SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)

SANG PENAKLUK (Satu Raga Dua Jiwa)
TIGA PULUH TIGA


__ADS_3

Setelah melihat dan memperhatikan sejenak foto Alfa di dalam ponsel Faya, Reksa perlahan mulai memejamkan matanya. Ia mencoba dan berusaha menemukan keberadaan Alfa lewat mata batinnya.


Kening Reksa terlihat mengkerut, dan itu semua tak lepas dari perhatian Seruni dan Faya. Sesaat kemudian Reksa kembali membuka matanya. Pandangannya langsung mengarah menatap Seruni.


"Dia ada di dekat mu Run, tapi aku tak tau pasti dimana itu. Menurut penglihatan mata batin ku, dia tidak jauh dari sini."


Seruni dan Faya saling pandang seolah bertanya, dimana? Kemudian mereka berdua saling menebak-nebak di mana sekiranya tempat tinggal Alfa saat ini.


"Apa mungkin rumah papanya Alfa masih berada di daerah sini saja?" Faya mengutarakan apa yang sempat melintas di kepalanya.


"Coba mas Reksa lihat lagi, barangkali bisa lebih jelas." Pinta Seruni memelas. Reksa yang tidak tega pun mengangguk kemudian memejamkan matanya kembali.


Sesaat kemudian Reksa sudah membuka matanya kembali. "Masih sama Run, dia dekat tapi entah itu dimana. Semakin cepat aku menemukannya, itu berarti semakin dekat orangnya. Dan jika semakin lama aku menemukannya, itu tandanya orang itu berada di kejauhan." Jelas Reksa sesuai dengan apa yang dapat ia lihat melalui mata batinnya.


"Baiklah mas, terima kasih atas bantuan mas Reksa. Maaf karena sudah merepotkan Mas."


"Tidak masalah, mungkin memang takdir yang sudah mengatur semua ini." Reksa mengulas senyum. "Jangan terlalu dipikirkan, jalani saja seperti air mengalir. Kita tidak pernah tahu takdir akan membawa kita ke mana." Seruni dan Faya mengangguk membenarkan ucapan Reksa. "Simpan nomor ku Run, kamu bisa menghubungi ku jika sewaktu-waktu kamu butuh bantuan."

__ADS_1


Seruni mengangguk. "Sekali lagi terimakasih mas." Hati Seruni menghangat. Bolehkah ia sejenak lupa diri? Melupakan segala kemelut yang ada pada dirinya. Ada seorang laki-laki yang siap melebarkan tangannya dengan tulus untuk membantunya.


Reksa segera pamit undur diri karena hari sudah semakin sore. Ia harus segera pulang agar tidak terlalu larut sampe di rumah.


"Aku pamit, segera hubungi aku kalau terjadi sesuatu." Ucap Reksa sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan melesatkan mobilnya meninggalkan kediaman Seruni.


"Kita nggak mungkin keliling kota ini untuk mencari Alfa kan Run? Ini kota jauh lebih luas daripada daun kelor."


"Entahlah Fa, aku sendiri bingung harus mencarinya ke mana."


"Ya sudah, nanti kita pikirkan lagi. Sekarang aku balik dulu." Faya pun segera pamit undur diri meninggalkan kediaman Seruni.


Saat Seruni membalikkan tubuhnya, Seruni langsung terlonjak. Tak menyangka kalau di belakangnya ada mamanya.


"Ma-mama ngapain disini?" Tanya Seruni tergagap.


"Sudah pulang tamunya Run?" Mama Amara mengulas senyum.

__ADS_1


"Su-sudah ma, barusan. Faya juga sudah pulang."


"Ya sudah, sana istirahat."


"I-iya ma, Seruni ke kamar dulu." Seruni langsung melesat masuk ke dalam kamarnya. Seruni pikir, mamanya itu pasti tidak mendengarkan obrolan mereka. Karena kalau mamanya itu sampai mendengarkan obrolan mereka, sudah bisa dipastikan mamanya itu pasti akan langsung mencecarnya.


Seruni pun akhirnya bisa bernafas lega. Entah sampai kapan ia akan menyembunyikan semua ini dari mamanya. Bukankah sebuah bangkai lama-kelamaan akan tercium juga baunya? Ya, Seruni tahu itu. Tapi bisakah ia berharap, kalau semua ini tidak cepat terbongkar oleh mamanya? Semoga saja!


Rasa-rasanya Mama Amara tidak tega jika harus mencacar anaknya saat itu juga. Melihat keadaan sang anak yang sepertinya tidak baik-baik saja membuatnya urung. Mungkin ia akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan anaknya itu dari hati ke hati.


Sebagai seorang ibu, ia juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan anaknya. Ia jadi meragukan kedekatan antara dirinya sebagai seorang ibu dengan anaknya selama ini. Apakah ada sesuatu dalam dirinya yang membuat anaknya itu merasa tidak nyaman, hingga sang anak tidak mau membagi keluh kesahnya kepadanya dan malah membagi semua itu dengan orang lain? Entah.....


*****


*****


*****

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏


__ADS_2