Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Acara aqiqah baby twin A


__ADS_3

Mansion Erick dan Alya, siang hari ini tampak terlihat ramai dengan kedatangan tamu. Beberapa pelayan mansion dan karyawan perusahaan yang bertugas sebagai team acara terlihat sibuk menerima para undangan yang mulai berdatangan.



Setelah tujuh hari habis melahirkan dan kondisi Alya sudah mulai pulih setelah melahirkan, maka mereka berdua mengadakan acara aqiqah untuk baby twinnya  di mansionnya.


Di acara aqiqah ini sudah seperti hajatan besar, Erick yang masih berbahagia mengundang semua rekan bisnis serta beberapa karyawan, begitu juga tamu undangan dari Papa Bayu dan Mama Danish begitu banyak, saking ingin memperlihatkan cucu pertama mereka berdua.


“Duh baby Arsal kalau sudah nyusu kenceng banget ya,” ujar Erick sambil mengusel-ngusel pipi Baby Aslan yang masih menghisap sumber kehidupannya.


“Daddy, anaknya lagi nyusu jangan di nganggu. Baby Arash mana dad?” tanya Alya, sambil melihat ke arah luar pintu kamar baby twin.


“Tuh di culik sama mama.”


“Oh, nanti bawa ke sini ya dad, biar di susuin dulu, sebelum mulai acara,” pinta Alya.


“Iya nanti daddy ambil baby Arash sama mama, terus kalau daddy kapan kebagiannya?” tanya Erick, kedua netranya sambil mendelik ke arah sumber kehidupan anaknya.


“Daddyku sayang, sekarang berbagi sama baby Arash dan baby Arsal dulu ya, daddy sabar dulu ya sayang,” jawab lembut Alya, sambil mengusap rahang suaminya.


“Sedikit aja mom, itukan tadi punya daddy...,” bujuk Erick.


“Iiss.....daddy nih susah kalau di bilangin,”jengkel Alya sama suaminya kalau sudah mesum, pasti mengeluarkan bujuk rayunya.


“Oek....oek...oek...,” Baby Arsal mulai menangis, setelah melepaskan sumber kehidupannya.


“Tuh sama baby Arsal gak boleh katanya bagi sama daddy, jadi nangiskan anak mommy,” tukas Alya.


“Ulu...ulu anak daddy yang ganteng kok nangis,” seperti biasa kalau baby Arsal habis nyusu, langsung di timang sama daddy Erick.


“Alya, erick....acara sudah mau di mulai,” ujar Mama Danish sambil mengendong baby Arash, yang baru masuk ke kamar baby twin.


“Iya Mam, baby Arashnya aku susuin dulu mam, biar nanti tidak rewel pas acara,” pinta Alya yang masih duduk.


“Cucu oma nyusu dulu ya sayang sama mommy,” di kecupnya kedua pipi baby Arash sebelum dikasih ke Alya. Lalu mengambil baby Arsal dari gendongan Erick.


Mama Danish, Papa Bayu dan Mama Yanti semenjak Alya melahirkan tinggal di Mansion Erick, kedua Oma sangat bersemangat mengurus kedua cucunya yang begitu tampan. Sekarang mereka menikmati peran barunya sebagai Oma dan Opa. Suara tangisan yang dulu di rindukan oleh Mama Danish dan Papa Bayu kini hampir setiap hari selalu terdengar di mansion Erick dan Alya.


Suasana mansion terasa lebih hidup dengan kehadiran baby Arash dan Arsal. Keturunan dan penerus keluarga Pratama yang sudah hampir sebelas tahun di nanti.

__ADS_1


“Pah, mama sangat bahagia akhirnya kita memiliki cucu dari anak kita, kembar lagi,” ucap Mama Danish ketika menimang baby Arsal.


“Akhirnya doa kita terkabul Mah, di usia kita sudah setua ini, masih di beri kesempatan melihat cucu cucu kita, alhamdulillah,” rasa syukur yang tak terhingga yang sering di ucapkan oleh Papa Bayu dengan kehadiran kedua cucunya. Dapat kabar cucunya sudah lahir, Papa Bayu menyisihkan rezeki dari perusahaannya untuk di bagikan ke beberapa  panti asuhan, sebagai salah satu tanda syukurnya.


Manusia boleh punya rencana, tapi Allah jugalah yang memiliki kuasanya, usaha semaksimal mungkin namun di sertai dengan doa, dan serahkan hasilnya kepada yang Maha Pencipta.


Dulu Mama Danish dan Papa Bayu memiliki kesalahan memaksa Erick untuk menikahi Delila demi keturunan. Sedangkan dengan Alya, kedua orang tua Erick melihat wanita itu berbeda dan memintanya untuk menjadi menantunya, bahkan di anggap anak bungsu, serta tidak lagi berharap dengan keturunan lagi. Tapi nyatanya wanita itu justru positif hamil melalui inseminasi, kado untuk Mama Danish dan Papa Bayu.


Papa Bayu memandang teduh istrinya yang sedang mengendong baby Arsal, lalu memeluk istrinya dari belakang.


“Semoga di sisa umur kita berdua, bisa terus sebahagia ini ya mam bersama anak, anak menantu dan cucu cucu kita.” ujar Papa Bayu.


“Amin Pah, Opanya baby Arsal dan baby Arash.”


Dibalik pintu Erick dan Alya kedua netranya berbinar-binar mendengar percakapan Mama Danish dan Papa Bayu, yang tak  sengaja terdengar ketika ingin menyusul Mama Danish, untuk mengajak ke bawah.


“Terima kasih sayang, hadirnya dirimu membawa berkah dan kebahagiaan untuk keluargaku,” bisik Erick yang masih mengendong baby Arash.


Alya sedikit menjijit, lalu mengecup pipi sang suami, “terima kasih telah menjadi suamiku, dad.”


Apalah artinya kemewahan  jika tidak ada kebahagiaan di dalamnya, dan bukan juga dengan harta yang berlimpah bisa membuat seseorang bahagia, hanya kebahagiaan yang semu. Namun hati yang bersyukur membuat  hidup bahagia dan nyaman.


Saling terbuka, tidak menutupi sesuatu, jadi diri sendiri. Dan selalu mengungkapkan perasaaan, selalu ucapkan cinta, atau bilang jika tak suka...inilah yang Alya dan Erick lakukan, pondasi rumah tangga mereka berdua.


🌹🌹


Acara aqiqah mulai berjalan, di mulai dengan pengajian terlebih dahulu. Rangkaian demi rangkaian di jalankan hingga saatnya ke dua baby twin  di cukur rambutnya, Mama Danish dan Mama Yanti yang mengendong baby twin untuk berkeliling di iringi oleh shalawat nabi dari para tamu undangan.


 Dalam acara aqiqah baby twin, banyak sekali kado untuk baby twin, hingga Alya yang melihatnya merasa bengah karena begitu berlimpah.


“Alya, selamat ya sudah jadi mommy...sorry aku gak nengokiin waktu di rumah sakit, baru sekarang datang,” ujar Ghina yang datang sama Edward.


Alya dan Ghina saling cipika cipiki, begitupun Erick dan Edward saling berjabat tangan.


“Iya gak pa-pa kok, lagi pula sekarang kamu juga datang nih,” jawab Alya.


“Selamat ya Bro, akhirnya merasakan jadi daddy juga,” ejek Edward.


“Alhamdulillah, akhirnya aku resmi jadi daddy baby twin,” penuh rasa bangga Erick kepada temannya.

__ADS_1


“Anakmu cowok semua bro, gak ada cewek nih. Bikinlah satu lagi biar kita bisa besanan,” ujar Edward asal.


“Punya anak langsung dua aja juga udah bersyukur bro, gak tega lihat istri lagi lahiran, sedih lihatnya,” balas Erick.


“Iya juga sih, tapi siapa tahu aja istri kamu hamil lagi gak pakai jalur inseminasi. Hamil secara alami, terus dapat anak cewek biar lengkap. Jadi bisa buat jodohnya si Sakha, anak aku,” ujar Edward.


“Masih bayi udah ngomongin perjodohan aja nih,”  balas Erick.


“Ya... siapa tahu aja berjodoh, lagian ternyata mansion kita masih satu komplek nih  jadi udah tercium kalau keluarga kita berjodoh,” goda Edward kepada teman karibnya.


“HAH....jadi kita masih satu komplek!” Seru Erick tidak percaya.


“Ya Bro pas kamu kasih undangan, lihat alamatnya ternyata satu komplek, mansion kita cuma beda dua blok kok,” jawab Edward.


“Ya salam jadi kita tetangga dong.”


“Begitu deh.”


“Jadi kita berdua bisa sering ajak anak main bersama ya dad,” ujar Ghina.


“Iya sayang...,” jawab lembut Edward.


Hal yang tak terduga keluarga Erick dan keluarga Edward akan semakin dekat, apalagi jarak mansion mereka berdua sangatlah dekat. Bisa jadi kedua anak kembar mereka menjadi teman dari bayi.


Bersambung.....


Erick & Alya



Edward & Ghina.



 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2