
Erick tampak berpikir “tidak selalu tentang kepuasan urusan ranjang Pah, terkadang Erick malah kurang berhasrat dengan Agnes dan Delila,” jawab jujur Erick.
“Wow padahal kedua istrimu cantik, dan pastinya sangat menggodamu di kala malam hari, apalagi kamu selalu bilang sangat mencintai Agnes istri pertama kamu, kenapa sekarang kamu bilang kurang berhasrat,” ejek Papa Bayu kepada putranya, tidak percaya dengan ucapan Erick.
Erick tersenyum kecut dengar ejekan Papa Bayu,”entahlah Pah, saya seperti kehilangan sesuatu selama beberapa tahun terakhir ini......”
“Erick, jika kamu sangat mencintai Agnes atau Delila dengan hati yang paling tulus, kamu tidak akan merasa kehilangan sesuatu. Tapi kalau rasa itu muncul karena keadaan dan terpaksa, maka suatu saat akan pudar, nak.”
“Dalam berumah tangga, ada saling memberi dan menerima. Bukannya memberi terus, tapi tidak menerima apa pun. Apakah dalam berumah tangga kamu sudah seperti itu?”
“Sepertinya kami seperti itu Pah, dan saya sudah berusaha adil kepada kedua istri saya.”
“Yakin??” tanda tanya buat Papa Bayu dengan jawaban Erick.
“Ya.......”
“Jika memang sudah seperti itu, harusnya kamu tidak merasakan sesuatu yang hilang. Seharusnya kamu merasakan harmonis dalam berumah tangga, tidak ada istilahnya kamu tidur di kamar pribadi.” Bukan lagi rahasia buat Papa Bayu dan Mama Danish, jika anaknya punya kamar pribadi sendiri di mansion, dan itu hak putranya.
Sejenak Erick terdiam......
“Tanyakan kepada hatimu sendiri, mau di bawa kemana rumah tangga kamu dengan kedua istrimu. Sudah bahagiakah? Atau justru sebaliknya! Dan kamu tidak perlu memikirkan Alya, sejatinya kamu menikahinya karena sebuah kesepakatan saja. Jangan serakah kamu mau memiliki Alya, uruslah kedua istrimu ini. Dan Alya menjadi urusan papa dan mama, bukan sekedar sebagai menantu tapi sebagai anak,” Tegas Papa Bayu, yang tahu anaknya penuh dalam kebimbangan.
“Papa sebagai laki-laki, juga tahu rasanya ketika Alya dipermalukan di depan orang banyak, pasti sangat menyakitkan. Dan di situlah papa kecewa melihat kamu membiarkan istri kamu menampar wajah istrimu yang lain. Tidak ada pembelaan, kamu membiarkan Agnes memaki wanita yang rela menjadi ibu pengganti, kamu biarkan Agnes menginjak harga diri seorang wanita yang sedang mengandung anak kamu sendiri!!” wajah Papa Bayu mulai terlihat emosi.
Pria yang sedang di tegur oleh papanya, sesaat menundukkan kepalanya. Hari ini benar-benar kedua orang tuanya menegur habis-habisan, atas kesalahan yang di lakukannya.
“Papa kembali ke kamar Alya, Erick,” pamit Papa Bayu, sambil menepuk bahu putranya yang sedang termenung.
Papa Bayu rasa sudah cukup membahas tentang rumah tangga dengan anaknya, karena mau bagaimana pun panjang lebar bicara, tetap yang bersangkutan yang memutuskan bukan orang lain, sekalipun itu orang tua.
“Ya Pah....,” jawab pelan Erick, pria itu tidak bergerak sama sekali dari duduknya selepas papa Bayu meninggalkannya. Sepertinya kesendirian dalam keramaian, membuatnya dirinya nyaman saat ini.
__ADS_1
🌹🌹
Tas Alya masih tertinggal di kantor, Mama Danish sudah menghubungi seseorang untuk mengambil tas Alya di kantor. Sedangkan Mama Yanti juga sudah di kabari oleh mama Danish, jika Alya berada di rumah sakit.
“Ada yang ingin kamu makan nak?” tanya Mama Danish. Alya sudah duduk, menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
“Belum ke pengen mah, ini juga cemilan yang di bawa papa masih ada,” ujar Alya menunjukkan beberapa makanan yang sempat di beli oleh Papa Bayu di coffee shop tadi.
“Kamu harus banyak makan yang sehat, Alya, biar calon cucu papa sehat,” sambung Papa Bayu.
“Doakan calon cucu papa sama mama sehat, sampai lahir.”
“Amin.......,” jawab serempak mama Danish dan papa Bayu.
“Alya ada yang ingin papa bicarakan,” ucap serius Papa Bayu.
“Bicara apa Pah?”
Apa yang di utarakan oleh Papa Bayu, sebenarnya sudah terpikirkan oleh Alya. Mau dirinya akan mengelak atau membela dirinya sendiri di kantor, tetap saja semua karyawan akan mencap dirinya perebut suami orang, dan parahnya pria itu CEO di kantor tersebut. Pasti akan banyak hujatan yang akan di terima oleh Alya.
“Kamu jangan takut masalah keuangan kamu nak, ada mama dan papa yang akan menggantikan gaji kamu selama bekerja di sana,” ujar Mama Danish.
“Mah, Alya tidak terbiasa menerima uang dari seseorang tanpa bekerja. Alangkah nikmatnya menerima sesuatu dari hasil keringat sendiri mah. Alya tidak mau jadi orang yang sering meminta-minta,” ujar lirih Alya.
Dihati kecil wanita itu sebenarnya agak berat jika dia harus berhenti bekerja, tapi di sisi lain jika tetap bertahan di sana maka harus menerima tatapan dan omongan yang tidak enak dari rekan kerjanya. Dan itu sudah pasti terjadi.
“Bagaimana kalau kamu bekerja di perusahaan papa saja, sebagai wakil papa. Dan kamu bisa mengatur jam kerja kamu, karena kondisi kamu sedang hamil,” Papa Bayu memberikan tawaran kepada menantunya.
Ya Allah.....kenapa mama Daniah dan papa Bayu begitu baik padaku, haruskah saya membongkar jati diriku yang sebenarnya.........batin Alya.
Kedua netra Alya mulai berkaca-kaca, wanita berkacamata itu memandangi kedua mertuanya.
__ADS_1
“Alya, maukan apa yang di tawarkan oleh papa?” tanya mama Danish.
Selama dua tahun menjabat sebagai asisten manajer keuangan dan harus melepaskannya karena sebuah tragedi. Sekarang wanita itu di tawarkan untuk menjadi wakil papa Bayu di perusahaannya, berarti jabatannya lebih tinggi dari sebelumnya.
“Jadi wakil Papa, sepertinya terlalu ketinggian, saya belum yakin akan mampu, Pah,” tolak halus Alya.
Papa Bayu mengulum senyum tipis dan menatap anak menantunya.” Selama lima tahun, kamu mampu memimpin Butik dan Konveksi. Masa jadi wakil papa, kamu bilang tidak mampu,” ujar Papa Bayu.
“P-Papa......,” Alya terkejut dengan ucapan Papa Bayu, tahu akan hal butik dan konveksinya.
“Kenapa nak, kamu kaget........Papa bisa tahu?”
“I-iya.......Pah, bagaimana bisa tahu?” Alya menganggukkan kepalanya.
“Maafkan Papa yang sudah menyelidiki kamu ya nak. Kami lakukan hal tersebut karena tidak mau terulang lagi, tidak tahu dengan seluk beluk tentang istri Erick. Walau sebenarnya kami menerima menantu apa adanya, Setelah menyelidiki, justru papa dan mama kaget dengan keadaan kamu, sungguh wanita hebat dan luar biasa, serta pekerja keras,” ujar Papa Bayu.
Sepertinya Alya tidak sampai terpikirkan jika seorang pengusaha hebat seperti mertuanya, pasti sudah terbiasa menyelidiki rekan bisnisnya atau rival bisnisnya. Jadi Alya kali ini salah perhitungan, tapi tidak jadi masalah buatnya, karena bukan sebuah keburukan yang ditutupinya.
Mama Danish menggenggam tangan Alya dan tersenyum hangat. “Berarti Papa dan Mama tahu tentang---“
“Wajah kamu sangat cantik, nak,” sela Mama Danish.
Tambah kagetlah Alya, rahasianya terbongkar semua oleh kedua orang tua Erick.
“Mama tahu dari mana?”
“Sekilas mama lihat waktu acara nikahan kamu,” Mama Danish tersenyum tipis.
*bersambung
Buat Kakak Readers semuanya terima kasih yang sudah memberikan vote buat Alya dan Erick 🙏😘😘
__ADS_1
Love you sekebon 🌹🌹🌹*