
Terjadi perdebatan kecil antara Seruni dan seorang sopir di dalam mobil ambulans yang membawa jenazah Alfa. Pasalnya Seruni meminta sang sopir untuk membawa jenazah suaminya ke kediamannya. Sedangkan papa Zaky tadi sudah memberikan alamat rumahnya kepada sang sopir. Ya, saat ini Seruni berada di dalam mobil ambulans bersama mama Amara. Sedangkan papa Zaky menaiki mobilnya sendiri yang dikemudikan oleh om Pras. Reksa pastinya juga mengendarai mobilnya sendiri.
Perlahan mobil ambulans itu melaju meninggalkan pelataran rumah sakit tepat pukul tiga dini hari. Tentunya tujuannya berbeda dengan tujuan awal. Ya, sang sopir memilih menuruti permintaan istri dari jenazah yang dibawanya. Melihat itu papa Zaky dan om Pras langsung mengumpati Seruni. Karena sudah pasti Seruni lah yang memintanya.
Posisi mereka saat ini adalah, mobil ambulans berada di urutan paling depan. Setelah itu diikuti oleh mobil Papa Zaky, baru kemudian mobil Reksa berada di urutan paling belakang.
Hanya butuh waktu sebentar mereka sudah tiba di kediaman mama Amara. Tidak ada setengah jam karena mobil ambulans melaju dengan kecepatan tinggi. Dan kondisi jalanan juga cukup sepi.
Mendengar suara gaduh dari luar dan juga suara beberapa mesin kendaraan yang berhenti di dekat rumah mereka, para tetangga kanan kiri rumah mama Amara berusaha mengintip dari jendela rumahnya. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat mobil ambulans berhenti tepat di depan rumah mama Amara. Mereka segera keluar dan berbondong-bondong mendatangi rumah mama Amara. Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah berita meninggalnya Alfa, suami Seruni yang dipikirnya sudah sembuh dari sakit.
Suara isak tangis dan raungan Seruni kembali pecah saat jenazah suaminya berhasil dibaringkan di ruang tamu yang kursi dan mejanya sudah dipindahkan dengan bantuan beberapa tetangganya.
Mobil ambulans segera meninggalkan kediaman mama Amara setelah menyelesaikan tugasnya.
Seruni mendudukkan tubuhnya di samping jenazah sang suami masih dengan terisak-isak. Ada papa Zaky dan om Pras juga di sisi lainnya.
__ADS_1
"Puas kau sekarang karena sudah berhasil menumbalkan suami mu sendiri!" Seru papa Zaky dengan mata yang memerah. "Dasar wanita iblis! Ada perjanjian apa kau dengan demit itu hingga tega menumbalkan anak ku!" Teriak papa Zaky lagi.
"Tidak pa, tidak! Runi tidak pernah melakukan hal seperti yang papa tuduhkan."
"Owh, atau jangan-jangan kau tega menyantet suami mu sendiri agar bisa bersama dengan selingkuhan mu itu?!" Jari telunjuk papa Zaky menuding ke arah Reksa yang duduk diantara orang-orang. Kasak kusuk pun mulai terdengar di telinga Seruni.
"Jaga bicara anda pak Zaky!" Seru Reksa tak terima karena di tuduh menjadi selingkuhan Seruni. Meskipun dirinya sangat mencintai Seruni, tapi dia tidak pernah berpikiran sepicik itu.
"Haha.... Hey bocah ingusan, kamu menyuruh ku menjaga bicara ku. Tapi kalian tidak bisa menjaga kelakuan bejat kalian. Tega-teganya kalian berpelukan di dalam ruang perawatan anak ku dan di depan mata ku."
"Pa, tapi itu semua tidak seperti yang papa lihat. Runi sudah menganggap Mas Reksa seperti kakak Runi sendiri." Sanggah Seruni.
"Tidak!" Teriak Seruni.
"Hey, jangan pernah menyudutkan anak ku atas kepergian Alfa." Mama Amara yang tadi berada di belakang langsung keluar saat mendengar keributan di depan. "Ini semua sudah kehendak yang kuasa." Imbuh mama Amara. Namun sedetik kemudian ia meringis merasakan nyeri di dadanya. "Sssstthh!"
__ADS_1
"Mama!" Seruni segera beranjak menghampiri mamanya. Reksa pun ikut beranjak kemudian memapah mama Amara masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Menjelang pagi berita kematian Alfa sudah tersebar. Banyak tetangga dan warga yang berbondong-bondong datang untuk bertakziah. Seruni tadi juga sudah menyempatkan untuk menghubungi Faya. Tak lupa dirinya juga meminta Faya untuk mengabari sahabat-sahabatnya.
Pukul enam pagi Sahabat-sahabat Seruni sudah tiba di rumahnya. Jerit tangis Seruni kembali pecah saat kedatangan sahabatnya itu. Mereka berlima langsung berpelukan dalam tangis.
Pukul sembilan pagi jenazah Alfa sudah selesai dikebumikan di samping makam papanya Seruni.
Sebenarnya tadi sempat terjadi perdebatan lagi saat jenazah Alfa akan diberangkatkan. Papa Zaky ngotot akan membawa jenazah anaknya untuk dikebumikan di samping makam sang istri yang ada di kotanya. Namun Seruni tidak setuju dengan keputusan mertuanya itu. Akhirnya terjadilah perdebatan di antara mereka berdua. Beruntung pak ustadz memberikan penjelasan dan juga pencerahan untuk mereka. Bahwa tidak ada masalah di manapun jenazah akan dikebumikan. Yang terpenting doa untuk almarhum jangan pernah putus.
Setelah mendengar ceramah singkat dari seorang ustadz, akhirnya Papa Zaky mengalah dan membiarkan anaknya dikebumikan di kota ini.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏