SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
SEASON 2 PART 134


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Reksa sudah tiba di halaman rumah Mbah Suro sejak beberapa menit yang lalu. Namun penumpangnya belum juga nampak turun dari dalam mobil tersebut.


Tubuh Seruni sedikit bergetar. Tangannya terasa berkeringat. Ia juga terlihat beberapa kali membetulkan letak gendong yang tersampir di pundaknya. Baby Al nampak tertidur lelap dalam gendongan mamanya.


Mungkin saat ini Seruni sedikit nervous karena akan bertemu dengan Mbah Suro kembali. Ia takut kalau Mbah Suro tidak bisa menerimanya. Padahal sejak tadi Reksa sudah berkali-kali meyakinkannya bahwa bapaknya tidak akan menentang keputusannya.


Seruni terlalu malu dengan masa lalunya. Ia merasa rendah diri jika dibandingkan dengan Reksa yang seorang laki-laki baik serta memiliki kelebihan. Sedangkan dirinya memiliki banyak kekurangan dan tidak ada satupun kelebihannya.


"Apa yang kamu takut kan, hem?" Reksa meraih tangan kanan Seruni kemudian menggenggamnya erat. Bisa Reksa rasakan tangan itu berkeringat dan sedikit bergetar. "Percaya sama aku, bapak tidak akan menentang hubungan kita. Aku bisa jamin itu. Jikapun nanti bapak tidak merestui kita, aku akan tetap memilih mu."


Seruni menggeleng. "Dan jika itu sampai terjadi, maka aku tidak ingin menjadi pilihan mu." Sahut Seruni.


"Kenapa? Apa kamu tidak mencintai ku?"


Lagi-lagi Seruni menggeleng. "Aku tidak ingin kamu menjadi anak durhaka hanya karena lebih memilih ku."


Reksa semakin mengeratkan genggamannya. Perlahan genggaman tangan itu ia tarik hingga tepat berada di depan wajahnya dan.....


Cup!


Reksa mengecup dalam punggung tangan Seruni hingga membuat sang empunya terharu karena merasa sangat dicintai.


"Kamu wanita baik." Ucap Reksa setelah melepas kecupannya. "Ayo kita turun. Kasihan anak kita, dia pasti merasa kurang nyaman tidur seperti itu."


"Anak kita?" Beo Seruni mengulang ucapan Reksa.

__ADS_1


"Ya, anak kita. Bukankah dia memanggil ku dengan sebutan papa?" Reksa terlihat menaik turunkan alisnya seolah menggoda Seruni.


"Apa sih Mas. Dia kan masih kecil mana tahu."


"Makanya dibiasakan sejak kecil. Bukankah sebentar lagi aku akan menjadi papanya?"


Seruni tersipu malu. Ia menunduk menyembunyikan rona merah yang tercipta di pipinya. Tanpa Reksa sadari Seruni diam-diam mengulum senyum.


Reksa melepas genggaman tangannya kemudian segera turun dari mobil. Diputarinya mobil itu untuk membukakan pintu calon istrinya.


"Ayo!" Reksa mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Seruni.


"Bismillahirrahmanirrahim." Ucap seruni lirih mencoba menguatkan hatinya. Meskipun sebenarnya gemuruh di dalam dadanya masih meletup-letup.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke teras rumah. Ada beberapa pasang mata yang memperhatikan keduanya. Ada yang terlihat syok karena mengira wanita yang sedang menggendong balita itu adalah istri dan anaknya Reksa. Mungkin dalam hati mereka bertanya-tanya, kapan Reksa menikah?


"Mbak Asih!" Teriak Reksa dari ruang tamu.


"Iya Mas!" Mbak Asih nampak tergopoh-gopoh dari belakang. "Eh, Seruni kan?" Tanya Mbak Asih saat melihat sosok yang berdiri di samping Reksa.


Seruni mengangguk. "Apa kabar Mbak Asih?" Seruni mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Mbak Asih.


"MasyaAllah..... Baik-baik. Kamu sendiri bagaimana Run? Apa ini anak kamu?" Mbak Asih mentoel pelan pipi gembul baby Al.


"Iya Mbak."

__ADS_1


"Sudah besar ya?"


"Mbak Asih tolong ambilkan barang-barang yang ada di jok belakang. Ngobrolnya dilanjut nanti biar Seruni istirahat dulu." Sela Reksa.


"Baik Mas." Mbak Asih segera keluar dari rumah memenuhi perintah majikannya.


"Istirahatlah." Reksa membukakan pintu kamar tamu yang dulu ditempati oleh Seruni dan Faya.


"Terimakasih Mas." Seruni mengulas senyum kemudian segera masuk ke dalam kamar.


"Jangan sungkan jika kamu membutuhkan sesuatu. Kamu bisa meminta kepada ku ataupun kepada Mbak Asih."


Seruni mengangguk. Reksa pun segera menutup pintunya agar Seruni bisa segera beristirahat. Pasti sangat lelah berkendara selama hampir seharian dan dalam keadaan menggendong. Bagaimana tidak seharian, mereka berangkat dari pukul setengah sembilan pagi dan baru tiba di kediaman Mbah Suro pukul tiga sore.


Memang jalanan hari ini tak selenggang kemarin. Mungkin karena hari ini hari Minggu, jadi banyak orang-orang yang memanfaatkan hari liburnya untuk jalan-jalan bersama keluarganya. Sempat terjebak macet juga di beberapa titik. Dan juga mereka tadi sempat mampir untuk makan siang. Beruntung baby Al tidak rewel selama dalam perjalanan.


Baby Al lebih banyak tidur daripada bangunnya. Mungkin ia merasa nyaman karena berada dalam pengawasan mama dan calon papanya. Bahkan tanpa sepengetahuan Seruni, Reksa sempat mencuri-curi pandang saat Seruni sedang menyusui anaknya. Seruni tidak menyadari bahwa aksinya itu telah membuat Reksa menelan ludahnya berkali-kali. Reksa sebenarnya ingin memperingatkan Seruni agar menutup pabrik ASI-nya. Namun pemandangan itu terlalu sayang untuk dilewatkan.


*****


*****


*****


Awas bintitan loh Mas Reksa 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2