Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Kung Fu Panda


__ADS_3

Pertemuan yang tidak di duga dan tidak di rencanakan. Pak Zainal dan Bu Fira datang ke rumah sakit untuk membesuk salah satu anak tetangganya yang habis melahirkan.


“Pah, lihat bukannya itu Erick, dengan siapa?” colek Bu Fira.


Pak Zainal langsung menoleh ke arah Erick yang sedang bercanda dengan seorang wanita berbadan dua.


Bu Fira yang melihat pemandangan tersebut tidak jauh dari mereka berjalan, rasa iri hati mulai bergelora dan terasa menggebu-gebu.


“Kita samperi mereka, Pah,” ajak Bu Fira.


Raut wajah Pak Zainal dan Bu Fira, terlihat tidak suka dengan tingkah laku dengan mantan menantunya.


“WOW.......LUAR BIASA ERICK,” suara pria itu agak meninggi di antara mereka berdua.


Erick dan Alya langsung menoleh ke belakang.


“Pak Zainal, Bu Fira...,” gumam Erick. Melihat mantan mertuanya berdiri tidak jauh dari keberadaan mereka berdua.


Pak Zainal dan Bu Fira tersenyum smirk melihat wanita hamil yang ada di samping Erick. Erick melihat mantan mertuanya, orang tua Delila, langsung menggandeng tangan Alya dengan eratnya.


“Sudah lama kita tidak bertemu Erick. Ternyata hidup kamu semakin  bahagia. Bahagia di atas penderitaan anak saya, Delila yang masih mendekam di penjara!” berdecak kesal Pak Zainal.


“Ya, sekarang memang saya sangat bahagia Pak Zainal dan untuk Delila jika tidak buat masalah, mungkin tidak akan mendapatkan hukuman yang setimpal!” balas Erick.


Bu Fira, kedua netra masih menatap wanita  yang masih berada di samping Erick, dengan tatapan penuh kebencian. Ibu tua itu maju dua langkah agar lebih dekat dengan wanita itu.


“Oooh jadi wanita ini yang membuat putri saya di ceraikan oleh suaminya. Cukup cantik juga, tapi sayang kelakuannya sudah kayak wanita murahan, perebut suami orang. Coba waktu itu kamu benar-benar keguguran, jadi usaha anak saya Delila tidak sia-sia!!” tukas Bu Fira dengan nada tingginya.


Hingga mengundang perhatian beberapa pengunjung rumah sakit.


Alya berusaha tidak terpancing emosi karena omongan Bu Fira, tapi wanita itu meremas tangan Erick.


“EH.....wanita perebut suami orang!!” Bu Fira mendorong bahu Alya. Untung Erick cepat menahan tubuh Alya.


“Jangan berbangga hati bisa merebut suami Delila! Erick hanya membutuhkan anak yang kamu kandung. Jangan berpikir kamu di cintai dan akan diberikan kemewahan lalu mendapatkan harta yang banyak oleh Erick, setelah kamu melahirkan, kamu akan di ceraikan, dasar ja la ng...cuih!!” Bu Fira membuang ludahnya ke tubuh Alya.


“Bu Fira, jangan kurang ajar dengan istri saya!!” sentak Erick, tidak terima dengan perlakuan kasar Bu Fira.


“HAH..... kamu bilang kurang ajar, justru gara-gara wanita ini, kamu jadi berubah Erick. Memenjarakan istri sendiri. GARA-GARA WANITA INI, DAN DIA PATUT MERASAKAN APA YANG DELILA RASAKAN!!” maki Bu Fira.


“Saya ingatkan Bu Fira, Pak Zainal, Delila bukan istri saya! Saya sudah bercerai resmi dengan Delila!!” bentak Erick.


“Ayo sayang, kita tidak usah meladeni kedua orang ini,” ajak Erick.


Kedua netra Alya sudah terlihat berapi-api, mulai meradang, ada sesuatu yang mulai mendesak hati wanita itu untuk melakukan sesuatu. Wanita itu melepaskan genggaman tangannya dengan Erick.

__ADS_1


Bu Fira tampak menyeringai, lalu kembali maju....kedua tangannya mulai mengarah ke perut bulat Alya.”Bagaimana kalau hari ini kita keluarkan anak dalam perut ini, pasti terlihat seru,” kata sinis Bu Fira, lalu mulai mau mendorong perut Alya,  akan tetapi.....


BUG


BUG


“AAKHH......” teriak kesakitan. Wajah Bu Fira sudah kena tinju Alya, lanjut tendangan maut bumil sudah melayang kebagian perut Bu Fira.



Erick terbelalak melihat aksi Alya, namun sigap memegang tubuh Alya setelah melayangkan tendangannya bagaikan kungfu panda, agar tidak turut melantai seperti Bu Fira.


“Siapapun tidak ada yang boleh mencelakakan anak-anak saya, termasuk anda!!” tunjuk Alya kepada Bu Fira, dengan tatapan tajamnya serta murka.


Beberapa securty rumah sakit mulai menghampiri mereka berempat.


Pak Zainal segera membantu istrinya yang terjatuh di lantai.” Dasar wanita sialan!!” masih sempat Bu Fira memaki.


“Saya tidak pernah mengenal anda ya Bu! tapi mulut Ibu udah kayak comberan. Sudah bau tanah, masih saja suka menghujat orang. Hei Bu cepatlah bertobat ingat umur, bukannya introspeksi diri. Bukannya mengajarkan anaknya jadi pribadi  yang lebih baik, ini malah senang dengan hasutan dan pikiran negatif yang berputar di pikiran sendiri. Pantesan aja anaknya bisa bermuka dua, sering berbuat kasar, wong emak sama bapaknya ngajarin dan kasih contoh seperti itu !!” pungkas Alya.


“Ibu, Bapak....bagaimana kalau kita selesaikan di kantor saja,” ucap security rumah sakit.


“Tidak perlu, saya akan memanggil polisi. Dan membawa ibu ini ke kantor polisi karena sudah berniat mencelakakan istri saya,” tolak Erick, kemudian langsung mengeluarkan handphonenya.


“Iya Erick, jangan panggil polisi, istri saya tidak sengaja. Lagi pulang istri kamu baik-baik saja, malah istri saya yang terjatuh,” mohon Pak Zainal.


“Eh Bapak Tua, kalau saya tidak melindungi anak saya yang masih berada di dalam perut dari kedua tangan istri anda. Pasti sudah masuk ruang ugd, enak aja bilang tidak sengaja. Memangnya tadi bapak tidak dengar dan melihatnya. Ingat Bapak Tua di sini banyak yang menyaksikan apa yang telah istri anda lakukan, jangan lagi bersilat lidah!!” geram Alya. Sedangkan beberapa orang yang menyaksikan menganggukkan kepalanya.


“Tolong maafkan ibu, jangan laporkan ke polisi,” mohon Bu Fira kepada Alya.


“Jika anda tadi hanya merendahkan saya tidak masalah, tapi jika sudah ada niat ingin mencelakakan, itu sudah tidak bisa di maafkan. Memaafkan itu mudah, tapi sanksi hukum tetap harus ada. Biar anda jera, dan kembali berpikir jika ingin bertindak buruk. Seharusnya anda berpikir dan jadikan pengalaman apa yang telah menimpa Delila, bukannya mengikuti jejaknya!!” Tutur Alya, sebenarnya kasihan tapi tidak bisa dibiarkan begitu saja.


“Buat apa anda iri hati, lalu emosi melihat mantan menantu bahagia. Andaikan anak anda saat berumah tangga dengan Pak Erick memiliki anak, mungkin kalian berdua tidak akan melihat kami berdua di sini. Dan seharusnya anda tadi bisa bersilaturahmi dengan sapaan yang baik, tapi anda menyapa  penuh rasa kebencian. Ingatlah hidup dengan hati yang iri, benci, serta tamak  tidak akan membawa kebahagiaan. Hidup di dunia hanyalah sementara, bijaklah anda dalam bersikap, apa yang anda tanam itulah yang anda tuai,” tutur Alya, kepada Bu Fira.


Bu Fira dan Pak Zainal tertegun dengan tutur kata Alya, belum pernah mendapat teguran seperti itu, apalagi dari anaknya Delila mengingati kembali  yang tak patut dilakukan.


Erick  mengelus lembut punggung Alya ketika berbicara, agar mereda emosinya yang menggebu-gebu.


Beberapa polisi sudah datang, dengan wajah tertunduk Bu Fira mengikuti langkah para aparat. Sedangkan beberapa security mengambil rekaman cctv sebagai alat bukti.


“Daddy, nanti jangan diberi hukuman yang berat. Biarkan Bu Fira mendekam beberapa minggu di hotel prodeo, kemudian bebaskanlah. Aku hanya ingin memberikan efek jera saja kepada Bu Fira, agar bisa merubah dirinya menjadi lebih baik,” pinta Alya.


“Kenapa begitu, mom?”


“Hati ibu mana yang tidak akan sedih, iri dan benci melihat rumah tangga anaknya hancur. Karena hal seperti itu Bu Fira bertindak tanpa berpikir sebelumnya,” jawab Alya.

__ADS_1


“Nanti Daddy akan pertimbangkan.”


 “Mommy, maaf kan daddy jika ada kurangnya dalam bertindak.”


“Tidak.....tidak ada yang kurang. Tadi daddy sudah cukup melindungi mommy. Hanya saja  tangan dan kaki mommy gatal ingin meninju dan menendang, Bu Fira,” tukas Alya sambil tersenyum lebar.


“Untung daddy langsung pegang  badan mommy,” jawab Erick, ikut tersenyum.


 


 *Bersambung.....


Tak terasa sudah banyak babnya, terimakasih banyak atas dukungan Kakak Rearders semuanya, semoganya ceritanya bisa menghibur.


Khusus di tanggal 29 November yang spesial buat saya. Saya akan memilih 3 Kakak Readers yang sudah menemani dari bab awal sampai bab sekarang, selalu meninggalkan komentar yang menarik, kadang lucu dan menggemaskan. Sebenarnya banyak pilihan, tapi saya ambil yang terbaik.


3 Kakak Readers ini akan mendapatkan Give Away berupa pulsa atau isi shoppe pay sebesar 25K. Yang beruntung adalah....




Ayumi




Aze-Reen




Xena




Buat yang beruntung langsung chat ya....makasih


Love you sekebon 🌹🌹🌹


Note: hari ini sama besok agak slow up ya, ada kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan*.

__ADS_1


__ADS_2