
Seruni hanya mengambil cuti selama dua hari, jadi hari ini dirinya sudah kembali lagi kuliah. Seruni sudah siap dengan tas yang tersampir di pundaknya. Bersiap melangkah mendekati pintu kamarnya. Namun suaminya lagi-lagi memeluknya dari belakang. Pagi ini suaminya itu benar-benar rewel. Layaknya anak kecil yang tidak mau dipisahkan dengan ibunya. Maunya nempel terus hingga Seruni merasa jengah.
"Aku harus berangkat Al." Seruni menghela nafas kasar. "Ini udah hampir pukul setengah sembilan. Aku ada kelas pukul sembilan." Seruni berusaha melepaskan kedua tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya. Namun sayangnya tangan itu begitu erat memeluknya.
"Kenapa hanya dua hari ambil cutinya? Harusnya seminggu atau sebulan sekalian biar kita bisa menikmati masa-masa pengantin baru." Rajuk Alfa mendusel-nduselkan kepalanya di punggung istrinya.
"Huuuft! Terus aku harus memakai alasan apa meminta cuti selama itu?" Tidak mungkin kan dirinya menggunakan alasan menikah? Yang ada berita itu pasti akan langsung menyebar ke seantero kampus. Dan para penghuninya pasti akan langsung menggunjingnya.
"Aku mau pindah kuliah di sini saja biar bisa bareng-bareng sama kamu." Ujar Alfa masih sambil menempelkan wajahnya di punggung sang istri.
Seruni menyentak sedikit kasar tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya hingga tautan itu terlepas. Seruni membalikkan badannya menatap sang suami. "Kita sudah bicarakan ini semalam kan, dan kamu setuju untuk tidak pindah. Tapi kenapa sekarang kamu mengingkarinya." Kesal? Sudah pasti! Seruni benar-benar kesal dengan suami bocahnya itu. Menurutnya suaminya itu tidak memiliki pendirian yang tetap alias plinpan.
"Tapi aku nggak mau jauh-jauh dari kamu sayang. Mana kuat aku berjauhan selama seminggu. Seminggu itu lama." Gerutu Alfa.
"Huuuft, oke! Sekarang gini saja, bagaimana kalau kamu pindah kuliah di tempat Ghea saja? Kan di sana ada Ega sama Ruli." Usul Seruni yang masih menolak satu kampus dengan suaminya.
__ADS_1
"Baiklah nanti aku pikirkan lagi." Alfa memilih mengalah sebelum emosi istrinya memuncak.
"Oke, sekarang aku berangkat dulu udah telat ini." Seruni langsung membalikkan badannya. Namun lagi-lagi tangannya di tahan oleh suaminya. Seruni pun menggeram mengepalkan tangannya. "Apa lagi?!"
"Cium aku dulu." Pinta Alfa menunjuk bibirnya.
"Huuuft!" Seruni mengurai kepalan tangannya. Sepertinya ia memerlukan banyak stok kesabaran. Untuk mempersingkat waktu, tanpa protes Seruni langsung menjinjitkan kakinya. "Cup! Sudah." Hanya kecupan singkat. Namun itu sudah mampu membuat Alfa menyunggingkan senyumnya.
"Ya sudah berangkat sana. Salim dulu." Alfa menyodorkan tangannya ke arah istrinya. Seruni pun menurut dan langsung meraihnya kemudian menciumnya. "Hati-hati nggak usah ngebut."
"Iya!" Jawab Seruni singkat dan langsung keluar dari kamar mencari keberadaan mamanya untuk berpamitan.
*****
Alfa segera pamit dengan mama Amara untuk mengurus kepindahannya. Dengan mengendarai motornya, Alfa menuju ke universitas tempatnya menimba ilmu.
__ADS_1
Pukul dua belas siang bertepatan dengan waktunya istirahat, Alfa sudah keluar dari universitas. Ia sudah selesai mengurus kepindahannya. Saat ini tujuannya adalah kampus yang ditempati oleh Ega dan Ruli serta Ghea. Tadi dirinya sudah sempat menghubungi Ega dan mereka janjian bertemu di kampus.
Alfa tiba di universitas yang ditempati oleh sahabatnya satu setengah jam kemudian. Alfa memarkirkan motornya di area parkiran kampus. Kedatangannya itu langsung di sambut oleh kedua sahabatnya yaitu Ega dan Ruli yang memang sudah menunggunya. Ghea tidak ada di sana karena Ghea belum tahu kalau Alfa akan pindah ke universitas tersebut.
"Ayo!" Ega langsung menarik Alfa yang baru saja turun dari motornya.
"Sebentar," Alfa melihat jam yang melingkar di tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah dua. "Gue laper belum makan. Gimana kalau kita makan dulu." Ujarnya seraya memegang perutnya. Kedua sahabatnya pun mengangguk. Meskipun mereka berdua tadi sudah makan, tapi tidak ada salahnya kan menemani sahabatnya itu makan terlebih dahulu.
Mereka bertiga melangkah menuju kantin. Beberapa pasang mata langsung menatap ke arah mereka. Khususnya ke arah Alfa. Mungkin mereka bertanya-tanya siapakah gerangan orang itu. Beruntung hanya ada beberapa orang saja di sana.
Alfa tak ambil pusing. Ia mendudukkan tubuhnya bersama kedua sahabatnya. Yang ia pikirkan saat ini adalah cepat-cepat menyelesaikan urusannya agar bisa segera pulang. Ia sudah rindu dengan istri tercintanya itu. Mungkin istrinya sebentar lagi juga akan pulang. Jadi ia juga harus segera menyelesaikan semuanya.
*****
*****
__ADS_1
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏