Pinjam Rahim - Istri Ketiga

Pinjam Rahim - Istri Ketiga
Pernikahan yang menyedihkan


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu, selama dua hari itu juga Erick uring-uringan tidak bisa datang ke rumah wanita berkacamata itu, sedangkan di kantor, Alya seperti menghindari pria ganteng itu. Setiap hampir akan bertemu, Alya pasti langsung berubah jalannya.


Telepon tak pernah di angkat oleh Alya, pesan yang di kirim juga tak pernah ada balasannya.


Sekarang sudah hari Minggu, pria itu sudah  berada di hotel milik keluarganya. Sesuai dengan rencana, siang ini pria ganteng itu akan menikah dengan wanita jelek kata Delila.


Mama Danish tampak masam dan kecewa berat, apa yang telah di siapkan oleh mama Danish untuk Alya langsung berantakan akibat campur tangan Agnes dan Delila.


Tidak ada kebaya indah yang akan di gunakan oleh Alya, yang ada hanyalah dress biasa berwarna putih. Tidak ada MUA yang akan mendandani calon pengantin, yang ada MUA mendandani Agnes dan Delila bagaikan calon pengantin sesungguhnya.


“Sabar Mama, jangan emosi,” Papa Bayu menenangkan hati Mama Danish.


“Apakah salah jika mama juga pengen lihat Alya seperti pengantin Pah, kenapa kedua menantu kita seperti itu!!” sesak rasa hati Mama Danish.


Alya menghampiri mama Danish dan berlutut di hadapan mama Danish, “saya tidak mengharapkan untuk di dandani seperti pengantin mah, cukup acara akad nikah ini berjalan lancar dan sah. Saya sangat paham kenapa Bu Agnes dan mbak Delila seperti itu, jadi mama jangan terlalu di bawa emosi, saya tidak mempermasalahkannya," ucap lembut Alya.


“Sungguh baiknya hati kamu nak, semoga jangan pernah berubah akan jati dirimu, nak,” mama Danis mengelus pipi Alya.


“Apa yang akan berubah mama Danish, saya ya memang seperti ini,” Alya mengulum senyum tipis.


Dibalik rupa burukmu ini......ada wajah cantik yang kamu sembunyikan rapat-rapat. Dan mama yakin jika Erick akan berlekuk lutut di hadapanmu.


Mama Danish sudah menangkap sinyal-sinyal yang aneh dalam diri Erick, karena selama dua hari sebelum hari ini. Putranya menginap di mansion utama tanpa mengajak kedua istrinya. Di hadapan mama Danish, Erick terlihat gelisah tak menentu, dan sering uring-uringan, tapi tidak mau bercerita dengan kedua orang tuanya apa penyebabnya. Ini hal yang tak pernah terjadi.


“Ya sudah sekarang kamu ganti baju nak, maafkan mama jika tidak bisa membuat dirimu cantik di acara sakral ini,” pinta mama Danish dengan suara lembutnya.


“Gak pa-pa Mam....”


Mama Danish dan Papa Bayu memang sengaja datang ke kamar Alya untuk mengecek kesiapannya, tapi sudah keburu di dului Agnes dan Delila.


Melihat dress putih yang di berikan oleh Agnes, Alya hanya bisa tersenyum simpul. Untung dirinya juga tidak mau membongkar wajah dia yang sesungguhnya. Alya bergegas mengganti bajunya, untuk dandanan wajah tetap dengan wajah buruknya. Sedangkan rambut sengaja di gerai lalu di beri bando mutiara. Sungguh sederhana penampilan sang pengantin wanita.


Ballroom Hotel


Jam 14.00 wib

__ADS_1


Tidak ada pelaminan di dalam ballroom itu, Agnes sudah meminta karyawan hotel membongkar pelamin yang terpasang saat dia melihat di pagi hari. Persiapan mama Danish kembali di kacaukan.


Sekarang hanya ada meja untuk acara akad nikah, dan bangku untuk tamu undangan. Lagi pula tamunya juga sedikit, hanya tetangga rumah Alya. Dan prasmanan untuk jamuan tamu yang datang, sungguh tidak ada yang istimewa di acara pernikahan Alya dan Erick.


Erick dengan tuxedo berwarna putih terlihat tambah ganteng, sudah berada di ruang ballroom dan di kawal dengan ketat oleh kedua istrinya yaitu Agnes dan Delila, penampilannya bak pengantin dengan kebaya dari desanier terkenal.


Hati pria itu mulai dag dig dug untuk acara pernikahan siang ini, padahal ini pernikahannya yang ketiga, tapi entah kenapa yang ini rasanya berbeda, beda saat menikah dengan Agnes dan Delila. Ada rasa cemas jika Alya akan kabur, dan tidak jadi menikah dengan pria itu. Sesekali pria itu menatap pintu ballroom melihat kedatangan calon istri ketiganya yang tak kunjung hadir juga.


Mama Danish, Papa Bayu, Mama Yanti dan Sultan adik laki-laki Alya tiba, dan masuk ke dalam ruang ballroom. Sedangkan Alya tetap di kamar di temani Lili.


Para tamu undangan sudah hadir, sebagai saksi pernikahan Erick dan Alya.


“Alya tetap di kamar sampai acara akad nikah selesai,” bisik Rio, tahu jika Pak Bosnya mencari keberadaan Alya.


Sultan adik Alya duduk berhadapan dengan Erick, pria ganteng itu terkesima, melihat rupa adik Alya untuk pertama kalinya begitu tampan.


Benarkah ini adik Alya, kenapa wajahnya sangat berbeda jauh. Adiknya tampan.....batin Erick, mulai gelisah.


Sedangkan Sultan memperhatikan pria yang akan menikah dengan kakaknya, sebenarnya adiknya tidak setuju jika kakaknya akan menikah dengan pria yang sudah beristri. Akan tetapi setelah dijelaskan oleh kakak dan mamanya, Sultan terpaksa menyetujuinya dan mau menjadi wali nikah untuk kakak satu-satunya. Kakaknya yang tercantik buat Sultan, teman berantemnya.


Pak Penghulu sudah membuka sesinya, dan mulai mengarahkan calon pengantin pria dan adik kandung dari calon pengantin wanita. Mereka berdua mulai berjabat tangan, Erick mencoba menghilangkan rasa gugupnya.


“Saya terima nikah dan kawinnya Alya Zabrina Sadekh binti Rafly dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Dengan sekali tarikan napas Erick mengucapkan ijab kabul.


“Bagaimana SAH?” tanya penghulu.


SAH


SAH


Suara dari beberapa tamu terdengar.


 Mama Yanti dan Mama Danish menjemput Alya yang sudah berada di balik pintu ballroom sesuai arahan petugas wedding organizer.


Hati Erick mulai berdebar-debar, ingin melihat wanita yang sudah sah menjadi istri ketiganya. Ingin melihat wanita yang sudah dua hari menghindari dirinya.

__ADS_1


Wangi menguar dari dalam tubuh Alya, wangi yang semerbak, wangi yang sangat lembut. Alya menyambut kedatangan mama Yanti dan mama Danish, dan kedua mamanya langsung meraih tangan Alya, kemudian mengandengnya masuk.



Dengan penampilan sederhananya ternyata terlihat anggun di tubuh Alya, wanita itu menutupi wajahnya dengan masker sesuai permintaan Agnes, tapi dengan sengaja Alya melepas kacamatanya. Mata indahnya sudah di polesnya dengan eye shadow hingga orang bisa langsung menyangka jika sang pengantin wanita sangatlah cantik tanpa harus membuka maskernya.


Erick sudah tak tahan lagi, belum sampai istri ketiganya, Erick segera menghampiri Alya.


DEG


Hati Erick langsung mencelos seketika, melihat secara dekat.....wanita itu tanpa memakai kacamata bulat dan tebalnya.


Cantik......batin Erick.


Mata Alya terlihat cantik dan membuat Alya berbeda tanpa kacamata walau wajahnya memakai masker. Serta penampilannya juga anggun, walau hanya pakai dress putih biasa. Pengantin wanita yang sederhana.


Agnes dan Delila mulai ketar-ketir, tanpa aba-aba mereka berdua beringsut dari duduknya, untuk menghampiri suaminya agar kembali duduk ke tempat acara, dan tidak perlu menggandeng Alya.


Di balik maskernya, Alya ingin tertawa melihat kedua istri Erick, yang sangat ketakutan suaminya menyentuh dirinya. Apa jadinya jika Alya memperlihatkan wajah aslinya, pasti Agnes dan Delila minta Erick segera menceraikan Alya hari ini juga. Maka dari itu Alya belum membongkar jati dirinya.


Kini Alya sudah duduk di samping Erick, wanita itu tampak tenang, dan mulai menanda tangani beberapa dokumen dari penghulu, sebagai tanda sah secara negara dan agama sebagai istri ketiga Tuan Erick Triyudha Pratama. Hingga Alya menerima buku nikahnya dari penghulu.


Tidak ada sesi cium tangan dan cium kening antara pengantin pria dan pengantin wanita, karena langsung di cut oleh Agnes. Dan yang lebih parah Erick tidak di perbolehkan memasang cincin nikah ke jari manis Alya, Agnes menyuruh Alya memasang sendiri jika mau memakai cincin nikahnya. Namun rupanya Alya tidak mempermasalahkan jika dirinya tidak memakai cincin nikah.


Acara akad nikah sudah selesai, Erick langsung di dampingi oleh Agnes dengan Delila, kedua istrinya benar-benar menjaga Erick agar tidak berdiri berdampingan dengan Alya.


Sedangkan Alya di dampingi oleh mama Yanti dan Sultan untuk menjamu  tamu yang mereka undang, ada sekitar empat puluh orang.


Mama Danish dari kejauhan meneteskan air matanya, melihat suasana pernikahan yang tak semestinya begini. Menikah tapi seperti langsung di pisahkan pengantin pria dari pengantin wanita. Papa Bayu langsung merangkul bahu istrinya. Sungguh pernikahan yang menyedihkan.


 


bersambung


__ADS_1


 


 


__ADS_2