
"Hey ayam kampus! Urusan kita belum kelar!" Tiba-tiba saja Sinta menarik tangan Seruni saat Seruni dan Faya melintas di depannya. Seruni yang kaget hampir saja oleng kalau saja Faya tidak reflek menahan tubuhnya.
"Hey, bisa ngomong baik-baik nggak?!" Faya ikut berteriak karena merasa geram.
"Loe nggak usah ikut campur Fa, gue nggak ada urusan sama loe!" Teriak Sinta menunjuk ke arah Faya.
"Urusan apa maksud kamu Sin?" Tanya Seruni yang kebingungan karena merasa tidak memiliki urusan dengan Sinta.
"Urusan loe yang main pergi aja setelah nabrak gue!" Sinta mendorong Seruni hingga Seruni mundur beberapa langkah.
"Sin, nggak usah pakai kekerasan kan bisa." Faya merentangkan kedua tangannya di tengah-tengah antara Seruni dan Sinta. "Sebenarnya kamu ini kenapa sih Sin? Kenapa kamu berubah jadi begini? Bukankah kita sahabat?" Faya menyayangkan sikap Sinta yang baginya menjadi kasar dan urakan.
"Cuih, gue nggak sudi punya sahabat kayak dia." Sinta menunjuk Seruni.
"Oke, aku minta maaf Sin kalau ada salah." Pupus Seruni yang tidak ingin masalahnya dengan Sinta menjadi melebar kemana-mana.
"Heh, maaf doang? Setelah yang loe lakuin ke gue? Basi!"
"Terus mau kamu apa?" Seruni mencoba bernego dengan Sinta.
"Memangnya loe bisa mengembalikan keadaan seperti sebelum loe tidur dengan Rendy!" Teriak Sinta sekali lagi hingga membuat para mahasiswa dan mahasiswi yang mengerubungi mereka seketika berkasak-kusuk membicarakan Seruni.
__ADS_1
Cibiran demi cibiran mulai memenuhi gendang telinga Seruni. Tes! Air mata kembali menetes membasahi kedua pipi Seruni.
"Tapi itu bukan kehendak ku Sin. Aku tidak sadar waktu itu. Plis percaya sama aku." Mohon Seruni.
"Hahaha.... Hey gaess, sudah dengar kan kalian? Ayam kampus kita ini, kelihatan lugu. Tapi nggak taunya suka mabuk-mabukan hingga dia tidak sadar tidur dengan banyak laki-laki."
"Huuuuuuu......" Sorakan serta cibiran silih berganti tertuju pada Seruni yang mematung seraya berlinang air mata.
"HENTIKAN!" Teriak Faya yang sejak tadi diam menahan geram. "Kalian tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi berhentilah membuly Seruni. Ayo Run!" Faya menarik tangan sahabatnya itu kemudian langsung membawanya menuju ke parkiran.
Faya memilih untuk tidak mengikuti kelas hari ini karena melihat kondisi sahabatnya itu yang tidak baik-baik saja. Faya mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah cafe yang biasanya mereka singgahi.
"Kenapa kamu membawa ku ke sini Fa?"
"Bukankah aku sudah biasa mendapatkan perlakuan seperti itu? Aku tidak apa-apa, itu sudah menjadi makanan ku sehari-hari."
"Huuuft, ayo kita masuk." Faya terlebih dahulu turun dari mobilnya kemudian diikuti oleh Seruni.
Mereka berdua melangkah memasuki sebuah cafe yang lumayan sepi karena hanya ada beberapa orang saja. Mereka mengambil posisi duduk di dekat jendela agar bisa melihat keadaan di luar kafe, lebih tepatnya lalu lalang kendaraan yang melintas di depan cafe.
Seorang pelayan datang dan menyodorkan buku menu kepada mereka. Setelah mencatat pesanan keduanya, pelayan itu pun langsung pamit undur diri.
__ADS_1
Seruni nampak termenung dengan bertumpu pada siku, kedua tangannya itu menyangga dagunya. Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah Alfa, Alfa, dan Alfa. Dimana lagi ia harus mencari Alfa? Kapan ia bisa bertemu Alfa, dan segera mengakhiri kutukannya itu.
Ya, sampai saat ini Seruni masih menganggap bahwa dirinya itu terkena kutukan. Padahal Mbah Suro sudah menjelaskan bahwa itu bukan kutukan, melainkan dirinya hanyalah sebagai perantara.
"Hay Run, boleh om gabung?"
Saking larutnya dalam pikirannya, Seruni sampai tidak menyadari ada seseorang yang sudah berdiri di sampingnya.
"Eh," Seruni tersentak. "O-om Zaky?"
"Boleh om gabung?" Ucap om Zaky sekali lagi.
"Eem," Seruni melirik Faya yang terlihat mengedikkan bahunya. "Bo-boleh om, silahkan."
"Terimakasih!" Om Zaky langsung menarik kursi kemudian mendudukinya.
Tak lama kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka dan juga pesanan Om Zaky. Seruni dan Faya nampak canggung. Sedangkan om Zaky nampak santai menikmati makanannya.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏