Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Persiapan Gala Fashion Week


__ADS_3

Setelah kejadian buruk yang menimpa Alya di lobby, Erick langsung mengumpulkan semua karyawan dan segera mengklarifikasi serta membersihkan nama Alya Zabrina Sadekh di perusahaan Pratama.


Beberapa foto pernikahan Erick dengan Alya seadanya, sengaja di publish oleh Erick di website perusahaan, agar semua kantor cabang juga mengetahuinya.


Sedangkan untuk karyawan yang telah menghujat Alya baik di website maupun secara langsung, segera di berikan sanksi tegas. Inilah yang di lakukan oleh  Erick demi bisa bertemu dengan Alya kembali.


“Kamu tega sekali Mas Erick, kamu melakukan semua ini tanpa berdiskusi padaku terlebih dahulu!!” geram Agnes bermonolog sambil menatap tajam berita di laptopnya.


“Awas Alya, aku akan membuat perhitungan buat kamu, telah membuat Mas Erick mengakui kamu sebagai istrinya!!” tatapan marah tersirat di kedua netra istri pertama Erick.


Rupanya Agnes belum menyadari, gara-gara membuat berita website mengenai Alya sang pelaakor, membuat tanpa sengaja Erick mengakui Alya sebagai istri sahnya.


Agnes mengambil gagang telepon yang ada di meja kerjanya.


“Fatur, tolong kamu keluarkan uang perusahaaan sebesar dua milyar, untuk hari ini juga,” perintah Agnes kepada manajer keuangan melalui line telepon.


“Ada memo dari Pak Erick kah? Untuk mengeluarkan dana sebanyak itu?”tanya Fatur.


“Ikuti perintah aku, Fatur. Nanti memo dari Mas Erick belakangan, yang penting siang ini kamu harus cairkan uang tersebut. Ingat ini perusahaan suami aku jadi aku berhak mengambil uang perusahaan berapapun!!” tegas Agnes.


“Dan tenang saja nanti aku akan memberikan seratus juta sebagai komisi buat kamu,” bujuk Agnes.


“Baiklah, nanti akan saya atur,” Fatur tergiur dengan komisi yang akan diberikan oleh Agnes. Lagi pula untuk mengeluarkan uang sebesar dua milyar saat ini akan terasa mudah, karena sudah tidak ada Alya sang asisten, yang cepat sekali mencium aroma penyimpangan, hingga Fatur tidak bisa berkutik selama dua tahun. Tidak bisa mentilep uang perusahaan  untuk kepentingan pribadinya, sanking telitinya Alya.


Posisi Agnes saat ini masih aman, karena Erick sedang tidak fokus dengan Agnes sebagai biang kerok utama, justru pikiran pria tersebut sedang fokus dengan Alya. Bagaimana caranya Alya mau bertemu dengan pria itu kembali.


Sudah berulang kali Erick berkunjung ke rumah Alya, lalu ke mansion utama demi mencari keberadaan Alya, tapi tetap hasilnya nihil.


Dan sudah berulang kali Erick memohon maaf ke mama Danish atas kejadian yang menimpa Alya, serta memohon agar Mama Danish memberitahukan tempat tinggal Alya, akan tetapi Mama Danish membungkam, justru amarah yang selalu di terima oleh Erick dari mama Danish.

__ADS_1


“Wanita mana yang tidak akan trauma dengan segala hujatan dan bullyan yang terang-terangan menyerang calon ibu dari anak kamu. Hampir saja Alya kehilangan babynya!! Sekarang kamu dengan kedua istrimu  menghina dina Alya dengan wajah buruk rupanya dan tidak menyukainya!! Tapi ingat suatu hari kamu akan menyesal dengan semua ucapanmu!! Dan yang pasti semua kebenaran tentang istri yang kamu cintai selama ini akan terkuak!!” geram Mama Danish  melihat putranya masih saja tertunduk, mendengarkan ceramah panjang dari mama Danish.


“Dan percuma kamu mengakui Alya sebagai istri kamu di depan seluruh karyawan kamu, terlambat!!! Kamu sudah melukai hati Alya ke sekian kalinya, dan mama yakin itu sangatlah membekas di hati Alya!! Andai kamu bertindak cepat saat berita itu muncul, semuanya ini tidak akan terjadi!!” Mama Danish langsung beringsut dari duduknya dan meninggalkan Erick di ruang santai. Erick terlihat tergugu begitu saja.


🌹🌹


Butik Sadekh


Hujatan, perlakuan kasar, hinaan dari para karyawan suaminya sudah menghampiri wanita cantik itu, sesaat memang membuat bumil down dan sudah pasti trauma, serta sangat membekas di hati wanita cantik itu. Kala itu mama Danish langsung membawa pulang ke mansion utama untuk membersihkan dirinya, kemudian mengantarkannya ke rumah sakit untuk pengecekan kondisi kandungannya, puji syukur calon si baby twin bisa diselamatkan, Dokter Dewi segera memberikan obat penguat kandungan.


Dokter Dewi dan Mama Danish banyak berperan penting untuk kondisi mental Alya, di satu sisi Dokter Dewi memberikan sedikit sentuhan psikologis khusus ibu hamil yang moodnya sering swing. Sedangkan Mama Danish memberikan sentuhan, pendekatan hati selaku seorang ibu, menenangkan, menguatkan jiwa Alya yang moodnya cepat berubah karena bawaan si calon baby twin.


Tapi satu hal yang membuat Alya tidak berlarut dalam kesedihan akan traumanya dan harus cepat bangkit yaitu butik milik dirinya. Semenjak kedatangan terakhirnya ke perusahaan pratama, Alya sudah kembali dengan wajah aslinya dan juga penampilan modisnya. Kini wanita cantik itu sedang mengecek pakaian hasil desainnya yang akan di tampilkan  di gala fashion esok hari. Tidak ada raut wajah kesedihan lagi, justru wajah cantiknya sangat berseri-seri, semenjak hamil wajahnya semakin bercahaya.


“Bu Alya, untuk yang baju ini bagaimana, sudah oke?” tanya Lili.


“Dress yang itu sudah oke, nanti bilangin sama Kinan.........tolong di setrika rapi ya,” jawab Alya.


“Oke, nanti saya bawa balik ke bagian jahitnya,” balas Bram.


“Mas Bram, masalah model udah siapkan buat besok?” Alya kembalikan memastikannya.


“Baru saja saya konfirmasi ke mereka, besok pagi mereka sudah sampai di Jakarta Concert Hall. Nanti beberapa  karyawan butik akan standby di sana, pihak penyelenggara sudah menyiapkan tempat penginapan,” jawab Bram.


“Oke berarti tidak ada kendala ya, semua sudah tersusun sesuai planning,” ujar Alya.


Inilah kesibukan Butik Sadekh menjelang hari esok, Alya betul betul terjun langsung untuk persiapan besok gala Fashion.


“Permisi Bu Alya, ada Bu Danish datang,” ujar salah satu karyawan butik, datang ke ruangan Alya.

__ADS_1


“Suruh masuk, Fina,” pinta Alya.


“Halo, nak,” sapa Mama Danish.


“Maaf ya mah, ruang kerja Alya lagi berantakan,” ujar Alya, sembari menghampiri mama Danish.


“Gak pa-pa kok,” jawab Mama Danish.


“Mah, langsung di coba aja ya baju buat besok. Jadi kalau ada yang kurang pas bisa langsung di perbaiki,” pinta Alya.


“Oke,” jawab singkat Mama Danish.


Lili sang asisten langsung mengantar Mama Danish ke ruang ganti, untuk mencoba baju buat esok hari. Alya sengaja membuat baju untuk Mama Danish untuk acara gala Fashion, karena perusahaan Papa Bayu turut di undang.


Tak lama kemudian....


.Mama Danish sudah keluar dari ruang ganti “Nak, mama suka loh bajunya, pas banget sama mama,” puji Mama Danish.


“Alhamdulillah kalau pas dan mama suka,” ujar Alya, sambil memperhatikan bagian pinggang.


“Terasa kesempitan gak mah?” tanya Alya sambil memegang rok bagian pinggangnya.


“Gak sempit nak, ini malah leluasa geraknya.”


“Ok siip, berarti siap di pakai besok. Lili nanti ke bagian setrika ya minta di setrika licin, terus minta anterin langsung ke mansion ya,” titah Alya.


“Siap Bu Alya,” jawab Lili.


Mama Danish segera berganti pakaian.

__ADS_1


bersambung...........Gala Fashion Week



__ADS_2