Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Erick murka


__ADS_3

Melihat Erick masih duduk bersimpuh, wanita itu mengambil kesempatan untuk mengemasi barangnya kembali dengan kecepatan tinggi.


“Alya......mau ke mana kamu!!” teriak Erick, melihat Alya sudah memakai tas bahunya dan membawa kardus kecilnya.


Alya sedikit mendekati pria ganteng itu.“Terima kasih Pak Erick, telah memberikan saya kesempatan bekerja di perusahaan Bapak. Selamat tinggal, sampai bertemu lagi saat si baby sudah lahir ke dunia,” ujar Alya dengan senyum smirknya.


Erick berusaha bangkit dari berlututnya, akan tetapi sepertinya agak susah. “STOP ALYA, jangan coba-coba kamu keluar dari pintu itu........kalau tidak sa--!!” Erick berusaha mencegah Alya agar tidak keluar dari ruangannya.


“Tidak perlu mengancam saya, Pak Erick. Itu tidak akan pernah bisa!!” jawab sela Alya, kemudian membuka pintu ruangannya, dan tak disangka berpapasan dengan Rio yang ingin membuka pintu ruangan Alya.


“BERHENTI ALYA!!” pekik Erick, suara pria itu naik empat oktaf.


Semua karyawan yang sedang melihat dari jendela, langsung bubar seketika itu juga.


“Kebetulan Pak Rio datang, urusin tuh Pak Bosnya sepertinya benda pusakanya sedang kesakitan,” ujar Alya, kemudian kembali jalan.


Rio langsung melihat Pak Bosnya, dan ikutan ngilu. Sang asisten langsung mendekati Pak Bosnya, “cepetan bantu saya jalan!!” perintah Erick. Rio segera membantu Erick berdiri lalu memapah Pak Bosnya untuk berjalan keluar dari ruangan Alya.


“ALYA BERHENTI!! DENGARKAN KATA SUAMIMU INI!!” teriak Erick dari kejauhan. Alya hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang.


DEG


Semua karyawan yang ada di ruangan finance langsung melongok dan mengangga mulutnya, setelah mendengar kata SUAMI dari mulut Erick sang pemilik perusahaan.


“APA.......SUAMI!!” terkejut Fitri.


“Pak Erick.....suaminya Alya!!” tak kalah terkejut dengan staf finance yang lain. Alhasil gara-gara ucapan SUAMI langsung menggemparkan ruang divisi finance.


Bayangkan saja jika ada pria seganteng Erick mengaku suami dari wanita si buruk rupa!! Bohongkah atau benarkah ucapan pria itu!! Semuanya sedang berpikir seperti itu.


Erick masih di papah oleh Rio, mereka berdua menyusul Alya yang sepertinya sudah turun ke lantai lobby.


🌹🌹


Lobby


Mobil mewah yang mengantar mama  Danish baru saja tiba di perusahaan pratama, wanita tua itu buru-buru masuk ke dalam lobby,  dan langsung melihat banyak orang yang sepertinya sedang berkerumun. Perasaan mama Danish mulai tak tenang.

__ADS_1


Di ujung sudut lobby terlihat seorang wanita tersenyum penuh kepuasan sedari tadi, dalam persembunyiannya, tapi tiba-tiba senyuman itu berubah ketika Mama Danish datang.


“Ada apa ini di jam kerja ramai-ramai seperti ini,” tegur Mama Danish kepada orang yang berada di sana.


“Ini nyonya kita lagi membalas perbuatan wanita murahan, pengganggu rumah tangga Bu Agnes. Dan harus di usir dari sini,” ujar salah satu karyawan yang terlihat sangat menggebu-gebu.


“Betul Nyonya, sebagai wanita kita harus membasmi para pelaakor, apalagi dia sudah berani merebut Pak Erick dari Bu Agnes,” sahut salah satu karyawan.


“Nyonya harus turut ikutan, ini demi keselamatan rumah tangga anak Nyonya, wanita itu harus diberi pelajaran biar tahu diri,” ajak salah satu karyawan.


“MENYINGKIR KALIAN SEMUA!!” teriak Mama Danish dengan wajah garangnya. Membuat orang yang berkerumun, melonggarkan dirinya. Terlihatlah Alya sudah dalam keadaan kacau balau,  telur busuk, tomat busuk semuanya menempel di dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sedangkan kedua tangan wanita itu memeluk perutnya sendiri, melindungi calon baby twin. Sedangkan kardus yang dibawanya sudah tergeletak di lantai.


“Sekuriti, tahan mereka semua. Dan tutup pintu lobby. Jangan sampai ada yang keluar dari lobby ini!!” pekik perintah mama Danish sambil menunjuk-nunjuk ke beberapa karyawan. Para sekuriti segera menjalankan tugasnya, sedangkan para karyawan sekitar  lima belas orang mulai terlihat cemas, dan saling bersitatap.


“Alya.....,” kedua netra mama Danish mulai berembun.


“Mah.....,” jawab lirih Alya.


Dari kejauhan terlihat Rio dan Erick baru keluar dari pintu lift. Melihat ada mama Danish dan Alya di tengah-tengah lobby, Erick mengabaikan rasa sakit di benda pusakanya. Pria itu melangkahkan kakinya dengan cepat.


“Ada apa ini?” tanya Erick, tapi....”Alya.......” kedua netra Erick langsung terbelalak melihat kondisi Alya.


“Alya........,” Erick mengikis jaraknya, agar bisa mendekati Alya. Akan tetapi wanita itu melangkah mundur.


“Tanyakan kepada semua karyawan kamu yang ada di sini, apa yang telah mereka lakukan terhadap Alya!!” geram Mama Danish, sambil menunjuk orang-orang yang masih berdiri tak jauh di sana, dan jelas sekali tatapan marah terpancar dari kedua netra mama Danish.


“KATAKAN APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN TERHADAP ALYA!!” pekik Erick, wajah gantengnya mulai terlihat garang.


Semua karyawan yang dominan wanita mulai gemetaran, ditambah melihat Pak CEO nya sedang mengamuk.


“K-kami hanya ingin memberi pelajaran buat Alya sebagai wanita pelaakor, Pak Erick,” ujar salah satu karyawan dengan tergagap.


“Kalian tidak tahu siapa Alya......hem!!” ujar Erick masih meninggi suaranya.


“Asisten manager finance,” salah satu karyawan menjawab.


“ALYA ISTRI SAH SAYA, BUKAN PELAAKOR DAN SEDANG MENGANDUNG ANAK SAYA!! KALIAN SEMUA SAYA PECAT HARI INI!!”

__ADS_1


JEDER


Semua karyawan yang telah berbuat jahat ke Alya langsung tertunduk lemas.


Sedangkan di ujung sudut lobby, wanita itu terkejut dan mengeram kesal  mendengar pengakuan Erick.


“M-maafkan kami, Pak Erick. Sungguh kami tidak tahu. Tolong jangan pecat kami, Pak.....t-tolong ampuni kami," ucap memohon salah satu karyawan, sedangkan yang lain mulai terisak menangis.


“Tidak ada maaf buat kalian semua, jika sampai terjadi sesuatu pada kandungannya. Kalian semua akan masuk bui!!” ancam Erick, tidak main-main.


“Mah, kita pergi dari sini,” pinta Alya, sambil meraih tangan Mama Danish.


Akan tetapi Erick langsung meraih tangan Alya,” lepaskanlah tangan saya, saya tidak perlu di kasihani, saya tidak perlu pembelaan  dan saya juga tidak butuh pengakuan dari bapak!!” ujar lirih Alya.


“Lepaskan dan menjauhlah dari saya, Pak Erick,” Alya kembali berkata sambil menghentakan tangan Erick.


“Sudah cukup Erick, jangan lagi mendekati Alya, ayo nak kita pergi dari sini,” tegur Mama Danish.


Perasaan Erick gamang melihat keadaan ini, andaikan saja tadi dia datang tepat waktunya, mungkin pria itu bisa melindungi Alya.


“Kalian semua benar-benar BRENGSEK!!” umpat Erick, kepada semua karyawan yang telah menyiksa Alya.


“Rio, urus surat pemecatan mereka semua tanpa menerima gaji bulan ini!!” penuh emosi Erick.


Mereka semua makin meraung-raung mendengar keputusan atasannya.


Karyawan yang tidak ikutan membully Alya, ikutan merinding melihatnya serta kasihan terhadap pelaku pembullyan, ada untungnya tidak ikutan menghujat Alya. Setiap segala perbuatan pasti ada akibatnya.


Alya dan Mama Danish sudah meninggalkan perusahaan pratama, sedangkan Erick masih menampakkan amarahnya pada karyawannya. Kemudian mengejar Alya keluar lobby, akan tetapi sia-sia saja, mobil mama Danish sudah meninggalkan.


“SIALAN KAMU, ALYA!!” geram wanita itu masih bersembunyi di ujung sudut lobby.


bersambung.........


Buat Kakak Readers yang cantik dan ganteng sabar ya......sebentar lagi acara gala fashion.....apa yang akan terjadi ??


Sambil menunggu kelanjutan Alya dan Erick, mampir yuk ke cerita Ghina dan Om Edward. Terima kasih

__ADS_1


Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹



__ADS_2