Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Pil KB


__ADS_3

Wanita itu beranjak dari duduknya lalu menuju ruang tamu untuk mengambil barang yang ketinggalan di meja ruang tamu.


Sepasang mata pria langsung terbelalak melihat wanita cantik nan sexy berada di ruang tamu, dan itu terlihat jelas dari kaca yang terbuka lebar. Rambut panjang sedikit bergelombang terurai indah, wajah cantik mulus, dan mini dress yang dikenakan wanita itu memperlihatkan kemolekannya.


GLEK


GLEK


Pria itu berkali-kali menahan napasnya, hingga susah menelan salivanya sendiri. Hari ini pria itu sangat jelas melihat wajah cantik itu, dengkul pria itu mulai lemas, tapi ada sesuatu yang mengembang di balik celananya.


Masya allah........ini bidadari jatuh dari langit......batin Rio semakin terpesona dengan istri baru Pak Bosnya.


Dan tak lama kemudian Alya kembali masuk ke ruang tengah, tanpa mengetahui jika Rio sudah berada di depan pintu rumahnya, dan melihat dirinya.


Rio bisa bernapas lega, Alya tidak mengetahui dirinya berada di depan rumah Alya. Pria itu mulai menetralisir dirinya sendiri, agar sesuatu yang telah mengembang kembali menciut. Sungguh Rio kali ini tidak melihat wajah cantik Alya melalui cermin seperti waktu itu dan juga hanya sekilas, kali ini dengan nyata dari balik kaca rumah yang terbuka. Melihat secara keseluruhan.


Erick yang menunggu di dalam mobil, melihat Rio masih di depan rumah Alya terlihat kesal, tidak segera mengetuk pintu, malah terlihat diam, berdiri tegak.


Pria itu di saat masih di restoran langsung menghubungi asistennya untuk menjemput dirinya, sedangkan mobil yang sebelumnya di pakai, sengaja di tinggalnya untuk kedua istrinya.


Sesuai kesepakatan seharusnya Erick tidak di perbolehkan bertamu ke rumah istri ketiganya, tapi sore ini Erick nekat. Di lihatnya Rio masih berdiam di depan pintu rumah Alya, akhirnya pria itu keluar dari mobilnya.


PUK


Erick menepuk bahu Rio, membuat pria itu tersadar dari lamunannya.


‘P-Pak Bos........,” agak tergagap Rio melihat kedatangan Pak Bosnya.


“Dari jauh saya lihat kamu hanya  berdiri terdiam kayak melihat sesuatu. Bukannya langsung kasih barang itu?” tanya Erick, pria itu sekilas melihat jendela yang terbuka.


“I-itu Pak Bos........tadi ada penampakan makhluk asral,” Rio tidak mungkin bilang jujur ke Pak Bosnya, kalau pria itu habis melihat Alya dengan wajah yang berbeda.


“Mana ada makhluk asral di sore hari, mata kamu kayanya harus di periksa ke dokter mata!” kesal Erick.


TOK.....TOK.....TOK


Tangan Erick langsung mengetuk pintu rumah Alya, hati Rio agak cemas takutnya Alya yang membukakan pintu.


TOK.....TOK.......TOK


“Assalamualaikum,” sapa Erick dari luar pintu.


“Walaikumsalam,” jawab seorang wanita.


Ceklek.......pintu terbuka.


“Oh ada Pak Erick,” Bik Sur keluar dari pintu, dan menutup pintu rumah majikannya serta menguncinya dari luar. Rio bernapas lega ternyata buka Alya yang membukakan pintu.


“Alya nya ada Bik Sur,” tanya Erick.


“Non Alya ada di dalam, tapi maaf Pak Erick.......non Alya tidak memperkenankan Pak Erick masuk ke dalam rumah. Bibi sudah di kasih pesan jika Pak Erick datang.”


Tak lama kemudian........


Derrt........Derrt .........Derrt

__ADS_1


Handphone Erick berdering, pria itu langsung merogoh saku jasnya.


Alya calling......


“Sebentar Bik, Alya menelepon saya,” ujar Erick, pria itu langsung menerima panggilan teleponnya.


“Halo....” sapa Erick.


“Pak CEO yang terhomat, bapak sudah melanggar kesepakatan kita. Bapak datang ke rumah saya lagi, sepertinya Bapak benar-benar menyepelekan saya sama seperti dengan kedua istri Bapak!” tegur Alya. Saat mendengar suara laki-laki di luar rumahnya, Alya menduga jika yang datang adalah Erick. Dan dugaannya benar.


.


“Bukan bermaksud saya menyepelekan kamu, jangan samakan saya dengan kedua istri saya,” jawab Erick.


“Sudah Pak Erick, saya tidak mau mendengarkan pembelaan diri Bapak. Berhubung Bapak sudah melanggar kesepakatan, maka hari ini juga saya akan minum obat kb, bukankah bisa menggagalkan inseminasi tadi pagi!!” ancam Alya dengan nada seriusnya.


DEG


“Alya, kamu jangan coba-coba  minum pil KB!!” Erick mulai was-was.


“Akan saya minum hari ini juga, uang yang sudah bapak kirim, akan saya kembalikan semuanya. Kerjasama ini batal, dan kita bercerai!!” ucap lantang Alya, sekali dua kali boleh saja dia di tindas dan di semena-menakan. Tapi jika mengatas namakan kerja sama seharusnya bisa saling menghargai kesepakatan itu.


JEDER


Hati Erick berdenyut sakit, baru kali ini ada wanita yang minta bercerai.


“Alya jangan coba-coba minum pil KB!!" suara Erick mulai meninggi.


“Terlambat!!” jawab Alya.


Alya sudah mematikan sambungan teleponnya.


“Bik Sur tolong bukakan pintunya, saya mau bertemu dengan istri saya.....cepat Bik sebelum terlambat!” mohon Erick, pria itu mulai panik.


Ting.......pesan masuk di handphone Erick


Alya mengirim gambar obat pil kb.


Kedua netra Erick membelalak, “Alya, jangan gila kamu Alya.......” teriak Erick dari luar, panik luar biasa Erick.


“Tolong Alya jangan kamu lakukan hal yang bodoh!!” kembali teriak Erick sekencang mungkin.


Teriakan Erick tidak digubris oleh Alya, wanita cantik itu hanya bisa tersenyum sinis mendengar teriakan Erick yang membabi buta sambil menyesap susu promilnya.


“Pak Erick tolong jangan teriak-teriak tidak enak dengan tetangga. Non Alya memang tidak mau bertemu dengan Pak Erick, jangan di paksa,” ujar Bik Sur.


“Bik Sur, istri saya mau melakukan hal yang tidak benar di dalam. Tolong Bik Sur, sebelum terlambat,” mohon Erick.


Ting.....bunyi pesan masuk di handphone Erick.


Foto beberapa pil KB dan segelas air.



“ALYA!!!” pekik Erick, pria itu menjambak rambutnya sendiri.

__ADS_1


“ARGH.......damn!!” teriak Erick frustasi......


Alya kembali tersenyum lebar mendengar teriakan Erick. “Jangan pernah main-main dengan saya, Pak Erick!” gumam Alya sendiri.


“Bik Sur.......tolong kasihkan ini ke non Alya, ini dari Pak Erick," Rio memberikan bungkusan yang sedari tadi di bawanya. Tidak baik jika lama-lama membiarkan Pak Bosnya teriak di luar rumah Alya.


“Ya Pak, nanti bibi sampaikan ke non Alya.”


“Pak Bos sebaiknya kita pergi dari sini, tetangga sudah pada keluar, gak enak di lihatnya,” bujuk Rio.


“ALYA!!” teriak Erick kembali memanggil nama istri ketiganya.


“Ayo Pak Bos!!” Rio langsung merangkul bahu Pak Bosnya, dan membawa paksa keluar dari halaman rumah Alya. Sedangkan Erick masih menatap rumah Alya, seakan tak mau pergi dari rumah istri ketiganya.


“Harusnya saya gak keluar dari mobil.......sialan!!” geram Erick kepada dirinya sendiri. Pria itu menendang kesal mobilnya sendiri.


“Pak Bos di tahan emosinya....,” Rio mengajak Erick, agar segera masuk ke dalam mobilnya.


“Argh..........,” pekik frustasi Erick, harusnya pria itu bisa menahan diri untuk tidak datang ke rumah Alya. Pikiran pria itu mulai kalut, jika benar Alya minum pil KB, sia-sialah program inseminasinya.


🌹🌹


“Non Alya.......ini ada titipan dari Pak Erick, Bik Sur menyerahkan bungkusan yang tadi di berikan oleh Rio.


“Taruh saja di meja Bik Sur. Pak Ericknya sudah pergi Bik?”


“Sudah non, tadi bibi tungguin di luar sampai mobil Pak Erick pergi.”


“Makasih Bik Sur, pokoknya kalau setiap Pak Erick datang.....jangan pernah di kasih masuk.”


“Baik Non Alya, kalau begitu bibi lanjutin kerjaannya dulu,” pamit Bik Sur.


“Iya Bik.”


Derrt........Derrt.......Derrt


CEO calling......


Alya hanya tersenyum jahat, melihat layar ponselnya.


“Telepon aja terus, gak bakal gue angkat!!” gumam Alya. Wanita cantik itu kembali fokus di layar laptopnya.


Derrt........Derrt........Derrt


CEO calling


“ALYA......argh!!” teriak Erick di dalam mobilnya, kesal sudah ke sekian kali teleponnya tidak di angkat juga.


 


 *bersambung.......


Maaf ya Kakak Readers, bukan Erick yang lihat wajah asli Alya.......Erick masih kurang beruntung 😁*.


__ADS_1


 


__ADS_2