
"Jadi kapan kamu bisa mulai kuliah?" Seruni menyodorkan baju yang baru saja diambilnya dari dalam lemari ke arah suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Sore tadi saat Alfa tiba di rumah, istrinya ternyata sudah terlebih dahulu tiba di rumah. Memang lumayan lama tadi urusannya di kampus yang baru. Namun semua akhirnya bisa terselesaikan meskipun harus menyita waktu. Dan kedua sahabatnya itu masih setia menemaninya hingga semuanya beres.
"Besok juga bisa langsung masuk." Alfa meraih baju dari tangan sang istri. Alfa langsung meloloskan selembar handuk yang melilit di pinggangnya hingga membuat istrinya histeris.
"Aaaaa!" Seruni menjerit seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Benar-benar sialan suaminya itu. Bisa-bisanya t31@nj@n9 bulat di depannya.
Alfa hanya terkekeh melihat tingkah istrinya. Dengan santainya ia segera memakai pakaiannya. Setelah berhasil mengenakan baju dan celana pendeknya, Alfa langsung mendekati sang istri dan langsung memeluknya.
"Sudah, ngapain di tutup begitu." Bisiknya di telinga sang istri. Seruni pun perlahan menurunkan tangannya setelah dirasa suaminya itu mengenakan baju. Seruni tadi sempat berfikir kalau suaminya itu memeluknya masih dalam keadaan tidak mengenakan baju.
"Kebiasaan suka sembarangan!" Omel Seruni yang selalu di tanggapi kekehan oleh suaminya. "Demen banget ngumbar aurot." Sungutnya lagi. "Bikin mata ternoda saja!" Lagi, Seruni masih belum puas. "Besok-besok sekalian di umbar di pinggir jalan."
__ADS_1
"Eh, kok begitu." Alfa tidak terima dengan ucapan terakhir istrinya. Ia langsung mengurai pelukannya. "Aku tidak segila itu. Aku hanya memperlihatkannya kepada istri ku. Apa itu salah?" Alfa berlalu melangkah meninggalkan istrinya. Hampir saja dirinya mencapai pintu kamar. Namun langkahnya tertahan saat merasakan pelukan istrinya dari belakang. Alfa pun nampak menyunggingkan senyum. Ternyata ada gunanya juga ia pura-pura merajuk.
"Maaf, aku nggak bermaksud bicara begitu." Seruni menyandarkan kepalanya di punggung sang suami. "Maaf!" Ucapnya lagi. "Al," Seruni mengurai pelukannya karena suaminya itu hanya diam saja tanpa meresponnya. Seruni langsung berpindah ke hadapan suaminya yang hanya menatapnya datar. Seolah menunjukkan bahwa suaminya itu kecewa dengan ucapannya. "Al, maaf!" Seruni gantian memeluk suaminya dari depan. Namun sama saja suaminya itu masih tidak meresponnya. Seruni pun mengurai pelukannya kembali kemudian menatap suaminya.
Sebenarnya Alfa susah payah menahan tawanya agar tidak meledak saat melihat ekspresi wajah istrinya yang hampir saja menangis karena tidak mendapat Maaf darinya. Namun semua itu ia tahan karena ingin melihat seberapa besar perjuangan istrinya itu dalam mendapatkan Maaf darinya.
"Al," Seruni mengguncang tubuh sang suami. "Ish, masa gitu aja marah. Ayolah jangan ngambekan seperti ini. Aku tadi cuma bercanda." Seruni menunduk sendu sambil memutar otaknya untuk mencari cara agar suaminya itu tidak merajuk berkepanjangan.
Alfa masih setia menunggu istrinya yang nampak berpikir. Alfa yakin saat ini istrinya itu sedang mencari cara untuk meluluhkannya. Seulas senyum nampak tersungging di bibir Alfa tanpa Seruni sadari. Karena Seruni sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Huuuft!" Helaan nafas kasar terdengar dari mulut Seruni. Seruni mendongakkan kepalanya menatap sang suami. Perlahan ia menjinjitkan kakinya. "Cup!" Satu kecupan mendarat di bibir suaminya. "Maaf!" Namun usahanya itu belum membuahkan hasil. Suaminya masih diam membisu. "Huuuft!" Seruni membulatkan tekatnya. Ia tidak ingin keadaan ini semakin runyam.
Seruni kembali menjinjitkan kakinya. "Cup!" Lagi, Seruni mengecup bibir suaminya. Namun kali ini bukan hanya sekedar kecupan. Tetapi Seruni memberikan gigitan-gigitan kecil serta ******* meskipun terasa kaku.
__ADS_1
Dan semua itu berhasil meruntuhkan pertahanan Alfa. Alfa langsung membuka mulutnya dan langsung menyambar bibir sang istri dengan rakusnya. Tangannya ia letakkan di belakang kepala sang istri untuk menekannya agar ciuman mereka semakin dalam.
Alfa menggiring istrinya menuju ke tempat tidur dan langsung mendorong pelan tubuh istrinya hingga mereka berdua jatuh ke atas tempat tidur tanpa melepas pagutannya.
*****
*****
*****
Kabooorrr 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️ emak gk tanggung jawab 🤣🤣🤣
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
__ADS_1