SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
TIGA PULUH


__ADS_3

Seruni menghentikan mobil bututnya tepat di depan pagar rumah Alfa yang dulu ditempatinya bersama ibunya. Setelah sarapan Seruni langsung pergi ke rumah Faya. Entah kali ini alasan apalagi yang ia gunakan kepada mamanya karena hari ini adalah hari Minggu.


Sejenak Seruni memperhatikan keadaan rumah Alfa yang dilihat dari tampilan luarnya seperti tidak berpenghuni. Dulu mereka berenam sering main kesini sebelum kejadian waktu itu yang membuat mereka harus terpisahkan. Cukup disayangkan! Persahabatan yang sudah terjalin selama tiga tahun itu harus berakhir dengan miris.


"Kok kayak udah lama gak di huni ya Fa?"


"Coba saja, ayo kita turun. Kita tanya sama tetangganya." Faya turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Seruni. Mereka berdua melangkah mendekati pagar rumah tersebut yang ternyata digembok dari luar.


"Sepertinya benar dugaan ku Fa, mungkin tante Farida ikut pindah bersama Alfa."


"Sebentar aku coba tanya tetangganya dulu." Faya melangkahkan kakinya ke arah rumah yang penghuninya nampak berada di depan rumah, diikuti oleh Seruni di belakangnya.


"Permisi Bu?" Sapa Faya sopan.


"Eh, iya neng ada apa?"


"Maaf numpang tanya, kami temannya Alfa Bu, kami sedang mencari Alfa. Apa ibu tau di mana Alfa dan ibunya?"


"Owalah, ibu gak tau neng. Mereka sudah lama pindah, kalau nggak salah dulu setelah Alfa lulus SMA. Dan ibu gak tau mereka pindah ke mana."


"Terimakasih Bu."


"Iya sama-sama."


Dengan lesu mereka berdua melangkahkan kakinya kembali ke mobil. Seruni dan Faya langsung masuk ke dalam mobil. Namun cukup lama mereka berdiam diri di dalam mobil tersebut.


"Terus gimana Fa? Apa kita datengin Ega dan Ruli? Atau Ghea? Barangkali di antara mereka masih ada yang berhubungan dengan Alfa."

__ADS_1


"Terserah kamu saja!" Sahut Faya. Seruni langsung melesatkan mobilnya menuju ke rumah Ega yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Alfa, karena hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit saja.


Dan beruntungnya saat mereka tiba di depan rumah Ega, nampak Ega yang sedang mencuci motornya di depan rumah.


Tin.. Tin..


Bunyi klakson yang dinyalakan dua kali membuat Ega menoleh dan ia langsung mengenali pemilik mobil tersebut. Ega menghentikan aktivitasnya sejenak kemudian menghampiri kedua sahabat lamanya itu. Entah mereka masih bisa dikatakan sebagai sahabat atau sudah mantan. Karena sejak kejadian itu mereka benar-benar sudah tidak pernah lagi bertemu apalagi berkumpul seperti biasanya.


Seruni dan Faya turun dari mobil dan langsung disambut oleh Ega yang berdiri di samping mobilnya.


"Hey, kalian masih ingat rumah ku rupanya." Seru Ega yang nampak senang dengan kedatangan kedua sahabatnya itu.


"Ga!" Ucap Seruni dan Faya bersamaan kemudian menghambur ke pelukan Ega yang sudah merentangkan kedua tangannya.


"Ehem! Enak bener ya, pagi-pagi udah dipeluk oleh dua cewek sekaligus." Sindir ibunya Ega yang berdiri di ambang pintu. Reflek mereka bertiga langsung menoleh. Seruni dan Faya langsung berlari menghampiri ibunya Ega dan langsung memeluknya.


"Tante baik, kenapa kalian tidak pernah lagi main ke sini? Mentang-mentang berbeda kampus."


"Hehe, maaf Tan." Cengir Seruni mengurai pelukannya.


"Ayo masuk dulu." Ibunya Ega langsung menarik Seruni dan Faya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Ega di belakang mereka.


Setelah mereka bertiga duduk di ruang tamu, ibunya Ega langsung masuk ke belakang untuk membuatkan mereka minum.


"Ada apa? Pasti ada sesuatu hingga kalian datang ke sini." Todong Ega.


"Eem," Seruni nampak ragu mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke rumah Ega.

__ADS_1


"Ngomong saja jangan ragu."


"Ayo Run ngomong saja, siapa tahu Ega bisa bantu." Faya menyenggol bahu sahabatnya itu.


"Apa kamu tahu di mana Alfa dan ibunya tinggal saat ini Ga?"


"Alfa ikut papanya setelah ibunya meninggal tiga bulan yang lalu."


"Hah! Meninggal?" Beo Seruni dan Faya bersamaan. "Tante Farida meninggal? Kenapa?"


"Kecelakaan, terserempet mobil."


"Astaghfirullah!" Ucap Seruni dan Faya bersamaan lagi. "Terus sekarang Alfa tinggal di mana? Eh, tunggu dulu. Tadi kata mu Alfa ikut papanya. Bukannya papanya Alfa sudah meninggal?" Tanya Seruni yang kebingungan, begitupun dengan Faya. Pasalnya, selama ini yang mereka tahu Alfa hanya berdua dengan ibunya. Dan mereka pikir ayahnya Alfa sudah meninggal.


"Sebenarnya papanya Alfa tidak meninggal, tapi sudah berpisah lama dengan ibunya. Dan sejak kecil Alfa ikut ibunya."


"Terus sekarang Alfa tinggal di mana?"


"Aku gak tau mereka tinggal dimana Run. Karena semenjak Alfa ikut papanya, kami lose kontak begitu saja."


Bahu seruni langsung merosot setelah mendengar penjelasan Ega. Sekarang mereka harus mencari Alfa ke mana lagi? Kalau Ega tidak tahu berarti Ruli juga tidak tahu keberadaan Alfa. Terus bagaimana dengan Ghea? Ah entahlah, semakin buntu saja otak Seruni.


*****


*****


*****

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2