
Rio sang asisten yang sudah lebih dahulu mengetahui wajah cantik Alya, siang ini juga ikut terkejut, tidak menyangka wanita itu selain karyawan di perusahaan pratama ternyata seorang perancang busana sekaligus pemilik butik, luar biasa membuat Rio tercegang.
“Sebaiknya Pak Bos, duduk kembali,” pinta Rio, Erick menurutinya dan kini sedang terduduk lemas. Ketika kembali duduk pria ganteng itu beberapa kali meraup wajahnya dengan kasar, serta hembusan napas kasarnya, terdengar jelas oleh Rio.
Mama Danish dan Papa Bayu dengan membawa masing-masing buket bunga, mengantarkan dan memberikannya ke Alya, lalu mengucapkan selamat ke wanita itu, dengan tatapan penuh bangga dari kedua orang tua Erick.
Erick semakin yakin jika Alya yang berdiri di catwalk adalah istri ketiganya, Alya Zafrina Sadekh. Mama Danish hanya bisa tersenyum sinis melihat tatapan anaknya terhadap Alya.
“Rio, benarkah wanita cantik itu wanita yang suka pakai kacamata dan wajahnya terlihat je--- Istri ketiga saya?” pikiran Erick mulai banyak pertanyaan, sedangkan wanita cantik itu sudah kembali ke balik panggung.
“S-sebaiknya saya susul Alya ke belakang panggung untuk memastikannya!" seru Erick, pria itu makin penasaran dan jiwanya mulai menggebu-gebu.
“Tahan Pak Bos belum waktunya, acara belum selesai kalau mau Pak Bos seharusnya mengurus Nyonya Agnes dan Nyonya Delila, sepertinya mereka pingsan setelah mendengar nama perancang busana barusan,” ujar Rio santai, sambil menahan lengan Pak Bosnya, agar benar-benar tidak menyusul Alya ke balik panggung.
Tidak ada rasa panik atau terkejut di wajah Erick ketika Rio memberitahukan kedua istrinya sudah tak sadarkan diri, yang ada hanya tatapan datar tanpa arti.
“Betul kata Rio, sebaiknya kamu mengurus kedua istri kamu yang sempat pingsan, entah kenapa bisa pingsan di sini, padahal tidak ada hal yang meyeramkan atau mengejutkan!” sambung ejek Mama Danish yang telah mendengar ucapan Rio.
Belum Erick menjawab, sudah ada salah satu panitia menghampiri Erick, untuk segera menemani wanita yang sempat pingsan. Pria itu hanya bisa mendengus kesal ketika minta ke ruangan kesehatan untuk menemui Agnes dan Delila. Ditemani oleh Rio, Erick ke menuju ruang kesehatan..
“Menyesallah sedalam-dalamnya kamu, Erick. Sekarang sudah tahukan siapa Alya sebenarnya. Jangan berharap kamu bisa mendekati Alya!!” gumam Mama Danish bermonolog.
🌹🌹
Ruang kesehatan
Agnes terlihat sudah siuman begitu juga dengan Delila, kini ke dua wanita tersebut masih berbaring lemah di ranjang kecil. Ternyata kejadian di gala fashion lumayan membuat Agnes shock seketika, luar biasa terkejutnya, di saat MC menyebut nama Alya, dan melihat penampilan Alya........sungguh berbeda!
Erick hanya bisa menunggu, dan duduk dengan jarak yang lumayan jauh dari Agnes dan Delila terbaring. Pria itu menegak habis botol air mineral ukuran 600 ml, bagaikan orang yang sedang kehausan. Iya dia haus akan pikirannya sendiri.
“Mas Erick, bisakah ambilkan aku minum, kepalaku sangat pusing?” pinta Agnes dengan suara terdengar lemah.
__ADS_1
“Rio, tolong kasih botol minum itu. Saya gak mungkin mendekati mereka berdua, yang ada isi perut saya akan keluar di sini,” jawab Erick datar.
Agnes hanya bisa menghela napas, mendengar jawabnya suaminya. Sebegitukah suaminya tidak mau mendekati dirinya, padahal istrinya baru saja pingsan dan membutuhkan suaminya ada di sisinya.
“Mas Erick, saya juga mau minum,” pinta Delila, ikutan cari perhatian Erick.
Untungnya Rio sudah mengambil dua botol minum dari atas meja, dan di berikan ke masing-masing istri Pak Bosnya.
“Kalau kalian berdua sudah enakkan badannya, sebaiknya kalian berdua pulang setelah ini. Biar saya suruh sopir dan salah satu pelayan mansion, menjemput,” titah Erick.
Pikiran Agnes dan Delila langsung terkoneksi mengingat kehadiran Alya di acara gala fashion, “tidak Mas Erick jangan suruh aku pulang, sebentar lagi pusing aku hilang, hanya butuh istirahat sebentar saja,” Agnes langsung menolak di suruh pulang, wanita itu langsung mencemaskan keberadaan Alya yang sangat jauh berbeda, takut suaminya mendekati Alya, dan akan memperkenalkan Alya ke rekan bisnisnya sebagai istrinya. Sedangkan semua teman dan rekan bisnis Erick, hanya tahu istri Erick adalah Agnes, maka dari itu dia tidak mau pulang.
Jika perancang busana yang bernama Alya itu sama dengan wanita jelek yang aku pilih sebagai ibu pengganti, maka aku harus cepat-cepat meminta Mas Erick segera menceraikannya, aku sudah tidak perduli lagi dengan status anak yang di kandungnya. Dari pada nanti Mas Erick menyukainya, dan tidak akan menceraikannya, aku tidak mau punya madu lagi, aku tidak mau di poligami lagi.......batin Agnes mulai ketakutan.
“Iya Mas Erick, saya juga sama kayak mbak Agnes. Sebentar lagi pusingnya juga hilang,” Delila ikutan menolak pulang.
Enak aja gue udah dandan cantik begini di suruh pulang, gue juga mau dong di perkenalkan sebagai istri dari Mas Erick di acara ini. Dan gue harus jagaiin Mas Erick jangan sampai Mas Erick memperkenalkan Alya sebagai istrinya, harus gue duluan!! Batin iri Delila.
“Huft.......terserah kalian berdualah,” jawab Erick, tidak bisa berbuat apa-apa. Sesungguhnya Erick terlihat acuh dengan kedua istrinya, badannya saja ada di ruang kesehatan tapi pikirannya masih ada di acara. Pria itu tertahan oleh kedua istrinya.
Pusing ya Pak Bos ngurus istri dua! Batin ejek Rio.
**
Balik panggung.......
“Alhamdulillah acaranya lancar, terima kasih buat team semuanya sudah banyak membantu, tanpa kalian semua, apalah arti karya saya,” ucap Alya dengan matanya yang berbinar-binar.
Semua karyawan butik Sadekh yang ada di balik panggung, saling berpelukan dengan Alya, termasuk Lili dan Bram.
“Sukses selalu Alya, saya yakin butik Sadekh dan kamu akan menjadi terkenal,” ujar Bram setelah mengurai pelukannya
__ADS_1
“Terima kasih banyak Mas Bram, selama ini sudah banyak membantu dan mendukungku,” jawab Alya.
“Sama-sama, semuanya juga karena kegigihan dan kepintaran kamu. Saya hanya sedikit membantu,” jawab Bram dengan tatapan hangatnya. Segala sesuatu yang dilakukan penuh kegigihan dan usaha serta keikhlasan dalam menjalani serta mencintai pekerjaan tersebut, pasti akan membuahkan hasil yang baik walau sebelumnya terjatuh terlebih dahulu.
Jerih payah sang anak yatim, serta wanita yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain, siang ini wanita cantik ini mulai menuai jerih payahnya.
Setelah penampilan karya busananya, beberapa orang mewakilkan perusahaannya menemuinya di belakang panggung, sungguh secepat itu feedback yang di rasakan oleh wanita cantik tersebut. Dan seperti biasa Alya selalu di dampingi oleh Bram dan Lili, salah satu bentuk keprofesionalannya Alya.
🌹🌹
Ballroom
Setelah selesai pagelaran busana, kini saatnya para undangan serta para perancang busana, pindah tempat ke acara makan bersama di salah satu ballroom, di mana semuanya saling membaur untuk beramah tamah.
Papa Bayu dengan senang hati memperkenalkan Alya dengan relasi perusahaannya yang turut di undang di acara gala fashion, penuh rasa bangga terhadap Alya begitu juga dengan Mama Danish.
Bram dan Lili juga turut ikut di acara makan tersebut, untuk mendampingi Alya.
Tak berapa lama, dari pintu ballroom masuklah Erick dan Rio, dan tentunya dengan jarak jauh terlihatlah Agnes dan Delila berjalan di belakang Erick dan Rio. Sepertinya kedua istri Erick, sudah sanggup untuk berjalan lagi seperti biasa.
Dari kejauhan Erick sudah melihat Alya bersama Bram dengan beberapa pria tampan dan terlihat berpenampilan berkelas sedang beramah tamah, wanita itu terlihat semakin cantik ketika tersenyum. Denyut jantung Erick terasa teriris melihat pemandangan tersebut.
bersambung........
kira-kira kalau Erick culik Alya, kakak readers setuju gak?? Yuk tinggalin komentarnya.....
Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1