
Dengan tatapan tidak merasa bersalah. “Aku menjual properti mas Erick...ya buat aku belanja dan mentraktir teman-teman lah. Malu Mas Erick masa istri CEO, tidak bisa belanja tas, sepatu bermerk, traktir teman makan siang di restoran mewah seperti dulu,” dusta Agnes.
Sebenarnya uang hasil penjualan properti milik Erick di berikan ke Pak Cokro untuk membayar orang bayaran untuk mencari keberadaan Alya dan melenyapkan dari muka bumi jika ketemu.
“Sepertinya kamu tidak mau berkata jujur pada saya, Agnes!!” geram Erick, dengan tatapan mata elangnya.
“Aku jujur kok Mas Erick, jawab apa adanya. Kalau gak percaya ya sudah,” dusta Agnes yang tidak sesuai dengan kenyataannya.
Sudah terlalu lama rasanya pria itu mengamati dan mengawasi Agnes, wanita ular yang sudah dipeliharanya selama sepuluh tahun, hidup bersama dengan awal yang indah dengan wanita cantik, santun dan patuh kepada suami, walau wanita itu sering juga mengatur suaminya agar mengikuti keinginan. Tatapan teduhnya, tubuh yang sangat menggoda, service wanita itu yang memuaskan di atas ranjang membuat pria itu terbuai dengan istri pertamanya, tidak lagi melihat kekurangannya. Akan tetapi seiringnya waktu, hal itu sedikit demi sedikit terkikiskan, apalagi semenjak hadirnya Delila, pria itu sudah mulai terasa hampa, seperti gelas kosong, padahal memiliki dua istri.
Alya....ya....Alya, semenjak hadirnya wanita si buruk rupa, membuat dunia pria itu jungkir balik 180 derajat. Perasaan yang selalu mengabaikan akan hadirnya istri ketiga di hatinya, nyatanya mampu membuat pria itu merasakan cemburu, sedih, kesakitan, arti dari seseorang yang berharga di relung hatinya.
“ROCKY, BOY!!” panggil Erick dengan suara meninggi.
Kedua pria dengan tubuh tegap dan besar langsung menghampiri.
“Siap Bos!!” ujar serempak Rocky dan Boy.
Agnes terlihat heran dengan kedua pria yang baru saja di panggil Erick.
Pria itu mengeluarkan handphonenya dari kantung kemejanya.
“Dengarkan ini baik-baik, Agnes!!” perintah Erick, dengan senyum devilnya.
“Aku ingin minta bantuan Papa,”
“Kamu minta bantuan apa?”
“Dulu papa bisa merekayasa kecelakaan teman papa tanpa ada yang curiga. Aku minta papa bantu aku melenyapkan nyawa istri baru Mas Erick, Alya.”
Kedua mata Agnes langsung membelalak, ketika mendengar suaranya sendiri dengan papanya. Jantung wanita itu terasa melayang, kemudian terbanting dari ketinggian seratus meter, berasa terjun bebas.
__ADS_1
“Kamu mau menyangkal seperti apalagi Agnes, sudah cukup saya menahan kamu di mansion saya sebagai istri!!” suara Erick begitu meninggi hingga semua pelayan mansion mendengar suara tuannya.
DAG DIG DUG
Wanita itu meremaas kedua tangannya yang sudah bertaut, memikirkan alasan apa yang akan di sampaikan oleh dia. Haruskah dia mengeluarkan air matanya, kemudian membantah rekaman tersebut! Membantah jika suara wanita yang di dengarnya, bukan suara miliknya. Tapi sepertinya tidak bisa berkilah lagi, sudah jelas dia menyebut nama Mas Erick, dan Alya.
Atau haruskah dia berpura-pura jatuh kejang-kejang di lantai, kemudian tidak sadarkan diri agar pria itu merasa iba dengan keadaan wanita itu.
Dalam duduk tegaknya, pria itu mencondongkan punggungnya ke depan, agar bisa menatap jelas wajah Agnes yang terlihat sedikit berpikir.
“Ayo...Agnes...sekarang apa yang ingin kamu sangkal lagi!! Sudah jelas itu suara kamu dengan Pak Cokro!!” ujar sinis Erick.
“Bu-bukan itu...bukan suaraku Mas Erick,” sangkal Agnes.
Erick berdecak.”Cukup tidak usah berkilah lagi dengan saya!!”
“Bisa saja itu hanya suara wanita yang mirip dengan suaraku. Mas Erick jangan mudah percaya begitu saja, lagi pula iseng amat ada yang kirim ke Mas,” kembali Agnes menyangkal.
Bulu kuduk Agnes tiba-tiba merinding melihat Erick tiba-tiba tertawa tidak jelas.
Akan tetapi semburat wajah Erick kembali serius.
“Agnes dengarkan baik-baik ucapan saya, mulai detik ini saya Erick Triyudha Pratama menjatuhkan talak tiga Agnes Rivalia, sekarang kamu bukan tanggung jawab saya lagi!!” dengan tegasnya Erick mengucapkan talak tiga.
Tubuh wanita itu tersentak, kaget setelah mendengar ucapan talak dari bibir Erick.
“TIDAK...TIDAK...MAS...JANGAN CERAIKAN AKU MAS, AKU MINTA MAAF MAS!" histeris Agnes.
“Dan untuk sementara kamu akan saya kirim ke sesuatu tempat, sebelum saya menjebloskan kamu dan Pak Cokro mendekap di jeruji besi!!” lantang Erick berkata.
Bukti untuk melaporkan Agnes dan Pak Cokro masih belum cukup, untuk sementara Agnes akan di asingkan ke sesuatu tempat. Karena jika hanya di ceraikan saja, kemudian keluar dari mansion Erick begitu saja, yang ada wanita itu akan berbuat lebih gila dari sekarang. Dan keamanan Alya akan semakin terancam. Pergerakan Pak Cokro pun sudah di awasi oleh orang utusan Erick, sekarang tinggal Erick melanjutkan pencarian istri yang sedang mengandung, Alya.
__ADS_1
“JANGAN MAS...AKU MINTA MAAF...AKU TIDAK ADA NIATAN UNTUK MELENYAPKAN ALYA MAS...ITU HANYA OMONGAN BELAKA...MAS ERICK,” jerit histeris Agnes, wanita itu bangkit dari duduknya agak bisa mendekati Erick, akan tetapi Rocky dan Boy sudah menahan ke dua lengan Agnes.
“LEPASKAN.....”teriak Agnes, tubuh wanita itu memberontak ketika di tahan oleh kedua ajudan Erick.
“AKU TIDAK MAU DI CERAI, MAS ERICK!!” Jerit Agnes.
“Terima keputusanku...Agnes!!” balas Erick. “Dan jangan sesekali mencoba pura-pura pingsan , atau minum obat overdosis...karena saya sudah muak dengan segala sandiwaramu!!” ucap pelan Erick, tapi penuh dalam penekanan.
“Bawa dia,” perintah Erick kepada Rocky dan Boy.
“BRENGSEK KAMU...MAS ERICK!!” umpat Agnes, ketika wanita itu sudah di gerek Rocky dan Boy.
Kedua bola mata pria itu hanya memutar malas, dan mendesah melihat kepergian Agnes. Urusan mantan istri pertama baru setengah berjalan.
🌹🌹
Villa Daerah Sentul
“Pah, sepertinya kita harus kaji ulang lagi buat project pembangunan apartement. Menurut Alya, tempatnya kurang strategis, mungkin bisa bagian perencana menyurvei ulang lagi Pah,” Alya sedang memberikan pendapat pada Papa Bayu, melalui zoom meeting yang sedang di lakukan siang ini.
Papa Bayu menganggukkan kepalanya, sependapat dengan masukan yang diberikan oleh Alya, sang wakil CEO.
“Nak, sampai kapan kamu menyembunyikan diri?” tanya Papa Bayu di luar konteks pembahasan masalah kerja.
“Mama Danish sangat merindukanmu, apalagi Mama belum pernah melihat menantunya hamil. Mama juga ingin merasakan dan melihat menantunya ngidam serta manjanya ibu hamil,” ujar lirih Papa Bayu.
Wanita si mata abu, tersenyum tipis.”Salam rindu buat Mama, Pah. Nanti tunggu agak kuat si baby twin, Alya akan kembali...untuk sementara biarlah Alya seperti ini.”
“Jangan lama-lama, Nak. Butik Sadekh dan perusahaan Papa juga membutuhkan kamu...ya walau kamu bisa bekerja dari jarak jauh. Tapi selayaknya seorang pemimpin, kamu juga harus berada di tengah-tengah karyawan,” imbuh Papa Bayu, sembari melihat wajah menantunya yang semakin cantik.
Bersambung........yuk Bumil kapan kembalinya, ada yang kengen loh 🤭
__ADS_1