SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
DELAPAN PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Besok Alfa ulang tahun Fa." Ujar Seruni saat mereka berdua sedang menikmati makan siangnya di kantin kampus. Seruni hanya mengaduk-aduk makanannya dengan malas.


"Terus?" Sahut Faya menatap ke arah sahabatnya itu yang nampak lesu.


"Aku sempat berpikir ingin meniru adegan-adegan yang ada di dalam novel. Di mana seorang Istri memberikan kado sebuah tespek bergaris dua kepada suaminya. Namun sayangnya kemarin malah aku datang bulan lagi." Lirih Seruni menunduk sendu. Berbeda dengan Seruni, Faya malah tergelak.


"Kebanyakan baca novel jadi menghalu." Faya benar-benar tidak bisa menahan tawanya. Faya membungkam mulutnya agar suara tawanya tidak meledak. Ia ingat betul bahwa mereka saat ini sedang berada di kantin, yang mana banyak pasang mata yang sudah pasti akan memperhatikan mereka.


"Memangnya kamu tidak pasang KB?" Faya memelankan ucapannya. Seruni menggeleng. "Memangnya kamu sudah siap punya anak?" Lanjut Faya, dan lagi-lagi Seruni menggeleng. Membuat Faya kebingungan. "Kalau kamu belum siap mempunyai anak kenapa nggak ikut KB dulu? Atau minum saja pil kontrasepsi. Lagian kalian juga masih muda, masih sama-sama kuliah. Apa nggak repot nantinya? Di tunda aja dulu sampai kalian lulus kuliah." Usul Faya.


"Alfa tidak mengizinkan ku untuk memakai alat kontrasepsi." Lirih Seruni lagi.


"Berarti Alfa ingin segera memiliki anak darimu Run."


Lagi-lagi Seruni menggeleng. "Tidak Fa, Alfa tidak menuntut kami harus secepatnya memiliki momongan. Sedikasihnya aja katanya, makanya itu dia melarang ku menggunakan KB."


"Owh ya sudah. Terus apa yang kamu risaukan?"

__ADS_1


"Entahlah,"


"Bagaimana kalau habis ini kita cari kado buat suami mu." Faya segera mengalihkan pembicaraan agar sahabatnya itu tidak terlalu larut dalam kesedihannya. Faya tau betul bahwa Seruni saat ini pasti sedang memikirkan masalah anak.


"Memangnya kado apa yang cocok untuk Alfa?" Seruni malah bertanya kepada Faya.


"Apa ya?" Faya nampak berpikir. "Kita lihat saja nanti, apa yang sekiranya cocok untuk suami mu." Kali ini Seruni mengangguk.


*****


Selepas kuliah, Seruni dan Faya pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di kotanya. Tujuannya saat ini adalah toko yang menjual berbagai macam aksesoris pria. Seruni melihat-lihat apa saja yang di jual di dalam toko tersebut. Mereka memutari satu persatu etalase yang ada di sana. Pandangan Seruni jatuh pada sebuah jam tangan cople. Seruni meminta pendapat kepada sahabatnya. Faya yang melihat itu pun langsung mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.


"Memangnya harus pakai kue?" Seruni malah bertanya balik.


Faya menepuk jidatnya gemas. "Namanya ulang tahun ya harus pakai kue."


"Ah, kayak anak kecil aja. Cukup kasih ucapan sama kado aja lah Fa."

__ADS_1


"Ya nggak surprise lah nanti Run." Protes Faya. "Gini dengerin aku ya. Entar malam pas pergantian hari kamu bangunin Alfa terus suruh dia tiup lilin. Nah pasti surprise dia. Dia kan nggak bakalan nyangka kalau dapat kejutan dari istrinya."


Seruni meringis seraya garuk-garuk kepala. Menurutnya apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu terlalu kekanakan. Baginya memberikan ucapan selamat ulang tahun serta hadiah itu sudah lebih dari cukup. Namun sayangnya baru saja ia akan menolaknya, Faya sudah menyeretnya menuju ke toko bakery. Dan tanpa persetujuannya Faya langsung membelikan satu kue ulang tahun ukuran yang paling kecil. Sengaja Faya membeli ukuran yang kecil agar tidak terlalu berlebihan.


"Aku nggak bisa kasih kado apa-apa ke Alfa. Itu saja nanti bisa kalian nikmati berdua." Ucap Faya menolak saat Seruni ingin mengganti uangnya.


"Terimakasih Fa."


"Ya sama-sama. Ayo kita balik." Seruni dan Faya akhirnya meninggalkan pusat perbelanjaan setelah mendapatkan apa yang mereka butuhkan. "Jangan lupa kuenya disembunyikan dulu." Seruni mengangguk mengikuti permainan Faya yang memintanya memberikan surprise kepada suaminya.


Faya melesatkan mobilnya kembali ke kampus karena mobil Seruni masih berada di kampus. Ya, mereka pergi ke pusat perbelanjaan tadi dengan menggunakan mobil Faya.


*****


*****


*****

__ADS_1


Duh menuju konflik, belum nulis udah tegang duluan 🤭


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2