
Mohon maaf kalau agak sedikit panas, lumayanlah buat malam mingguan. Yang masih bocil......skip ya 🤭🤭🤭
🌹🌹
Dua bulan berlalu.....
Villa Daerah Sentul
Alya ......si ibu hamil, sekarang perutnya semakin membuncit, dengan kondisi ada baby twin di dalam perutnya. Wanita itu setelah seharian bekerja dari villa terlihat sangat lelah, hingga dia memutuskan untuk beristirahat lebih cepat.
Semilir angin malam yang terasa sejuk masuk ke dalam kamarnya, sengaja jendela kamar tidak pernah di tutup, walau sudah malam hari tiba. Wanita itu lebih suka angin dari luar ketimbang menyalakan pendingin ruangan, apalagi selama hamil, wanita itu suka merasa kegerahan.
Menikmati angin malam yang masuk ke dalam pori-pori kulitnya, sayup-sayup mata abu-abu wanita itu mulai terpejamkan.
Tangan besar seorang pria menyentuh pipi wanita itu yang sedang tertidur dengan lembutnya.
“Alya........,” bisik pria itu dengan nada pelannya tapi terdengar berat serta menggoda.
“Ehmmm.........,” gumam Alya tanpa membuka matanya, terasa berat untuk membuka kedua kelopak matanya. Tangan besar pria itu kemudian turun ke bawah dan menyelusuri perut buncit wanita itu, menyentuhnya dengan lembut dan terasa hangat, seakan sedang menyapa si calon baby twin dengan elusan tangan besar hangatnya.
Bumil tersenyum hangat dalam tidurnya ketika menerima sentuhan yang menghangatkan perutnya.
“Alya.........,” kembali pria itu menyapanya di cuping telinga bumil. Hembusan hangat dari hidung pria itu membuat desiran di hati Alya.
Cup....
Pria itu memberanikan diri untuk mengecup daun telinga wanita itu dengan kecupan hangat, kemudian melummatnya dengan gemasnya.
“Ah..........,” desah Alya, merasa geli di area daun telinganya, namun lagi-lagi matanya berat untuk terbuka.
__ADS_1
Bibir pria itu menjadi terpacu untuk mengecup basah, dan memberikan gigitan kecil di daun telinga wanita itu. Kemudian tubuh pria itu mulai bergerak pindah posisi untuk ikut berbaring di samping Alya, dan memeluk wanita itu dari belakang.
Rasa dingin berubah yang semula di rasa menjadi hangat itu yang di rasakan oleh Alya.
Pria itu menyibak rambut panjang Alya, hingga terpampang dengan jelas leher jenjang wanita itu yang mulus dan putih. Pria itu kembali memajukan wajahnya, kemudian memberikan kecupan hangat di leher wanita itu, akan tetapi pria itu tidak sekedar mengecupnya begitu saja, disesapnya penuh gairah yang sudah lama tertahankan. Hingga sang wanita kembali mendesah, mengeluarkan suara merdu yang belum pernah di dengar di telinga pria siapa pun.
Salah satu tangan pria itu mencoba membalikkan tubuh wanita hamil itu dengan hati-hati, hingga mereka sekarang sudah saling berhadapan.
Kedua netra pria itu mulai berembun,” betapa aku merindukanmu, istriku,” lirih Erick kepada wanita yang masih memejamkan matanya.
Pria itu menyentuh lembut pipi mulus istrinya, kemudian kembali memajukan wajahnya, lalu mengecup lembut pipi istrinya. Tak lama bergerak menuju bibir ranum istrinya yang memerah, disentuh lembut dengan bibir pria itu, menyapanya dengan hangat. Sesapan demi sesapan bibir pria, bergerilya di bibir wanita itu, dan ternyata di sambut baik oleh Alya. Wanita itu membalas lummatan yang di terimanya, dan membiarkan lidah pria itu mengabsen setiap incinya dalam rongga mulutnya.
Deru napas mereka berdua semakin menjadi, dada mereka sudah naik turun merasakan gairah yang datang, seperti ingin minta lebih bukan hanya sekedar mencecap atau melummat. Ada rasa gejolak yang sudah tidak bisa di tahan lagi.
Desaahan panjang kembali keluar dari bibir ranum Alya, ketika pria itu melepaskan pagutan. Wajah pria itu sudah berada di ceruk wanita itu, bibir pria itu menghisapnya dengan lembut, hingga tubuh wanita itu bergelinjang tak menentu.
Jantung wanita itu berdetak cepat, hingga napasnya terasa sesak. Wanita itu mulai mengerjapkan kedua kelopak matanya, kemudian kedua bola matanya membulat melihat dirinya memeluk erat bantal guling.
Buku tentang masa hamil mengatakan mimpinya yang intens adalah hal biasa dan memang sudah diperkirakan akan terjadi pada wanita hamil, dengan mimpi-mimpi tentang bayi dan se-ks berada di urutan teratas. Wanita itu pernah beberapa kali bermimpi mengendong kedua babynya, tapi kebanyakan wanita cantik itu bermimpi dengan pria yang menikahinya, siapa lagi kalau bukan Erick.
“Kenapa.......begini terus mimpinya,” keluh Alya, entah kenapa semakin bertambah usia hamilnya, semakin ada sesuatu yang di inginkannya. Dan menurut penjelasan Dokter Dewi, ketika masa hamil ada hormon yang meningkat, dan biasanya beberapa istri yang sedang hamil lebih meningkat hasrat untuk di sentuh oleh suaminya. Dan sekarang Alya merasakannya. Sungguh beban buat wanita itu.
🌹🌹
Mansion Erick.
Sudah dua bulan Erick mengerahkan orang untuk mencari keberadaan Alya ke semua daerah Jakarta, dan juga semua orang sudah mencari satu persatu di villa puncak Bogor, sampai Erick ikut turun tangan mencarinya. Akan tetapi nihil hasilnya.
Bahkan Erick pergi beberapa hari ke Bandung, Surabaya, Bali dan Yogjakarta mencari keberadaan Alya.
__ADS_1
Ajudan yang mengikuti mama Yanti secara diam-diam pun juga tidak membawakan hasil. Dalam waktu sebulan Mama Yanti tidak pernah ketemu dengan Alya, tiap hari hanya berangkat ke butik untuk menggantikan posisi Alya sementara di butik Sadekh, mengawasi pekerjaan karyawan butik secara langsung.
Pria itu benar-benar terlihat semakin frustasi, kehilangan wanita yang sangat menyakitkan buat hati pria itu.
Sedangkan kebahagiaan yang di dambakan oleh Agnes atas kepemilikan suami seorang diri ternyata tidak pernah menghampiri wanita itu. Suasana mansion terasa dingin, tidak pernah sehangat dulu
Pria itu semakin dingin dan acuh dengan Agnes, tidak ada perhatian untuk Agnes dengan alasan sibuk dengan pekerjaan di kantor. Sentuhan dan belaian hangat juga tidak pernah dirasakan lagi oleh Agnes semenjak Erick menikah dengan Alya, dan tak jarang juga Erick tidak pulang ke mansionnya sendiri, lebih banyak menginap ke mansion utama.
Dan kini terlihat pria itu duduk di ruang tamu mansionnya dengan sorot mata tajamnya, menghunus wanita yang duduk di depannya.
“Sudah berapa banyak properti saya, yang kamu jual tanpa seizin saya....huh!!” geram Erick, setelah dapat kabar dari ajudan yang mengawasi Agnes, bertransaksi jual beli properti atas kepemilikannya, pria itu langsung menuju mansionnya.
“Properti milik mas Erick, berarti milikku juga dong mas. Dan boleh dong aku bebas menjualnya, lagian mas Erick kasih uang bulanan hanya seratus juta, mana cukup,” tukas Agnes.
BRAK!!
Erick menggebrak meja tamu dengan sekuat tangannya, membuat kedua bahu Agnes tergidik.
“SUNGGUH LANCANG SEKALI KAMU AGNES!!” teriak Erick, pria itu ingin sekali menampar wanita itu, akan tetapi langsung ingat jangan sampai ada kekerasan.
Agnes terlihat biasa saja, kembali tenang setelah dia di teriaki oleh suaminya.
“Apa rencana kamu di balik menjual properti saya, apakah untuk membayar orang untuk mencelakakan Alya kah!!” tuding Erick, bukan tanpa alasan.
DEG
Agnes yang sedang tidak menatap Erick, langsung menatap wajah suaminya.
“Jangan asal menuduh saja Mas Erick, aku tidak ada niatan untuk mencelakakan siapapun......apalagi Alya. Bukannya mas Erick sedang mengurus penceraian dengan Alya, itu saja aku sudah bersyukur,” jawab Agnes lembut.
__ADS_1
bersambung.......yuk Agnes siapin koper ya 🤭