Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Tragedi beli lumpia


__ADS_3

Masih di rumah sakit, setelah kejadian yang menimpa dari Bu Fira. Dari kejauhan terlihat seorang pria menggunakan topi dan bermasker sedang menghubungi seseorang.


“Dia...ada di sini. Siap untuk laksanakan rencana berikutnya,” ujar pria itu melalui sambungan teleponnya.


“Tetap waspada, hati-hati!” balas seseorang dari sebrang sana.


“Siap, Pak,” balas pria bertopi.


Setelahnya selesai pembicaraannya pria itu keluar dari rumah sakit.


🌹🌹


"Mommy, tadi daddy sempat takut lihat mommy nendang, lagi hamil malah nendang orang."


"Bawaan si kembar kayaknya, rasanya kaki mommy gatel aja," jawab Alya sambil tersenyum lebar.


"Lain kali jangan ya mom, ingat di perut ada baby twin. Daddy takut terjadi apa-apa, dengan mommy dan baby twinnya," pinta Erick sambil mengusap perut Alya.


"Tergantung daddy, kalau ada yang mau berbuat jahat, kita harus jaga diri. Dari pada berakibat buruk nantinya," imbuh Alya.


"Tapi ingat hati-hati sebelum bertindak," balas Erick.


"Iya," wanita itu menganggukkan kepalanya.


“Sayang, sekarang kita mampir ke kantor polisi terlebih dahulu buat bikin BAP,” pinta Erick.


“Tapi dad, mama sama papa kemana. Dari tadi kok gak ngelihat?” tanya Alya sambil mencari-cari.


“Mama, papa sama mama Yanti langsung ke kantor EO, buat mengurus acara syukuran. Papa semangat sekali setelah dapat kabar mau punya cucu cowok,” tutur Erick.


"Ooo.....," bibir Alya membulat.


“Daddy, sebelum kita ke kantor polisi mommy mau beli lumpia basah yang ada di seberang rumah sakit, boleh ya. Kepengen banget,” pinta Alya.

__ADS_1


“Mm...buat mommy apa yang gak boleh, daddy anterin ke sana.”


“Makasih Daddy,” jawab lembut Alya.


Dulu saat masih tinggal di villa milik Dokter Dewi, jika Dokter Dewi berkunjung, suka bawaiin lumpia basah dan wanita itu sangat suka, apalagi kalau pedas. Sekarang mumpung sedang berada di rumah sakit, wanita itu ingin makan lumpia basah.


Rio sebagai asisten setelah dapat tugas menembus obat di bagian apotek, sekarang kembali mengikuti Pak Bos dan istrinya.


“Pak Bos, kita mau kemana?” tanya Rio, karena melihat Pak Bos tidak ke arah mobil, tapi justru keluar dari gerbang rumah sakit.


“Istri saya mau makan lumpia basah, di seberang sana. Kamu mau ikut atau nunggu di lobby rumah sakit?” tanya Erick.


“Mau ikutan cobaiin deh Pak Bos, siapa tahu enak,” balas Rio.


“Ya udah ikut aja,” ajak Erick, pria  itu masih menggenggam erat tangan Alya, karena mau menyeberang jalan. Sedangkan Rio berdiri di samping Erick.


Seperti biasa sebelum menyeberang lihat ke arah ke kanan dan ke kiri, setelah aman baru melangkahkan kaki untuk menyeberang.


Rio mulai curiga ada yang tidak beres. “Pak Erick, Alya.....awas..” teriak Rio.


CITT


BRAK!!


Erick memeluk dan melindungi tubuh Alya, agar terhindar oleh motor, namun sayang pelukan Erick terlepas, karena tubuh pria itu tersenggol motor, begitu juga dengan Rio.


“DADDY......!!” teriak Alya, melihat suaminya sudah tergeletak di atas aspal. Begitu pun juga Rio sang asisten. Dan untungnya Alya ada bapak-bapak yang sempat menariknya ketika terlepas dari pelukan Erick. Tubuh Alya bergetar hebat, kedua kakinya lemas seketika hingga melorot dan terduduk di atas aspal.


“TOLONG SUAMI SAYA.....,”histeris Alya, gigi wanita itu gemeretak akibat tubuh Alya tiba-tiba menggigil.


Sehubungan kejadiannya di depan rumah sakit, beberapa orang serta perawat langsung membantu Erick, Rio serta pengendara motor yang tertimpa dengan motor yang di kendarainya.


Air mata berderai di pipi wanita itu, beberapa perawat turut memapah Alya yang masih dalam kondisi shock, masuk ke dalam rumah sakit kembali.

__ADS_1


Sedangkan Erick dan Rio sudah di larikan duluan ke ruangan instalasi gawat darurat.


“P-pak Erick......daddy......hiks....hiks,” pecah sudah tangisan Alya, apalagi wanita itu melihat jelas ketika motor tersebut dengan sengaja menabrak ke arah mereka bertiga, sungguh keadaan yang tak bisa di hindarkan, dan bagaimana Erick mengorbankan dirinya untuk melindungi dirinya.


“D-daddy......hiks....hiks,” salah satu perawat memberikan minum untuk wanita itu, tapi Alya tak sanggup untuk meminumnya.


Dokter Dewi dan Suster Via terengah-engah berlarian ke ruangan IGD, untuk mencari keberadaan Alya, setelah ada yang memberikan info jika salah satu pasiennya mengalami kecelakaan.


“B-bu Dokter.........hiks.......hiks...,”  tangisan Alya begitu kencang di pelukan Dokter Dewi dengan tubuh gemetaran. Dokter Dewi membiarkan Alya untuk menangis dulu  sambil mengelus lembut punggung wanita itu. Cukup lama Alya menangis, akhirnya wanita itu tidak sadarkan diri.


Suster Via dibantu dengan beberapa perawat pria, mengangkat Alya ke atas ranjang, lalu di bawa ke ruangan IGD untuk di periksa keadaannya oleh Dokter Dewi, terutama kandungannya.


Dua jam kemudian.....


Alya masih berbaring di ruang rawat di temani oleh mama Yanti dan mama Danish.


Sedangkan Papa Bayu mengurus kasus kecelakaan  yang menimpa anak dan menantu serta asistennya. Sedangkan untuk si pengendara motor mengalami luka parah, dan yang jelas Papa Bayu segera menyelidiki kasus tabrakan yang di sengaja setelah melihat rekaman cctv yang ada di luar rumah sakit.


“Jangan-jangan ini ulah si COKRO!!” Geram Papa Bayu.


“Kalian semua kerahkan team, cari dalang dari kecelakaan ini. Kalau bisa kalian pancing menggunakan Agnes agar keluar dari persembunyiannya!! Ini tidak bisa dibiarkan!” Seru Papa Bayu kepada para ajudan yang sudah tiba di rumah sakit.


“Baik Tuan,  siap kami laksanakan,”jawab mereka  serempak.


bersambung.......bagaimana keadaan Erick dan Rio??


 


 


Kisah baru sudah di rilis, mampir ya Kakak Readers yang cantik dan ganteng, mohon dukungannya.


__ADS_1


__ADS_2