
Sehari berlalu, pria ganteng itu semakin tersiksa setelah kepulangannya dari mansion utama. Di tambah selama pria itu di mansion utama selalu mencium wangi Alya, membuat dirinya nelangsa. Keinginan untuk menginap di mansion utama, di tentang keras oleh Mama Danish, dirinya di suruh pulang dengan berbagai alasan, akhirnya pria itu menyerah dan meninggalkan mansion utama.
Hari ini, hari senin semua orang kembali beraktivitas ada yang bekerja, ada yang sekolah, atau melakukan kegiatan yang lain. Begitu juga dengan Alya, setelah bedrest di mansion, sekarang sudah waktunya wanita itu beraktivitas.
“Alya, kamu yakin mau ke perusahaan pratama?” tanya Mama Danish yang sedang duduk di tepian ranjang Alya, sambil melihat Alya yang sedang bermake up, merubah wajah dirinya lagi.
“Iya Mah, Alya ke sana hanya untuk mengambil barang-barang, kemudian memberikan surat pengunduran diri. Baru setelahnya nanti ke kantor papa,” jawab Alya.
“Biar karyawan papa saja yang ambil barang kamu sama kasih suratnya. Mama gak mau kamu ke sana, mendingan langsung ke perusahaan papa,” hati Mama Danish agak cemas, takut terjadi hal yang buruk menimpa Alya.
“Mah, lagi pula Alya juga harus menyerahkan pekerjaan Alya ke staf, agar mereka bisa melanjutkannya, sebagai bentuk tanggung jawab Alya, sebelum meninggalkan perusahaan,” Alya bisa menangkap ada rasa kecemasan di raut wajah mama Danish.
“Nak, kenapa kamu menutupi wajah aslimu lagi?” ujar melas Mama Danish.
“Mereka tahunya Alya wajahnya seperti ini, tapi nanti pas ke kantor papa, Alya akan hapus make upnya, mah.”
“Oke kalau ke kantor Erick, mama bolehkan kamu seperti ini wajahnya, tapi kalau ke kantor papa.....jangan bermake up seperti ini. Sudah saatnya kamu menunjukkan jati diri kamu yang sesungguhnya,” pinta mama Danish.
“Iya mamaku sayang.....yang cerewet ini,” ujar Alya, kemudian mengecup pipi Mama Danish. Membuat hati Mama Danish terasa hangat, mendapat kasih sayang dari menantunya.
Berhubung hari ini Alya akan ke kantor papa Bayu juga, cara berpakaiannya sedikit berbeda, wanita itu pakai setelan kerja agar tidak perlu berganti pakaian lagi, akan tetapi masih dengan dandanan jeleknya.
“Ingat nak jangan capek-capek ya, ada si kembar dalam perut kamu. Terus ingat pesan papa, mulai hari ini kamu di antar sopir, tidak boleh bawa motor lagi,” sungguh pagi ini mama Danish sangat cerewet melebihi mama Yanti.
“Siap Bu Bos, Alya berangkat kerja dulu ya mam,” seperti kebiasaannya dengan mama Yanti, Alya mencium punggung tangan mama Danish.
Mama Danish turut mengantar Alya ke luar lobby mansion, dan melepas kepergian Alya ke kantor.
Tak selang berapa lama......
“Perasaan kayaknya gak enak nih, sepertinya mama harus menyusul Alya ke perusahaan Erick, dari pada terjadi sesuatu yang buruk,” gumam Mama Danish sendiri.
Mama Danish buru-buru ke kamarnya yang ada di lantai dua untuk bersiap-siap.
__ADS_1
🌹🌹
Perusahaan Pratama
Sejujurnya Alya jantungnya berdebar-debar, dan sedikit resah ketika akan keluar dari mobil yang telah di siapkan oleh Papa Bayu.
“Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa, lindungi diriku dan calon si kembar,” ucap batin Alya.
“Non Alya, kita sudah sampai,” ujar sang sopir.
“Iya Pak, nanti tunggu saya di parkiran di belakang aja ya Pak,” pesan Alya kepada sopir pribadinya.
“Baik Non.”
Akhirnya Alya keluar dari mobilnya, dan mulai melangkahkan kakinya ke lobby perusahaan pratama.
Seperti yang Alya duga, seluruh karyawan yang berpapasan dengannya memberikan tatapan yang tajam dan sinis, beberapa orang pun terlihat mencibir dirinya. Akan tetapi Alya menghiraukannya, tatapannya lurus ke depan, sesuai dengan tujuannya datang hanya ingin memberikan surat pengunduran diri dan mengambil barang miliknya yang ada di ruang kerjanya.
“Dasar pelaakor gak tahu malu, masih berani datang dan bekerja di sini, udah jelek......eh ternyata penggoda suami orang. Gak tahu diri. Berani banget menggoda Pak Erick!!” salah satu karyawan dengan divisi yang berbeda, menghampiri Alya yang sedang menunggu lift.
Kalau tidak ingat ada si kembar di perutnya ingin sekali menjambak rambut wanita itu, tapi dia menahan dirinya.
“Iya gak tahu malu, masih berani dia datang. Cihh......wanita murahan,” balas temannya.
Untungnya pintu lift terbuka, lalu Alya segera masuk ke dalam, dan cepat menekan tombol tutup, agar mereka tidak turut masuk ke dalam lift.
Ting........pintu lift terbuka di lantai lima, Alya bergegas ke ruang HRD.
“Selamat pagi Pak Arif,” sapa Alya ketika sudah di izinkan masuk ke dalam ruang direktur personalia oleh sekretaris.
“Pagi, Alya.......silahkan duduk,” balas sapa Pak Arif.
Alya segera mendaratkan bokongnya duduk berhadapan dengan Pak Arif.
__ADS_1
“Ada apa Alya, masih pagi sudah ke sini?” tanya Pak Arif.
Alya mengeluarkan amplop putih panjang, dan meletakkan di meja kerja Pak Arif, “saya mau menyerahkan surat pengunduran diri, Pak Arif. Mulai hari ini saya tidak bisa bekerja di perusahaan ini.”
Pak Arif di buat terkejut dengan pengunduran diri Alya, apalagi reputasi Alya sebagai asisten manager finance sangat baik."Kamu mengundurkan diri karena beritakah?” duga Pak Arif.
“Salah satunya iya, Pak Arif,” jawab Alya.
“Berita itu tidak benarkan?” Pak Arif yakin jika berita itu hoax.
“Walau saya menyangkal, tetap saja seluruh karyawan sudah termakan dengan gosip itu, Pak Arif.”
“Iya betul yang kamu ucapkan, tapi sungguh di sayangkan karyawan terbaik dan berkompeten mengundurkan diri karena berita hoax seperti itu. Semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saya tidak bisa menahan keputusan kamu, nanti akan segera saya urus segala administrasi serta gaji kamu bulan ini.”
“Terima kasih banyak Pak Arif.” Alya segera undur diri dari ruangan Pak Arif dan segera ke lantai tujuh. Sedangkan Pak Arif langsung menghubungi seseorang melalui line telepon ruangannya.
🌹🌹
Lantai tujuh
Ruang divisi finance
Beberapa staf finance berkumpul di ruang kerja Alya, setibanya Alya datang......mereka langsung menghampiri Alya, termasuk Fitri.
“Alya, berita itu hoax kan!.....tentang loe merebut Pak Erick, menganggu rumah tangga Bu Agnes?” tanya Fitri, sedangkan beberapa staf ikutan menyimak.
Alya sibuk membenahi barang-barangnya, kemudian di masukkan ke dalam kardus kecil.
“Fitri dan semua teman-teman yang ada di ruang ini tentang masalah berita itu, saya kembalikan lagi ke pikiran kalian semua. Jika saya menyangkal dan membela diri dengan bilang tidak ada hubungan dengan Pak Erick, apakah kalian akan percaya. Sedangkan kalian sudah termakan dengan berita tersebut,” jawab Alya.
“Alya tapi kami percaya, loe bukan pelaakor.....kami selalu mendukung kamu. Karena kamu bukan tipe wanita genit. Walau kami juga sempat kaget melihat foto tersebut,” ujar Fitri, dan di anggukkan oleh teman yang lain.
“Terima kasih Fitri dan semuanya. Dan saya juga minta maaf jika ada kesalahan selama saya bekerja di sini. Hari ini saya tidak akan bekerja di sini lagi.”
__ADS_1
“Siapa yang menyetujui kamu berhenti bekerja dari perusahaan saya!!” suara bariton yang terdengar meninggi, terdengar jelas. Membuat semua yang ada di ruang Alya langsung menoleh ke arah pintu. Terlihat sosok pria ganteng dengan tubuh gagahnya berdiri tegak di pintu ruangan.
bersambung.............apa yang akan dilakukan Erick terhadap Alya 🤔