalingkan wajah.
__ADS_1
“Kamu tahukan, dari dulu aku mencintaimu walau apapun keadaanmu mau kamu sedang jelek. Walau berulang kali kamu menolakku,” ujar Andri.
“Aku pikir Kak Andri sudah punya kekasih atau calon istri selama kita lost contact?” tanya Alya.
“Tidak.......sampai detik ini aku masih sendiri belum memiliki kekasih apalagi seorang istri. Karena aku ingin mencari kamu dan mendekatimu lagi, sekembalinya dari luar negeri. Dan akhirnya kita bertemu kembali."
“Sebaiknya lupakan masa lalu kita Kak Andri, aku senang mengenalmu, dekat denganmu......aku sudah menganggapmu sebagai kakak. Lagi pula jika aku jadi janda......statusnya janda beranak dua. Ada buntutnya, dan belum tentu Kak Andri menerimaku dengan keadaan seperti itu,” tolak Alya secara halus.
CUP
Andri secepat kilat mengecup pipi Alya, yang sangat tidak memungkinkan Alya untuk menghindar Bagaikan petir yang datang tiba-tiba.”Hentikan ucapan kamu yang terkesan tidak percaya akan diriku.”
Tanpa sepengetahuan Alya dan Andri, ajudan Erick memotret adegan kecup pipi, kemudian di kirim foto tersebut ke Tuannya.
Alya hanya bisa mematung, menerima kecupan dari Andri.
“Bu Alya, kita jadi meeting kan dengan Pak Andri?” tanya Lily, sengaja mengganggu percakapan Alya dengan Andri.
Sepertinya Alya dan Andri keasyikan berbincang berdua, sampai lupa kalau di dalam kamar rawat ada Lili.
“O-oh maaf Lili, untung di ingatkan...., Kak Andri sebaiknya kita bahas masalah beberapa desain seragam yang baru untuk perusahaan Kak Andri, ” jadi kikuk Alya.
Andri mengulas senyum tipis melihat kekikukan Alya, bertanda ada rasa untuknya di hati Alya, walau tidak terucapkan.
🌹🌹
“Apakah kalian berdua ingin mengelak lagi, setelah melihat video cctv tersebut!!” ujar Erick dengan suara lantangnya.
Semenjak kejadian berita viral tentang Alya hingga sampai di hujat dan di bully habis-habisan, Erick diam-diam menyuruh Rio untuk memasang CCTV di ruang Agnes, hanya sekedar untuk mengawasi tindak tanduk Agnes, ternyata CCTV tersebut berguna saat ini.
Fatur tidak bisa mengelak atau membela dirinya kembali. Hanya bisa terima nasib buruknya.
Agnes beringsut dari duduknya, lalu jalan memutar meja kerja Erick, wanita itu kemudian langsung bersimpuh di hadapan Erick.
“M-mas Erick, maaf aku.......aku tidak bermaksud korupsi uang perusahaan. M-maafkan aku..........aku tidak mau di pecat mas. Aku mengambil uang perusahaan untuk membayar Alya, Mas Erick. Alya selalu menerorku menanyakan uang yang aku janjikan sebanyak dua milyar. Kalau aku tak membayarkan.....Alya mengancam akan merebut Mas Erick dariku.........aku tak mau Mas.......hiks...hiks....hiks,” aliran air mata mulai deras terjun bebas di kedua pipi wanita cantik itu.
“Kamu bilang.........Alya mengancam akan merebut saya dari kamu, begitu!!”
“I-iya Mas Erick, baru saja aku tadi menemui Alya di rumah sakit.....aku memohon untuk bersabar tentang uangnya. Tapi Alya tetap mengancam jika tidak terima uangnya besok hari, dia memintaku untuk bercerai denganmu Mas, karena alasan dia sedang hamil anakmu Mas. Jahat sekali Alya......Mas.......hiks...hiks...,” sungguh cerita yang sangat bagus di lontarkan dari mulut Agnes.
“Tolong Mas Erick jangan pecat aku.......ini aku lakukan karena Alya.......hiks...hiks...,” tangis wanita itu semakin terdengar jelas.
“Permisi Pak Bos, orangnya sudah datang,” lapor Rio.
__ADS_1
“Suruh masuk,” titah Erick.
“Sudahlah Agnes, berhentilah kamu mengarang cerita. Sungguh saya muak mendengarnya. Dan jangan terlalu dekat, membuat perut saya mual saja!!” tegur Erick, pria itu tumben tidak tergugah dengan tangisan istri tercintanya.
“Coba kamu lihat siapa yang datang, siapa tahu kamu kenal,” perintah Erick.
DEG
Pria yang baru masuk ke ruangan Erick, hanya bisa menundukkan kepalanya.
Agnes bangun dari bersimpuhnya, kemudian menatap pria tersebut.
“Dengan uang lima puluh juta, kamu menyuruh karyawan IT membuat artikel Alya di website, hingga semua karyawan menghujat dan membully Alya.....dan hampir kehilangan calon anak saya !!” suara Erick meninggi.
“Cukup lama, saya menunggu kamu untuk mengakui perbuatan kamu. Tapi sampai detik sekarang tetap tidak ada pengakuan dari mulut kamu, Agnes!!” teriak Erick.
Wanita itu menangis tergugu, kedua bahunya tergidik akibat menerima makian suaminya.
“Dan segala perbincangan kamu dengan Alya di rumah sakit, saya mendengar jelas. Memangnya saya selalu bisa di bodohi denganmu, Agnes!!” tegas Erick dengan suara meningginya.
Tubuh Agnes bergetar hebat, menerima kejutan bertubi-tubi. Kemudian.....
BRUK
Tubuh Agnes sudah melantai tak sadarkan diri.
“Huft...........,” Erick menghembuskan napasnya dengan kasar ke udara bebas.
“Kalian semua, angkat Agnes, rebahkan di sofa. Dan Rio tolong hubungi dokter,” perintah Erick, pria itu tidak ada keinginan untuk mengangkat Agnes sendiri dan merebahkannya ke atas sofa panjang.
TING......suara pesan masuk
Mendengar pesan masuk di handphonenya, Erick segera memeriksanya.
✅ Ajudan Rocky
Foto Andri mengecup pipi Alya.
Kedua netra Erick melotot!!!
*Bersambung..........
Buat Kakak Reader yang cantik dan ganteng please ya jangan kasih rate ⭐ 1, 2, 3 karena tidak ada untungnya buat kakak, jika tidak suka atau bosan dengan ceritanya tinggal di skip aja. Karena rate ⭐ berpengaruh buat penulis. Kadang suka jadi down ada yang kasih rate ⭐1......langsung terjun bebas ini novel. Dan yang tambah bikin sedih yang kasih rate ⭐1, penulis juga.......aduh kemanakah hatimu sayang.....Mending chat ke saya, kalau mau di bantu promo novelnya. Please jangan menjatuhkan karya seseorang, lebih baik saling membantu.
__ADS_1
Haduh maaf ya Kak malah jadi curhat nih 🙏😁*